Anda di halaman 1dari 21

+

Gagal Jantung Kronik pada Laki-laki 60 Tahun


OLIVIA SARAH KADANG
102016061
+

 SKENARIO 2 : Seorang laki-laki 60 tahun datang diantar


anaknya berobat ke poliklinik RS dengan keluhan sering
sesak bila beraktivitas.

 RM : Laki-laki 60 tahun datang ke RS dengan keluhan sering


sesak bila beraktivitas.
Analisis Masalah
Anamnesi
Prognosis s PF dan PP

Pencegahan WD dan
DD
RUMUSAN
Komplikasi
MASALAH
Etiologi

Penata Gejala Pato Epidemiologi


laksanaan Klinis fisiologi
+
Anamnesis

• Identitas pasien

• Keluhan utama Laki-laki 60 tahun, sesak saat berativitas


sejak 6 bulan yang lalu, batuk kering,
tidak ada riwayat merokok, ada riwayat
• Riwayat penyakit sekarang hipertensi sejak usia 56 tahun, tidak
teratur minum obat dan kontrol, diabetes
• Keluhan penyerta sejak 40 tahun, setahun yang lalu pasien
menjalani CABG, 2 tahun yang lalu
pernah serangan jantung dan dilakukan
• Riwayat penyakit dahulu katerisasi jantung.

• Riwayat kesehatan keluarga


+
Pemeriksaan Fisik

PF
 KU & kesadaran pasien
Pasien tampak sakit sedang,
kesadaran compos mentis .
 TTV
TTV : 160/90mmHg, frekuensi
nadi 65x/menit, frekuensi nafas
 Inspeksi 22x/menit.
Thorax : suara nafas vesikuler,
 Palpasi ronkhi (-/-), wheezing (-/-),
bunyi jantung 1-2 murni
regular, murmur (-), gallop (+)
 Perkusi
Ekstremitas : edema (+/+),
pitting (+/+)
 Auskultasi
+
Pemeriksaan penunjang

 EKG : dapat memberikan


informasi yang sangat
penting meliputi frekuensi
debar jantung, irama
jantung, dan sistem
konduksi.

 Radiografi toraks :
memberikan informasi mengenai
ukuran jantung dan bentuk, serta
vaskularisasi dan kelainan lainnya.
+

Ekokardiografi : Dimensi ruang


jantung, fungsi ventrikel (sistolik dan
diastolik), dan abnormalitas gerakan
dinding dapat dinilai

Laboratorium rutin : darah tepi


lengkap, elektrolit, kreatinin,
enzim hepar, kadar gula darah
sewaktu,serta urinalisis.
+
Working Diagnosis
Differential Diagnosis
WD DD
 GAGAL JANTUNG KRONIK  GAGAL JANTUNG AKUT

 DM TIPE II  GAGAL GINJAL KRONIS

 HIPERTENSI  PPOK
+
Gagal jantung : suatu sindrom klinis atau sekumpulan tanda dan gejala yang
disebabkan oleh kelainan struktural atau fungsi jantung dimana jantung tidak
mampu/ gagal untuk memompa darah secara adekuat sesuai dengan
kebutuhan metabolisme jaringan.

Hipertensi : peningkatan tekanan darah didalam arteri, dimana terjadi


peningkatan tekanan darah diatas normal (<120/<80mmHg) secara kronis
dalam waktu yang cukup lama. Peningkatan ini menyebabkan jantung harus
bekerja lebih keras dari biasanya untuk mengedarkan darah melalui
pembuluh darah.

DM TIPE II : kondisi penyakit yang berlangsung lama (kronis). Dalam


diabetes tipe 2, tubuh tidak memproduksi cukup insulin atau tidak dapat
menggunakan insulin dengan baik. Lemak, hati, dan sel-sel otot tidak
merespon insulin dengan benar -> resistensi insulin
+Gagal Jantung Akut
Ditunjukan kepada suatu kondidi kegagalan fungsi jantung akut
yang cepat dan progresif dalam memompa darah yang memerlukan
terapi segera dapat timbul pada seseorang yang belum atau pun
sudah memiliki riwayat sakit jantung sebelumnya

Gagal Ginjal Kronik


Gagal ginjal menyebabkan penurunan GFR (Glomerulus Filtration
Rate), Tekanan darah jadi meningkat, Retensi cairan meningkat,
Oedem pada perifer dan paru, Terjadi gejala kongesti paru,
Terdapat protein di urine dan pembentukan urine menurun
(oligouria).

PPOK
Menyebabkan sesak nafas, Biasa memiliki riwayat merokok, Sesak
dapat terjadi karena alergen luar, Sesak juga bisa terjadi bila
melakukan aktifitas yang berat, Sesak hilang saat istirahat atau
menggunakan inhaler, Jantung tidak mengalami kelainan.
+
Etiologi

Penyebab dari gagal jantung antara lain disfungsi


miokard, endokard, perikardium, pembuluh darah
besar, aritmia, kelainan katup, dan gangguan irama.
Di Eropa dan Amerika disfungsi miokard paling
sering terjadi akibat penyakit jantung koroner
biasanya akibat infark miokard disusul hipertensi
dan diabetes. Sedangkan di Indonesia belum ada
data yang pasti.
+
Epidemiologi

Di eropa kejadian gagal jantung berkisar 0,4-2% dan


meningkat pada usia yang lebih lanjut, dengan rata-
rata umur 74 tahun. Setengah dari populasi pasien
gagal jantung akan meninggal dalam 4 tahun sejak
diagnosis ditegakkan, dan pada keadaan gagal
jantung berat lebih dari 50% akan meninggal dalam
tahun pertama.
Gejala awal : sering sesak nafas, batuk,
atau perasaan tidak mampu mendapatkan
nafas yang dalam. Batuk non-produktif
ini akan membaik jika diobati dengan
obat gagal jantung.
Gagal Jantung Kronik
Kriteria menurut Framingham
Kriteria Major : Kriteria Minor :
 Paroksismal nokturnal  Edema ekstremitas
dispnea  Batuk
 Distensi vena leher  Dispnea d’effort
 Ronki paru  Hepatomegali
 Kardiomegali  Efusi pleura
 Edema paru akut  Penurunan kapasitas vital
 Gallop S3 1/3 dari normal
 Peninggian tekanan vena  Takikardia (>120/menit)
jugularis
 Refluks hepatojugular
 Kelas I: gejala timbul pada saat aktivitas berat

 Kelas II: gejala timbul saat aktivitas sedang, dimana

aktivitas fisik biasa dapat mengarah pada kelelahan,

jantung berdebar, dispnue, atau nyeri angina; nyaman saat

istirahat.

 Kelas III: gejala timbul pada saat aktivitas ringan,

dimana aktivitas fisik kurang dari biasa dapat mengarah

pada kelelahan, jantung berdebar, dispnue, atau nyeri

angina; nyaman saat istirahat.

 Kelas IV: gejala timbul bahkan pada saat istirahat;

ketidaknyamanan pasien bertambah bila aktivitas fisik

dilakukan
Medica Mentosa:
1. ACE Inhibitor (DOC) = vasodilator & venodilator
2. Diuretic (Thiazide) bila ada oedem (<< preload)
3. Beta Bloker (bisoprolol, karvedilol, metoprolol)
4. Antagonis Reseptor Aldosteron
5. Antagonis Penyekat Reseptor Angiotensin II (ARB)
6. Glikosida Jantung (Digitalis) = ↑ kontraktilitas jtg
7. Nitrat (Vasodilator)
8. Anti koagulan
9. Anti aritmia
Non Medica Mentosa - Bedah:
 Operasi katup
 Pacu jantung
 Heart transplantation – Paling Utama

 Komplikasi

Tromboemboli
Fibrilasi atrium
Kegagalan pompa progresif
Aritmia ventrikel
 Edukasi mengenai gagal jantung,
 Obati penyebab potensial dari kerusakan
miokard
 Pengobatan hipertensi yang agresif
 Monitor berat badan
 Istirahat, olahraga, aktivitas sehari-hari,
edukasi aktivitas seksual, serta rehabilitasi.
 Klinis: semakin buruk gejala pasien, kapasitas
aktivitas, dan gambaran klinis, semakin buruk
prognosis
Pasien di diagnosis menderita gagal jantung kronik.
Hal ini ditegakan dengan ditemukan gejala khas gagal
jantung yaitu sesak nafas saat aktivitas atau istirahat,
progresif, edema tungkai, takipnea, peningkatan
tekanan vena jugularis, dan suara gallop S3 pada
auskultasi.