Anda di halaman 1dari 32

Definisi

Diare didefinisikan sebagai buang air besar dengan feses tidak


berbentuk (unformed stools) atau cair dengan frekuensi lebih dari 3 kali
dalam 24 jam.

 Diare berlangsung kurang dari 2 minggu, disebut sebagai diare akut.


 Diare berlangsung 2 minggu atau lebih, digolongkan pada diare kronik
ETIOLOGI
1. Virus 2. Bakteri 3. Protozoa 4. Helminths

• Merupakan penyebab diare • Enterotoxigenic E. coli • Giardia lamblia, • Strongyloides


akut terbanyak pada anak (ETEC),
(70-80%). • Enteropathogenic E. coli • Entamoeba stercoralis,
• Beberapa jenis virus (EPEC), histolytica, • Schistosoma spp.,
penyebab diare akut antara • Enteroaggregative E. coli
lain Rotavirus serotype 1, (EAggEC), • Cryptosporidium, • Capilaria
2, 8, dan 9 pada manusia, • Enteroinvasive E. coli • Microsporidium philippinensis,
Norwalk virus, Astrovirus, (EIEC),
Adenovirus (tipe 40, 41), spp., • Trichuris
• Enterohemorrhagic E. coli
Small bowel structured
(EHEC), • Isospora belli, trichuria.
virus, Cytomegalovirus
• Shigella spp., • Cyclospora
Campylobacter jejuni
(Helicobacter jejuni), cayatanensis.
Vibrio cholerae 01, dan V.
choleare 0139, Salmonella
(non-thypoid).
1. Faktor infeksi
a. Infeksi enteral: infeksi bakteri, infeksi virus, infeksi parasit,
protozoa dan jamur. infeksi ini sebagai penyebab utama diare
pada anak.
b. Infeksi parenteral: Infeksi diluar alat pencernaan makanan seperti
otitit media akut (OMA), tonsilitis
2. Faktor malabsorpsi
• Malabsorpsi karbohidrat
a.Disakarida : intoleransi laktosa, maltosa dan sukrosa]
b.Monosakarida: intoleransi glukosa, fruktosa dan galaktosa
• Malabsorpsi lemak
• Malabsorpsi protein
3. Faktor makanan
Makanan yang menyebabkan diare adalah makanan yang tercemar basi,
beracun, terlalu banyak lemak, mentah dan kurang matang.

4. Faktor psikologis
Misal: rasa takut, cemas dan stress
(jarang, tetapi bisa saja terjadi )
Pemeriksaan fisis (pada anak)
Tanda-tanda dehidrasi ringan atau dehidrasi berat:
 rewel atau gelisah
 letargis/kesadaran berkurang
 mata cekung
 cubitan kulit perut kembalinya lambat atau sangat lambat
 haus/minum dengan lahap, atau malas minum atau tidak bisa minum.
 Darah dalam tinja
 Tanda invaginasi (massa intra-abdominal, tinja hanya lendir dan darah)
 Tanda-tanda gizi buruk
 Perut kembung.
Tidak perlu dilakukan kultur tinja rutin pada anak dengan diare.
Bentuk Klinis
Diare
Diare Akut
Menilai Dehidrasi
 Semua anak dengan diare, harus diperiksa apakah menderita dehidrasi dan
klasifikasikan status dehidrasi sebagai dehidrasi berat, dehidrasi ringan/sedang atau
tanpa dehidrasi (lihat tabel 17 berikut) dan beri pengobatan yang sesuai.
Klasifikasi tingkat
dehidrasi anak
dengan Diare
Tanda Gejala yang Memerlukan Evaluasi
Lanjutan
Temuan riwayat dan pemeriksaan fisik:2-4
 Demam > 38° C
 Nyeri abdomen berat,
terutama pada pasien usia di atas 50 tahun Populasi risiko tinggi yang
 Riwayat perawatan rumah sakit membutuhkan
 Berada di panti jompo evaluasi lanjutan:
 Riwayat penggunaan antibiotik • Pasien lanjut usia (> 70 tahun)
 Disentri (darah dan mukus di tinja) • Pasien immunocompromised
 > 6 kali buang air besar dalam waktu 24 jam • Wisatawan asing2-4
 Gejala memburuk setelah 48 jam
 Gejala dehidrasi berat (pusing, haus berat,
penurunan jumlah urin).
Kasus
Nama Pasien XL

Umur 2 Tahun
Alamat Cingkariang

Identitas Pasien Agama


No. Rekam
Islam

07.08.xx
Medik

Jenis Kelamin Laki laki

Berat Badan 12 kg

Tanggal Masuk 24 Oktober 2015

Tanggal Keluar 31 Oktober 2015


Keluhan Utama
mencret, dan muntah sudah 2 hari
yang lalu.
 Riwayat Penyakit Terdahulu :
(-)
 Riwayat Pengobatan : (-)
Riwayat Penyakit Sekarang
 Riwayat Sosial, Ekonomi,
Demam sejak 2 hari yang lalu disebabkan
Pekerjaan : (-)
karena infeksi bakteri, mengalami BAB
 Riwayat penyakit keluarga: (-
mencret dengan frekuensi 4 kali sehari bau
)
amis, berlendir, warna kuning, tidak
 Riwayat Alergi: (-)
terdapat ampas, mual (+), Muntah (+) 3
kali sehari, perut sakit (+), BAK (+)
normal, nafsu makan menurun.
Pemeriksaan Fisik Pemeriksaan Feses
Kesadaran Umum Sedang Konsistensi Lunak/lembek

Tingkat kesadaran somnolen Warna Kuning

Cekung mata Positif (+) Cekung mata Positif (+)

Suhu 38,5oC Darah (-)

Lendir (+)
Nafas 22 x/menit
Leukosit +2 / LPB
Nadi 92x/menit
Amuba (-)
Berat badan 12 kg
Telur cacing (-)
GCS E4 M6 V5

Turgor Menurun
Diagnosa Kerja

→Diare Akut dengan Dehidrasi Sedang


Dosis 24/10 25/10 26/10 27/10 28/10 29/10 30/10 31/10
Nama obat Rute
2015 2015 2015 2015 2015 2015 2015 2015
Obat yang diberikan IVFD. RL IV V V v v v - - -

PCT. Sirup 4x1 PO V V v V v v v v

Domperidon
Sirup 2x½ PO V V v v v v v v

Cotrimoksazole
Sirup 2x1 PO V V v v v v v v

Zink 1x1 PO V V v v v v v v

L-Bio 2x1 PO V - - - - - - -

Propretic 160 mg supp rectal - - - - - v - -

Vit. B. comp 2x1 PO V V v v v v v v

Chloramphenicol
Salep 3x1 PO - - - - - v v -
Mulai Jenis obat Rute Dosis Berhenti Indikasi obat
24 IVFD RL IV 28 Mengembalikan keseimbangan elektrolit pada keadaan
dehidrasi
24 Paracetamolsi oral 4 x 1 cth 31 Menurunkan panas dan nyeri badan
rup

24 Domperidon oral 2 x ½ cth 31 Meredakan rasa mual, muntah, gangguan perut, rasa
e sirup tidak nyaman pada lambung
24 Zinc 1x 20 oral 1x1 31 Menambah daya tahan tubuh pasien dan mengurangi
mg tablet angka kejadian diare
24 Kotrimoksaz oral 2 x 1 cth 31 Mengobati infeksi penyebab diare
ol sirup
24 L-Bio oral 2x1 24 Meningkatkan efek ketahanan saluran cerna untuk
pengobatan dan pencegahan pada diare
24 Vitamin B. oral 2x1 31 Membantu memenuhi kebutuhan vitamin B komplek
Komplek
tablet
Mulai Jenis obat Rute Dosis Berhenti Indikasi obat

29 Propretic 160 rectal 29 Menurunkan panas dan


mg nyeri badan

29 Chloramphenic Topikal 3X1 30 Mengatasi infeksi


ol salep
NO Obat TEPAT TEPAT OBAT TEPAT PASIEN NO Obat TEPAT TEPAT TEPAT
INDIKASI INDIKASI OBAT PASIEN

1 IVFD RL V V V 8 Propretic 160 V V V


mg
9 Chlorampheni V V V
2 Paracetamol sirup V V V col salep

3 Domperidone sirup V V V

4 Zinc 1x 20 mg tablet V V V

5 Kotrimoksazol sirup V V V

6 L-Bio V V V

7 Vitamin B. Komplek V V V
tablet
Lembar Masalah Obat
JENIS DRP DRP KETERANGAN REKOMENDASI
Obat tanpa
tdk ada - -
indikasi

Pemilihan obat tdk ada - -

PCT seharusnya diberikan


Regimen Pemberian
saat pasien demam saja, jika
Regimen Dosis Ada paracetamol belum
suhu tubuh turun, maka
sesuai
pemakaian hentikan

Duplikasi terapi tdk ada - -

Alergi dan
tdk ada - -
intoleran obat
Efek obat yang
tdk ada - -
merugikan

Interaksi obat tdk ada - -


LEMBAR MESO
No Hari/Tanggal Manifestasi ESO Nama Obat Cara Mengatasai Evaluasi
ESO
Tanggal Uraian

1 24-10 Sembelit, kurang IVFD RL konsumsi buah dan - -


nafsu makan, sakit sayuran berserat
kepala serta air putih yang
cukup

2 24-10 Penggunaan jangka Paracetamol Gunakan saat - -


lama dapat sirup demam saja
menyebabkan
kerusakan hati

3 24-10 Pusing, Domperidone Perbanyak istirahat - -


mengantuk, sakit sirup
kepala

4 24-10 Penggunaan jangka Zinc Jangan gunakan jangka - -


panjang dapat panjang
menyebabkan absorbsi
tembaga
No Hari/Tanggal Manifestasi ESO Nama Obat Cara Evaluasi
Mengatasai ESO
Tanggal Uraian

5 24-10 Sakit kepala, mual Kotrimoksazol Perbanyak - -


sirup istirahat

6 24-10 L-Bio - -

7 24-10 Vitamin B. - -
Komplek tablet

8 29-10 Penggunaan jangka Propretic 160mg Gunakan ketika - -


panjang dapat diare saja
menyebabkan
absorbsi tembaga

9 29-10 Reaksi Chloramphenicol Hentikan - -


hipersensitifitas salep penggunaan jika
terjadi reaksi
hipersensitifitas
LEMBAR RENCANA KERJA FARMASI DAN PEMANTAUAN

Date/ time
Pharmacothera Recomendations Monitoring Desired Monitoring
peutic Goal for therapy Parameter Endpoint(s) Frequency 24/ 25/ 26/ 27/ 28/ 29/ 30/ 31/1
10 10 10 10 10 10 10 0

Kekurangan tidak lemas lagi


IVFD RL Setiap hari v v v v v v v V
elektrolit

Suhu tubuh
Demam Paracetamol Suhu Tubuh Bila dmam
pasien normal

Feses pasien
menghentikan
Kotrimoxazol Feces tidak encer lagi Setiap hari v v v v v v v V
diare

tidak ada rasa


Mual dan Muntah Domperidon Setiap hari v v v v v v v v
mual lagi
Date/ time
Pharmacotherape Recomendations Monitoring Desired Monitoring
utic Goal for therapy Parameter Endpoint(s) Frequency 24/ 25/ 26/ 27/ 28/ 29/ 30/ 31/
10 10 10 10 10 10 10 10

ketahanan saluran
cerna untuk
rasa nyeri di
pengobatan L-Bio v v v v v v v V
perut hilang
Pencegahan diare
ulang
TERAPI NON- FARMAKOLOGI

1. Menghentikan konsumsi makanan padat dan susu perlu


dilakukan.
2. Rehidrasi dan maintenance air dan elektrolit merupakan
terapi utama yang harus dilakukanhingga episode diare
berakhir
3. Jaga kebersihan dan pola makan
Edukasi Pada Keluarga Pasien
1. Menjelaskan pada keluarga pasien cara pemakain obat dan
aturan pemakaiannya.
2. Menjelaskan pada keluarga pasien bahwa paracetamol
diminum saat demam saja dan sebaiknya orang tua wajib
menyediakan paracetamol di rumah untuk pertolongan
pertama saat anak demam terjadi jika diare disertai demam.
3. Menjelaskan pada keluarga pasien bahwa menyimpan obat
pada tempat yang sejuk, kering dan terlindung dari cahaya
matahari.
4. Air yang akan di minum sebaiknya di masak terlebih dahulu.
5. Meningkatkan kebersihan saat makan atau mencuci tangan
sebelum makan dapat dilakukan untuk mengurangi resiko
diare ulang pada pasien.
6. Untuk anak yang masih menyusui, Jika terjadi diare ulang
beritahu kepada ibu untuk memberikan ASI lebih sering dan
lebih lama dari biasanya.
7. Pemberian oralit sampai diare berhenti sebagai pengganti
cairan ion tubuh. Atau Pemberian cairan rumah tangga,
seperti : air tajin, kuah sup, kuah sayur dan lain lain.
8. Segera bawa anak ke rumah sakit terdekat jika diare tidak
berhenti.