Anda di halaman 1dari 33

KESEIMBANGAN

EKONOMI DUA
SEKTOR
KELOMPOK 4 :
1. ANDINI IRMAWATI (141160409)
2. DINA LAKSITA Y. (141160423)
3. LUTHFI HARJANTI W. (141160436)

EM - J
Perekonomian dua sektor adalah perekonomian yang terdiri dari
sektor rumah tangga dan perusahaan. Aliran-aliran pendapatan
dalam Perekonomian dua sektor mempunyai ciri-ciri sebagai
berikut :
1. Sektor perusahaan menggunakan faktor-faktor produksi yang
dimiliki rumahtangga. Faktor-faktor produksi tersebut
memperoleh pendapatan berupa gaji danupah, sewa, bunga,
dan untung.
2. Sebagian besar pendapatan yang diterima rumah tangga akan
digunakan untuk konsumsi, yaitu membeli barang-barang
dan jasa-jasa yang dihasilkan oleh sektorperusahaan.
3. Sisa pendapatan rumah tangga yang tidak digunakan untuk
konsumsi akan ditabung dalam institusi-institusi keuangan.
4. Pengusaha yang ingin melakukan investasi akan meminjam
tabungan rumahtangga yang dikumpulkan oleh institusi-
institusi keuangan.
Pengertian Ekonomi Dua Sektor
Tabel yang menggambarkan hubungan di antara konsumsi
rumah tangga dan pendapatan dinamakan daftar (skedul) konsumsi.

Hubungan Antara Konsumsi Dan Pendapatan


Ciri – ciri yang digambarkan pada tabel :
A. Pada pendapatan yang rendah rumah tangga mengorek
tabungan.Pada waktu pendapatan disposebel adalah
(Yd =0), pengeluaran konsumsi adalah Rp.125 ribu. Ini
berarti rumah tangga harus menggunakan harta atau
tabungan masa lalu untukmembiayai pengeluaran
konsumsinya.
B. Kenaikan pendapatan menaikan pengeluaran
konsumsi. Biasanya pertambahan pendapatan adalah lebih
tinggi dari padapertambahan konsumsi.
C. Pada pendapatan yang tinggi rumahtangga menabung.
Disebabkan pertambah pendapatan selalu lebih besar dari
pertumbuhan konsumsi maka pada akhirnya rumah tangga
tidak “mengorek tabungan” lagi. ia akan mampu menabung
sebagian dari pendapatanya
Kecondongan
mengkonsumsi marjinal
(MPC)
ΔC
MPC =
ΔYd
Kecondongan
mengonsumsi
Kecondongan
mengkonsumsi rata – rata
(APC)
Kecondongan APC =
C
Yd

mekonsumsi dan
menabung
Kecondongan menabung
marjinal (MPS)
ΔS
MPS =
ΔYd

Kecondongan
menabung Kecondongan menabung rata
– rata (APS)
S
APS =
Yd
Hubungan antara kecondongan
menkonsumsi dan menabung
Hasil perhitungan menunjukan bahwa :
a. MPC + MPS = 1
b. APC + APS = 1

Pembuktian Rumus :
Dalam Persamaan:
Yd = C + S ... (1.1)
Apabila persamaan (1.1) diatas dibagikan dengan Yd, maka:
Yd C S
= + ... (1.2)
Yd Yd Yd

1 = APC + APS ... (1.3)


Dalam Persamaan:
Yd =  C +  S ... (2.1)
Apabila persamaan (2.1) diatas dibagikan dengan Yd, maka:
Yd C S
= + ... (2.2)
Yd Yd Yd
1 = MPC + MPS ... (2.3)
• Fungsi Konsumsi adalah suatu kurva yang
menggambarkan sifat hubungan diantara tingkat
konsumsi rumah tangga dalam perekonomian dengan
pendapatan nasional (atau pendapatan disposibel)
perekonomian tersebut.
• Fungsi Tabungan adalah suatu kurva yang
menggambarkan sifat hubungan diantara tingkat tabungan
rumah tangga dalam perekonomian dengan pendapatan
nasional (atau pendapatan disposibel) perekonomian
tersebut.

Fungsi konsumsi dan


tabungan
PENDAPATAN, KONSUMSI DAN
TABUNGAN (DALAM TRILIUN RUPIAH)
GAMBAR 1 FUNGSI KONSUMSI DAN FUNGSI
TABUNGAN
Fungsi Konsumsi
Suatu kurva yang menggambarkan sifat hubungan antara tingkat
konsumsi rumah tangga dalam perekonomian dengan pendapatan
nasional
Bentuk umum
C=a+bY
Keterangan :
a = Konsumsi rumah tangga ketika pendapatan nasional adalah 0
b = kecondongan mengkonsumsi marginal
C = Tingkat konsumsi
Y = Pendapatan Nasional

Persamaan fungsi
konsumsi dan tabungan
Fungsi Tabungan
Suatu kurva yang menggambarkan sifat hubungan di antara
tingkat tabungan rumah tangga dalam perekonomian dengan
pendapatan nasional
Bentuk umum :
S = - a + (1 – b) Y

Keterangan :
a = Konsumsi rumah tangga ketika Pendapatan nasional adalah 0
b = Kecondongan Mengkonsumsi Marginal
C = Tingkat Konsumsi
Y = Pendapatan Nasional
• Kekayaan yang telah terkumpul
• Suku bunga
• Sikap berhemat
• Keadaan perekonomian
• Distribusi pendapatan
• Tersedia tidaknya dana pensiun yang mencukupi

Penentu – penentu lain


konsumsi dan tabungan
Pengeluaran perusahaan untuk membeli barang-barang
modal dan perlengkapan produksi untuk menambah
kemampuan memproduksi barang dan jasa dalam
perekonomian.

Penentu Tingkat Investasi


1. Investasi, keuntungan, dan tingkat bunga
2. Ramalan mengenai keadaan ekonomi di masa depan
3. Kemajuan teknologiTingkat pendapatan nasional &
perubahannya
4. Keuntungan yang diperoleh

Investasi
Dihitung dengan menghitung nilai sekarang yang diperoleh
di masa depan atau menghitung tingkat pengembalian
modal (keuntungan) yang digunakan perusahaan untuk
menilai kesesuaian investasi yang akan dilakukan.
Investasi memperoleh keuntungan apabila nilai sekarang
pendapatan pendapatan di masa depan lebih besar daripada
nilai sekarang modal yang diinvestasikan.
Menghitung nilai sekarang:

Tingkat
Bentuk Umum:

Y Y Y
pengembalian
NS  1
 2
 ...  n
1  r  1  r  2
1  r  n

modal
Menghitung tingkat pengembalian modal
Bentuk Umum:
Y1 Y2 Yn
M   ... 
1  R  1  R 2
1  R n
Dimana:
M = nilai modal yang
Y = pendapatan neto (keuntungan) perusahaan
R = tingkat pengembalian modal
Merupakan suatu kurva yang menunjukkan hubungan
antara tingkat pengembalian modal dan jumlah modal yang
akan diinvestaasikan.

Tingkat Pengembalian Modal


R0 A

R1 B

Investasi (yang diperlukan)

Efisiensi Investasi Marajinal


r0 A
Suku Bunga

r1 B

I = MEI

Suku bunga dan tingkat


I0 I1
Investasi (yang diperlukan)

investasi
Kurva yang menunjukkan hubungan antara tingkat investasi
dengan pendapatan nasional.

BENTUK DAN KEDUDUKAN FUNGSI INVESTASI

Kurva investasi
r I

I2
I0

I1
MEI
I Y
a. Kurva MEI b. Fungsi investasi

Hubungan Kurva Mei


Dengan Fungsi Investasi
1. Ramalan Keadaan di masa datang
2. Perubahan dan perkembangan teknologi
3. Efek pertumbuhan pendapatan nasional
4. Keuntungan perusahaan

Penentu-penentu
Investasi Yang Lain
Penentuan tingkat
kegiatan ekonomi
Grafik keseimbangan
perekonomian negara
Penentuan tingkat keseimbangan pendapatan nasional dengan
menggunakan aljabar juga dapat dilakukan dengan 2 cara :

Menggunakan persamaan Y = C + I
Diketahui : C = 90 + 0,75Y
I = 120
Maka tingkat pendapatan nasional pada keseimbangan adalah

Y =C+I
Y = 90+ 0,75Y + 120
0,25Y = 210
Y = 840

Pendekatan aljabar untuk


menentukan keseimbangan
Menggunakan persamaan S = I
Maka tingkat pendapatan nasional pada keseimbangan
adalah

S =I
-90 + 0,25Y = 120
0,25 Y = 210
Y = 840
Analisis mengenai multiper merupakan bagian penting dari
analisi kesimbangan pendapatan nasional. Analisi ini
menerangkan sejauh mana pendapatan nasional akan
mengalami perubahan
(∆y) efek dari perubahan pengeluaran agregat (∆ae). Rasio
pertambahan pendapatan nasional dengan pertambahan
Δy
pengeluaran agregat ( ).
Δae
Cara lain menghitung multipler :

1 1
MTP = atau Mtp =
1 −MPC MPS

Perubahan keseimbangan
dan multipler
• Trestina ( 410 ) : Apa saja faktor – faktor yang menentukan
konsumsi rumah tangga dalam perekonomian ? Manakah dari
faktor tsb yang dianggap faktor paling penting ?

• Arif ( 411 ) : Bagaimana cara meramal keadaan ekonomi


dimasa depan ?

• Marvina Sanda ( 412 ) : Pengaruh pengeluaran konsumsi dari


semua rumah tangga terhadap pendapatan nasional ?

• Rafindya (414 ) : Apa faktor yang menyebabkan perubahan


analisis multipler ?

Pertanyaan
• Muhammad Guntur ( 417 ) : Jelaskan mengapa grafik
pendekatab pengeluaran agregat penawaran agregat saling
berpotongan ?

• Muhamad Ma’ruf ( 418 ) : Menurut kelompok kami


investasi dalam bentuk apa yang hasilnya maksimal dan apa
asalannya ?

• Agustin ( 419 ) : Mengapa ramalan mengenai keadaan


ekonomi di masa depan menjadi penentu tingkat incvestasi ?

• Vyas ( 421 ) : Mengapa perekonomian 2 sektor disebut


perekonomian sederhana. Dan mengapa perekonomian di
setiap daerah berbeda ?
• Naila ( 424 ) : Jelaskan hubungan Yd dengan c ketika
kecondongan mengkonsumsi lebih tinggi dari
kecondongan menabung !

• Akhfan ( 425 ) : Jelaskan maksud dari menggunakan cara


penentuan tingkat keseimbamgan perekonomian secara
aljabar !

• Rizknanda ( 433 ) : Apakah benar dalam perekonomian 2


sektor tidak terdapat pajak, mengingst komdisi sekarsng
pemerintah selalu memungut pajak disetiap perusahaan ?

• Hiras ( 435 ) : Adakah peran pemerintah dlm


perekonomjan 2 sektor ? Jelaskan!
• Ema ( 439 ) : Apa faktor yang paling menentukan investasi ?
• Bella (441) : Jelaskan cara menentukan keseimbangan dengan
pendekatab aljabar !
• Roy (442) : Apa yang menyebabkan perubahan
keseimbangan ?
• Elisabeth (445) : Bagaimana hubungan konsumsi dengan
fungsi tabungan ?
• Rahajeng (446) : Sampai dimana investasi perlu bertambah
apabila kapasitas penuh sudah dicapa dan pendapatan
nasional sudah meningkat ?
• Hermawan Bayu A.K (141150166) : Apakah penentu lain
dalam investasi itu benar benar perlu diperhatikan ? Apa yang
terjadi apabila hal tsb sampai terlewatkan ?