Anda di halaman 1dari 67

KP 07 Standar

Penggambaran

Narasumber: Syaiful Mahdi


POKOK BAHASAN

1. PENDAHULUAN
2. UKURAN KERTAS GAMBAR
3. BLOK JUDUL
4. PENOMORAN GAMBAR
5. PENGECILAN GAMBAR
6. PENUNJUKAN ARAH GAMBAR
7. SKALA, TEBAL GARIS, TINGGI HURUF DAN
ANGKA
8. UKURAN DAN INDIKASI
9. SIMBOL, ARSIRAN DAN SINGKATAN
1)Singkatan
2)Simbol Peta Topografi dan Simbol Peta Situasi
3)Penggarisan untuk Gambar Konstruksi
4)Simbol dan Arsiran Geologi dan Geologi Teknik

10. GAMBAR-GAMBAR UNTUK SALURAN,


PEMBUANG DAN TANGGUL
11. TATA WARNA PETA
12. PELIPATAN GAMBAR
13. PENGGAMBARAN DENGAN MENGGUNAKAN
KOMPUTER
14. MENCETAK GAMBAR
I.POKOK
Pendahuluan
BAHASAN
Gambar perencanaan Irigasi terdiri dari:
a.1.Peta
PENDAHULUAN
topografi
b.2.Peta
UKURAN KERTAS GAMBAR
tata letak
c. Peta geologi
3. BLOK JUDUL
d. Gambar potongan memanjang dan melintang untuk
4.pembuang,
PENOMORAN GAMBAR
e. Saluran Irigasi dan Drainase
5. PENGECILAN GAMBAR
f. Gambar untuk bangunan-bangunan di saluran irigasi atau
6. PENUNJUKAN
saluran pembuang ARAH GAMBAR
7. SKALA, TEBAL GARIS, TINGGI HURUF DAN
ANGKA
Tanpa adanya gambar-gambar tersebut baik perencanaan
maupun pelaksanaan pekerjaan itu tidak akan pernah bisa
8. UKURAN DAN INDIKASI
dilakukan.
Satu di antara hasil perencanaan jaringan irigasi adalah
gambar-gambar yang terdiri dari:
1. Peta topografi
2. Peta geologi
3. Peta tata letak/peta daerah irigasi
4. Gambar situasi, potongan memanjang, dan potongan
melintang saluran irigasi dan drainasi
5. Gambar denah, potongan memanjang, dan potongan
melintang bangunan air dan bangunan lainnya

Gambar-gambar yang diperlukan untuk pelaksanaan


pekerjaan haruslah dibuat sesuai standar, yaitu Kriteria
Perencanaan KP-07 Standar Penggambaran.
I. Pendahuluan lanjutan
Pihak Terkait dengan Gambar Konstruksi
+ Tahap Perencanaan (Konsultan Perencana):
1. Ahli geodesi/topografi
2. Ahli geologi
3. Ahli Teknik Irigasi/Drainase (Design Engineer)
4. Ahli Struktur dan Bangunan Air
5. Ahli Geoteknik/Pondasi
6. Juru Ukur dan Juru Gambar
+ Tahap Pelaksanaan (Konsultan Pengawas, Kontraktor):
1. Para Pelaksana dan Pengawas
2. Design Engineer (Konsultan Pengawas)
3. Juru Gambar (konsultan dan kontraktor)
Jenis Gambar
1. Gambar Rencana (Design Drawing),
dipakai juga untuk pelaksanaan
2. Gambar Pelelangan (Tender Drawings)
3. Gambar Kerja dan Detail
4. Gambar Pekerjaan Sementara
5. Gambar Pabrikan
6. Gambar Revisi/Penyesuaian
7. Gambar Purnabangun (As-built Drawings)

Dibuat Konsultan
Dibuat Kontraktor/supplayer, disetujui Konsultan

Tambahkan pada materi


Gambar yang harus dibuat, diantaranya:

a. Tata letak (skala 1:25.000, 1:5.000, 1 :2000)


b. Bangunan Utama dan bangunan-bangunan pelengkap A–
BB–CC–DD Tipe gambar Pengelompokan gambar,
Pembagian butir (item) Nomor urutan
c. Saluran irigasi
d. Bangunan irigasi
e. Gambar standar (pintu dsb)
f. Saluran pembuang
g. Bangunan pembuang
h. Tanggul
i. Bangunan bantu
j. Jembatan
k. Bangunan pelengkap
l. Petak tersier (perencanaan jaringan tersier biasanya
terpisah dari jaringan primer.
Kelengkapan Gambar
Gambar sebuah proyek irigasi sedikitnya terdiri dari:
1) Halaman sampul
2). Daftar gambar (Daftar isi)
3). Daftar Singkatan dan Simbol
4). Peta Situasi (skala 1 : 25.000)
5). Peta/Gambar Daerah Iirigasi (Peta DI, skala 1:5.000)
6). Situasi (trase), potongan memanjang,
7). Potongan melintang saluran (biasa tipikal)
8). Gambar Bangunan Utama (denah, potongan, tampak)
9). Gambar bangunan air lainya (Standar)
10). Gambar detail.
11). Gambar pekerjaan sementara.
1). Halaman Sampul
Pada Halaman ini tercantum:
• Pemilik/PPK
• Nama Proyek dan Keterangan yang diperlukan
• Konsultan perencana (bila ada)
• dll. Penjelasan judul yg diperlukan.
2). Daftar Gambar
Pada Halaman ini berisikan daftar isi gambar yang ada di
dalam bundel gambar. Sama seperti daftar isi buku.
Dalam daftar ini dilengkapi dengan nomor halaman dan
juga nomor gambar.
3). Daftar Singkatan dan Simbol.
Pada Halaman ini berisikan semua singkatan kata dan
simbol yang digunakan yang terdapat dalam semua
gambar, termasuk istilah/kata asing yang digunakan.
4). Peta Situasi
Peta ini menunjukkan lokasi/letak proyek yang sekaligus
menunjukkan situasi daerah di sekitar lokasi proyek .
5). Peta/Gambar Daerah Iirigasi (Peta DI, skala 1:5.000)
Peta/gambar ini menunjukkan tata letak saluran,
bangunan, daerah pelayanan, dan tataguna lahan
6). Situasi (trase), potongan memanjang,
Gambar ini menunjukkan jalur/trase saluran yang
dilengkapi dg garis kontur, dan juga menunjukkan
potongan memanjang saluran.
7). Potongan melintang saluran (biasa tipikal)
Gambar ini menunjukkan potongan melintang saluran
secara tipikal (tidak semua potongan).
Gambar ini dibuat dalam kelompok saluran dan disajikan
setelah gambar situasi (trase) dan potongan memanjang
saluran yang bersangkutan.
Dalam beberapa keadaan, gambar tipikal potongan
melintang dibuat dalam satu halaman dengan gambar
situasi/trase dan potongan memanjang saluran.
Gambar Situasi, potongan memanjang, dan potongan
melintang ditunjukkan pada contoh.
8). Gambar Bangunan Utama
Gambar ini dapat terdiri dari beberapa (belas) lembar,
memuat denah, potongan, tampak serta detail tertentu.
Contoh Lay-out Bendung (Bd. Sukowati, Jawa
Tengah) Tanggul
Intake Sal. Induk
Comal
Bendung

Desilting Basin Pintu


Penguras
Sal. Penguras
K. Comal

Pintu Pembilas
Contoh lay-out Bendung
Bendung
endapan
Pintu
Pintu pembilas penguras

Tanggul
Intake

Kantong lumpur/ endapan Saluran


desilting basin induk
Intake

Setiap bagian bendung digambar tersendiri, ditambah


beberapa detail seperti tanggul, pondasi, dll.
9). Gambar bangunan air lainya (Standar)
Gambar ini menyajikan gambar bangunan air yang ada
seperti bang. ukur, bang. sadap, bang. bagi, bang. terjun
pengatur muka air, gorong-gorong, sypon, dll.
Satu bangunan terdiri dari berbagai ukuran, karenanya
yng disajikan dalam gambar adalah standar, ukuran-
ukurannya disajikan dalam tabel.
10). Gambar detail.
Merupakan gambar yang menjelaskan secara detail
bagian-bagian saluran, bangunan, dan gambar lainnya.
Misalnya gambar detail besi, pintu, papan cetakan dll.
11). Gambar pekerjaan sementara.
Merupakan gambar untuk pekerjaan sementara seperti
perkuatan jalan dan jembatan, dewatering, bangunan
kantor/bengkel/barak pekerja/gudang dll.
POKOK BAHASAN

1.PENDAHULUAN
2. UKURAN KERTAS GAMBAR
3. BLOK JUDUL
4. PENOMORAN GAMBAR
5. PENGECILAN GAMBAR
6. PENUNJUKAN ARAH GAMBAR
7. SKALA, TEBAL GARIS, TINGGI HURUF DAN
ANGKA
8. UKURAN DAN INDIKASI
2. Ukuran Kertas Gambar
210 210 210 210
Standar Ukuran (mm)
A4 210 X 297

297
A3 297 X 420
A2 420 X 594

297
A1 594 X 840
A0 A0 840 X 1.188
Tanggul
A4 A3 297 AO=2A1=4A2=8A3=16A4
A2 A1
297
10 10

10

5
10

l = 297
w = 841

w = 297
w = 594

w = 420

5
25 25 5
l = 420 w = 210

5 A3 A4

5
10

A2
10
l = 594
10

10

A1
l = 841

A0
x = 210
10

l = 1189
POKOK BAHASAN

1.PENDAHULUAN
2. UKURAN KERTAS GAMBAR
3. BLOK JUDUL
4. PENOMORAN GAMBAR
5. PENGECILAN GAMBAR
6. PENUNJUKAN ARAH GAMBAR
7. SKALA, TEBAL GARIS, TINGGI HURUF DAN
ANGKA
8. UKURAN DAN INDIKASI
3. BLOK JUDUL

Ruang untuk
Nama Proyek

Departemen Pekerjaan Umum


Direktorat Jenderal SDA
Direktorat ………………………..

Judul Gambar Nomor Gambar


No/Jml Lembar
Pers Konsultan Direncana
Disetujui Tgl. No.
Kontrak
Disetujui
POKOK BAHASAN

1.PENDAHULUAN
2. UKURAN KERTAS GAMBAR
3. BLOK JUDUL
4. PENOMORAN GAMBAR
5. PENGECILAN GAMBAR
6. PENUNJUKAN ARAH GAMBAR
7. SKALA, TEBAL GARIS, TINGGI HURUF DAN
ANGKA
8. UKURAN DAN INDIKASI
4. PENOMORAN GAMBAR
0 00 00 00
Nomor Urut
Sub Kelompok/pembagian Butir
Kelompok (Pengelompokan)
Jenis/tipe Gambar
0 00 00 00

+ Jenis/tipe Gambar
0 = Gambar Topografi
1 = Gambar Goelogi
3 = Gambar Rencana
4 = Gambar detail, fabrikan
5 = Gambar purna bangun (as built drawing)
.. = lainnya
Contoh menuru KP 07:
0 = Gambar-gambar pengukuran - dan penyelidikan
1 = Gambar-gambar pelaksanaan
2 = Gambar-gambar pabrikan
3 = Gambar-gambar purnalaksana (As built drawings)
Dst..dst...
0 00 00 00

+ Kelompok Gambar
01 = Tata Letak/Peta Daerah Irigasi
02 = Bangunan Utama (Head work & Bangunan pelengkap
03 = Saluran Irigasi
04 = Banguan Air pada Saluran Irigasi
05 = Gambar Standar Pintu/bangunan, dll

…. = Jalan inspeksi

12 = Bangunan Sementara/Bantu
+ Sub Kelompok Gambar
Menunjukkan bagian-bagian dari kelompok
3. 02.01 = Gbr rencana (3), bang. utama (02), bendung (01)
3. 02.04 = Gbr rencana (3), head work (02), pondasi (04)
4.12.01 = Gbr detail (4), banguan sementara (12), turap
kayu pekerjaan dewatering Saluran ……. (01)
5.04.01 = Gbr as built drawing (5), Banguan air Irigasi (04),
bangunan sadap (01)
0.03.02= Peta topografi/situasi (0), saluran Irigasi (03),
saluran sekunder
Deretan nomor tersebut dilengkapi dengan nomor urut Gbr
3. 02.01.18 = Gbr rencana (3), bang. utama (02), bendung,
nomor urut gambar 18
POKOK BAHASAN

1.PENDAHULUAN
2. UKURAN KERTAS GAMBAR
3. BLOK JUDUL
4. PENOMORAN GAMBAR
5. PENGECILAN GAMBAR
6. PENUNJUKAN ARAH GAMBAR
7. SKALA, TEBAL GARIS, TINGGI HURUF DAN
ANGKA
8. UKURAN DAN INDIKASI
5. PENGECILAN GAMBAR
Gambar rencana yang umumnya dibuat dg ukuran A1.
Gambar yang penting (untuk pelelangan) diperkecil menjadi
ukuran A3.
Gambar yang sudah diperkecil tsb disebut gambar
pelelangan (tender drawing).
Agar gambar pelelangan dapat terbaca dengan baik, perlu
diperhatikan hal-hal berikut (tahap design):
1). Huruf, angka, dan garis/arsilan harus tetap terbaca
Jelas setelah gambar diperkecil
2). Skala yang dipakai skala batang, bukan skala angka
0 2 4 6 meter
1 3 5
Pada Peta situasi/trase, potongan saluran terdapat dua
skala yaitu skala tegak dan skala datar.
POKOK BAHASAN

1.PENDAHULUAN
2. UKURAN KERTAS GAMBAR
3. BLOK JUDUL
4. PENOMORAN GAMBAR
5. PENGECILAN GAMBAR
6. PENUNJUKAN ARAH GAMBAR
7. SKALA, TEBAL GARIS, TINGGI HURUF DAN
ANGKA
8. UKURAN DAN INDIKASI
6. PENUNJUKAN ARAH GAMBAR
Pada Peta topografi dan situasi/trase arah utara ditunjukkan
kearah atas gambar
U U

Situasi trase dan potongan memanjang saluran/sungai


dibuat dari arah kiri ke kanan. Jika keadaan sebenarnya
berbeda, sesuaikan aran utara
Penggambaran potongan melintang saluran dilakukan
dengan melihat saluran ke arah hilir.
tanggul kiri

tanggul kanan

tanggul kiri tanggul kanan


POKOK BAHASAN

1.PENDAHULUAN
2. UKURAN KERTAS GAMBAR
3. BLOK JUDUL
4. PENOMORAN GAMBAR
5. PENGECILAN GAMBAR
6. PENUNJUKAN ARAH GAMBAR
7. SKALA, TEBAL GARIS, TINGGI HURUF DAN
ANGKA
8. UKURAN DAN INDIKASI
7. Skala, Tebal Garis, Tinggi Huruf dan Angka
Skala ada dua macam; skala angka dan skala batang
1 : 2, 1 : 50, 1 : 1000 dst.
0 2 4 6 meter 0 200 400 600 meter
1 3 5 100 300 500

Contoh skala, garis dan huruf/angka:


Tebal huruf/
Gambar Skala Tebal garis mm
angka mm
Peta Topo 1:50.000 0.18/0.25/0.35 1.8/2.5/3.5
1:25.000 0.18/0.25/0.35 1.8/2.5/3.5/5
1:10.000 0.18/0.25/0.35 2.5/3.5/5
Peta Situasi 1:1.000 0.25/0.35/5 2.5/3.5/5
Bendung 1:500 0.25/0.35/5 2.5/3.5/5
Contoh skala, garis dan huruf/angka:
Tebal huruf/
Gambar Skala Tebal garis mm
angka mm
Trase & potongan H = 1:2.000 0.18/0.25/0.35 1.8/2.5/3.5
memanjang saluran H = 1:1.000 0.18/0.25/0.35 1.8/2.5/3.5
V = 1:200 0.18/0.25/0.35 1.8/2.5/3.5
V = 1:100 0.18/0.25/0.35 1.8/2.5/3.5
V = 1:50 0.18/0.25/0.35 1.8/2.5/3.5

Potongan H = 1:200 0.25/0.35/5 2.5/3.5/5


melintang saluran H = 1:100 0.25/0.35/5 2.5/3.5/5
V = 1:100 0.25/0.35/5 2.5/3.5/5
V = 1:50 0.25/0.35/5 2.5/3.5/5
V. Ukuran dan Indikasi
Garis ukuran dibuat dengan ketebalan 0.18 atau 0.25mm
B’
B
WL + … a
1
h
1.5
b

….

…. ….
Jarak & elevasi asli

….
…. ….
…. ….

….
Jarak & elevasi design …. …. …. …. ….
….

….

….
POKOK BAHASAN

1.PENDAHULUAN
2. UKURAN KERTAS GAMBAR
3. BLOK JUDUL
4. PENOMORAN GAMBAR
5. PENGECILAN GAMBAR
6. PENUNJUKAN ARAH GAMBAR
7. SKALA, TEBAL GARIS, TINGGI HURUF DAN
ANGKA
8. UKURAN DAN INDIKASI
8. UKURAN DAN INDIKASI
Beberapa contoh:
Tiap ujung garis ukuran ditandai dengan ujung panah secara
jelas yang rnenunjukkan batas garis ukuran.
Garis-garis ukuran dan garis-garis bantu sebaiknya tidak
memotong garis-garis lain.
Garis-garis ukuran tidak boleh terpotong oleh garis ukuran
lainnya atau oleh garis bantu.
Garis Ukuran

Garis Bantu
Ø200 Jika ruang di atas garis ukuran
Ø140 terbatas, ukuran boleh ditulis di
atas garis yang ditarik panjang,
kalau mungkin di sebelah kanan.
400

500
30
70

Ø50

R = 60 artinya Jari-jari 60mm (cm)


Ø 16 artinya bulat diameter 16 mm
20/200 artinya segi empat
tebal 20 mm lebar 200 mm
Ukuranran dan Indikasi
Garis ukuran dibuat dengan ketebalan 0.18 atau 0.25mm
B’
B
WL + … a
1
h
1.5
b

….

…. ….
Jarak & elevasi asli

….
…. ….
…. ….

….
Jarak & elevasi design …. …. …. …. ….
….

….

….
Pelindung saluran (Lining) beton bertulang

B
a

T = 10cm h

b Pelindung saluran (Lining) beton


bertulang
Pelindung saluran (Lining) batu kali
B

Perkerasan
jalan

Pelindung saluran (Lining) batu


kali
b

30
30 cm
60
9. SIMBOL, ARSIRAN DAN SINGKATAN
1) Singkatan
2) Simbol Peta Topografi dan Simbol Peta Situasi
3) Penggarisan untuk Gambar Konstruksi
4) Simbol dan Arsiran Geologi dan Geologi Teknik
10. GAMBAR-GAMBAR UNTUK SALURAN,
PEMBUANG DAN TANGGUL
11. TATA WARNA PETA
12. PELIPATAN GAMBAR
13. PENGGAMBARAN DENGAN MENGGUNAKAN
KOMPUTER
14. MENCETAK GAMBAR
9. SIMBOL, ARSIRAN DAN SINGKATAN
1) Singkatan
El Elevasi
MT/GL Muka tanah/Ground level
MTA/OGL Muka tanah asli/Original ground level
1/m Kemiringan talud; 1 tegak : m datar
TA Titik akhir lengkung
TM Titik mulai lengkung
TP Titik potong
Q Debit (m3/d)
m3/det atau Meter kubik per detik/second
m3/s
elevasi muka air MA/WL
elevasi muka tanah MT/GL
elevasi mercu EL.M/CL
elevasi tebing/tanggul ELT/TB
(Sisi) kanan Ka
(Sisi) kiri Ki
Kilometer Km
Kilometer persegi Km2
liter l
Kecepatan (m/det) m/det atau m/s
Tinggi jagaan W/F

DST...DST...
2). Simbol Peta Topografi dan Simbol Peta Situasi

Sungai
Aliran
Aliran tidak tetap
Tanggul
Jalan propinsi
Jalan sekunder
Jalan petani
Jalan setapak
Jalan keretaapi
Jalan lori
Tranches pembagi
Dalam gambar teknik selalu diperlukan simbol, arsilan, dan
singkatan.
Contoh Simbol:

Objek Simbol Objek Simbol

Sungai Pengambilan bebas/


free intake

Arah aliran Bendung tetap


Jalan
Saluran irigasi
Jalan KA
23
Garis tinggi/ 24 Saluran Pembuang
contour 25
Contoh Simbol:

Objek Simbol Objek Simbol

Gorong-gorong
Bang. Pengatur
muka air Talang
Bang. bagi
Siphon
Bang. sadap
Bang. terjun

Bang. Bagi dan Tanggul


sadap

Tempat cuci
Box tersier
Jembatan
Box kuarter
Sawah
Ladang
Alang-alang
Rumput
Pohon kelapa
Tegalan/palawija dll.
Kebun campuran (jagung, tebu, tembakau, buah
Perkebunan (karet, kopi, teh dll)
Sawah
Hutan belukan
Hutan belantara
Kolam ikan
Saluran Irigasi (Biru)

Saluran primer 1,0 - 0,7

Saluran sekunder 0,7 - 0,5

Saluran tersier 0,5 - 0,35

Saluran kuarter 0,35 - 0,25

Saluran pasangan

Terowongan

Saluran Tertutup
Bangunan Irigasi

Bangunan pengatur 4,0 mm

Bangunan bagi 4,0 mm

Bangunan sadap

Bangunan bagi dan sadap

Boks tersier 2,5 mm

Boks tersier
2,5 mm
dengan pelimpah

Boks kuarter
Saluran Pembuang (Merah)
Saluran 1,0 - 0,7 Gorong-gorong
pembuang Primer
Gorong-gorong
Saluran silang
0,7 - 0,5
pembuang
Sekunder Alur pembuang

Saluran 0,5 - 0,35 Bangunan terjun


pembuang tersier
Pintu pasang

Sauran surut
pembuang 0,35 - 0,25
Kuarter
Jalan inspeksi 0,50 0,35

Jalan petani 0,35 0,25

Jembatan 4,5

Jembatan orang 4,5

3 x 1 mm
Tempat cuci
6 mm
Tempat mandi he-wan 3,5 mm
di dalam saluran 6 mm
Tempat mandi hewan di luar 3,5 mm
saluran 6 mm

Waduk lapangan
Lanjutkan arsiran Tabel 4 hal 49
9. SIMBOL, ARSIRAN DAN SINGKATAN
1) Singkatan
2) Simbol Peta Topografi dan Simbol Peta Situasi
3) Penggarisan untuk Gambar Konstruksi
4) Simbol dan Arsiran Geologi dan Geologi Teknik

10. GAMBAR-GAMBAR UNTUK SALURAN,


PEMBUANG DAN TANGGUL
11. TATA WARNA PETA
12. PELIPATAN GAMBAR
13. PENGGAMBARAN DENGAN MENGGUNAKAN
KOMPUTER
14. MENCETAK GAMBAR
10. GAMBAR-GAMBAR UNTUK SALURAN, PEMBUANG
DAN TANGGUL

GAMBAR SITUASI/TRASE SALURAN

GAMBAR POTONGAN MEMANJANG

Kertas gambar ukuran A1


Gambar Potongan/Profil Memanjang
Bidang
Persamaan/
Reference Level
+ …..
Exist.
Design

Skala hoorizontal dan vertikal tidak sama.


Skala hoorizontal 1:5.000 dan skala vertikal 1:50
Gambar ini harus diperkecil, cantumkan skala batang
Gambar Potongan Memanjang
Bidang Persamaan/Reference Level + …..
Patok HM
Nomor Profil
Jarak dan Jarak Langsung
Elevasi tanggul kiri
Existing

Elevasi tanggul kanan


Elevasi As saluran

Elevasi tanggul
Elevasi muka air rencana
Elevasi dasar saluran
Design

Elevasi
Gambar Penampang Melintang

Kertas gambar ukuran A1


….

….
Jarak & elevasi asli …. ….
….
….

9.290

9.290
10.790
10.284

10.790
Jarak & elevasi design
2.50 2.75 6.50
9. SIMBOL, ARSIRAN DAN SINGKATAN
1) Singkatan
2) Simbol Peta Topografi dan Simbol Peta Situasi
3) Penggarisan untuk Gambar Konstruksi
4) Simbol dan Arsiran Geologi dan Geologi Teknik

10. GAMBAR-GAMBAR UNTUK SALURAN,


PEMBUANG DAN TANGGUL
11. TATA WARNA PETA
12. PELIPATAN GAMBAR
13. PENGGAMBARAN DENGAN MENGGUNAKAN
KOMPUTER
14. MENCETAK GAMBAR
11. TATA WARNA PETA
Warna-warna standar dipakai untuk memperjelas garnbar -
gambar tata letak jaringan irigasi dan pembuang, termasuk tata
letak jaringan tersier.
Warna-warna yang dipakai adalah:
- Biru biru untuk jaringan irigasi, garis penuh untuk jaringan
pembawa yang ada dan garis putus-putus untuk jaringan yang
sedang direncana
- Merah untuk sungai dan jaringan pembuang; garis penuh
untuk jaringan yang sudah ada dan garis putus-putus untuk
jaringan yang sedang direncana;
- Cokelat untuk jaringan jalan
- Kuning untuk daerah yang idak dapat diari; dataran tinggi,rawa
- Hijau untuk perbatasan kabupaten, kecamatan, desa/ kampung
- Hitam untuk jalan kereta api
- warna bayangan dipakai untuk batas-batas petak sekunder,
9. SIMBOL, ARSIRAN DAN SINGKATAN
1) Singkatan
2) Simbol Peta Topografi dan Simbol Peta Situasi
3) Penggarisan untuk Gambar Konstruksi
4) Simbol dan Arsiran Geologi dan Geologi Teknik

10. GAMBAR-GAMBAR UNTUK SALURAN,


PEMBUANG DAN TANGGUL
11. TATA WARNA PETA
12. PELIPATAN GAMBAR
13. PENGGAMBARAN DENGAN MENGGUNAKAN
KOMPUTER
14. MENCETAK GAMBAR
12. PELIPATAN GAMBAR
Gambar-gambar teknik dilipat dengan lipatan harmonika dengan
blok judul terlihat di luar, blok judul kelihatan paling muka.
9. SIMBOL, ARSIRAN DAN SINGKATAN
1) Singkatan
2) Simbol Peta Topografi dan Simbol Peta Situasi
3) Penggarisan untuk Gambar Konstruksi
4) Simbol dan Arsiran Geologi dan Geologi Teknik

10. GAMBAR-GAMBAR UNTUK SALURAN,


PEMBUANG DAN TANGGUL
11. TATA WARNA PETA
12. PELIPATAN GAMBAR
13. PENGGAMBARAN DENGAN MENGGUNAKAN
KOMPUTER
14. MENCETAK GAMBAR
13. PENGGAMBARAN DENGAN MENGGUNAKAN
KOMPUTER
1. Pada penggambaran dengan menggunakan
komputer, semua persyaratan sama seperti
penggambaran secara manual
2. Persyaratan pengecilan gambar yang harus dipenuhi
pada cara manual tetap berlaku pada gambar yang
dibuat dengan komputer.
Gambar harus tetap jelas terbaca setelah diperkecil.
3. Pengesahan/persetujuan gambar yang dibuat
kontraktor dg komputer harus dengan cara cap
basah dan ditandatangani
9. SIMBOL, ARSIRAN DAN SINGKATAN
1) Singkatan
2) Simbol Peta Topografi dan Simbol Peta Situasi
3) Penggarisan untuk Gambar Konstruksi
4) Simbol dan Arsiran Geologi dan Geologi Teknik

10. GAMBAR-GAMBAR UNTUK SALURAN,


PEMBUANG DAN TANGGUL
11. TATA WARNA PETA
12. PELIPATAN GAMBAR
13. PENGGAMBARAN DENGAN MENGGUNAKAN
KOMPUTER
14. MENCETAK GAMBAR
14. MENCETAK GAMBAR
Gambar hasil perencanaan yang telah dinyatakan
“dapat diterima” dicetak sejumlah yang ditetapkan di
dalam kontrak perencanaan dan disampaikan pada
instansi terkait (sesuai kontrak)
Gambar yang dipilih sebagai gambar pelelangan juga
dicetak sesuai dengan yang ditetapkan di dalam
kontrak.
Gambar Purna Laksana (as-built drawings) juga
harus dicetak dan didistribusikan kepada
badan/bagian yang tercantum di dalam kontrak.
SEKIAN DAN
TERIMA KASIH