Anda di halaman 1dari 22

PENENTUAN KADAR FFA DAN POV

METODE TITRIMETRI SERTA


PENENTUAN KADAR AIR METODE
GRAVIMETRI DALAM MINYAK
GORENG

DISUSUN OLEH : ANNISA


PRAMESTI
IQC RM (Raw
Material )
Fungsi : mengawasi,
menganalisa, dan
mengontrol tiap material
yang datang.
ALUR
PENERIMAAN RM

penerimaan surat jalan


penentuan pengambilan
yang dibawa
sampel sampel
oleh supplier, disertai
dengan sertifikat COA
( Certificate Of Analys)

PEMBERIAN STATUS PADA SAMPEL.


Riject (merah) : hasil analisa fisik dan analisa kondisi
organoleptik tidak sesuai standar sampel
Release (hijau) : hasil analisa memenuhi
standar maka dilakukan analisa kimia
sesuai standar
Minyak Minyak ada 2 jenis, RBDPO: untuk produksi lokal. RBDolein :
goreng untuk produksi ekspor.
Dilakukan analisa secara fisik, organoleptik: pemeriksaan warna,
bentuk dan bau minyak
kimia : FFA, POV, dan kadar air.

Tepung yang digunakan adalah tepung terigu dan tapioka.Tepung


terigu yang digunakan terdiri dari 3 jenis yaitu segitiga hijau,
segitiga biru dan cakra.
Tepung
Dilakukan analisa fisik, analisa organoleptik : warna tepung, bau,
terigu
bentuk, ukuran partikel dan ada tidaknya cemaran (benda asing).
Sedangkan analisa kimia: uji kadar air, kadar abu, kadar gluten
(terigu), iron spot (tambahan zat besi pada terigu), derajat asam
dan pH pada tepung tapioka.

Analisa fisik : pemeriksaan keaslian segel kemasan, kondisi kemasan,


kejelasan label dan kode produksi, batas umur terima dan berat
bruto barang.
Ingredient Analisa organoleptik
Analisa fisik yang dilakukan adalah pemeriksaan kejelasan kode
Seasoning produksi pada karton seasoning, batas umur terima, kesesuaian isi
dengan flavour pada karton, kondisi kemasan, ada tidaknya cemaran
benda asing, ada tidaknya kemasan sambal pasta/kecap/bumbu
pasta yang kembung, kondisi bawang goreng dan berat
brutoseasoning. Analisa organoleptik yang dilakukan adalah
pemeriksaan rasa, warna dan bentuk seasoning. Untuk analisa kimia
yang dilakukan adalah uji kadar air dan kadar FFA untuk minyak
bumbu.
Uji monitoring : kadar NaCl, uji kadar gula, kadar sulfit dan uji
cemaran mikrobiologis.

Analisa fisik yang dilakukan adalah pemeriksaan kondisi pembungkus


luar, kondisi dan arah gulungan roll etiket, kondisi bobin, kondisi etiket,
umur, bau, delaminasi, kualitas cetakan, warna dan ketajaman cetakan.
etiket
Untuk spesifikasi etiket yang dilakukan adalah ketebalan, berat bruto,
lebar etiket setiap pieces, dan panjang pitch
Analisa fisik yang dilakukan adalah pemeriksaan kondisi dan
Karton
kebersihan karton, kondisi ikatan karton dan jumlah karton setiap
ikatan.Untuk spesifikasi karton yang dilakukan adalah pemeriksaan
ukuran (panjang, lebar, tinggi) daya tumpuk karton, kondisi
sambungan lem, warna, cetakan dan kejelasan arsiran pada bagian
atas karton. Uji gramatur.

Analisa yang dilakukan meliputi kehalalan produk, kondisi


Finish good kemasan karton, kondisi plakban, kesesuaian informasi pada
karton dengan standard, jumlah isi setiap kemasan karton,
kesesuaian isi dengan kemasan, kondisi etiket, kesesuaian
informasi etiket dengan standard, kondisi sealing etiket dan
kelengkapan isi produk.
1. 2.

berlangsung
kurang lebih
selama 15
menit
Proses pencampuran dan dengan
pengadukan material- suhu 35C Membentuk lembaran2 adonan
material yang terdiri dari yang mempunyai ketebalan
material tepung dan air tertentu. (1,12-1,18 mm)
alkali

3. Slitter 4.
Berlangsung
selama 2
menit

membentuk untaian mie dengan Proses pemanasan yang


ukuran mie yang standar yang dilakukan oleh uap panas
diakukan oleh sepasang roller yang dengan suhu 98C sebagai media
permukaannya bergerigi penghantar panas.
5. 6.

suatu proses memotong lajur mie pada Menggoreng mi basah dari hasil
ukuran tertentu dan melipat menjadi pengkusan. Suhu minyak diatur secara
dua bagian sama panjang, kemudian bertahap (130-150C). Berlangsung selama
mendistribusikannya ke mangkok 3 menit.
penggorengan.

7. 8.

Tujuan proses pendinginan adalah proses penyatuan dan pembungkusan


untuk mendinginkan mie panas yang mie, bumbu, minyak bumbu dan solid
keluar dari proses penggorengan hingga ingredient lainya dengan menggunakan
diperoleh suhu ± 30°C sebelum dikemas etiket sesuai dengan standar yang telah
dengan etiket ditetapkan
PENGUJIAN

Minyak BK adalah minyak yang awalnya


SAMPEL
dipakai pada proses penggorengan di
produksi, namun ditarik dari proses produksi
dikarenakan nilai FFA pada minyak tersebut
sudah tinggi. Sampel tersebut memiliki
karakteristik berbentuk cairan kental,
berwarna kuning keruh dan memiliki
endapan.
Minyak BK
T
I
T
R
I
M
E
T
R
I

G
R
A
V
I
M
E
T
R
I
P
R Lemak atau minyak dilarutkan dalam pelarut organik
yang sesuai dan telah dinetralkan, selanjutnya asam
I lemak bebas yang terdapat dalam sampel dititrasi dengan
N larutan alkali yang telah distandarisasi hingga berubah
S warna menjadi merah muda seulas.
I
P

K Sampel lemak atau minyak


dilarutkan dengan campuran
E asetat-klorofom. Ditambahkan Pemanasan contoh didalam
kalium iodida, dilanjutkan
R dengan titrasi dengan prinsip
oven pada suhu 105 ± 2°C,
kemudian hilangnya berat
J iodometri hingga kembali ke dalam contoh dihitung sebagai
warna larutan semula putih.
A kadar air.
A
L A
T H A N
A
B
LANGKAH KERJA
Standarisasi KOH
0,05 N

Timbang Larutkan + 3 tetes Titrasi dengan


0,1021 g sampai larut indikator PP larutan KOH
KHC8H4O4 0,05 N sampai
warna merah
muda seulas
Penetapan kadar FFA pada
minyak goreng

Timbang 2-5 g + 30 ml larutan + 3 tetes


sampel isopropanol netral indikator PP Titrasi dengan
larutan KOH 0,05 N
sampai warna
campuran berubah
menjadi pink dan
tidak hilang selama
30 detik
Standarisasi larutan
Na2S2O3 0,005 N

Timbang 0,002 Larutkan 30 ml


dengan air +2 g NaHCO3 + 3 g KI
g K2CR2O7
suling

Kocok,
+ 5 ml HCL diamkan 10 Titrasi denganNa2S2O3
+indikator kanji
pekat mennit diruang 0,005 N sampai warna
gelap biru tepat hilang
Penetapan kadar pov
pada minyak goreng

+30 ml campuran Simpan ditempat


Timbang 6 – 15
asam asetat- + 1 ml KI jenuh gelap selama 1
g sampel
kloroform menit

+ 30 ml Titrasi denganNa2S2O3 0,005


+indikator kanji N sampai warna biru tepat
aquadest
hilang
Penetapan kadar air pada
minyak goreng

Dinginkan Timbang
Keringkan botol
dalam sebagai bobot
timbang dalam oven
desikator ksosong
105 °C selama 15
menit

Dinginkan
Timbang dalam dikeringkan dalam oven 105 ± Timbang 2-5 g
desikator 2°C selama 3 jam sampel
RUMUS DAN PERHITUNGAN
FFA POV

KADAR AIR