Anda di halaman 1dari 23

PRESENTASI KASUS

SIROSIS HEPATIS
Pembimbing: dr. Niarna Lusi, Sp. PD
Raudatul Maulida
20174011098
1. Identitas Pasien
Nama : Tuan S
Usia : 53 tahun
Alamat : Jl. Suryopranoto No. 46 Gunungketur Pakualaman Yogyakarta
Pekerjaan : Wiraswasta
2. Anamnesis
• Keluhan Utama
Muntah darah kehitaman
• Riwayat Penyakit Sekarang
Seorang laki-laki berusia 53 tahun datang ke IGD RS PKU Muhammadiyah
Gamping dengan keluhan muntah darah sejak 1 hari SMRS. Pasien mengatakan
muntah darah berwarna kehitaman. Sebelum muntah darah, pasien mengaku
pernah BAB kehitaman selama kurang lebih 5 hari. Selain itu, pasien juga
mengeluhkan nyeri dada seperti terbakar dan sendawa (+), nafsu makan menurun
dan lemas. BAK diakui lancar.
• Riwayat Penyakit Dahulu
Riwayat DM (+) dengan obat rutin Glimepiride, hipertensi disangkal, alergi
disangkal, asma disangkal, penyakit hepatitis B (-).
• Riwayat Penyakit Keluarga
Riwayat sakit yang sama (-), hipertensi (-), DM (-), asma (-), jantung (-), adik
pasien meninggal karena pembesaran KGB di leher
• Riwayat Personal Sosial
Pasien mengaku semasa muda mengkonsumsi minuman beralkohol dan berhenti
setelah menikah
3. Pemeriksan Fisik
• Keadaan Umum : CM, tampak sakit sedang
• Vital Sign
TD : 117/71 mmHg
N : 113x/menit
R : 20x/menit
S : 36,2 oC
• Status Generalis
Kepala-leher
Bentuk : Normocephal, Simetris
Mata : Konjungtiva anemis (+), sklera ikterik (-), edem palpebral (-)
Hidung : discharge (-), nafas cuping hidung (-)
Mulut : Bibir kering (-), bibir sianosis (-)
Leher : Limfadenopati (-)
Thorax
Pemeriksaan Paru
Inspeksi : dinding dada simetris, ketertinggalan gerak (-), retraksi (-), jejas (-)
Palpasi : Vokal Fremitus kanan = kiri
Perkusi : sonor di kedua lapang paru
Auskultasi : vesicular +/+, ronkhi basah halus di basal paru -/-, wheezing -/-
Pemeriksaan Cor
Inspeksi : Ictus cordis (-)
Palpasi : Ictus cordis teraba di SIC V
Perkusi : Batas jantung melebar ± 3 jari ke lateral
Auskultasi : Suara S1-S2 normal, regular
Abdomen
Inspeksi : Dinding perut lebih tinggi daripada dinding dada
Auskultasi : BU (-)
Perkusi : Shifting dullness (+)
Palpasi : nyeri tekan (-), undulasi (+)
Hepar-Lien : Tidak teraba
Ekstermitas
Superior : Edem -/-, deformitas -/-, akral hangat +/+
Inferior : Edem +/+, deformitas -/-, akral hangat +/+, pitting edema (+)
4. Penunjang
HEMATOLOGI – DARAH RUTIN (24 NOVEMBER 2017)
PEMERIKSAAN HASIL NILAI RUJUKAN
PEMERIKSAAN HASIL NILAI RUJUKAN
Leukosit 7.600 4000-11.000
Glukosa sewaktu 283 70-140
Basofil 1 0-1
Eosinofil 1 1-3 SGOT 26 0-50
Neutrofil 77 50-70 SGPT 18 0-50
Limfosit% 16 20-40
Ureum 40,3 15-45
Monosit% 5 2-8
Kreatinin 0,84 0-1,3
Eritrosit 2,23 3,8-5,4
Hemoglobin 5,7 12-18 Elektrolit
Hematokrit 18 37-54 Natrium 145,5 135-145
MCV 78,9 82-98 Kalium 4,72 3,6-5,5
MCH 25,6 27-34
Klorida 108,3 98-108
MCHC 32,4 32-36
Trombosit 89 150-400 HBsAg Non Reaktive
RDW CV 16,5 11-16
PEMERIKSAAN HASIL NILAI RUJUKAN
Total Protein 5,3 6-8
Albumin/ Globulin
Albumin 2,23 3,8-4,4
Globulin 3,07 2-4
KESAN:
Peningkatan echostruktur hepar dengan asites, susp ec SIROSIS HEPATIS
Tak tampak kelainan pada organ-organ yang lain
5. Diagnosis dan Diagnosis Banding
• Diagnosis
Hematemesis ec susp Ruptur Varises Esofagus
Sirosis Hepatis Decompensata
DM
• Diagnosis Banding
Gastritis Ulcer
Gastritis Erosif
CA Gaster
6. Penatalaksanaan
• Sukralfat syr 2 Cth/ 8 jam
• Lactulac syr 1 Cth/ 8 jam
• Mucosta 1 tab/ 12 jam
• Spironolakton 1 tab 100 mg
• Furosemid 1 amp
• Propanolol 10 mg/ 24 jam
• Tomit 1 amp/ 8 jam
• Cefotaxime 1 gr/ 12 jam
• Pantoprazole 1 amp
• Vit K 1 amp/ 8 jam
• Novorapid 4 unit
• PRC 3 Kolf
7. Masalah yang Dikaji
• Apa yang dimaksud dengan sirosis hepatis?
• Bagaimana kriteria diagnosis sirosis hepatis?
• Bagaimana terapi yang diberikan kepada pasien?
Sirosis Hepatis

Definisi Etiologi
1. Alcoholism

Sirosis hepatis merupakan suatu keadaan 2. Chronic viral hepatitis


Hepatitis B

patologis dimana sirkulasi mikro, anatomi 3.


Hepatitis C
Autoimmune hepatitis

pembuluh darah besar dan seluruh sistem 4.


5.
Nonalcoholic steatohepatitis
Billiary cirrhosis

arsitektur hati mengalami perubahan Primary billiary cirrhosis


Primary sclerosing cholangitis

menjadi tidak teratur serta terjadi 6.


Autoimmune cholangiopaty
Cardiac cirrhosis

penambahan jaringan ikat (fibrosis) di 7. Inherited metabolic liver disease


Hemochromatosis

sekitar parenkim hati yang mengalami Wilson’s disease


Alpha1 antitrypsin deficiency

regenerasi. Cystic fibrosis


8. Cryptogenic cirrhosis
Hipertensi
portal

Aktivasi
Insufisiensi
sel hati
stelata
Klinis Kriteria diagnosis
• Sirosis kompensata (gejala klinis Diagnosa SH ditegakkan apabila ditemukan 5 dari 7
keadaan berupa:
belum ada atau minimal) 1. eritem palmaris
2.
• Sirosis dekompensata (gejala dan spider nevi
3. vena kolateral atau varises esofagus
tanda klinis jelas)
4. asites dengan atau tanpa edema
5. Splenomegali
6. hematemesis dan melena
7. rasio albumin dan globulin terbalik.
Terapi

Asites Ensefalopati Hepatik


• Tirah baring dan diawali diet • Laktulosa
rendah garam • Neomisin
• Obat-obatan diuretic: • Diet protein dikurangi
Spironolakton dan Furosemide
• Parasintesis
Varises Esofagus Sindrom hepatorenal
• Obat penyekat beta
Propanolol 20 mg (2x/hari) Berdasarkan penelitian terakhir, pemberian
vasokonstriksi dengan waktu kerja lama
• Tidak tahan terhadap pemberian beta bloker
dapat diberikan isosorbide mononitrate 10 (ornipressin dan albumin, ornipressin dan
mg (2x/hari) dopamine, atau somatostatin analog
• Waktu perdarahan akut bisa diberikan octreotide dan midodrione sebagai obat
preparat somatostatin alpha adrenergik) dan TIPS memberikan
• skleroterapi atau ligasi endoskopi perbaikan.
Anemia Manifestasi perdarahan
• Anemia defisiensi besi dapat • Vitamin K
diberikan sulfas ferrosus 0,3 g tab • Plasma darah
1x sehari
• Asam folat 1mg/hari
• Packed red cell
Transplantasi hati
Indikasi:
1. Kasus irreversibel, penyakit hati kronik progresif, gagal hati berat, dan
penyakit metabolik dimana kelainannya terdapat di hati
2. Dipertimbangkan pada pasien dengan status mentalis yang berkurang,
peningkatan bilirubin, pengurangan albumin, perburukan koagulasi, asites
refrakter, perdarahan varises berulang, atau ensefalopati hepatik yang
memburuk.
TERIMA KASIH BANYAK 