Anda di halaman 1dari 58

4

06/11/2013 6
PENGERTIAN KORUPSI
UU No 31 Tahun 1999 Jo.UU No 20 Tahun 2001
tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi

PASAL 2 (1)
SETIAP ORANG YANG SECARA MELAWAN HUKUM MELAKUKAN PEBUATAN
MEMPERKAYA DIRI SENDIRI ATAU ORANG LAIN ATAU SUATU KORPORASI YANG
DAPAT MERUGIKAN KEUANGAN NEGARA ATAU PEREKONOMIAN NEGARA, DIPIDANA
DENGAN PIDANA PENJARA SEUMUR HIDUP ATAU PIDANA PALING SINGKAT 4 (EMPAT)
TAHUN DAN PALING LAMA 20 TAHUN, DENDA PALING SEDIKIT RP200.000.000,- DAN
PALING BANYAK RP1.000.000.000,-
.
BENTUK KORUPSI
Kerugian Keuangan Negara

Suap Menyuap

Penggelapan Dalam Jabatan

Pemerasan

Perbuatan Curang

Benturan Kepentingan Dalam Pengadaan

Gratifikasi

06/11/2013 9 Pengertian Korupsi 16


PENYEBAB KORUPSI
TERPAKSA Dilakukan karena ingin memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-
(corruption by need) . rendah.
hari yang tidak tercukupi oleh gajinya yang
Berhubungan dengan Niat dan Perilaku.

MEMAKSA Dilakukan karena adanya sifat keserakahan untuk bisa hidup secara
(corruption by greed) berlebihan (bermewah- mewahan).
Berhubungan dengan Niat dan Perilaku

DIPAKSA Korupsi: pertemuan antara niat dan kesempatan.


(corruption by system) Kesempatan tercipta karena kelemahan sistem dan peraturan
Lanjutan.. PENYEBAB KORUPSI
Lanjutan.. PENYEBAB KORUPSI
Modus Korupsi Saat Ini : Melibatkan Keluarga !!
DAMPAK MASIF KORUPSI
Korupsi tidak hanya berdampak terhadap
satu aspek kehidupan saja. Korupsi
menimbulkan efek domino yang
meluas terhadap eksistensi bangsa dan
negara.

06/11/2013 14
15
Dampak Korupsi

perbedaan yang ada


di depan mata & tanpa jarak

06/11/2013 16
PENGERTIAN GRATIFIKASI
Gratifikasi adalah : Pemberian uang, barang,
rabat (discount), komisi pinjaman tanpa bunga,
tiket perjalanan, fasilitas penginapan, perjalanan
Gratifikasi wisata, pengobatan cuma-cuma, dan fasilitas
lainnya baik yang diterima di dalam negeri
maupun di luar negeri dan yang dilakukan
dengan menggunakan sarana elektronik atau
tanpa sarana elektronik yang berhubungan
dengan jabatan atau kewenangan (penjelasan
Pasal 12 B Ayat(1) UU 31/1999 jo UU 20/2001)
GRATIFIKASI
“Pemberian dalam arti luas…”
Pasal 12B UU No. 20 tahun 2001
SIAPA PENERIMA GRATIFIKASI?

Pegawai Negeri
atau
Penyelenggara
Negara

20
Uang /
setara Uang
Rabat/Diskon Pinjaman tanpa Bunga
Komisi Pengobatan Cuma2
Tiket Perjalanan Perjalanan Wisata
Fasilitas Penginapan
dan fasilitas lainnya…

26
SIKAP TERHADAP GRATIFIKASI

Tolak

Terima dan laporkan


(Pasal 16 UU 30/2002)
PERMENKES 14/2014 TENTANG PENGENDALIAN GRATIFIKASI
DI LINGKUNGAN KEMENKES

1 Penandatanganan Komitmen Bersama Menteri Kesehatan dengan Stakeholder tentang Pengendalian


Gratifikasi dan Pencegahan Tindak Pidana Korupsi disaksikan oleh Pimpinan KPK (Kamis, 3 April 2014)

2 Guna mendukung implementasi komitmen tersebut, ditetapkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor
14 Tahun 2014 tentang Pengendalian Gratifikasi di Lingkungan Kementerian Kesehatan.

3 Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 14 Tahun 2014 merupakan pedoman bagi Aparatur
Kementerian Kesehatan dalam menentukan tindakan-tindakan yang berpotensi atau mengarah pada
gratifikasi.

28
PERMENKES NOMOR : 14 TAHUN 2014
mengatur tentang :

1 Kategori Gratifikasi

2 Unit Pengendalian Gratifikasi (UPG)

3 Mekanisme pelaporan Gratifikasi

29
GRATIFIKASI DIANGGAP SUAP APABILA:
GRATIFIKASI DIANGGAP SUAP

Meliputi penerimaan namun tidak terbatas pada:


1. Marketing fee atau imbalan terkait pemasaran produk;
2. Cash back yang diterima instansi digunakan untuk kepentingan
pribadi ;
3. Gratifikasi terkait pengadaan barang/jasa, pelayanan publik atau
proses lainnya;
4. Sponsorship terkait pemasaran atau penelitian suatu produk.

31
GRATIFIKASI TIDAK DIANGGAP SUAP

1. Gratifikasi Tidak dianggap suap Terkait Kedinasan:


Meliputi gratifikasi yang diperoleh namun tidak terbatas pada:
 Cinderamata dalam kegiatan resmi kedinasan (rapat, seminar, workshop, konfrensi
pelatihan dll)
 Kompensasi diterima terkait kegiatan kedinasan seperti honor, transport akomodasi
sesuai standar biaya yang berlaku di instansi pemberi sepanjang tidak terdapat
pembiayaan ganda, nilai wajar, tidak terdapat konflik kepentingan dan tidak
melanggar ketentuan yang berlaku di instansi penerima.
 Sponsorship diberikan pada organisasi terkait pengembangan institusi, perayaan
tertentu ysng dimanfaatkan secara transparan dan akuntabel
 Kompensasi/pengahasilan/jasa profesi saat jam kerja yg mendapat ijin tertulis atasan.

32
…….LANJUTAN GRATIFIKASI TIDAK DIANGGAP SUAP

2. Gratifikasi Yang Tidak Dianggap Suap Tidak Terkait Kedinasan :


a. Diberikan orang lain yang memiliki hubungan keluarga (kakek/nenek, bapak/ibu/mertua,
suami/isteri, anak/menantu, cucu, besan, paman/bibi, kakak/adik/ipar, sepupu, dan
keponakan, sepanjang tidak mempunyai konflik kepentingan dg penerima gratifikasi.
b. Diberikan orang lain dalam acara pernikahan, keagamaan, adat yang tidak ada konflik
kepentingan yang dilaporkan ke KPK dan setelah diverifikasi KPK dinyatakan tidak dianggap
suap.
c. Pemberian instansi berasal dari sumbangan bersama kepada Aparatur Kemenkes selain
upacara sebagaimana dimaksud pada huruf b yang dilaporkan ke KPK dan setelah
diverifikasi KPK dinyatakan tidak dianggap suap;
d. Pemberian dari atasan kepada bawahan sepanjang tdk menggunakan anggaran negara;

33
…….LANJUTAN GRATIFIKASI TIDAK DIANGGAP SUAP

e. Pemberian dari sesama aparatur terkait acara perayaan menyangkut


kedudukan/jabatannya seperti pisah sambut, promosi jabatan, pensiun yang dilaporkan ke
KPK dan setelah diverifikasi KPK dinyatakan tidak dianggap suap;
f. Pemberian dari sesama aparatur terkait musibah/bencana yang dialami penerima
gratifikasi atau keluarganya sepanjang tidak mempunyai konflik kepentingan;
g. Hadiah, hasil undian, diskon/rabat, voucher, point reward atau souvenir yang berlaku
umum;
h. Hidangan, sajian yang berlaku umum;
i. Prestasi akademis/non akademis yang diikuti dengan menggunakan biaya sendiri seperti
kejuaraan, perlombaan/kompetisi.
j. Keuntungan/bunga dari penempatan dana, investasi, saham pribadi yang berlaku umum;
k. Kompensasi/pengahasilan/jasa profesi saat jam kerja yg mendapat ijin tertulis atasan
langsung/pihak lain yang berwenang.

34
Batasan Waktu Pelaporan GRATIFIKASI

KPK

15 hari
30 hari

5 hari UPG
Kemenkes

5 hari UPG Unit


Utama

5 hari UPG Unit


Pelaksana
Teknis
Aparatur
Kemenkes
35
KETENTUAN LAIN

Setiap pihak ketiga yang bekerja atau


menjadi mitra Kementerian Kesehatan
wajib menandatangani pakta integritas

36
37
38
39
40
Bagaimana cara membangun kesadaran
ANTIKORUPSI?
Kerja keras
Jujur
Sederhana
Disiplin
Mandiri
Tanggungjawab

Adil
Berani
Peduli
Mengapa
kita harus
BERANTAS
KORUPSI
?
Siapa yang menanggung sisa
biaya?
“Sesungguhnya, Nusantara ini pernah punya kebanggaan saat
kerajaan Sriwijaya bertahan hampir 1000 tahun karena
kemampuan mengelola pajak dan mengembalikan uang pajak
itu untuk kepentingan rakyatnya.”

Sejarawan JJ Rizal
by : Russy
PENANAMAN
nilai dan integritas
KESEDIAAN TERHADAP INTEGRITAS (Integrity
Compliance)
• Ketika individu bersedia menerima pengaruh untuk berintegritas dari orang lain atau
dari kelompok lain, dikarenakan ia berharap untuk memperoleh reaksi atau tanggapan
positif dari pihak lain tersebut.

• Tidak berasal dari hati kecil atau hati nurani seseorang, merupakan cara untuk
memperoleh reaksi positif (pujian, dukungan, Simpati,dll) sambil menghindari hal-hal
yang dianggap negatif, atau sering disebut sebagai pencitraan.

• Tidak akan dapat bertahan lama


IDENTIFIKASI

• Identifikasi integritas terjadi apabila individu meniru


integritas seseorang atau kelompok lain.

• Identifikasi bukan selalu berarti meniru sikap positif yang


serupa, akan tetapi dapat juga berupa pengambilan sikap
yang diperkirakan akan disetujui oleh pihak lain.
INTI PENGERTIAN Cara meng-internalisasikan di
Prinsip anti korupsi
lingkungan kerja

JUJUR Dengan demikian, jujur dapat pula Tidak menerima suap


diartikan kehati-hatian diri seseorang
dalam memegang amanah yang telah
dipercayakan oleh orang lain kepada
dirinya.

DISIPLIN disiplin adalah suatu kemauan dan Mentaatti jam kerja


perbuatan seseorang dalam mematuhi
seluruh peraturan yang telah terangkai
dengan tujuan tertentu.

TANGGUNG JAWAB berkewajiban memikul, menaggung segala


sesuatunya, dan menaggung segala
akibatnya.
Prinsip anti korupsi
Etos kerja PENGERTIAN Cara meng-internalisasikan di
lingkungan kerja

Kerjakeras adalah bekerja dengan sungguh-sungguh,


sekuat daya dan tenaga, penuh semangat,
pantang menyerah, untuk mencapai hasil
terbaik,

sederhana adalah hidup yang tidak berlebihan dalam


menggunakan harta yang dimiliki.

mandiri Hal atau ke adaan dapat berdiri sendiri


tanpa bergattung pada orang lain
sikap PENGERTIAN Cara meng-internalisasikan di
Prinsip anti korupsi

lingkungan kerja

Adil adalah dimana semua orang mendapat hak ....


menurut kewajibannya.

Berani adalah suatu sifat mempertahankan dan .....


memperjuangkan apa yang dianggap
benar dengan menghadapi segala bentuk
bahaya, kesulitan, kesakitan, dll.

peduli berarti memberi kenyamanan terhadap ....


mereka yang disayangi, bahkan pada saat
yang paling sulit.
Terima kasih