Anda di halaman 1dari 10

Cardiac Arrest

RSU UMI BAROKAH BOYOLALI


4 MEI 2018
CARDIAC ARREST
• Hilangnya fungsi jantung secara tiba-tiba/
mendadak
• Penghentian sirkulasi normal darah akibat
kegagalan jantung berkontraksi (AHA,2010)
• Dapat terjadi pada orang dengan diagnosa
penyakit jantung sebelumnya/ tidak
Faktor Predisposisi
• Jenis kelamin (pria > wanita)
• Usia
• Hipertensi
• Hiperkolesterolemia
• Merokok (Iskandar, 2008)
Menurut AHA (2010) seseorang dikatakan
mempunyai resiko tinggi dengan cardiac arrest
dengan kondisi :
1. Adanya jejas di jantung
2. Penebalan otot jantung
3. Penggunaan obat jantung
4. Kelistrikan jantung yang abnormal
5. Pembuluh darah yang tidak normal
6. Penyalahgunaan obat
TANDA-TANDA
• Tidak adanya respon
• Ketiadaan pernafasan normal
• Tidak terabanya denyut nadi
Mayoritas penderita cardiac arrest ditimbulkan
oleh adanya aritmia :
1. Ventrikel fibrilasi
2. Ventrikel takikardi
3. Pulseless Electrical Activity
4. Asistol
Algoritma penatalaksanaan henti
jantung pada aritmia
PENGGUNAAN DEFIBRILATOR
Indikasi :
1. Fibrilasi Ventrikel
2. Ventrikel Takikardi tanpa nadi
PROSEDUR
• Pasang elektrode warna merah di bawah klavikula kanan, kuning di
bawah klavikula kiri, dan warna hijau pada apex.
• Putar tombol on, putar switch unsynchronized
• Tentukan ukuran joule yang diinginkan
• Letakkan paddles di dada pasien, yang sebelumnya telah diberi jelly.
• Letakkan satu paddle di sternum bagian atas tepat di bawah
klavikula dan pddle lain di apex
• Lakukan charging dengan menekan tombol charge pada paddles.
• Segera setelah dilakukan charging beri tau tim untuk tidak
menempel pada korban.
• Setiap setelah dilakukan defibrilasi segera lanjutkan CPR kembali.
OBAT-OBATAN
• Oksigen
• Epineprin
• Amiodaron
• NaCl/ Rl