Anda di halaman 1dari 54

DETEKSI DINI KANKER

SERVIKS DAN PAYUDARA

Dr. dr. Dovy Djanas, Sp OG (K-FM)

Rabu 10 Okt 2018 1


RIWAYAT HIDUP
Nama : Dovy Djanas

Tempat/tgl lahir : Padang /19 April 1968

Jenis Kelamin : Laki-laki

Agama : Islam

Kewarganegaraan : Indonesia

Pekerjaan : Kepala Instalasi Ibu dan Anak RSUP Dr. M. Djamil Padang

Alamat : Komplek Filano Jaya Permai Blok FF No.1 RT 004 RW 008


Kel. Alai Parak Kopi, Kec. Padang Utara, KotaaPadang

Alamat Kantor : Instalasi Kebidanan dan Anak RSUP Dr. M. Djamil Padang

Telp : 081266194050

Email : dovy.djanas@yahoo.com
RIWAYAT PENDIDIKAN

• Fakultas Kedokteran Unand, lulus


S1 tahun 1994

• Kebidanan dan Kandungan Fakultas


Sp1 Kedokteran Unand, 2005

• Fetomaternal Fakultas Kedokteran


Sp2 Universitas Indonesia/RSCM, 2011

• Biomedik Fakultas Kedokteran


S3 Universitas Andalas Padang, lulus
tahun 2018

Rabu 10 Okt 2018 3


RIWAYAT PEKERJAAN / JABATAN
1. Dokter PTT di Puskesmas Tegal Buleud Kabupaten Sukabumi Jawa Barat

2. Dokter Jaga IGD RS Dr. M. Djamil Tahun 2000

3. Dokter Kebidanan & Kandungan di RSU Solok tahun 2005

4. Dokter Kebidanan & Kandungan di RSU Sawah Lunto tahun 2005 – 2008

5. Staf Pengajar Bagian Kebidanan dan Kandungan Fakultas Kedokteran Universitas


Andalas / RSUP Dr. M. Djamil Padang

6. Wakil Kepala Instalasi Kebidanan dan Anak RS Dr. M. Djamil Padang tahun 2015- 2017

7. Kepala Instalasi Kebidanan dan Anak RS Dr. M. Djamil Padang tahun 2017 – Sekarang

8. Sekretaris POGI SUMBAR tahun 2012 -2015

9. Wakil Ketua POGI tahun 2015 – 2018 / Ketua Terpilih POGI SUMBAR 2018 – 2021

10. Klinisi Morula IVF Padang / RS Citra BMC Padang

11. Pemakalah Tetap Publikasi Kesehatan Media Cetak Padang Ekpress 2015 - Sekarang
4
RIWAYAT ORGANISASI
• Anggota Perkumpulan Spesialis Obstetri dan Ginekologi Indonesia
1. (POGI)

• Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI)


2.
• Anggota HKFM Indonesia
3.
• Anggota International Society of Ultrasonography Obstetrics dan
4. Gynecology (ISUOG)

• Anggota International Society of Ultrasonography Obstetrics dan


5. Gynecology (ISUOG)

• Anggota Perhimpunan Fertilisasi In Vitro Indonesia (PERFITRI)


6.

5
DETEKSI DINI WUJUDKAN WANITA INDONESIA
BEBAS KANKER SERVIKS DAN PAYUDARA
MELALUI TES IVA DAN SADANIS
LANDASAN BERPIKIR

Kanker dapat
disembuhkan bila
ditemukan pada stadium
dini dan diobati dengan
cepat dan tepat

Sebagian kanker telah


diketahui penyebabnya
sehingga dapat di
cegah.

Penemuan dan
pengobatan kanker
saat dini, mengurangi
beban biaya.
DETEKSI DINI KANKER

Pemeriksaan
(tes) pada menemukan
orang-orang kanker yang
yang belum belum terlihat
mempunyai atau pada tahap
gejala/keluhan pre kanker.
penyakit
DETEKSI DINI KANKER

Diagnosis & Bila pengobatan


pengobatan pada stadium
dilakukan sblm lanjut : keadaan
timbul tanda / pasien lebih buruk
Dasar skrining :
simptom   terapi lebih sulit,
prognosis biaya akan lebih
keberhasilan akan mahal  prognosis
lebih baik. akan lebih buruk.
KANKER SERVIKS
KANKER SERVIKS

Peringkat pertama
dari seluruh kanker di
Indonesia ~ (75% dari
kanker perempuan)
70% sudah
STADIUM
LANJUT ( >
Stadium IIB),tingkat
kesembuhan rendah
 kematian tinggi
Sumatera Barat ...

Data dari lab


Sebanyak PA nomor 5
7,99% terbanyak

Paru setelah
(9,34%) kanker
dan kanker payudara
serviks (16,2%),

kelenjar limfe
(10,35%),
Kulit (9,90%),
PENYEBAB
90%
HPV KANKER SERVIKS

Ditularkan melalui kontak seksual

Infeksi HPV terjadi pada usia belasan atau 20-an


Kanker serviks berkembang 20 tahun setelah infeksi
Promotif di segala posisi

Faktor risiko Perilaku seks


progresivitas stadium

PENCEGAHAN PRIMAR

ukuran pengeluaran
Cancer Precursor Infeksi HPV & CIN

PENCEGAHAN SEKUNDER

Kanker invansif Insiden

PENCEGAHAN TERTIER

Kematian Angka kematian


Franco E et al. Vaccine 2006; 24 Suppl 3: S171-7
Perjalanan Penyakit Kanker Serviks
Serviks
Sehat

Vaksin
Kanker
Lesi Pra Kanker
HPV ------------------- 3-17 tahun --------------------

Displasia Displasia Karsinoma KANKER


Displasia
Sedang Keras Insitu SERVIKS
Ringan

Deteksi Dini
FAKTOR RESIKO
Menikah
Muda
(< 20 tahun ) Resiko Kanker Serviks
usia 35 – 49 tahun
Mitra
seksual
multipel

Infeksi Menular
Seksual Setiap
PEREMPUAN
beresiko terkena
HPV penyebab
Merokok Kanker Serviks

Defisiensi Vit A./Vit


C/VitE
PROGRAM SKRINING MASSAL
Metode Skrining : IVA & Pap’s Smear

Tanda& gejala
• Perdarahan vagina
• Keputihan campur darah, berbau
• Nyeri pelvis
• Anuri

Women with vaginal bleeding


and fluor albus not
automatically causes of
Cervical Cancer
Pencegahan yang Paling IDEAL

Vaksinasi HPV , paling ideal sebelum


pernah melakukan hubungan seksual

Tetap memeriksakan diri secara teratur,


bila memungkinkan tes HPV dan tes
Pap atau tes IVA

Kontrol faktor risiko Kanker Leher


Rahim

Menjaga pola hidup sehat ( olah raga,


cukup istirahat dan makanan gizi
seimbang)
KONSELING

Vaksinasi hanya untuk


pencegahan dan bukan untuk
pengobatan

Vaksinasi bila diberikan pada


yang sudah mendapat infeksi
atau lesi prakanker hasilnya
kurang efektif

Pemeriksaan skrining berkala


tetap harus dilakukan
IVA TEST
Metode sederhana & langsung,
dapat dilakukan di Puskesmas
• Cahaya/lampu sorot/ lampu senter
• Spekulum vagina
• Meja periksa / Tempat tidur / Meja Ginekologi
• Asam Asetat 3-5%
• Lidi kapas
• Sarung tangan

Kajian di Indonesia
 Sens 97,31%
 Spec 80,80%
 Akurasi 85,70%
INTERPRETASI
IVA TEST

• Normal
I

• Inflamasi  servisitis
II

• IVA (+)  epitel putih


III

• Kanker Serviks
IV
IVA  Pilihan Skrining

Non –invasif

Mudah-murah

Di Puskesmas

Hasil LANGSUNG

Sensitivitas,spesifisitas memadai

Timbul Bercak putih setelah


dipulas dengan asam asetat
Pelaksanan IVA
PELAKSANA I V A
Prosedur Pemeriksaan

 Meja ginekologi
 Sumber cahaya yang
cukup

 Asam asetat 3 - 5 %
 Kapas lidi besar
 Sarung tangan bersih
 Spekulum vagina
PAP’S SMEAR
 Tes Pap’s Smear :
 Digunakan > 50 tahun yll
 Angka kematian Ca Servik
 Mendeteksi perubahan sel servik
Seberapa seringkah diperiksa ?

< 30 tahun : periksa setiap


tahun

> 30 tahun :
Hasil normal 3 x : 2-3 tahun
sekali
Hasil abnormal dan Faktor
resiko (+) :periksa lebih
sering
Hasil tes PAP

Normal (negatif) : gambaran sel normal

ACS : sel abnormal tapi syarat prekanker (-)

 infeksi, iritasi, senggama, perubahan prekanker

SIL : sel abnormal  prekanker


• LSIL : perubahan ringan ( bentuk & ukuran )
• HSIL : perubahan sedang/ berat resiko prekanker 
AGS : sel glandular abnormal

Kanker : penyebaran sel abnormal lebih dalam


TATALAKSANA

Tatalaksana
Dukungan
Lesi Edukasi
Nutrisi
Prekanker

Tatalaksana
Kanker Rehabilitasi
Serviks Medik
Invasif
KESIMPULAN

Tidak semua infeksi HPV  Kanker


serviks

Skrining : IVA Test dan Papsmear


rutin

HPV DNA Testing untuk skrining lesi


prakanker serviks lebih awal
Vaksin HPV dapat mencegah Kanker
serviks,tapi tidak mengobati kanker
serviks
KANKER PAYUDARA

Insidensi makin
bertambah ( 1 Akhir2 ini
diantara 8 banyak terdapat
wanita di USA pada wanita <
dan Eropa, 2003 40 thn
)

Lebih sering
mengenai
wanita >40 thn

Urutan ke 2 di Indonesia

Stadium dini masih dapat disembuhkan (kuratif)

Teknik Biologi Molekuler memungkinkan untuk meramalkan prognosis penyakit


Kanker Payudara

Kanker yang berasal


dari kelenjar, saluran
dan jaringan
penunjangnya, tidak
termasuk kulit
payudara.
Gejala dan Tanda Kanker Payudara
Benjolan atau penebalan pada atau dekat payudara atau
di ketiak

Perubahan ukuran dan bentuk payudara

Putting tertarik ke dalam, nyeri, mengeluarkan darah atau


cairan

Kulit payudara berkerut atau tampak seperti kulit jeruk

Perubahan kulit, areola, atau putting payudara yang tidak


biasa (bengkak, panas, kemerahan, bersisik)
FAKTOR RISIKO

Usia Menarche dan Menopause

Anak pertama di usia > 35 th

Tidak menyusukan anak

Riwayat kanker dalam keluarga

Berat badan dan obesitas

Perokok dan peminum

Pernah menjalani operasi tumor jinak payudara


PENCEGAHAN

PRIMER &
SEKUNDE
R

 WHO : Kanker Payudara


 1/3 dapat dicegah
 1/3 dapat disembuhkan
 1/3 tidak dapat disembuhkan tetapi kualitas hidupnya dapat diperbaiki
PENCEGAHAN Secara PRIMER
Adalah langkah yang sebaiknya dilakukan oleh setiap wanita untuk
menghindarkan diri dari setiap faktor yang dapat menyebabkan
timbulnya kanker.

1. DIET (Tidak Gemuk,


Mengatur Kalori yang
dimakan)
2. Hormonal Control
 Untuk wanita resiko tinggi :
 Anti estrogen ( tamoxifen )
 Tamoxifen like compound
(raloxifen )
 Retinoid
PENCEGAHAN Secara SEKUNDER

Skrining terhadap individu / masyarakat berisiko tinggi


untuk menemukan kanker payudara sebelum
terdapat gejala penyakit kanker

Pada wanita yang berasal dari keluarga atau orang


tua penderita kanker perlu dipertimbangkan adanya
kemungkinan mutasi gen.

Resiko terjadinya kanker payudara pada wanita


dengan
• mutasi gen BrCa1 50-90%,
• mutasi gen BrCa2 40%
Deteksi Dini Kanker Payudara

SADARI
SADANIS
(Pemeriksaan
(Pemeriksaan
Payudara
Payudara Klinis)
Sendiri)

Mamografi
SADARI

Apakah ada Untuk deteksi dini 


perubahan ? dilakukan rutin

Benjolan ?
SADANIS

Dilakukan oleh petugas


kesehatan terlatih.

Sadanis atau pemeriksaan


payudara klinis adalah
pemeriksaan awal untuk
Pemeriksaan ini dilakukan sekurangnya 3
tahun sekali atau apabila ditemukan
mendeteksi adanya adanya abnormalitas saat SADARI.
pertumbuhan kelenjar
payudara yang abnormal.
Jika seorang wanita yang menemukan
kelainan pada saat melakukan SADARI,
dapat memeriksakan dirinya ke fasilitas
kesehatan untuk dilakukan SADANIS.
PEMERIKSAAN SADANIS

Pada saat melakukan pemeriksaan harus diingat untuk selalu mengajarkan cara
melakukan SADARI.

Melihat payudara dan memperhatikan apakah ada perubahan :

• Bentuk
• Ukuran
• Putting atau kulit yang berlipat
• Kulit cekung

Memeriksa apakah terjadi pembengkakan, suhu tubuh yang meningkat atau rasa nyeri
pada salah satu atau kedua payudara.

Melihat putting payudara dan perhatikan ukuran, bentuk dan arahnya. Memeriksa
apakah ada ruam atau luka dan keluar cairan dari putting payudara.

Meminta ibu mengangkat kedua lengannya keatas kepala dan lihat kedua payudaranya.
Memperhatikan apakah ada perbedaan. Melihat ibu untuk meletakkan kedua tangan di
pinggang dan memperhatikan kembali payudaranya.
Meminta ibu/klien membungkuk untuk melihat apakah kedua payudaranya menggantung
secara seimbang.

Meminta ibu/klien berbaring di meja periksa.

Meletakkan bantal di bawah pundak kiri ibu/klien. Meletakkan lengan kiri ibu di atas
kepalanya.

Melihat payudara sebelah kiri dan memeriksa apakah ada perbedaan dengan payudara
sebelah kanan. Memeriksa apakah terdapat kerutan atau lekukan pada kulit payudara.

Mengoleskan baby oil / minyak zaitun ke telapak tangan.

Menggunakan telapak jari-jari telunjuk tengah dan manis, mempalpasi seluruh payudara,
dimulai dari sisi atas paling luar dari payudara, menggunakan teknik spiral. Perhatikan
apakah terdapat benjolan atau rasa nyeri.
Menggunakan ibu jari dan jari telunjuk untuk menekan putting payudara. Perhatikan apakah keluar
cairan bening, keruh atau berdarah dari puting.

Ulangi langkah-langkah tersebut di atas untuk payudara di sebelah kanan. Jika perlu, ulangi
tindakan ini dengan posisi ibu duduk dan kedua lengan berada di samping tubuh.

Meminta ibu/klien untuk duduk dan mengangkat kedua lengan setinggibahu. Mempalpasi pangkal
payudara dengan menekan sepanjang sisi luar otot pectoral kiri sambil secara bertahap
menggerakkan jari-jari kearah axial. Memeriksa apakah terjadi pembesaran kelenjar getah bening
(lymph nodes) atau rasa nyeri.

Ulangi langkah tersebut untuk payudara sebelah kanan.

Membersihkan kedua payudara ibu dengan tissue.

Setelah selesai persilahkan ibu mengenakan kembali pakaiannya.


Tugas / Langkah Pasca Pemeriksaan SADANIS

Meminta ibu untuk duduk, turun dari meja periksa dan berpakaian.

Mencuci tangan dengan air dan sabun sampai benar-benar bersih lalu dikeringkan dengan
kain kering dan bersih atau dianginkan.

Mencatat temuan lain kedalam catatan medis ibu.

Membahas hasil pemeriksaan payudara bersama ibu dan menjawab pertanyaan.


• Jika hasil pemeriksaan payudara negative, sebutkan waktu kunjungan berikutnya untuk menjalani kembali
pemeriksaan payudara.
• Jika hasil pemeriksaan payudara positif atau dicurigai terdapat kanker, membahas langkah-langkah selanjutnya.

Setelah memberi konseling, memberikan pengobatan atau merujuk

Petugas melaksanakan pencatatan dan pelaporan

Rabu 10 Okt 2018 50


Mammografi Skrining

Pemeriksaan mammografi skrining


memegang peranan penting,
terutama pada tumor tumor yang
sangat kecil atau non-papable.
Sensitifitas bervariasi antara 70-80
% dengan spesifisitas antara 80-
90%

Rabu 10 Okt 2018 51


Pengobatan

Modalitas
MAMOGRAFI BAJAH/FNAB
Terapi

Terapi
Radioterapi Kemoterapi
Hormonal

Rabu 10 Okt 2018 52


Pasca Operasi Mastektomi

Rabu 10 Okt 2018 53


TERIMAKASIH 