Anda di halaman 1dari 12

Perubahan Material dan Elemen - elemen Ruang

Arsitektur Tradisional
“RUMOH ACEH”
di Era Globalisasi

I Gusti Putu Bagus Daniswara


1605521078
PENDAHULUAN
Rumah Aceh atau lazimnya disebut Rumoh
Aceh merupakan rumah adat Aceh yang berada di
Provinsi Aceh. Bentuknya segi empat dan tinggi
lantainya dari tanah antara empat sampai sembilan
hasta, serta memiliki struktur yang unik dan
ornamen-ornamen khas yang melekat. Rumoh
Aceh bukan sekadar tempat hunian, tetapi
merupakan ekspresi keyakinan terhadap Tuhan dan
adaptasi terhadap alam. Oleh karena itu, melalui
Rumoh Aceh kita dapat melihat budaya, pola
hidup, dan nilai-nilai yang diyakini oleh masyarakat
Aceh.
TUJUAN PEMBUATAN POSTER
Tujuan dari dibuatnya poster ini ialah
untuk mengetahui perubahan-
perubahan yang terjadi pada
arsitektur rumoh aceh khususnya pada
bidang material dan elemen penyusun
ruang.
PEMBAHASAN
1. Perubahan material atap bangunan

Seiring berjalannya waktu rumah aceh populasinya


Menggunakan atap Rumbia semakin sedikit dan material rumbia pun mulai
ditinggalkan karena perawatannya sulit dan mudah
terbakar sehingga masyarakat menggunakan atap
seng
2. Perubahan Elemen Penyusun Ruang
Rumah aceh pada dasarnya hanya mengandalkan matahari
sebagai sumber pencahayaan, akan tetapi pada era globalisasi
ini telah terjadi berbagai macam perubahan pada rumah ini.
Misalnya saja jika dahulu matahari merupakan satu satunya
sumber pencahayaan, kini telah digunakannya lampu sebagai
pencahayaan buatan. Hal ini rupanya sangat membantu civitas
di dalam rumah aceh untuk beraktivitas khususnya pada malam
hari. Dan juga untuk rumaoh aceh di jaman modern ini telah
banyak dilakukan renovasi dan penggunaan bahan bahan yang
dapat menjaga ketahanan dan mempercantik setiap elemen
penyusun ruangnya. Misalnya saja penambahan cat pada
dinding agar terlihat lebih cerah dan lebih indah, sedangkan
pada jaman dahulu material kayu masih memperlihatkan warna
dan tekstur aslinya
Karena semakin berkembangnya teknologi,
rumoh aceh juga mengalami perubahan,
khususnya pada hal perubahan fungsi ruang.
Contohnya saja bagian bawah yang dulunya
sebagai tempat hewan peliharaan (kendang)
kini sudah disulap menjadi rumah makan

Masyarakat sekarang juga sudah mulai


meninggalkan penggunaan bahan-bahan lokal
untuk membuat rumah aceh ini. Dikarenakan
sulitnya manemukan materialnya. Masyarakat
juga mulai meninggalkan rumah aceh dan beralih
ke rumah modern berbahan beton. Akan tetapi
ada juga orang yang tetap melestarikan rumah
adat ini tetapi juga disambung dengan rumah
berbahan beton.
KESIMPULAN
Perkembangan terus terjadi dari waktu ke waktu tanpa dapat
dihindari, termasuk pada perkembangan arsitektur tradisional
Aceh. Pekembangan tersebut sangat dipengaruhi oleh faktor
ekonomi dan globalisasi yang mengubah pandangan masyarakat
menjadi lebih praktis, seperti penggantian material bangunan,
elemen penyusun ruang, pengalihan fungsi, dan perkembangan
teknologi.
TERIMA
KASIH