Anda di halaman 1dari 24

Pemicu 5

 Prevalensi malaria masih cukup. Prevalensi yang tertinggi adalah di


kecamatan x kabupaten bengkulu utara .di kecamatan x terdapat
20.000 jiwa dengan angka suspect sebanyak 2000 jiwa dan yang positif
malaria sebanyak 231 jiwa. Menurut kepala puskesma kecamatan
setempat ,sulitnya memberantas penyakit malaria ini adalah karena
sulitnya askses masyarakat ke pelayanan kesehatan terdekat karena
faktor geografis penyebaran penduduk yang tidak merata, dan
kebiasaan masyarakat yang tinggal di kebun . Untuk penanggulangan
malaria
Terminologi

 Surveilans : proses pengumpulan , pengelolahan ,analisis dan


interpretasi data secarasistematik dan terus menerus ,serta penyebaran
informasi kepada unityang membutuhkan untuk mengambil tindakan
 Suspect : yang di curigai
Keywords

 Prevalensi malarian cukup tinggi


 Dari 20.000 jiwa : 200 jiwa suspect , 231 jiwa (+) malaria
 malaria sulit di berantas karena , faktor geografis , penyebaran
penduduk tidak merata, kebiasaan masyarakat tinggal di kebun
 Program puskesmas pengenai penanggulangan penyakit malaria :
pengobatan massal, pembagian kelambu yang mengandung inteksida,
skirining ibu hamil, pos malaria desa
 Tindakan puskesmas: mengawasi pengobatan , surveilans malaria
Identifikasi masalah

 Masih tingginya prevalensi di kecamatan X yang di sebabkan karena


sulitnya akses kesehatan karena faktor geografis, penyebaran penduduk
yang tidak merata ,kebiasaan masyarakat yang tinggal di kebun
meskipun telah di lakukan upaya penanggulangan penyakit malaria oleh
puskesmas
Analisis Masalah

Diagnosis
komunitas Prevalensi malaria masih tinggi ,
data : 2000 suspect ,231 (+)
malaria , total 20.000 jiwa

.Identifikasi masalah
.Analisis masalah
.Penetapan prioritas masalah dan
penyebab masalah
.pemilihan alternatif pemecahan
masalah
.penyusunan prograam kerja
.pelaksanaan,pengawasan dan
evaluasi
Hipotesis Masalah

 Faktor geografis merupakan prioritas masalah pada pemicu


 Pengadaan tempat pelayanan kesehatan yang mudah di jangkau akan
menangulangi prevalensi penyakit malaria
Pertanyaan Terjaring

 1. jelaskan tentang diagnosis komunitas


 2. apa masalah kesehatan di kecamatan x ?
 3. apa masalah sulitnya masyarakat dalam mendapatakan pelayanan
memberantas penyakit malaria ?
 4. apa penyebab sulitnya masyarakat mendapatkan pelayanan
pemberantasaan malaria di kec X ?
 5. bagaimana mengatasi penyebab masalah utama tersebut ?
 6. apa intervensi terbaik yang bisa di lakukan menyelesaikan masalah
malaria ?
Jawaban terjaring
Diagnosis komunitas
1.

 Definisi :
Diagnosis komunitas adalah suatu kegiatan untuk menentukan adanya
suatu masalah dengan cara pengumpulan data di masyarakat lapangan.
Menurut definisi WHO, diagnosis komunitas adalah penjelasan secara
kuantitatif dan kualitatif mengenai kondisi kesehatan di komunitas serta
faktor faktor yang mempengaruhi kondisi kesehatannya. Diagnosis
komunitas ini mengidentifikasi masalah kemudian mengarahkan suatu
intervensi perbaikan sehingga menghasilkan suatu rencana kerja yang
konkrit.
Dalam penerapannya, penggunaan diagnosis komunitas dalam suatu program
kesehatan adalah sebagai berikut :
 untuk berperan sebagai referensi data kesehatan dalam suatu wilayah
 untuk menyediakan gambaran secara keseluruhan mengenai masalah kesehatan
pada komunitas lokal dan penduduknya
 untuk merekomendasikan intervensi yang akan dijadikan prioritas dan solusi
pemecahan masalah yang mampu laksana
 untuk mengindikasi alokasi sumber daya dan mengarahkan rencana kerja di
masa depan
 untuk menciptakan peluang dari kolaborasi inter sektoral dan keterlibatan media
 untuk pembentukan dasar indikator keberhasilan dari evaluasi program kerja
kesehatan.
Tabel 1. Perbedaan antara Kedokteran komunitas dan Kedokteran Rumah Sakit
(Sumber: Suryakantha AH. Community Medicine with Recent Advances, Ed 2. Jaypee Brothers Medical Publisher, 2010)

Karakteristik Kedokteran Komunitas Kedokteran Rumah Sakit

Area pelayanan Populasi di area kerja Pasien yang datang ke fasilitas kesehatan

Strategi operasional Aktif dan pasif Pasif, menunggu pasien datang

Organisasi Terdiri atas puskesmas, pustu, posyandu Terdiri atas hubungan yang tidak mengikat antara pelayanan primer,
sekunder dan tersier

Bentuk pelayanan Komprehensif (health promotion, specific protection, early diagnosis Hanya kuratif
dan prompt treatment, disability-limitation, rehabilitation

Koordinasi Intersektoral Ada koordinasi dengan departemen kesehatan dan jajarannya Tidak ada hubungan

Partisipasi masyarakat Mengikut sertakan masyarakat dalam program kesehatan Partisipasi terbatas

Analisis cost-benefit Memberikan high cost- benefit rasio melalui minimum-expenditure dan Memberikan poor cost- benefit rasio melalui maximum-expenditure
maximum-result dan minimum-result
No Diagnosis Klinis Diagnosis Komunitas

1 Dilakukan oleh dokter Dilakukan oleh dokter atau epidemiologis

2 Fokus perhatian : pasien Fokus perhatian : komunitas / masyarakat

3 Fokus perhatian : hanya orang sakit Fokus perhatian : orang sakit dan sehat

4 Dilakukan dengan memeriksa pasien Dilakukan dengan cara survey

5 Diagnosis didapat berdasarkan keluhan dan simtom Diagnosis didasarkan atas Riwayat Alamiah Perjalanan Penyakit ( Natural
history of disease)

6 Memerlukan pemeriksaan laboratorium Memerlukan penelitian epidemiologi

7 Dokter menentukan pengobatan Dokter/epidemiologis merencanakan plan of action

8 Pengobatan pasien menjadi tujuan utama Pencegahan dan Promosi menjadi tujuan utama

9 Diikiuti dengan follow up kasus Diikuti dengan program evaluasi

10 Dokter tertarik menggunakan teknologi tinggi Dokter/epidemiologis tertarik dengan nilai2 statistik

(Sumber: Suryakantha AH. Community Medicine with Recent Advances, Ed 2.


Jaypee Brothers Medical Publisher, 2010)
 
Langkah-langkah penerapan diagnosis komunitas adalah secara bertahap
yaitu:
 Pertemuan awal untuk menentukan area permasalahan
 Menentukan instrument pengumpulan data
 Pengumpulan data dari masyarakat
 Menganalisis dan menyimpulkan data
 Membuat laporan hasil dan presentasi diseminasi.
TAHAPAN KERJA DIAGNOSIS KOMUNITAS

 Menentukan area masalah yang dihadapi puskesmas. Area masalah yang dimaksud bisa diambil
dari program program yang dilaksanakan di puskesmas. Untuk itu ada beberapa sumber untuk
menentukan area yaitu melihat data jangkauan pelayanan atau pencapaian program serta
menanyakan kepada pimpinan puskesmas yang dianggap sebagai informan kunci
 Menentukan masalah yang spesifik yang ada di area tersebut. Cara menentukannya adalah dengan
menanyakan kepada dokter puskesmas atau penanggung jawab program yang bersangkutan
 Membuat proposal sederhana untuk merumuskan langkah langkah metode diagnosis komunitas
mencakup sasaran, sampel, instrumen yang dipakai dan batasan operasional data yang akan
diambil
 Persiapan pengumpulan data di lapangan atau dari pengunjung puskesmas
 Menganalisis data secara deskriptif dengan menggunakan program analisis. Dalam diagnosis
komunitas ini uji statistik inferens tidak penting untuk dilakukan
 Membuat laporan untuk diseminasi ke pimpinan dan pengelola program terkait di puskesmas

Sumber :
Buku Keterampilan Klinis Ilmu Kedokteran Komunitas – Dept. IKK FKUI. 2014
3. Apa masalah sulitnya masyarakat
dalam mendapatkan pelayanan
pemebrantasan malaria di Kec. X ?
 Jarak tempuh ke sarana pelayanan kesehatan merupakan salah satu faktor
yang penting dalam utilisasi rawat sarana pelayanan kesehatan. masyarakat
cenderung memanfaatkan sarana yang ada disekitar tempat tinggalnya.
 Semakin jauh dan semakin sulit jarak tempuh mengakses fasilitas dan
tenaga kesehatan, dukun menjadi alternatif pilihan utama
 Pengaruh waktu tempuh kepelayanan kesehatan terdekat diperkirakan
dipengaruhi oleh aktivitas sehari-hari penderita, misalnya pekerjaan
 Penderita yang memiliki pekerjaa akan sanat sedikit sekali memiliki peluang
ketempat pelayanan kesehatan dengan jarak tempuh yang lama.
 Jam buka klinik tidak sesuai dengan waktu luang masyarakat
 Biaya transpor mahal atau jarak tempuh dari rumah.
4. Apa penyebab sulitnya masyarakat mendapat
pelayanan pemberantasan malaria di kec.X?

 Sulitnya akses masyarakat ke pelayanan kesehatan terdekat karena


faktor geografis
 Penyebaran penduduk yang berpencar tidak merata
 Kebiasaan masyarakat yang sering tinggal di kebun
Kebiasaan masyarakat tinggal di
kebun dengan kejadian malaria
 Penyakit malaria erat hubungannya dengan keadaan wilayah, keadaan
cuaca yang memiliki kelembaban yang tinggi akan memberikan habitat
yang sesuai untuk pembiakan nyamuk yang menjadi vektor penularan
penyakit ini
 Aktivitas nyamuk Anopheles sp yang tinggi pada malam hari dan biasa
hidup di lingkungan perkebunan (terutama kebun salak, kebun
kapulaga, dll) meningkatkan risiko bagi masyarakat yang tinggal di
kebun untuk terkena malaria
5. Mengatasi Penyebab Masalah
Utama
Penyebab masalah:
 Karena faktor geografis
 Penyebaran penduduk berpencar tidak merata
 Kebiasaan masyarakat yang tinggal di kebun
Penanggulangan malaria dalam era otonomi dan desentralisasi
dilakukan berdasarkan surat edaran MENDAGRI No. 443.41/465/SJ
tentang Eliminasi Malaria di Indonesia yang telah dijabarkan sebagai
berikut:
 Menggerakan potensi sumber daya
 Melaksanakan pelatihan teknis dan manajemen dalam eliminasi malaria
 Melakukan pemetaan endemik, potensi KLB dan resistensi
 Melakukan survei-survei
 Melakukan pengadaan dan pendistribusian bahan dan alat, termasuk
obat anti malaria dan insektisida
 Menyiapkan juru malaria desa dan kader posmaldes desa endemik
terpencil dan tidak terjangkau pelayaann kesehatan

Sumber : Keputusan Menteri Kesehatan RI, No.


293/MENKES/SK/IV/2009. Eliminasi Malaria di Indonesia, 28 April
2009.
Buletin Jendela Data dan Informasi Kesehatan, volume 1. Triwulan
I, 2011. p 18-19.
6. Apa intervensi terbaik yang bisa
dilakukan untuk menyelesaikan
masalah malaria?
Untuk menanggulangi penyakit malaria, puskesmas Kecamatan X, Kabupaten
Bengkulu Utara mempunyai program :
1. Pengobatan masal
2. Pembagian kelambu yang mengandung insektisida (preventif)
3. Skrinning pada ibu hamil (preventif)
4. Upaya membentuk pos malaria desa yang dimonitor oleh bidan desa.
Dalam ilmu kedokteran komunitas, pencegahan dan promosi kesehatan
menjadi tujuan utama. Pos Malaria Desa (POSMALDES) merupakan intervensi
terbaik dalam menyelesaikan masalah malaria karena program-program di
dalamnya mencakup upaya promotif dan preventif tersebut. POSMALDES
merupakan wadah pemberdayaan masyarakatdalam pencegahan dan
penanggulangan malaria yang dibentuk dari, oleh dan untuk masyarakat.

Terima
kasih