Anda di halaman 1dari 25

Prescriptive Process

Model
Kelompok 4
• Aldi Muhammad Iqbal
• Riky Risdiantoro
• Riswan Panji Pratomo
• Hilman
Prototype Model

 Prototype model adalah salah satu metode siklus hidup system yang
didasarkan pada konsep working model.
 Tujuan model ini mengembangkan model menjadi system final,artinnya
system akan dikembangkan lebih cepat dari metode tradisional dan
biayanya menjadi lebih rendah,model ini juga membantu dalam
menemukan kebutuhan di tahap awal pengembangan,dan sebagai alat
untuk mendesain dan memperbaiki User Interface
 metodelogi ini adalah pengembang system,klien,dan pengguna.
Tahapan proses pengembangan Prototype
model
Tahapan proses pengembangan
Prototype model
 Pengumpulan kebutuhan
 Pelanggan dan pengembang bersama-sama mendefinisikan format seluruh
perangkat lunak, mengidentifikasikan semua kebutuhan, dan garis besar sistem
yang akan dibuat.
 Membangun prototyping
 Membangun prototyping dengan membuat perancangan sementara yang
berfokus pada penyajian kepada pelanggan (misalnya dengan membuat
input dan format output).
 Evaluasi protoptyping
 Evaluasi ini dilakukan oleh pelanggan, apakah prototyping yang sudah
dibangun sudah sesuai dengan keinginan pelanggan atau belum. Jika sudah
sesuai, maka langkah selanjutnya akan diambil. Namun jika tidak, prototyping
direvisi dengan mengulang langkah-langkah sebelumnya.
 Mengkodekan sistem
 Dalam tahap ini prototyping yang sudah di sepakati diterjemahkan ke dalam
bahasa pemrograman yang sesuai.
Tahapan proses pengembangan
Prototype model
 Menguji sistem
 Setelah sistem sudah menjadi suatu perangkat lunak yang siap pakai,
kemudian dilakukan proses Pengujian. Pengujian ini dilakukan dengan White
Box, Black Box, Basis Path, pengujian arsitektur, dll.
 Evaluasi Sistem
 Pelanggan mengevaluasi apakah perangkat lunak yang sudah jadi sudah
sesuai dengan yang diharapkan . Jika ya, maka proses akan dilanjutkan ke
tahap selanjutnya, namun jika perangkat lunak yang sudah jadi tidak/belum
sesuai dengan apa yang diharapkan, maka tahapan sebelumnya akan
diulang.
 Menggunakan sistem
 Perangkat lunak yang telah diuji dan diterima pelanggan siap untuk
digunakan.
Kelebihan dan Kekurangan

 kelebihan
 Adanya komunikasi yang baik antara pengembang dan pelanggan
 Pengembang dapat bekerja lebih baik dalam menentukan kebutuhan
pelanggan
 Pelanggan berperan aktif dalam pengembangan system
 Lebih menghemat waktu dalam pengembangan system
 Penerapan menjadi lebih mudah karena pemakai mengetahui apa yang
diharapkannya
 membuat klien mendapat gambaran awal dari prototype

 kelemahan
 kelemahan dari model ini tidak memiliki analisa dan rancangan
Kesimpulan Prototype Model

 Model Prototyping ini sangat sesuai diterapkan untuk kondisi yang beresiko
tinggi di mana masalah-masalah tidak terstruktur dengan baik, terdapat
fluktuasi kebutuhan pemakai yang berubah dari waktu ke waktu atau
yang tidak terduga, bila interaksi dengan pemakai menjadi syarat mutlak
dan waktu yang tersedia sangat terbatas sehingga butuh penyelesaian
yang segera. Model ini juga dapat berjalan dengan maksimal pada situasi
di mana sistem yang diharapkan adalah yang inovatif dan mutakhir
sementara tahap penggunaan sistemnya relatif singkat.
Spiral Model
Spiral Model merupakan salah satu dari model revolusioner, model spiral merangkai sifat
interatif yaitu sifat yang ditandai yang memungkinkan untuk mengembangkan versi dari suatu
perangkat lunak secara bertahap untuk menghasilkan perangkat lunak yang lebih lengkap atau
lebih sempurna dan terkontrol. Perangkat lunak dikembangkan dalam deretan pertambahan.
Selama awal iterasi, rilis ikremantal bisa berupa model/prototype kertas, kemudian sedikit demi
sedikit dihasilkan versi sistem yang lebih lengkap.

Model Spiral memiliki beberapa tahapan dalam proses pembuatan perangkat lunak.
Prosesnya antara lain yaitu :
1. Proses Komunikasi Pelanggan,
2. Proses Perencanaan,
3. Proses Analisis Resiko,
4. Proses Perekayasaan,
5. Proses Konstruksi dan Peluncuran,
Evaluasi Pelanggan dan akan berulang kembali jika pelanggan menginginkan pengembangan
untuk perangkat lunak yang dia inginkan.
TAHAPAN

 Model spiral dibagi menjadi


enam wilayah tugas yaitu :
1. Customer communication.
2. Planning.
3. Analysis Risk.
4. Engineering.
5. Construction & Release.
6. Customer Evaluation.
KARAKTERISTIK
Spiral model adalah penggabungan antara prototyping model dan waterfall model , metode
iterasi yang ada pada prototyping model dan tahap sistematis yang digunakan dalam waterfall
model digabungkan menjadi satu sehingga menciptakan model baru.

KELEBIHAN
1. Dapat disesuaikan agar perangkat lunak bisa dipakai selama hidup perangkat lunak
komputer.
2. Lebih cocok untuk pengembangan sistem dan perangkat lunak skala besar.
3. Pengembang dan pemakai dapat lebih mudah memahami dan bereaksi terhadap reiko setiap
tingkat evolusi karena perangkat lunak terus bekerja selama proses.

KEKURANGAN
1. Sulit untuk menyakinkan pelanggan bahwa pendekatan evolusioner ini bisa dikontrol.
2. Memerlukan penaksiran resiko yang masuk akal dan akan menjadi masalah yang serius jika
resiko mayor tidak ditemukan dan diatur.
3. Butuh waktu lama untuk menerapkan paradigma ini menuju kepastian yang absolute.
PENERAPAN

Model spiral biasanya diterapkan/digunakan pada perusahaan-perusahaan


berskala besar, contoh penerapan umum metode pengembangan perangkat lunak
dengan menggunakan metode spiral adalah sebagai berikut :

1. Concept Development Project (Proyek Pengembangan Konsep)


2. New Product Development Project (Proyek Pengembangan Produk Baru)
3. Product Enhancement Project (Proyek Peningkatan Produk)
4. Product Maintenance Project (Proyek Pemeliharaan Produk).
RUP (Rational Unified Process)

 RUP (Rational Unified Process) adalah suatu kerangka proses yang dapat
diadaptasi dan dimaksudkan untuk disesuaikan oleh organisasi
pengembang dan tim proyek perangkat lunak yang akan memilih elemen
proses sesuai dengan kebutuhan mereka.
 RUP bertujuan untuk menghasilkan suatu software yang sesuai dengan
kebutuhan dari end-user nya, pada jangka waktu dan biaya yang terukur.
Tahapan-tahapan RUP
Tahapan-tahapan RUP

 1. Permulaan (inception)
 Tahap inception fokus pada penentuan manfaat perangkat lunak yang harus dihasilkan,
penetapan proses-proses bisnis (business case), dan perencanaan proyek.

 2. Pemerincian (elaboration)
 Tahap untuk menentukan use case (set of activities) dari perangkat lunak berikut
rancangan arsitekturnya.

 3. Konstruksi (construction)
 Membangun produk perangkat lunak secara lengkap yang siap diserahkan kepada pemakai.

 4. Transisi (transition)
 Menyerahkan perangkat lunak kepada pemakai, mengujinya di tempat pemakai, dan
memperbaiki masalah-masalah yang muncul saat dan setelah pengujian.
Kelebihan dan Kekurangan

 Ada beberapa keuntungan dengan mengunakan RUP di antaranya :


 1. Menyediakan akses yang mudah terhadap pengetahuan dasar bagi
anggota tim.
 2. Menyediakan petunjuk bagaimana menggunakan UML secara efektif.
 3. Mendukung proses pengulangan dalam pengembangan software.
 4. Memungkinkan adanya penambahan-penambahan pada proses.
 5. Memungkinkan untuk secara sistematis mengontrol perubahan -
perubahan yang terjadi pada software selama proses
pengembangannya.
 6. Memungkinkan untuk menjalankan test case dengan menggunakan
Rational Test Manager Tool
Tahapan – tahapan Proses Pengembangan dalam Model
Rapid Application Development (RAD)

 Bussiness Modeling
 Fase ini untuk mencari aliran informasi yang dapat menjawab pertanyaan
berikut:
 Informasi apa yang menegndalikan proses bisnis?
 Informasi apa yang dimunculkan?
 Di mana informasi digunakan ?
 Siapa yang memprosenya ?
Kelebihan dan Kekurangan

 Kekurangan Pengembangan Perangkat Lunak RUP :


 Metodologi ini hanya dapat digunakan pada pengembangan perangkat
lunak yang berorientasi objek dengan berfokus pada UML (Unified
Modeling Language)
RAD

 Rapid application development (RAD) atau rapid prototyping adalah


model proses pembangunan perangkat lunak yang tergolong dalam
teknik invremental (bertingkat). RAD menekankan pada siklus
pembangunan pendek, singkat, dan cepat. Waktu yang singkat adalah
batasan yang penting untuk model ini. Rapid application development
menggunakan metode iteratif (berulang) dalam mengembangkan sistem
di mana working model (model bekerja) sistem dikonstruksikan di awal
tahap pengembangan dengan tujuan menetapkan kebutuhan
(requirement) user dan selanjutnya disingkirkan. Working model digunakan
kadang-kadang saja sebagai basis desain dan implementasi system final.
Penerapan

 Model RAD mengadopsi model waterfall dan pembangunan dalam waktu


singkat yang dicapai dengan menerapkan :
 Component based construction ( pemrograman berbasis komponen
bukan prosedural).
 Penekanan pada penggunaan ulang (reuse) komponen perangkat lunak
yang telah ada.
 Pembangkitan kode program otomatis/semi otomatis.
 Multiple team (banyak tim), tiap tim menyelesaikan satu tugas yang selevel
tetapi tidak sama. Banyaknya tim tergantung dari area dan
kompleksitasnya sistem yang dibangun.
Penerapan

 Jika keutuhan yang diinginkan pada tahap analisis kebutuhan telah


lengkap dan jelas, maka waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan
secara lengkap perangkat lunak yang dibuat adalah berkisar 60 sampai 90
hari. Model RAD hampir sama dengan model waterfall, bedanya siklus
pengembangan yang ditempuh model ini sangat pendek dengan
penerapan teknik yang cepat.
 Sistem dibagi-bagi menjadi beberapa modul dan dikerjakan beberapa tim
dalam waktu yang hampir bersamaan dalam waktu yang sudah
ditentukan. Model ini melibatkan banyak tim, dan setiap tim mengerjakan
tugas yang selevel, namun berbeda. Sesuai dengan pembagian modul
sistem.
Tahapan – tahapan Proses Pengembangan dalam Model
Rapid Application Development (RAD)
Tahapan – tahapan Proses Pengembangan dalam Model
Rapid Application Development (RAD)

 Data Modeling
 Aliran informasi yang didefinisikan sebagai bagian dari fase bussiness
modeling disaring ke dalam serangkaian objek data yang dibutuhkan
untuk menopang bisnis tersebut. Karakteristik (atribut) masing-masing objek
diidentifikasi dan hubungan antar objek-objek tersebut didefinisikan.
 Proses Modeling
 Aliran informasi yang didefinisikan di dalam fase data modeling
ditransformasikan untuk mencapai aliran informasi yang perlu bagi
implementasi sebuah fungsi bisnis. Gambaran pemrosesan diciptakan
untuk menambah, memodifikasi, menghapus, atau mendapatkan kembali
sebuah objek data.
Tahapan – tahapan Proses Pengembangan dalam Model
Rapid Application Development (RAD)

 Aplication Generation
 Selain menggunakan bahasa pemrograman generasi ketiga, RAD juga
memakai komponen program yang telah ada atau menciptakan
komponen yang bisa dipakai lagi. Ala-alat bantu bisa dipakai untuk
memfasilitasi konstruksi perangkat lunak.
 Testing dan Turnover
 Karena proses RAD menekankan pada pemakaian kembali, banyak
komponen program telah diuji. Hal ini mengurangi keseluruhan waktu
pengujian. Tetapi komponen baru harus diuji dan semua interface harus
dilatih secara penuh.
Kelebihan Model RAD

 Lebih efektif dari Pengembangan Model waterfall/sequential linear dalam


menghasilkan sistem yang memenuhi kebutuhan langsung dari pelanggan.
 Cocok untuk proyek yang memerlukan waktu yang singkat.
 Model RAD mengikuti tahap pengembangan sistem seperti pada
umumnya, tetapi mempunyai kemampuan untuk menggunakan kembali
komponen yang ada sehingga pengembang tidak perlu membuatnya
dari awal lagi sehingga waktu pengembangan menjadi lebih singkat dan
efisien.
Kekurangan Model RAD

 Model RAD menuntut pengembangan dan pelanggan memiliki komitmen di


dalam aktivitas rapid-fire yang diperlukan untuk melengkapi sebuah sistem, di
dalam kerangka waktu yang sangat diperpendek. Jika komitmen tersebut tidak
ada, proyek RAD akan gagal.
 Tidak semua aplikasi sesuai untuk RAD, bila system tidak dapat dimodulkan
dengan teratur, pembangunan komponen penting pada RAD akan menjadi
sangat bermasalah.
 RAD tidak cocok digunakan untuk sistem yang mempunyai resiko teknik yang
tinggi.
 Membutuhkan Tenaga kerja yang banyak untuk menyelesaikan sebuah proyek
dalam skala besar.
 Jika ada perubahan di tengah-tengah pengerjaan maka harus membuat
kontrak baru antara pengembang dan pelanggan.