Anda di halaman 1dari 4

RASIO PROFITABILITAS

Digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan


menghasilkan keuntungan pada tingkat penjualan aset, modal,
dan saham

PT. Unilever
Profit Margin
 Menandakan kemampuan perusahaan menghasilkan laba bersih pada tingkat
penjualan tetentu.
 2015 = Laba bersih = 5.851.805 = 0,0160 = 1,6%
penjualan 36. 484.030
Hal ini menandakan profit margin ditahun 2015 kurang aman untuk ditanami
investasi karena penjualan yang terlalu rendah sehingga peluang investasi
cukup negatif.
 2016 = Laba bersih = 6.390.672 = 0,0159 = 1,5%
penjualan 40.053.732
Hal ini menandakan profit margin ditahun 2016 kurang aman untuk ditanami
investasi karena penjualan yang terlalu rendah sehingga peluang investasi
cukup negatif.
Return on Assets (ROA)
 Menandakan persentase keuntungan yang diperoleh perusahaan yang
berhubungan dengan rata-rata jumlah aset.

 2015 = Laba bersih = 5.851.805 = 0,0372 = 3,7%


total aset 15.729.945
Hal ini menandakan asumsi kinerja perusahaan ditahun 2015 sejumlah 3,7% dari
sisi pengolahan equitasnya. Dan idealnya, semakin tinggi angka ROA maka
semakin baik asumsi tersebut.

 2016 = Laba bersih = 6.390. 672 = 0,0381 = 3,8%


total aset 16.745.695
Hal ini menandakan asumsi kinerja perusahaan ditahun 2016 sejumlah 3,8% dari
sisi pengolahan equitasnya. Dan idealnya, semakin tinggi angka ROA maka
semakin baik asumsi tersebut.
Return on Eqity (ROE)
 Menandakan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba bersih dengan
menggunakan modal sendiri bagi pemilik maupun investor.

 2015 = Laba bersih = 5.851.805 = 0,1358 = 1,3%


total aset 4. 827.360
Hal ini menandakan pada tahun 2015 semakin efektif dan efesien
penggunaan ekuitas perusahaan untuk menghasilkan pendapatan, dan
dapat menarik pemegang saham untuk berinvestasi.

 2016 = Laba bersih = 6.390. 672 = 0,1206 = 1,2%


total aset 4.704.258
Hal ini menandakan pada tahun 2016 semakin efektif dan efesien
penggunaan ekuitas perusahaan untuk menghasilkan pendapatan, dan
dapat menarik pemegang saham untuk berinvestasi.