Anda di halaman 1dari 59

MENGACU PADA

PERATURAN PERMENKES REPUBLIK INDONESIA

NOMOR 4 TAHUN 2016

PENGGUNAAN GAS MEDIS PADA SARANA


PELAYANAN KESEHATAN
• Bahaya Gas Bertekanan
1

• Jenis Gas
2

• Penyesuaian Pewarnaan Tabung Gas


3 Bertekan

• Penyimpanan Dan Penggunaan


4
Gas bertekanan
dipergunakan untuk
berbagai keperluan
dalam pengoperasian
industri dan laboratorium
Keberadaan gas bertekanan merupakan resiko
bahaya yang unik, tergantung pada jenis gasnya,
dimana bahaya mekanis dan kimianya dapat
terjadi secara bersamaan.

Gas-gas tersebut kemungkinan:


 Mudah menyala atau mudah terbakar
 Mudah meledak
 Korosif
 Beracun
 Inert
 Atau kombinasi dari beberapa bahaya
Reaktifitas dan kadar racun dari gas tersebut,
seperti sesak nafas, dapat disebabkan oleh
tingginya kosentarasi dari gas-gas yang tidak
berbahaya seperti Nitrogen

Pada saat gas-gas di tampung dalam silinder


metal yang berat dan bertekanan tinggi,
sebagian besar energi potensial yang
dihasilkan dari tekanan gas tersebut membuat
silinder berpotensi seperti roket atau bom yang
mudah meledak.
Prosedur safety sangat diperlukan
dalam menangani berbagai gas-gas
bertekanan, seperti silinder yang
menyimpan gas-gas bertekanan,
regulator atau kran yang digunakan
untuk mengontrol aliran gas atau
perpipaan yang dilewati aliran gas
Oksidator

Mecekik

Mudah Terbakar
1. Rumus Kimia : O₂

2. Sifat Kimia :
- Merupakan zat yang tidak mudah terbakar
- Bersifat membantu pembakaran
- merupakan oksidator

3. Sifat phisik :
a. Tidak berwarna,tidak berbau dan tidak mempunyai rasa
b. Berat Molekul : 319988 gr/mol
c. Berat jenis/density : 1,3265 gr/Ltr
d. Titik didih pada 1 atm : - 182,92°C
e. Titik kritis : - 118,38°C; 50,14 atm
f. Titik Triple : - 218,80°C; 0,00145 atm
• Mudah menimbulkan kebakaran dan
1 Bahaya ledakan jika bereaksi dengan bahan
bakar atau zat yang mudah terbakar.

• Dalam bentuk cair, jika terkena kulit


Bahaya dapat menyebabkan terbakar dan
kerusakan jaringan kulit.

• Gas oksigen dalam kemasan botol


Bahaya baja mempunyai tekanan yang tinggi
(150 Bar)
5 Upaya Penyelamatan

 Jauhkan oksigen dari minyak, gemuk dan zat


yang mudah terbakar
 Jauhkan oksigen dari sumber api dan bunga
api
 Hati-hati dalam membuka kran oksigen ,
buka pelan-pelan sampai tekanan yang
diinginkan
 Hati-hati dalam membuka kran tanki agar
cairan oksigen tidak terkena badan
 Dilarang menggunakan botol bertekanan
sebagai penyangga
 Dilarang merubah dan memindahkan
tanda label yang dipergunakan
sebagai petunjuk isinya.
 Ditempat penyimpanan oksigen perlu
dilengkapi ALAT PEMADAM
KEBAKARAN dan diberikan tanda-
tanda peringatan “DILARANG
MEROKOK”
 Gunakan APD : sarung tangan kulit,
sepatu, dan kaca mata
6 Tindakan penyelamatan

Jika terjadi kebakaran, perlu tindakan sebagai


berikut:
 Cepat tutup kran pada botol baja atau tangki
jika memungkinkan
 Kosongkan tempat tersebut, kemudian
padamkan api.
 Semprotkan air pada botol baja yang ada
disekitarnya supaya dingin.
 Jika terkena Oksigen cair pada tubuh, siram
dengan air sebanyak mungkin.
1. Rumus Kimia : N₂O

2. Sifat Kimia
- Merupakan zat yang tidak mudah
terbakar
- merupakan oksidator

3. Sifat phisik

a. Tidak berwarna,sedikit berbau dan


berasa manis
b. Berat Molekul : 44,013 gr/mol
c. Berat jenis/density : 1,84 gr/Ltr
d. Titik didih pada 1 atm : - 88,52°C
e. Titik kritis : -36,5°C; 71,72 atm
f. Titik Triple : - 90,83°C; 0,867 atm
 Membantu proses pembakaran
 Menimbulkan sesak napas
 Bersifat sebagai narkotik dalam
kosentrasi tinggi
 Jauhkan N₂O dari sumber panas, api,
minyak, olie dan grease
 Dilarang merubah atau memindahkan
setiap tanda yang digunakan untuk
petunjuk-petunjuk isinya
 Pindahkan penderita ke tempat yang
terbuka dan beri bantuan pernapasan
 Pakailah masker apabila memasuki
ruangan yang sudah terakumulasi oleh
N₂O dengan kosentrasi yang tinggi
 Jika terkena N₂O cair pada tubuh, siram
dengan air sebanyak mungkin
RUMUS KIMIA : N₂

SIFAT KIMIA : Merupakan gas inert

SIFAT FISIK :
a. Tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak mempunyai
rasa
b. Berat Molekul : 28,0134 gr/mol
c. Berat jenis/Density : 1,161 gr/Ltr
d. Titik dih pada 1 atm : - 195,8°C
e. Titik kritis : - 146,89°C; 33,54 atm
f. Titik triple : - 210,00°C; 0,1238 atm
BAHAYA :
a. Menyebabkan tercekik (asphyxiant) pada kosentrasi tinggi.
b. Gas Nitrogen dalam kemasan botol bertekanan tinggi
c. Dalam bentuk cair, jika terkena kulit dapat menyebabkan terbakar
dan kerusakan pada jaringan kulit.

UPAYA KESELAMATAN:
a. Periksa secara periodik
b. Hati-hati dalam membuka kran botol Nitrogen, buka pelan-pelan
sampai tekanan yang diinginkan
c. Hati-hati dalam membuka kran tangki dan flexible hose agar cairan
nitrogen tidak terkena badan
d. Dilarang merobah dan memindahkan tanda label
e. Dilarang menggunakan botol bertekanan sebagai penyangga
f. Penyimpanan Nitrogen harus ditempatkan pada tempat yang cukup
ventilasinya
g. Gunakan APD : sarung tangan kulit, Sepatu dan kacamata. Jika ada
kebocoran, pakai masker dan usahakan jangan menghirup langsung
nitrogen.
TINDAKAN PENYELAMATAN :
Jika terjadi kebocoran botol/tangki Nirogen:
a. Pindahkan botol baja atau portable tank ketempat
terbuka
b. Usahakan untuk dapat menutup kebocoran jika
memungkinkan dan perhatikan arah angin
c. Jika terkena Nitrogen cair pada tubuh, siram
dengan air sebanyak mungkin.
d. Terhadap bahaya tercekik:
- Pindahkan korban ketempat udara bebas
- Beri bantuan pernafasan jika terjadi sesak nafas
- Bawa ke RS terdekat jika kesehatannya belum
membaik.
RUMUS KIMIA : CO2

SIFAT KIMIA :
 Merupakan gas yang tidak terbakar

SIFAT FISIK :
 Tidak berwarna, sedikit berbau tajam dan pedas, rasa
sedikit menggigit
 Berat molekul : 44,01 gr/mol
 Berat jenis pd 0°C : 1,976 gr/Ltr
 Suhu pada 1 atm : - 78,47°C
 Suhu kritis : - 31,08°C
 Tekanan kritis : 73,825 Bar
 Titik triple : - 56,57°C; 5,112 atm
BAHAYA :
a. Dapat menyebabkan tercekik atau mati
lemas tanpa tanda-tanda
b. Cairan yang memancar mempunyai suhu
yang sangat dingin dan segera berubah
jadi padat.
c. Dalam bentuk cair, jika terkena kulit dapat
menyebabkan terbakar dan kerusakan
pada mata
d. Pemanasan menyebabkan tekanan naik
dengan risiko peledakan
UPAYA KESELAMATAN :
a. Periksa secara periodik botol CO₂ terhadap
kemungkinan kebocoran
b. Jangan menaruh botol CO₂ ditempat tertutup
atau ruang bawah tanah
c. Tempatkan botol CO₂ pada tempat
bersih,teduh,dingin,kering tempat yang resiko
kebakaran rendah, jauh dari bahan-bahan
mudah terbakar, dan sumber panas atau
sumber api.
d. Pastikan ventilasi udara cukup sepanjang waktu
e. Gunakan APD: Sarung tangan kulit, sepatu dan
kacamata, jika terjadi kebocoran pakai masker
TINDAKAN KESELAMATAN :
Jika terjadi kebocoran gas CO₂/cairan
yang memancar:
a. Pindahkan botol CO₂ ketempat terbuka
b. Usahakan untuk dapat menutup
kebocoran dan kalau tidak memungkinkan
buang keluar
c. Pindahkan penderita ke tempat udara
bebas, beri bantuan pernafasan
d. Bawa ke RS terdekat jika kesehatannya
belum membaik.
Keputusan Menteri Kesehatan NOMOR
1439/MENKES/SK/XI/2002

a. Syarat Tabung Gas Medis :


1. Tabung gas memiliki sertifikat test yang masih berlaku.
2. Kepala tabung memiliki tutup dan segel
3. Kran / valve tabung mempunyai ulir yang baik

b. Ulir yang berbeda sesuai dengan jenis gas yaitu :


- Oksigen, ulir dalam
- Nitrous oksida, ulir luar
- Karbon dioksida, ulir luar
- Udara tekan ulir, dalam
Berdasarkan SE Menaker No. SE 06/MEN/1996,
pewarnaan botol
 gas dibagi menjadi :
Flammable gas : warna merah (Acetylene,
Hydrogen)
 Poisson gas : warna kuning terang (Chlorine,
CO)
 Oxydator gas : warna biru (Oksigen industri,
N₂O)
 Medical gas : warna putih (Oksigen)
 Inert gas : warna abu-abu (Nitrogen, Argon)
1. Memudahkan dalam produksi
2. Memudahkan dalam handling
3. Menghindari kesalahan pakai
1. TANPA SENTRAL GAS MEDIS

2. DENGAN SENTRAL GAS MEDIS


 Pada umumnya, ulir drat kanan dipergunakan
untuk bukan bahan mudah terbakar, sedang ulir
drat kiri digunakan untuk bahan mudah terbakar
dan oli.

 Penggabungan beberapa peralatan harus


dihindari untuk meminimalkan sambungan yang
tidak diperlukan.

 Ulir dari kran silinder, Regulator dan sambungan lain


harus dipastikan dapat tersambung dengan baik
dan tidak berbahaya.
 Kran silinder harus segera ditutup setelah tidak
dipergunakan, hal ini bukan hanya untuk safety silinder
bertekanan saja, melainkan juga untuk mencegah
terjadinya korosi dan kontaminasi yang dihasilkan dari
difusi udara dan kotoran yang masuk kedalam silinder
pada saat silinder kosong.

 Apabila silinder tidak ada handwheelnya, hanya kunci


inggris atau alat yang sesuai saja yang dipakai untuk
membuka spindle kran nya , dimana kunci inggris atau
alat tersebut tidak boleh dipergunakan untuk
keperluan yang lain

 Tang tidak boleh dipergunakan untuk membuka


spindle kran
• Regulator gas sangat spesifik dan pada
umumnya tidak dapat dipergunakan untuk jenis
gas yang lain
• Regulator dan kran harus tersambung dengan
sempurna
•Setelah kran silinder terpasang kran silinder
dibuka secukupnya (tidak lebih satu putaran)
untuk menunjukan besarnya tekanan pada
regulator gauge dan semua sambungan
diperilksa kebocorannya dengan
menggunakan air sabun

JANGAN MENGGUNAKAN OLI ATAU GEMUK


PADA REGULATOR YANG DIHUBUNGKAN KE
KRAN SILINDER OKSIGEN
PASTIKAN KONDISI
SILINDER DENGAN
KRANNYA AMAN
DI TEMPATNYA
(RANTAI,
PENGIKAT, DLL)
BOTOL ISI BOTOL KOSONG

DIPISAHKAN

BOTOL O2 FLAMMABLE GAS



DIPISAHKAN

BOTOL O2 OLI/MINYAK/GRASE API

DIJAUHKAN
Jarak penyimpanan botol oksigen dengan botol flammable
lainnya
 Silinder jangan sampai digelindingkan
atau di seret
 Jika memindahkan silinder besar,
harus diikat pada Trolley untuk
menjaga keseimbangan
 Memindahkan silinder harus satu
persatu
 Jangan membawa silinder isi dalam
bagasi mobil atau kendaraan tertutup
WAJIB DIPERHATIKAN DALAM SISTEM
SENTRAL

1. Ruang Sentral (storage tank dan silinder gas)


2. Distribusi/instalasi pemipaan
3. Penempatan Outlet
4. Pewarnaan Instalasi
 Penempatan ruang sentral harus cukup aman bagi
kegiatan pelayanan/perawatan, terutama dipikirkan
bahaya ledakan atau kebakaran pada tabung-tabung
gas bertekanan tinggi
 Ruang sentral harus diupayakan jauh dari daerah/sumber
panas, oli dan sejenisnya. Khusus terhadap olie dan
sejenisnya harus sangat hati-hati karena bisa menimbulkan
ledakan apabila terjadi gesekan terutama pada gas
oksigen
 Lokasi ruang sentral diupayakan penempatannya di
tempat yang strategis , mudah dijangkau sarana
transportasi terutama untuk loading unloading gas medis
Lanjutan

 Berikan tanda-tanda peringatan misalnya : “DILARANG


MEROKOK”, DILARANG MASUK SELAIN PETUGAS”
Lanjutan

 Pada ruang sentral gas harus dipasang alat pemadam


kebakaran minimal 1 (satu) unit
 Mengingat pelayanan gas medis terus menerus selama
24 jam maka diperlukan petugas/operator yang harus
menjaganya
 Pada ruang sentral mesin (air compressor dan vacuum)
diperlukan ventilasi yang baik untuk keperluan hisapan
air compressor
 Khusus untuk pembuangan udara pada sentral
vacuum harus diperhatikan agar tidak mengganggu
polusi daerah sekitar pelayanan kesehatan ,
mengingat udara buangan tersebut mengandung
bakteri/kuman
 Untuk membedakan jenis gas pada instalasi pipa harus
dipasang tulisan/stiker yang menyatakan jenis dan arah
aliran gas dengan jarak yang cukup , ataupun memberi
warna mengecat pipa sesuai dengan jenis gasnya masing-
masing
 Pastikan tidak ada oli atau sejenisnya disepanjang instalasi
pipa gas medis terutama pada sambungan atau
connector-connectornya
 Jenis pipa yang digunakan untuk semua
instalasi/pemipaan gas medis harus memenuhi
persyaratan medis dan pada umumnya dipakai pipa
tembaga dengan kadar di atas 97 % atau stainles steel
 Tekanan gas yang keluar dari outlet harus memenuhi
standar tekan medis yaitu :
Oksigen : 4 – 5 kg/cm²
Nitrous Oxide : 4 – 5 kg/cm²
Nitrogen : 4 – 5 kg/cm²
Compressed Air : 4 – 5 kg/cm²
Vacuum : 20 – 60 cm Hg

 Untuk menghindari kesalahan pemasangan setiap outlet


gas medis diberi nama gas , warna yang berbeda, ukuran
drat/skrup tusuk berbeda pula. Dengan demikian conector
gas yang satu tidak akan bisa masuk ke outlet lain
Hal2 yang perlu dihindari untuk meminimalkan losses

1. Pencatatan waktu pemakaian tidak


tepat
2. Tidak tepat memberikan flow O₂ ke
pasien
3. Lupa untuk mematikan Flowmeter
setelah selesai pemakaian
4. Salah melakukan konversi
5. Adanya kebocoran instalasi
6. Penentuan tarif belum sesuai
Kertas, dll
15 m

23 m 7,6 m
Liquid Gas mudah
meledak
Hidrogen
lainnya
LPG dll

7,6 m

Batu bara, kayu dll


BERISI DATA-DATA :
1. SIFAT FISIKA DAN KIMIA
2. BAHAYA YANG TERKANDUNG
DIDALAMNYA
3. PERTOLONGAN PERTAMA YANG
DIBUTUHKAN
4. JENIS MATERIAL YANG SESUAI UNTUK
PEMAKAIANNYA
Jika Botol Baja terjatuh/terguling:

•JANGAN PANIK!!! Biarkan saja Botol Baja/Silinder

1 terjatuh. Jangan coba-coba ditangkap (Berat


kosong ±50 kg; Berat isi penuh 60-70 kg); Kran/Valve
botol terbuat dari Kuningan sehingga aman

2
•Jika terjadi kebocoran…segera pindahkan botol
kearea terbuka (lapangan atau area yang
berventilasi baik)

3 •Tutup Valve dan regulator

•Periksa leher valve dan regulator jika ada kebocoran


4 (jangan mencoba menutup kebocorandengan
plastik atau karet)
5 •Biarkan kebocoran gas tersebut hingga habis

6
•Pastikan area kebocoranaman & bebasdari orang merokok,
api terbukadan bahan-bahan mudah terbakar (minyak-oli,
kertas, kayu-kayu kering dan karet) dan matikan alat-alat
listrik yang adadi area kebocoran dalam radius 7 m

7 •Isolasi dan tutup area kebocoran dari orang-orang


yang tidak berkepentingan

8 •Hubungi Supplier gas anda segera


Bekas di dempul (Tulisan AFKIR
masih kelihatan)
KEJADIAN DI TEMPAT RELASI
Akibat adanya seal karet Pemakaian seal bonit dari karet serta
yang terdapat dalam pen terbuat dari besi cor bisa
kran botol mengakibatkan terjadinya nyala api
Akibat
ketidaktahuan
BERANGKAT
DAN PULANG
BEKERJA BISA
BERCANDA
DENGAN
KELUARGA