Anda di halaman 1dari 7

Sewa Rahim

BY RIYANTI
UU No 36 thn 2009

Pasal 74
(1) Setiap pelayanan kesehatan reproduksi yang bersifat
promotif, preventif, kuratif, dan/atau rehabilitatif,
termasuk reproduksi dengan bantuan dilakukan secara
aman dan sehat dengan memperhatikan aspek-aspek
yang khas, khususnya reproduksi perempuan.
(2) Pelaksanaan pelayanan kesehatan reproduksi
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dengan
tidak bertentangan dengan nilai agama dan ketentuan
peraturan perundang-undangan.
(3) Ketentuan mengenai reproduksi dengan bantuan
sebagaimana dimaksud pada ayat (1), diatur dengan
Peraturan Pemerintah.
Pasal 127
(1) Upaya kehamilan di luar cara alamiah hanya dapat
dilakukan oleh pasangan suami istri yang sah dengan
ketentuan:
a. hasil pembuahan sperma dan ovum dari suami istri yang
bersangkutan ditanamkan dalam rahim istri dari mana ovum
berasal;
b. dilakukan oleh tenaga kesehatan yang mempunyai keahlian
dan kewenangan untuk itu; dan
c. pada fasilitas pelayanan kesehatan tertentu.
(2) Ketentuan mengenai persyaratan kehamilan di luar cara
alamiah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur
dengan Peraturan Pemerintah.
Sewa Rahim (Surrogate Mother)

 (Indonesia) perjanjian sewa menyewa rahim


(perjanjian ibu pengganti)
 Suatu teknologi fertilisasi in vitro yang dilakukan
oleh petugas medis dimana dipertemukan
spermatozoa dan ovum yg sudah masak di piring
petri shg menghasilkan embrio, yg kemudian embrio
tsb dipindahkan ke dalam rahim perempuan.
Ada 2 macam surrogacy

 Genetic surrogate -pihak surrogacy (disewa) juga


merupakan ibu biologis dr si janin
 Gestational surrogate ; baik ovum dan sperma
berasal dari penyewa rahim yg kemudian
diinseminasikan dlm rahim pihak perempuan yang
bertindak menyewakan rahim.
Apakah rahim dapat disewakan ??????
Kesimpulan

 Indonesia SM belum diakui dan sudah dilakukan


oleh masyarakat dgn diam-diam secara
kekeluargaan.
 Perlu dibuat aturan demi keadilan dan kemanfaatan