Anda di halaman 1dari 15

chizophyta (Tumbuhan

Mikrobiologi Belah)
pertanian

Fitri Lestari
15601030002

Amelia Selpianara
15601030006

Dewi Afromika
156010300
DEFINISI

Mikrobiologi Pertanian merupakan


penggunaan Mikrobiologi untuk tujuan
memecahkan masalah-masalah praktis di
bidang pertanian.

Dengan demikian dapat dirumuskan tugas


dari Mikrobiologi Pertanian adalah
mempelajari dan memanfaatkan mikroba
sebaik mungkin guna meningkatkan
produksi pertanian baik kuantitas maupun
kualitas dan menekan kemungkinan
kehilangan produksi karena berbagai sebab
PERAN MIKROBA (dalam pertanian)

1. Mikroba diperlukan untuk menjaga ketersediaan tiga unsur hara yang


penting bagi tanaman antara lain:
a. Nitrogen (N)
b.Fosfat (P)
c.Kalim (K)

Kurang lebih 74% kandungan udara adalah N. Namun, N udara tersebut harus
ditambat oleh mikroba dan diubah bentuknya terlebih dahulu agar bisa
langsung dimanfaatkan oleh tanaman.
Bakteri Pada Bidang Pertanian


Menguntungka Rhizobium sp
n

Merugikan
• Agrobacterium
tumefaciens
Definis & Karakteristik Bakteri
Rhizobium sp.

Rhizobium berasal dari dua kata yaitu


Rhizo yang artinya akar dan bios yang
berarti hidup.

Bakteri Rhizobium adalah organotrof, aerob, tidak


berspora, pleomorf, gram negatif dan berbentuk
batang. Bakteri rhizobium mudah tumbuh dalam
medium pembiakan organik khususnya yang
mengandung ragi atau kentang. Pada suhu kamar
dan pH 7,0 – 7,2.
Interaksi Rhizobium dengan tanah dan
tanaman
Simbiosis antara spesies bakteri Rhizobium dengan Legum
sebagai tanaman inang yang bersifat spesifik

No. Kelompok Spesies Spesies Tanaman Inang


Tanaman Rhizobium
1. Alfalfa R. meliloti Alfalfa (Medicago), Sweet clover
(Melilotus)
2. Semanggi R. trifolii Semanggi (Trifolium sp.)
3. Polong-polongan R. Kacang kapri (Pisum), Lathyrus,
kacang babi (Vicia), kacang merah
leguminosarum (Lens)
4. Lupin R. Lupine Lupin (Lupinus)
5. Kedelai R. japonicum Kedelai (Glycine)
6. Kacang R. phaseoli Kacang koro (Phaseolus)
7. Kacang tunggak Rhizobium sp. Kacang tunggak, kacang panjang, Johar
(Cassia), kacang tanah (Arachis), akasia
(Acasia), Desmodium, koro pedang
(Canavalia), kacang bali (Cajanus),
Cyamopsis
Pengaruh dan Penerapan Bakteri Rhizobium sp Terhadap Mikrobiologi Pertanian

Tumbuhan yang bersimbiosis dengan Rhizobium banyak


digunakan sebagai pupuk hijau seperti Crotalaria,
Tephrosia, dan Indigofera.

Akar tanaman polong-polongan tersebut menyediakan


karbohidrat dan senyawa lain bagi bakteri melalui
kemampuannya mengikat nitrogen bagi akar. Jika bakteri
dipisahkan dari inangnya (akar), maka tidak dapat
mengikat nitrogen sama sekali atau hanya dapat mengikat
nitrogen sedikit sekali. Bintil-bintil akar melepaskan
senyawa nitrogen organik ke dalam tanah tempat tanaman
polong hidup. Dengan demikian terjadi penambahan
nitrogen yang dapat menambah kesuburan tanah.
Peranan Bakteri Rhizobium sp. Dalam
Peningkatan Produktivitas Pertanian.

Penggunaan
Rhizobium
sebagai pupuk
hayati

Peranan
Rhizobium
sebagai bakteri
penambat N2
Agrobacterium tumefaciens

Agrobacterium dikenal sebagai bakteri


saprofit tanah dan hidup di sekitar rizofir.
Diantaranya sebagai penyebab penyakit :
tumor “crown gall” oleh A. tumefaciens
KARAKTERISTIK A. tumefaciens

1.Bakteri aerob
2.Hidup baik sebagai saprofit maupun parasit
3.Berbentuk batang
4.Berukuran 0,6-1,0 hingga 1,5-3,0 nm
5.Motile
6.Berflagel
7.Suhu optimal untuk tumbuh 25-28 ᵒC
Interaksinya dengan Tanaman Inang

Bakteri A. tumefaciens, pertama kali dipelajari


tahun 1853 sebagai penyakit neoplastic,
selanjutnya tahun 1897 ditemukan penyakit
crown gall pada anggur

APA ITU CROWN GALL ?


SIKLUS HIDUP A.tumefaciens
MEKANISME