Anda di halaman 1dari 6

SOP PENATALASANAAN

TERTUSUK JARUM/BENDA
TAJAM
Pengertian
Salah satu upaya pencegahan dan pengendalian infeksi terhadap petugas
yang tertusuk benda yang memiliki sudut tajam atau runcing yang menusuk,
memotong, melukai kulit seperti jarum suntik, jarum jahit, bedah pisau,
scalpel, gunting atau benang kawat

Tujuan

Sebagai acuan untuk penatalaksaan tertusuk jarum / benda tajam


Kebijakan
1. SK Kepala Puskesmas Kecamatan Mampang Prapatan Nomor 022 Tahun
2018 Tentang Sasaran – Sasaran Keselamatan Pasien
2. SK Kepala Puskesmas Kecamatan Mampang Prapatan Nomor 017 tahun
2018 tentang penanganan KPC, KTD, KTC, KNC
3. SK Kepala Puskesmas Kecamatan Mampang Prapatan Nomor 026 tahun
2018 tentang Kebijakan Pelayanan Keselamatan dan Kesehatan Kerja

Referensi

1. UU No 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja


2. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 75 Tahun 2014 Tentang Puskesmas.
3. Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 27 Tahun 2017 tentang Pedoman
Pencegahan dan Pengendalian Infeksi Di Fasilitas Pelayanan
KesehatanPasien.
2. Petugas layanan 24 jam
1. Petugas layanan 24 jam membuat prosedur rujukan sesuai
melakukan pertolongan indikasi.
pertama. a. Bila terjadi di luar jam kerja
a. Jangan panik. segera ke Instalasi Gawat Darurat
b. Penatalaksanaan lokasi (IGD) RS terdekat untuk
terpapar : penatalaksanaan selajutnya.
1) Segera cuci bagian yang b. Bila terjadi di jam kerja
terpapar dengan sabun segera ke poliklinik penyakit dalam
antiseptik dan air mengalir. RS terdekat dengan membawa
2) Bilas dengan air bila surat rujukan dari dokter
terpapar pada daerah puskesmas.
membran mukosa.
3) Bilas dengan air atau cairan
NaCL bila terpapar pada 3. Petugas layanan 24 jam melapor
daerah mata. kepada PJ unit kerja petugas yang
mengalami kecelakaan kerja.

4. Penanggung jawab unit


melaporkan formulir laporan
kecelakaan kerja kepada Tim K3
dan PMKP dalam 2x24 jam
a. Laporan meliputi hari, tanggal, jam, dimana, bagaimana kejadian, bagaimana terkena,
penyebab, jenis sumber (darah, urine, faeces) dan jumlah sumber yang mencemari
(banyak/sedikit).
b. Tentukan status pasien sebagai sumber jarum dan benda tajam (pasien dengan
riwayat sakit apa).
c. Tentukan ststus petugas yang terpapar : apakah menderita hepatitis B, apakah pernah
mendapatkan vaksin hepatitis B, apakah sedang hamil atau menyusui.
d. Jika tidak diketahui sumber paparannya, petugas yang terpapar diperiksa status HIV,
HBV, HCV.
e. Bila status pasien bebas HIV, HBV, HCV dan bukan dalam masa inkubasi tidak perlu
tindakan khusus untuk petugas, tetapi bila diragukan dapat dilakukan konseling.

6. Tim K3 dan PMKP memberikan Post


5. Tim K3 dan PMKP melakukan investigasi Exposure Prophylaxys (PEP) sesuai
kejadian kecelakaan kerja. dengan ketersediaan sarana. Bila
tidak tersedia, segera lakukan
prosedur rujukan ke RS terdekat.
a. Pasca pajanan HIV :
1) Apabila status pasien HIV harus diberikan profilaksis pasca pajanan berupa obat
ARV 4 jam setelah paparan, maksimal 48 sampai 72 jam diberikan selama 28 hari.
2) Tes HIV diulang setelah 6 minggu, 3 bulan dan 6 bulan.
b. Pasca pajanan hepatitis B
1) Jika belum pernah vaknisasi maka :
a) Segera vaknisasi sesuai standart
b) Cek HbsAg bulan 1, 3 dan bulan ke 6.
c) Jika HbsAg (+) rujuk ke poliklinik penyakit dalam untuk penanganan lebih
lanjut
2) Jika pernah vaksinasi periksa HBs
a) Anti HBs (+), titer <10, lakukan booster
b) Anti HBs (-), titer >10, lakukan observasi
c. Evaluasi yang terpapar pasien infeksi hepatitis B dan HIV dengan dilakukan follow up.