Anda di halaman 1dari 12

Metode Iterasi Sederhana

Oleh:
Kelompok 3

Almudassir (D211 16
Muh. Farid Sulaiman (D211 16
Makhdi Kurnia Ilahi (D211 16
Fachrul Rasyidin Kadir T (D211 16 301)
Metode Iterasi Sederhana

Metode Iterasi Sederhana adalah metode yang digunakan untuk mencari akar dari
persamaan
kuadrat dengan memisalkan nilai y = 0, kemudian memisahkan nilai x satu dengan x yang
lainnya sehingga memunculkan fungsi yang baru, misal :
y = ex - x
0 = ex - x
x = ex atau g(x) = ex (Fungsi baru)

Fungsi baru ini digunakan untuk mencari nilai x yang pertama. Kemudian nilai tersebut
dimasukan
kedalam fungsi x = (f(x))
Tidak seperti pada metode tertutup, metode terbuka tidak memerlukan selang
yang mengurung akar. Yang diperlukan hanya sebuah tebakan awal akar atau
dua buah tebakan yang tidak perlu mengurung akar. Inilah alasannya mengapa
metode ini dinamakan metode terbuka. Hampiran akar sekarang pada hampiran
akar sebelumnya melalui prosedur lelaran. kadangkala lelaran konvergen ke akar
sejati kadangkala divergen. Namun, apabila lelarannya konvergen ,
konvergensinya berlangsung sangat cepat dibanding metode tertutup.
Yang termasuk ke dalam metode terbuka :
1. Metode lelaran titik tetap (fixed point iteration) / Metode Iterasi Sederhana.
2. Metode Newton-‐Rhapson.
3. Metode Secant.
Ciri-ciri Metode terbuka sebagai berikut :
1. Tidak memerlukan selang [a,b] yang mengandung akar.
2. Mencari akar melalui suatu lelaran yang dimulai dari sebuah tebakan (guest)awal.
3. Pada setiap lelaran kita menghitung hampiran akar yang baru.
4. Mungkin saja hampiran akar yang baru mendekati akar sejati (konvergen),atau
mungkin juga menjauhi (divergen).
5. Karena itu ,metode terbuka tidak selalu menemukan akar ,kadang konvergen dan
kadang ia divergen
Konvergen dan Divergen
Metode Iterasi Sederhana

Metode iterasi sederhana adalah metode yang


memisahkan x dengan sebagian x yang lain
sehingga diperoleh : x = g(x).
Contoh :
x – ex = 0 → ubah
x = ex atau g(x) = ex
g(x) inilah yang menjadi dasar iterasi pada
metode iterasi sederhana ini
Prosedur Metode Iterasi

Misal f(x) adalah fungsi yang konvergen dengan f(x) = 0, maka untuk mencari nilai
akarnya atau hampiran akarnya kita terlebih dahulu mengubah kedalam bentuk x
= g(x). Kemudian tentukan nilai titik awal, misal x1. Setelah itu disubstitusikan titik
awalnya ke persamaan g(x) sedemikian sehingga g(x1) = x2, setelah itu titik x2 yang
diperoleh substitusikan lagi ke g(x) sedemikian sehingga g(x2) = x3.
Jadi apabila ditulis iterasinya akan menjadi
x1 (penetuan titik awal)
x2 = g(x1) (iterasi pertama)
x3 = g(x2) (iterasi kedua)
.
.
xn = g(xn-1) (iterasi ke-n)

Rumus kesalahan aproksimasinya:

Iterasi ini akan berhenti jika x = g(x) dan f(x) = 0 atau sudah mencapai nilai error yang cukup kecil (|xn – xn-
1| < ɛ
Contoh soal:
1. Hitung akar dari persamaan berikut ini, dengan metode
iterasi. f (x) = x3 + x2 – 3x – 3 = 0.

Penyelesaian:
Persamaan tersebut dapat ditulis dalam bentuk:
x3 = - x2 + 3x + 3  x = (- x2 + 3x + 3) 1/3

Dalam bentuk persamaan rumus diatas, persamaan diatas menjadi:


xi+1 = (- xi2 + 3xi + 3) 1/3

Apabila ditentukan perkiraan awal x1 = 2, didapat:


x2 = (- x12 + 3x1 + 3) 1/3 = (- 22 + 3(2) + 3) 1/3 = 1,70998
Besar kesalahan:

Selanjutnya, nilai x2 = 1,70998 tersebut digunakan untuk menghitung nilai x3 pada iterasi
berikutnya, sehingga:
Hasil hitungan berdasarkan program komputer untuk metode iterasi ini diberikan pada Tabel,
dan hasilnya diperoleh pada iterasi ke 5, yaitu x = 1,73205.
Hasil hitungan dengan metode Iterasi:
2.