Anda di halaman 1dari 71

PERSEKUTUAN

DEFINISI :

1. Persekutuan adalah perikatan antara dua orang atau lebih untuk


menjalankan bisnis sebagai pemilik bersama dengan tujuan
mendapatkan laba

2. Persekutuan adalah suatu perjanjian dengan mana dua orang


atau lebih, mengikatkan diri untuk memasukkan sesuatu ke dalam
Persekutuan dengan maksud untuk membagi keuntungan atau
manfaat karenanya.
KESIMPULAN DEFINISI :

Unsur Pokok Persekutuan :


a. Gabungan atau asosiasi para sekutu
(Orang / Badan Usaha)
b. Pemilikan dan pengelolaan bersama
c. Tujuan untuk mencari laba.
KHARAKTERISTIK PERSEKUTUAN :

1. Perjanjian / kontrak tertulis (Partnership Agreement)


2. Masa hidup / umur yang terbatas (Limited Life)
3. Kewajiban / hutang bersama (Unlimited Liability)
4. Pemilikan Aktiva / Assets bersama (Co Ownership of
Property)
5. Tidak ada Pajak Penghasilan (PPh) – No Partnership
Income Tax
6. Akun Modal untuk Sekutu
Keuntungan dan Kerugian Persekutuan

Keuntungan Persekutuan Kerugian Persekutuan

1. Modal lebih besar 1. Hubungan antar sekutu mudah


retak
2. Sekutu bekerja sama, hasil yg 2. Hutang bersama dan hutang tak
diperoleh lebih besar terbatas dapat menimbulkan
dibandingkan jika dilakukan kewajiban pribadi bagi masing-
sendiri. masing sekutu
3. Menghimpun keahlian 3. Perjanjian persekutuan sulit
untuk dirumuskan
4. Tidak ada pajak utk perusahaan
tp utk pribadi
MACAM-MACAM BENTUK
PERSEKUTUAN :
1. a. Persekutuan Perdagangan (Treading
Partnership)
b. Persekutuan Jasa (Non Trading Partnership))
2. a. Persekutuan Umum / Firma (General
Partnership)
b. Persekutuan Terbatas / Komanditer
(Limited Partnership)
c. Persekutuan Saham Patungan (Joint Stock
Company)
CARA PEMBENTUKAN
PERSEKUTUAN
a. Mendirikan persekutuan baru
b. Mengubah/menggabungkan perusahaan
perseorangan yang sudah berjalan/ada
c. Mengubah pemilikan perusahaan persekutuan
yang sudah ada
Contoh
• Alt dan Blu sepakat membentuk persekutuan, berikut
saldo Alt pd tanggal 31 Desember 200x
• Kas 3,000
• Persediaan 7,000
• Peralatan 20,000
»Akum Peny- perlatan 5,000
»Kewajiban 10,000
»Modal Alt 15,000
• Blue menyetor uang tunai $ 10,000 dan
Usaha Alt di audit ulang dan
menunjukankan ada kewajiban $ 1,000 yg
tidak tercatat, serta persediaan dinilai
sebesar $ 9,000 dan peralatan memiliki
nilai wajar $ 19,000
• Tentukan jurnal untuk mencatat
penyetoran modal awal pd pembukuan
persekutuan?
1 Januari 200Y
• Kas 13,000
• Persediaan 9,000
• Peralatan 19,000
Kewajiban 11,000
Modal Alt 20,000
Modal Blu 10,000

Pembentukan persekutuan AB dg penyetoran


modal oleh Alt dan Blu
• Kalau blu melakukan penarikan kas untuk
keperluan pribadi sebesar $3,000 tgl 1 Mei
200Y, maka jurnalnya

• Penarikan Blu 3,000


– Kas 3,000
• Jika Alt meminjamkan uang pada persekutuan
senilai 4,000 pd tanggal 1 Juli 200Y

• Kas $ 4,000
Pinjaman Alt $ 4,000

Mencatat pinjaman dari sekutu Alt


Contoh :
Tuan Ali , Tuan Badu dan Tuan Cory membentuk
persekutuan . Tuan Ali menyetor uang sebesar Rp.
15.000.000,-. Tuan Badu menyerahkan barang dagangan
bernilai Rp. 20.000.000,- Tuan Cory menyumbangkan
keahliannya di bidang Manajemen dan dinilai
kemampuannya seharga Rp 5.000.000
Jurnalnya :
Kas Rp 15.000.000,- -
Barang Dagangan 20.000.000,- -
Goodwill 5.000.000,- -
Modal Ali - Rp 15.000.000,-
Modal Badu - 20.000.000,-
Modal Cory - 5.000.000,-
ad. b. Menggabungkan perusahaan yang sudah ada
Masalah yang timbul :

1. Penilaian aktiva bersih yang disetor


Dasarnya ~ Taksiran nilai pasar. ( Bila ada selisih
antara nilai buku dengan nilai pasar ~ hak pemilik
perusahaan yang digabung

2. Penentuan modal masing-masing sekutu


Besarnya setoran modal = jumlah aktiva bersih yang
diserahkan setelah dinilai kembali

3. Pembukuan/akuntansinya :
- Meneruskan/melanjutkan buku lama
- Menggunakan buku baru
Contoh soal
Nyonya Cici mempunyai sebuah perusahaan dengan nama “MERINDU”
mengadakan perjanjian dengan tuan Doni dan Tuan Budi untuk mendirikan
firma “PENANTIAN”. Tuan Doni menyetorkan uang Rp. 35.000.000,-. Tuan
Budi menyerahkan barang dagangan Rp. 30.000.000,-. Nyonya Cici
menyerahkan perusahaannya kecuali kas. Pada tanggal tersebut posisi
keuangan perusahaan “MERINDU” sebagai berikut :

Perusahaan “MERINDU”
Neraca
Per 31 Juli 1997

Kas 4.000.000,- Hutang lancar 180.000,-


Piutang dagang 200.000,-
Persed brg dagang 500.000,- Hutang jk.panjang 10.000.000,-
Aktiva lancar lain 250.000,-
Aktiva tetap 40.000.000,- Modal
Akum. Penyusutan (2.000.000,-) Modal Cici 32.770.000,-
42.950.000,- 42.950.000,-
Dalam perjanjian ditentukan :

1. Piutang dagang Rp 20.000,- diperkirakan tak


dapat ditagih.
2. Persediaan milik Nyonya Cici dinilai Rp 400.000,-
dan milik Tuan Budi dinilai Rp 25.000.000,-
3. Aktiva tetap nilai gantinya Rp 50.000.000,- dan
umurnya tetap.
4. Kepada Nyonya Cici diberikan Goodwill atas
reputasi perusahaannya dan dinilai sebesar
Rp 80.000,-.
1. Melanjutkan buku perusahaan lama (Nyonya Cici)
a. Mencatat penilaian kembali :
Aktiva tetap 10.000.000,- -
Goodwill 80.000,- -
Persediaan barang dagangan - Rp 100.000,-
Cad. Kerugian Piutang - 20.000,-
Akum. Penyusutan - 500.000,-
Modal Cici - 9.460.000,-
b. Mencatat pengambilan kas oleh Nyonya Cici
Modal Cici Rp 4.000.000,- -
Kas - Rp 4.000.000,-
c. Mencatat setoran Doni
Kas Rp 35.000.000,- -
Modal Doni - Rp 35.000.000,-
d. Mencatat Setoran Budi
Persediaan Barang Dagangan Rp 25.000.000,- -
Modal Budi - Rp 25.000.000,-
2. Membuka buku baru
a. Mencatat kekayan bersih Nyonya Cici sebagai setoran modalnya
Piutang Dagang Rp 200.000,- -
Persediaan barang dagangan 400.000,- -
Aktiva lancar lainnya 250.000,- -
Aktiva tetap 50.000.000,- -
Goodwill 80.000,- -
Hutang lancar - Rp 180.000,-
Hutang Jangka Panjang - 10.000.000,-
Cad. Kerugian Piutang - 20.000,-
Akum. Penyusutan - 2.500.000,-
Modal Cici - 38.230.000,-

b. Mencatat setoran Doni


Kas Rp 35.000.000,- -
Modal Doni - Rp 35.000.000,-

c. Mencatat Setoran Budi


Persediaan Barang dagangan Rp 25.000.000,- -
Modal Budi - Rp 25.000.000,-
Firma “PENANTIAN”
Neraca
Per 31 Juli 1997

Kas Rp 35.000.000,- Hutang lancar Rp 180.000,-


Piutang dagang 200.000,- Hutang jk.panjang 10.000.000,
Cad. Kerugian Piutang (20.000,-)
Persed brg dagang 25.400.000,- Modal
Aktiva lancar lain 250.000,- Modal Cici 38.230.000,-
Aktiva tetap 50.000.000,- Modal Doni 35.000.000,-
Akum. Penyusutan (2.500.000,-) Modal Budi 25.000.000,-
Goodwill 80.000,-
---------------- ---------------
108.410.000,- 108.410.000,-
=========== ===========
Contoh:
Ahmad menginvestasikan ke persekutuannya dengan Akbar dalam
sekutu pembuatan dan penjualan komputer khususnya software.
Ahmad menyetor uang ke sekutu sebesar Rp 20.000.000,- dengan
piutang dagang Rp 60.000.000,-, Persediaan Barang Dagangan
sebesar Rp 140.000.000,- Peralatan Komputer Rp 800.000.000,- dan
Hutang Dagang sebesar Rp 170.000.000,- Penyisihan Piutang tak
Tertagih Rp 10.000.000,- Akumulasi Penyusutan Rp 100.000.000,-
Sedangkan Akbar memiliki kas sebesar Rp 10.000.000,- dan program
software sebesar Rp 200.000.000,- Transaksi ini terjadi 1 Maret 200X
Setoran Ahmad

1 Maret
Kas Rp 20.000.000,-
Piutang Dagang Rp 60.000.000,-
Persediaan Rp 140.000.000,-
Peralatan Komputer Rp 800.000.000,-
Penyisihan Piutang TT Rp 10.000.000,-
Hutang Dagang Rp 170.000.000,-
Akumulasi Penyusutan Rp 100.000.000,-
Modal Ahmad Rp 740.000.000,-

Setoran Akbar
1 Maret
Kas Rp 10.000.000,-
Komputer software Rp 200.000.000,-
Modal Akbar Rp 210.000.000,-
Persekutuan A2
Laporan Neraca
1 Maret 200X (dalam ribuan)
Assets Liabilities

Kas Rp 30.000. Hutang Dagang Rp 170.000

Piutang Rp 60.000

Peny. P (Rp 10.000) Rp 50.000

Persediaan Rp 140.000 Modal

Peralatan K Rp 800.000 Modal Ahmad Rp 740.000.

Ak. Peny ( Rp 100.000) Rp 700.000 Modal Akbar Rp 210.000

Komp Software Rp 200.000

T O TAL Rp 1.120.000 T O TAL Rp 1.120.000,-


PEMBAGIAN LABA RUGI PARA SEKUTU

a. Dibagi sama
b. Dibagi berdasarkan rasio
c. Dibagi berdasarkan rasio modal
a. Laba-rugi dibagi sama
Firma MAN dengan modal sekutu Marni
Rp 25.000.000,- Arif Rp 15.000.000 dan Norman
Rp 50.000.000,- pada tanggal 1 Januari 1998.
Firma MAN membagi laba rugi sama rata. Pada
tahun 1998 perusahaan menderita kerugian
sebesar Rp 27.000,000,-.
Jurnal :
Modal Marni Rp 9.000.000,- -
Modal Arif Rp 9.000.000,- -
Modal Norman Rp 9.000.000,- -
Ikhtisar laba-rugi -Rp 27.000.000,-
b. Laba-rugi berdasarkan rasio
Pada contoh nomor 1. Pembagian laba rugi
berdasarkan rasio, Marni : Arif : Norman = 3 : 1: 5
Jurnal :
Modal Marni Rp 9.000.000,- -
Modal Arif Rp 3.000.000,- -
Modal Norman Rp 15.000.000,- -
Ikhtisar laba-rugi -Rp 27.000.000,-
Marni = 3/9 x Rp 27.000.000,-
Arif = 1/9 x Rp 27.000.000,-
Norman = 5/9 x Rp 27.000.000,-
c. Laba-rugi dibagi berdasarkan rasio
modal :
1. rasio modal awal pendirian
2. rasio modal awal tiap periode fiskal
3. rasio modal akhir tiap periode fiskal
4. rasio modal rata-rata untuk periode
fiskal
ad.1. Laba-rugi dibagi menurut rasio modal awal pendirian
Firma KOTA didirikan pada tanggal 2 Januari 1997, dengan
masing-masing modal sekutu Karto Rp 10.000.000,-, Titin Rp
30.000.000,- dan Amir Rp 40.000.000,-. Pada tahun 1997
Firma KOTA memperoleh laba sebesar Rp 24.000.000,-.
Perbandingan modal awal Karto, Titin dan Amir = 1 : 3 : 4
Pembagian laba untuk sekutu :
Karto = 1/8 x Rp 24.000.000,-
Titin = 3/8 x Rp 24.000.000,-
Amir = 4/8 x Rp 24.000.000,-
Jurnal :
Ikhtisar laba-rugi Rp 24.000.000,-
Modal Karto Rp 3.000.000,-
Modal Titin Rp 9.000.000,-
Modal Amir Rp 12.000.000,-
ad.2. Laba-rugi dibagi menurut rasio modal awal tiap periode fiskal
Dari soal di atas saldo awal tahun 1998 untuk Karto = Rp
13.000.000,-, Titin Rp 39.000.000,- dan Amir Rp 52.000.000,-
bila laba pada tahun 1998 sebesar Rp 52.000.000,-
Perbandingan modal awal tahun 1998 : Karto : Titin : Amir =
13 : 39 : 52
- Karto = 13 / 104 x Rp 52.000.000,-
- Titin = 39 / 104 x Rp 52.000.000,-
- Amir = 52 / 104 x Rp 52.000.000,-
Jurnal :
Ikhtisar laba-rugi Rp 52.000.000,-
Modal Karto Rp 6.500.000,-
Modal Titin Rp 19.500.000,-
Modal Amir Rp 26.000.000,-
ad.3. Laba-rugi dibagi menurut rasio modal akhir tiap periode fiskal.
Sama dengan soal ad.2 di atas, tapi pada tahun 1998 sekutu Karto
menyetor tambahan modal sebesar Rp 9.000.000,- sekutu Titin
mengambil prive Rp 5.000.000,- dan sekutu Amir mengambil prive
sebesar Rp 4.000.000,-.
Modal sekutu pada akhir tahun 1998 :
- Karto = Rp 13.000.000,- + Rp 9.000.000,- = Rp 22.000.000,-
- Titin = Rp 39.000.000,- - Rp 5.000.000,- = Rp 34.000.000,-
- Amir = Rp 52.000.000,- - Rp 4.000.000,- = Rp 48.000.000,-
Perbandingan modal berdasarkan saldo akhirnya = Karto:Titin:Amir =
22 : 34 : 48
- Karto = 22 / 104 x Rp 52.000.000,-
- Titin = 34 / 104 x Rp 52.000.000,-
- Amir = 48 / 104 x Rp 52.000.00,-
Jurnal :
Ikhtisar laba-rugi Rp 52.000.000,-
Modal Karto Rp 11.000.000,-
Modal Titin Rp 17.000.000,-
Modal Amir Rp 24.000.000,-
ad.4. Laba rugi dibagi menurut rasio modal rata-rata periode fiskal :
Firma Zani membagi laba-rugi berdasarkan perbandingan saldo
modal rata-rata periode fiskal. Perkiraan buku besar modal sekutu
terdiri dari :

Modal Zali

Tanggal Keterangan Debit Kredit Saldo D / K

(Rp) (Rp) (Rp)

1/1 - 06 saldo - - (30.000.000,-)

1/4 - 06 investasi - 3.000.000,- (33.000.000,-)

1/9 - 06 investasi - 4.500.000,- (37.500.000,-)


Modal Nia

Tanggal Keterangan Debit Kredit Saldo D / K


(Rp) (Rp) (Rp)
1/1 - 06 saldo - - (40.000.000,-)
1/5 - 06 penarikan 7.500.000,- - (32.500.000,-)
1/8 - 06 penarikan 6.000.000,- - (26.500.000,-)
1/11 -06 investasi - 12.000.000,- (38.500.000,-)
Pada tahun 1998 Firma Zani memperoleh
laba sebesar Rp 81.900.000,-
Perhitungan modal rata-rata :
Nama Tanggal Saldo Bulan Jumlah
Sekutu
Zali 1/1 - 06 Rp 30.000.000 3 Rp 90.000.000,-
1/4 - 06 33.000.000 5 165.000.000,-
1/9 - 06 37.500.000 4 150.000.000,-
12 Rp 405.000.000
Nia 1/1 - 06 Rp 40.000.000 4 Rp 160.000.000,-
1/5 - 06 32.500.000 3 97.500.000,-
1/8 - 06 26.500.000 3 79.500.000,-
1/11 - 06 38.500.000 2 77.000.000,-
12 Rp 414.000.000
Perbandingan modal rata-rata =
Zali : Nia = 405 : 414

Bagian laba untuk sekutu =


- Zali = 405 / 819 x Rp 81.900.000,-
- Nia = 414 / 819 x Rp 81.900.000,-
Jurnal :
Ikhtisar laba-rugi Rp 81.900.000,-
Modal Zali Rp 40.500.000,-
Modal Nia Rp 41.400.000,-
Metode lainnya untuk pembagian laba
rugi persekutuan
1. Laba rugi dibagi berdasarkan gaji dan bunga
kepada sekutu
2. Laba rugi dibagi berdasarkan bonus kepada
sekutu
3. Laba rugi dibagi dengan dasar majemuk
4. Laba rugi dibagi dengan metode alokasi laba
khusus lainnya
Contoh:
Clark dan Lana membentuk sekutu untuk eksplorasi
minyak.
Dengan modal masing-masing sebesar US$ 8.000 dan
US$ 10.000. Berdasarkan penjanjian sekutu, maka:
Clark akan dibayar gajinya sebesar US$ 4.300,- sedang
Lana sebesar US$ 3.500,-
Setelah gaji dibagi maka tiap sekutu akan memperoleh
bunga 8% dari setoran modal awal.
Jika ada sisa laba maka akan dibagi dua.
Laba sekutu yang akan dibagi sebesar US$ 9600
Perhitungan pembagian laba persekutuan Clark dan Lana

Perkiraan Clark Lana Total


Total laba US$ 9.600,-

- Pembayaran gaji US$ 4.300,- US$ 3.500

Total US$ 7.800,-

Sisa Laba US$ 1.800,-

- Clark (US$ 8.000 X 8%) US$ 640,-

Lana (US$ 10.000X 8%) US$ 800,-

Total US$ 1.440,-

Sisa Laba US$ 360,-

Sisa Dibagi rata US$ 180 US$ 180 US$ 360,-


0

Laba yg dibagi untuk Clark & US$ 5.120,- US$4.480,- US$ 9.600,-
Lana
Ayat jurnal penutupnya:
31 Des
Ikhtisar Laba Rugi US$ 9.600,-
Modal Clark US$ 5.120,-
Modal Lana US$ 4.480,-
Latihan
• Perjanjian persekutuan antara jon dan pete
menyatakan:
1. Masing-masing sekutu akan mendapatkan 8 %
dari rata-rata saldo modal
2. Jon dan pete akan mendapatkan gaji masing-
masing 35,000 dan 25,000
3. Sisa laba atau rugi akan dibagi dengan rasio jon :
pete = 60 : 40
4. Saldo rata-rata modal jon $100,000 dan Pete $
60,000.
Buatlah pembagian laba jika diketahui laba
persekutuan; a.$ 100,000 b. $ 40,000
Latihan
• Left dan Right sekutu dengan
saldo modal th 2006 sbb:
Modal Left Modal Right
28/8 6,000 1/1 30,000 5/3 9,000 1/1 50,000
3/4 8,000 6/7 7,000
31/10 6,000 7/10 5,000

Jika laba persekutuan tahun ini $ 50,000, dg


perjanjian masing-2 sekutu akan mendapat gaji 8
% atas saldo modal rata-rata, sisa laba rugi di bagi
sama rata, tentukan pembagian laba tersebut?
PEMBUBARAN PERSEKUTUAN

ADA EMPAT JENIS PEMBUBARAN PERSEKUTUAN


1. Dissociation/Pengunduran diri
2. Dissolution/Pembubaran
3. Termination/Terminasi
4. Liquidation/Likuidasi.
Dissociation
• Dissociation adalah konsep hukum untuk
pngunduran diri sekutu karena meninggal, pensiun
atau pengunduran diri secara sukarela atau tidak
sukarela.

• Tidak semua dissociation menimbulkan


pembubaran persekutuan . Banyak dissociation
hanya melibatkan pembelian kepemilikan sekutu
yang mengundurkan diri dibandingkan melakukan
terminasi atau likuidasi.
Dissolution
• Dissolution merupakan pengakhiran
persekutuan pada akhir masa atau tujuan
persekutuan atau dengan persetujuan tertulis
dari seluruh sekutu.

• Dissolution juga termasuk perubahan


hubungan antar sekutu karena ada sekutu
baru yg masuk persekutuan
Termination & Liquidation
• Termination merupakan akhir dari fungsi bisnis
normal sebuah persekutuan , persekutuan tidak
lagi mengalami keninambungan usaha pada
saat penghentian.

• Liquidation merupakan penjualan aktiva


persekutuan, pembayaran kewajiban dan
pembagian aktiva tersisa kepada masing-
masing sekutu
Penyebab utama pembubaran
• Seorang sekutu baru diterima atau seorang sekutu
mengundurkan diri.

• Pesyaratan tertentu yg diemban persekutuan telah


terpenuhi (selesai)

• Seluruh sekutu sepakat membubarkan persekutuan.

• Persekutuan atau seorang sekutu mengalami


kebangkutan
Penyebab utama pembubaran
• Adanya keputusan pengadilan:
– Seorang sekutu dinyatakan tidak waras.
– Seorang sekutu melakukan pelanggaran serius
terhadap perjanjian persekutuan.
– Pengadilan menetapkan bahwa operasi
persekutuan mungkin hanya akan menimbulkan
kerugian
PERSOALAN AKUNTANSI DALAM
PEMBUBARAN PERSEKUTUAN. :

1. MASUKNYA SEORANG ATAU LEBIH SEKUTU


BARU UNTUK MENINGKATKAN MODAL
PERSEKUTUAN.
2. PENGUNDURAN DIRI SEORANG SEKUTU,
SEDANGKAN SEKUTU YG TINGGAL TETAP INGIN
MELANJUTKAN USAHANYA.
3. MENINGGALNYA SEORANG ATAU LEBIH
ANGGOTA PERSEKUTUAN
4. BERUBAHNYA BENTUK PERSEKUTUAN MENJADI
PERSEROAN TERBATAS.
Ad.1. MASUKNYA SEORANG ATAU LEBIH SEKUTU
BARU :
DENGAN CARA :
a. MEMBELI SEBAGIAN / SELURUH BAGIAN
MODAL (KEPENTINGAN) SEKUTU LAMA.
b. MENGINVESTASIKAN KEKAYAAN PADA
PERSEKUTUAN.
Ad.a. MEMBELI SEBAGIAN / SELURUH
KEPENTINGAN SEKUTU LAMA
 KEKAYAAN PERUSAHAAN TIDAK
BERTAMBAH
 ADA PEMINDAHAN REKENING MODAL PIHAK
PENJUAL KE PIHAK PEMBELI SEDANGKAN
UANG DITERIMA OLEH SEKUTU YANG
MENJUAL KEPENTINGANNYA..
CONTOH :
FIRMA “ASSOY” YG TERDIRI DARI SEKUTU ADI DAN
BUDI DENGAN MODAL MASING-MASING
Rp. 80.000.000,- DAN Rp 120.000.000,- PEMBAGIAN
LABA-RUGI DENGAN PERBANDINGAN MODAL AWAL.
CORI ITERIMA SEBAGAI SEKUTU BARU DENGAM
MEMBELI KEPENTINGAN SEKUTU LAMA SEBESAR
25% DENGAN MEMBAYAR SEBESAR Rp 60.000.000,-.
MODAL SEKUTU LAMA BERKURANG :
- ADI = 25% x Rp 80.000.000,- = Rp 20.000.000,-
- BUDI = 25% x Rp 120.000.000,- = Rp 30.000.000,-
Ad.b. MENGINVESTASIKAN KEKAYAAN PADA
PERSEKUTUAN (PENYATUAN
KEPENTINGAN)

 KEKAYAAN PERUSAHAAN
BERTAMBAH SEBESAR NILAI
KEKAYAAN YG DITANAMKAN
SEKUTU BARU
 MODAL SEKUTU LAMA BERUBAH .
KEMUNGKINAN YANG DAPAT TERJADI DENGAN MASUKNYA
SEKUTU BARU :
a. ADANYA BONUS / GOODWILL BAGI SEKUTU LAMA
b. ADANYA BONUS / GOODWILL BAGI SEKUTU BARU
 BONUS / GOODWILL ADALAH PENGAKUAN ADANYA
KELEBIHAN TERHADAP SALAH SATU PIHAK DALAM
PERSEKUTUAN YANG BARU DIDIRIKAN.
 BONUS / GOODWILL MEMPUNYAI PENGERTIAN YG SAMA
TETAPI BERBEDA DARI SEGI PENCATATANNYA.
 BONUS ADALAH SELISIH KEPENTINGAN DENGAN MODAL
SEKUTU BARU YG DISETOR, DAN TOTAL MODAL SEKUTU
LAMA DAN BARU YG DISETOR TIDAK BERUBAH.
 GOODWILL ADALAH SELISIH KEPENTINGAN DENGAN
MODAL SEKUTU BARU YANG DISETOR DAN TOTAL
MODAL SEKUTU LAMA DAN BARU BERUBAH.
A. BONUS / GOODWILL UNTUK SEKUTU LAMA :
- BAGIAN PENYERTAAN SEKUTU BARU HARUS
DIKURANGI DENGAN JUMLAH TERTENTU SEBAGAI
BONUS UNTUK SEKUTU LAMA
- GOODWILL PERSEKUTUAN DIADAKAN DAN
DITAMBAHKAN KE MODAL SEKUTU LAMA.

CONTOH :
MODAL ANI, BELA DAN CICI TANGGAL 1/1-1998
MASING-MASING Rp 10.000.000,-, Rp 12.000.000,- DAN
Rp 15.000.000. LABA RUGI DIBAGI DENGAN RASIO
2 : 3 : 5 . PADA TANGGAL TERSEBUT DIAH
MENYETOR UANG Rp 13.000.000,- UNTUK
MENDAPATKAN 25% DARI MODAL PERSEKUTUAN
YANG BARU.
* METODE BONUS :

TOTAL MODAL PERSEKUTUAN LAMA Rp 37.000.000,-


SETORAN MODAL DIAH Rp 13.000.000,-
TOTAL MODAL SEKUTU LAMA
DAN SEKUTU BARU Rp 50.000.000,-

KEPENTINGAN DIAH =
25% x Rp 50.000.000 = Rp 12.500.000,-
SETORAN MODAL DIAH = Rp 13.000.000,-
BONUS UNTUK SEKUTU LAMA = Rp 500.000,-
JURNAL MASUKNYA SEKUTU DIAH :

KAS Rp 13.000.000,-
MODAL ANI - Rp 100.000,-
MODAL BELA - 150.000,-
MODAL CICI - 250.000,-
MODAL DIAH 12.500.000,-

RASIO PEMBAGIAN LABA RUGI YG BARU =


10,1 : 12,15 : 15,25 : 12,5
• METODE GOODWILL :
TOTAL MODAL SEKUTU LAMA DAN BARU =
Rp 13.000.000 x 100/25 = Rp 52.000.000,-
TOTAL MODAL SEKUTU LAMA DAN BARU YG DISETO = Rp 50.000.000,-
GOODWILL UNTUK SEKUTU LAMA = Rp 2.000.000,-

JURNAL MASUKNYA SEKUTU DIAH :


KAS Rp 13.000.000,- -
GOODWILL 2.000.000,- -
MODAL ANI - Rp 400.000,-
MODAL BELA - 600.000,-
MODAL CICI - 1.000.000,-
MODAL DIAH - 13.000.000,-

RASIO PEMBAGIAN LABA RUGI YG BARU = 10,4 : 12,6 : 16 : 13


B. BONUS / GOODWILL UNTUK SEKUTU BARU :
- BAGIAN MODAL SEKUTU LAMA HARUS
DIKURANGI DAN DIBERIKAN SEBAGAI BONUS
UNTUK SEKUTU BARU
- GOODWILL PERSEKUTUAN DIADAKAN DAN
DIKREDITKAN KE MODAL SEKUTU BARU.

CONTOH :
TOTAL MODAL ANI, BELA DAN CICI TANGGAL 1/1-
1998 Rp 37.000.000,-. PADA TANGGAL TERSEBUT
DIAH MENYETOR UANG Rp13.000.000,- UNTUK
MENDAPATKAN KEPENTINGAN 3/10 BAGIAN DARI
MODAL PERSEKUTUAN YANG BARU.
•METODE BONUS :
TOTAL MODAL SETELAH DIAH MENYETORKAN
UANGNYA = Rp 50.000.000,-
KEPENTINGAN DIAH =
3 / 10 x Rp 50.000.000,- = Rp 15.000.000,-
SETORAN DIAH = Rp 13.000.000,-
BONUS UNTUK DIAH = Rp 2.000.000,-
JURNAL MASUKNYA SEKUTU DIAH :
KAS Rp 13.000.000,- -
MODAL ANI 400.000,- -
MODAL BELA 600.000,- -
MODAL CICI 1.000.000,- -
MODAL DIAH - Rp 15.000.000,-
RASIO PEMBAGIAN LABA RUGI YG BARU =
9,6 : 11,4 : 14 : 15
•METODE GOODWILL :
(DENGAN TIDAK MENGURANGI MODAL SEKUTU LAMA)
TOTAL MODAL SEKUTU LAMA = Rp 37.000.000 = 7 / 10 BAGIAN
TOTAL MODAL SEKUTU LAMA DAN BARU =
10 / 7 x Rp 37.000.000,- = Rp 52.857.140,-
MODAL DIAH = 3 / 10 x Rp 52.857.140 = Rp 15.857.142,-
SETORAN DIAH = Rp 13.000.000,-
GOODWILL UNTUK SEKUTU BARU = Rp 2.857.142,-

JURNAL MASUKNYA SEKUTU DIAH :


KAS Rp 13.000.000,- -
GOODWILL 2.857.142,- -
MODAL DIAH - Rp 15.857.142,-

RASIO PEMBAGIAN LABA RUGI YG BARU = 10 : 12 : 15 : 15,86


UNTUK MENGETAHUI APAKAH MENGGUNAKAN METODE
BUNUS ATAU GOODWILL
< SETORAN
BAGIAN HAK PENYERTAAN x ( SO.MODAL SKT LAMA + SETORAN MODAL) = MODAL
SEKUTU BARU SKT BARU > SKT BARU

BILA : < : ADA BONUS / GOODWILL PADA SEKUTU LAMA


= : TIDAK ADA BONUS / GOODWILL
> : ADA BONUS / GOODWILL PADA SEKUTU BARU

Ad.2. PENGUNDURAN DIRI SEORANG SEKUTU :


PENYELESAIANNYA :
1. BAGIAN PENYERTAAN SEKUTU YG MENGUNDURKAN DIRI
DIJUAL
2. BAGIAN PENYERTAANNYA DIKEMBALIKAN DALAM
BENTUK UANG TUNAI / KEKAYAAN LAIN SESUAI HAK
KEPENTINGANNYA.
PEMBAYARAN KEPADA SEKUTU YG MENGUNDURKAN DIRI
DENGAN JUMLAH YG LEBIH DARI MODALNYA.
1. BONUS UNTUK SEKUTU YG MENGUNDURKAN DIRI
CONTOH :
FIRMA BALITA DENGAN MASING-MASING MODAL, BUDI Rp
35.000.000,-, LOLA Rp 25.000.000,- DAN TUTI Rp 40.000.000,-.
PEMBAGIAN LABA-RUGI BERDASARKAN RASIO 2 : 3 : 4.
SEKUTU TUTI MENGUNDURKAN DIRI, PARA SEKUTU SETUJU
MEMBAYAR TUTI SEBESAR Rp 49.000.000
MODAL TUTI = Rp 40.000.000,-
DIBAYAR = Rp 49.000.000,-
BONUS UNTUK TUTI = Rp 9.000.000,-
JURNALNYA :
MODAL BUDI Rp 3.600.000,- -
MODAL LOLA 5.400.000,- -
MODAL TUTI 40.000.000,- -
KAS - Rp 49.000.000,-
2. GOODWILL UNTUK SEKUTU YG
MENGUNDURKAN DIRI
SELISIH PEMBAYARAN DENGAN SALDO
MODAL SEKUTU LAMA DICATAT SEBAGAI
GOODWILL.
JURNALNYA :
GOODWILLRp 9.000.000,- -
MODAL TUTI 40.000.000,- -
KAS - Rp 49.000.000,-
PEMBAYARAN KEPADA SEKUTU YG
MENGUNDURKAN DIRI DENGAN JUMLAH YG
LEBIH RENDAH DARI SALDO MODALNYA.
CONTOH ;
FIRMA ALAYYO DENGAN MASING-MASING
MODAL YAITU JAKA Rp 25.000.000,-, ANA Rp
45.000.000,- DAN MERY Rp 60.000.000,- DAN
MEMBAGI LABA RUGI DENGAN RASIO 30% :
30% : 40%. SEKUTU MERY MENGUNDURKAN
DIRI DAN DIBAYAR SEBESAR Rp 52.000.000,-
METODE BONUS :

SELISIH =
Rp 60.000.000,- Rp 52.000.000,- = Rp
8.000.000,-
JURNALNYA :
MODAL MERY Rp 60.000.000,- -
MODAL JAKA - Rp 4.000.000,-
MODAL ANA - 4.000.000,-
KAS - 52.000.000,-
METODE GOODWILL :
SELISIH = Rp 8.000.000,-
GOODWILL = Rp 8.000.000,- : 40% = 20.000.000
PARA SEKUTU MODALNYA BERKURANG SBB:
- JAKA = 30 % x 20.000.000,- = Rp 6.000.000,-
- ANA = 30% x 20.000.000,- = 6.000.000,-
- MERY = 40% x 20.000.000,- = 8.000.000,-
JURNALNYA :
MODAL JAKA Rp 6.000.000,- -
MODAL ANA 6.000.000,- -
MODAL MERY 8.000.000,- -
GOODWILL - Rp 20.000.000,-
MODAL MERY Rp 52.000.000,- -
KAS - Rp 52.000.000,-
Ad. 3. KEMATIAN SEORANG / LEBIH SEKUTU :
HAL-HAL YG PERLU DIPERHATIKAN :
1. LABA RUGI SAAT KEMATIAN HARUS DITENTUKAN
2. AKTIVA DAN HUTANG PERSEKUTUAN HARUS DINILAI
KEMBALI
3. BAGIAN PENYERTAAN HARUS DITENTUKAN HINGGA SAAT
KEMATIAN

PENYELESAIAN BAGIAN PENYERTAAN SEKUTU YG


MENINGGAL :
1. DENGAN PEMBAYARAN DARI HARTA PERSEKUTUAN
2. DENGAN PEMBAYARAN SALAH SEORANG SEKUTU YANG
BERSEDIA MEMBELI HAK KEPENTINGANNYA.
3. DENGAN PEMBAYARAN DARI HASIL ASURANSI
PERSEKUTUAN.
Ad.4. PERUBAHAN BENTUK PERSEKUTUAN MENJADI
PERSEROAN.
BILA PERSEKUTUAN BERUBAH MENJADI PERSEROAN MAKA :
1. REKENING MODAL BERUBAH DARI REKENING MODAL
DENGAN NAMA MASING-MASING SEKUTU MENJADI
REKENING MODAL SAHAM
2. SAHAM-SAHAM YG DITERIMA PERSEKUTUAN DIBAGI
KEPADA ANGGOTA SESUAI DENGAN BAGIAN
PENYERTAANNYA PADA POSISI TERAKHIR.
3. ADA PENILAIAN KEMBALI TERHADAP POSISI KEUANGAN
PERSEKUTUAN
4. PENCATATAN : - MENGGUNAKAN BUKU-BUKU BARU
- MELANJUTKAN BUKU-BUKU
PERSEKUTUAN
A. MEMBUKA BUKU BARU :
1. PENYESUAIAN AKTIVA, HUTANG DAN BAGIAN
PENYERTAAN PARA ANGGOTA AKIBAT PENILAIAN
KEMBALI
2. PEMINDAHAN AKTIVA DAN HUTANG KE DALAM
PERSEROAN
3. PENERIMAAN SAHAM-SAHAM SEBAGAI PEMBAYARAN
TERHADAP KEKAYAAN BERSIH YG DIPINDAHKAN
4. PEMBAGIAN SAHAM KEPADA ANGGOTA PEMILIK

B. MELANJUTKAN BUKU PERSEKUTUAN :


1. PEMBAGIAN LABA RUGI AKIBAT PENILAIAN KEMBALI
KEPADA PARA SEKUTU
2. PERUBAHAN DALAM BENTUK PEMILIKAN DARI MODAL
PARA SEKUTU MENJADI MODAL SAHAM
CONTOH :
PERSEKUTUAN ALOHA
NERACA
PER 1 JAN 1998

HARTA Rp 80.000.000,- HUTANG Rp 6.000.000,-


MODAL : SUSI 20.000.000,-
SISI 24.000.000,-
SASA 30.000.000,-
TOTAL Rp 80.000.000,- TOTAL Rp 80.000.000,-

PEMBAGIAN LABA RUGI = 2 : 3 : 5


PADA TGL TERSEBUT PARA SEKUTU SETUJU
MERUBAH BENTUK PERSEKUTUAN MENJADI
PERSEROAN TERBATAS (PT) DENGAN MODAL
SAHAM BIASA SEBANYAK 1000 LEMBAR
NOMONAL Rp 100.000,- MASING-MASING AKAN
MENDAPATKAN JUMLAH LEMBAR SAHAM
DALAM KELIPATAN 10. SISA DIBAYAR DENGAN
HARTA YANG ADA. DARI PENILAIAN KEMBALI
TERNYATA HARTA DINAIKKAN Rp 10.000.000,-.
JAWAB :
A. MEMBUKA BUKU BARU :
1. MENCATAT PENILAIAN KEMBALI :
HARTA Rp 10.000.000,- -
MODAL SUSI - Rp 2.000.000,-
MODAL SISI - 3.000.000,-
MODAL SASA - 5.000.000,-
2. MENUTUP PERSEKUTUAN :
HUTANG Rp 6.000.000,- -
MODAL SUSI 22.000.000,- -
MODAL SISI 27.000.000,- -
MODAL SASA 35.000.000,- -
HARTA - Rp 90.000.000,-
3. MENCATAT PEMBUKUAN :
HARTA Rp 90.000.000,- -
HUTANG - Rp 6.000.000,-
MODAL SAHAM - 84.000.000,-
B. MELANJUTKAN BUKU PERSEKUTUAN

1. MENCATAT PENILAIAN KEMBALI


HARTA Rp 10.000.000,- -
MODAL SUSI - Rp 2.000.000,-
MODAL SISI - 3.000.000,-
MODAL SASA - 5.000.000,-

2. MENCATAT PERUBAHAN MODAL SEKUTU MENJADI


MODAL SAHAM
MODAL SUSI Rp 22.000.000,- -
MODAL SISI 27.000.000,- -
MODAL SASA 35.000.000,- -
MODAL SAHAM - Rp 84.000.000,-
latihan
Pada persekutuan GMP, saldo modal mary, gene dan pat dg rasio
6:3:1
Adalah:
Mary $ 240,000
Gene 120,000
Pat 40,000
Lalu Elan ingin masuk sebagai sekutu baru
Diminta :
a. Jika tidak ada goodwill atau bonus yg dicatat, berapakah jumlah yg
harus diinvestasikan élan untuk sepertiga kepemilikan.
b. Buatlah jurnal atas penerimaan élan jika dia menginvestasikan
senilai $ 80.000 untuk seperlima kepemilikan dan goodwill diakui
c. Buatlah jurnal atas penerimaan élan jika dia menginvestasikan
senilai $ 200.000 untuk 20 % kepemilikan dan total modal menjadi
$ 600.000