Anda di halaman 1dari 15

ATMOSFER dan POLUTAN POLUSI

UDARA
ATMOSFER
Adalah lapisan gas yang tidak tampak yang
membungkus/menyelimuti bumi.

Unsur-unsur gas yang menyusun atmosfer


terutama unsur nitrogen (N2) 78,08% dan oksigen
(O2) 20,94%. Selain berupa gas, di atmosfer juga
terdapat air (hidrometeor).
LAPISAN ATMOSFER

IONOSFER

OZONE
TEMPAT HIDUP ORGANISME - NITROGEN (N2)
- OKSIGEN (O2)
- AIR
PERANANAN ATMOSFER DALAM
KEHIDUPAN MAKHLUK HIDUP
1. Mengandung berbagai macam gas yang sangat diperlukan
manusia, hewan dan tumbuhan untuk bernafas serta untuk
kebutuhan yang lain nya seperti oksigen, nitrogen , karbon
dioksida dan lain sebagain nya .
2. Sebagai pengendali suhu bumi,keberadaan atmosfer
menghindarkan bumi dari perubahan suhu yang sangat
mencolok.
3. Sebagai perisai radiasi ultraviolet.
4. Sebagai penangkis meteor.
5. Sebagai penunjang komunikasi radio.
POLUTAN POLUSI UDARA
• Polutan adalah zat atau bahan yang dapat mengakibatkan
pencemaran terhadap lingkungan baik (Pencemaran Udara,
Tanah, Air, dsb). Polusi atau pencemaran lingkungan adalah
masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat energi, dan
atau komponen lain ke dalam lingkungan, atau berubahnya
tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau oleh proses
alam sehingga kualitas lingkungan turun sampai ke tingkat
tertentu yang menyebabkan lingkungan menjadi kurang atau
tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya.

Syarat-syarat suatu zat disebut polutan bila keberadaannya dapat


menyebabkan kerugian terhadap makhluk hidup. Contohnya, karbon
dioksida dengan kadar 0,033% di udara berfaedah bagi tumbuhan,
tetapi bila lebih tinggi dari 0,033% dapat rnemberikan efek merusak.
PERBEDAAN POLUSI DAN
POLUTAN
• Polusi artinya pencemaran, bisa pencemaran udara , suara, air,
lingkungan dll.
Sedangkan Polutan itu bahan yang menyebabkan terjadinya
pencemaran lingkungan, contohnya asap, sampah, bahan
berbahaya, dll
JENIS POLUTAN POLUSI UDARA
1. Polutan Primer, merupakan substansi pencemar yang secara
langsung disebabkan oleh sumber polusi. Komposisi dan
bentuk poluton ini sama dengan saat dipancarkan. Contoh
poluton primer, yaitu: CO, CO2, SO, hidrokarbon, nitrogen
oksida, dan berbagai macam partikel lainnya.
2. Polutan Sekunder, merupakan substansi pencemar yang
terbentuk dari reaksi poluton primer di atmosfer. Reaksi ini
bisa terjadi secara otomatis ataupun dengan katalisator,
seperti misalnya sinar matahari.
FAKTOR YANG MENYEBABKAN
PENCEMARAN UDARA
1. Faktor internal
Faktor internal disebut juga dengan factor alam, yang bersumber dari
aktifitas alam, seperti :
• Gas Vulkanik
• Abu yang di muntahkan dari gunung merapi
• Bau yang busuk akibat dari proses sampah organic
2. Faktor Eksternal
Faktor Eksternal disebut juga dengan factor manusia, yang bersumber
dai aktifitas manusia, seperti :
• Hasil pembakaran bahan bakar fosil ( minyak bumi, batu bara)
• Limbah Buangan yang di hasilkan dari pabrik industry yang pastinya
menggunakan zat kimia organic dan anorganik.
• Penggunaan zat kimia yang disemprotkan ke udara.
• Pembakaran sampah rumah tangga
• Pembakaran pohon atau hutan
BEBERAPA POLUTAN
PENCEMARAN UDARA
1. CO2 , merupakan sebuah pencemaran udara yang paling jelas
hal ini dapat dilihat dari meningkatnya kadar gas CO2 di udara.
Karbon diosida ini kebanyakan berasal dari pabrik, dari mesin
yang makai bahan bakar fosil, seperti: minyak bumi dan
batubara. Dan juga berasal dari asap kendaraan bermotor yang
memakan bahan bakar fosil dan pembakaran kayu.
Gambar di atas menunjukan Polusi Udara Pabrik

Asap hitam yang keluar dari salah satu pabrik Kimia di kawasan
pabrik cilegon, salah satu penyebab terjadinya Polusi udara di Kota
Cilegon
Gambar di atas menunjukan polusi udara kendaraan bermotor

Asap hitam yang keluar dari kenalpot motor, salah satu penyebab
terjadi nya polusi udara di Kota Cilegon.
2. CO, Merupakan sebuah proses pembakaran yang disebabkan
dari mesin yang tidak sempurna. dari proses pembakaran
tersebut dihasilkan gas CO (karbon monoksida) yang
dikeluarkan.
3. CFC, Adalah gas chioro fluoro carbon (CFC), merupakan jenis
gas yang dipakai sebagai gas pengembang, karena tidak
bereaksi, tidak memiliki bau, tidak memiliki rasa, dan juga tidak
bebahaya. Umumnya gas ini dipakai untuk mengembangkan
busa kursi, untuk ac (freon), pendingin pada lemari es, serta
untuk hair spray. Gas CFC ini dapat terbang tinggi sampai
menyentuh lapisan stratosfer dimana lapisan gas ozon (O3)
berada. Lapisan ozon sendiri merupakan pelindung bumi
terhadap pengaruh sinar UV (Ultraviolet). Jika tidak ada lapisan
ozon, maka radiasi dari sinar UV yang mencapai permukaan
bumi bisa menyebabkan kematian organisme, tumbuhan
menjadi kerdil, dapat menimbulkan mutasi genetik, dapat
menyebabkan kanker kulit ataupun kanker retina mata.
4. SO, SO2, Disebut juga dengan gas belerang oksida yang ada di
udara dan juga di produksi oleh pembakaran bahan bakar fosil
(minyak bumi dan batubara). Gas jenis ini dapat bereaksi dengan
gas nitrogen oksida dan juga air hujan yang sering kita kenal
sebagai hujan asam. Hujan asam dapat membuat tumbuhan
maupun hewan tanah mati, menyebabkan produksi pertanian
menurun tajam, logam dan besi dapat dengan mudah berkarat
dan bisa merusak bangunan ataupun sarana lainnya.
5. Asap roko, asap rokok mengandung berbagai macam bahan
pencemar udara dan juga bisa menyebabkan ganguan kesehatan
DAMPAK DARI POLUSI UDARA
Dampak ari polusi udara yang paling jelas adalah dapat
mengganggu kesehatan makhluk hidup khususnya manusia,
dapat berdampak hujan asam, efek rumah kaca, kerusakan
lapisan ozon, dan lain sebagainya. Dampak paling umum yang
terjadi akibat terkena paparan dari polusi udara adalah Infeksi
Saluran Pernapasan Akut (ISPA), termasuk asma dan bronkitis.
Beberapa zat poluton mempunyai sifat toksin dan juga
karsinogenik. Yang intinya mempunyai dampak buruk bagi
makhluk hidup dan lingkungan.
KESIMPULAN
Udara merupakan komponen esensial bagi kehidupan , baik
manusia maupun mahkluk hidup lainnya. Udara merupakan
campuran dari gas, yang terdiri dari sekitar 78 %Nitrogen, 20
% Oksigen; 0,93 % Argon; 0,03 % Karbon Dioksida (CO2) dan
sisanya terdiri dari Neon (Ne), Helium (He), Metan (CH4)
dan Hidrogen (H2). Udara dikatakan "Normal" dan dapat
mendukung kehidupan manusia apabila komposisinya seperti
tersebut diatas. Sedangkan apabila terjadi penambahan gas-gas
lain yang menimbulkan gangguan serta perubahan komposisi
tersebut, maka dikatakan udara sudah tercemar/terpolusi.