Anda di halaman 1dari 12

PERTEMUAN KONSULTASI MASYARAKAT

(PKM)

PEKERJAAN :
DED Peningkatan Jaringan Irigasi dan DED Jaringan Tersier D. I. Oransbari
(3466 Ha) di Kabupaten Manokwari Selatan
PENDAHULUAN
Kabupaten Manokwari merupakan salah satu wilayah dari Provinsi Papua
Barat yang memiliki banyak potensi sumber daya air yang dapat
dikembangkan. Salah satu potensi sumber daya air disini adalah dari
Sungai Warbiadi dan Sungai Waroser, dimana dua sungai tersebut
mempunyai potensi sumber air yang cukup untuk mengairi areal di D.I.
Oransbari seluas 3.466 Ha.
MAKSUD TUJUAN
Maksud pekerjaan ini adalah Tujuan dari pekerjaan ini adalah
meningkatkan kinerja jaringan untuk menyiapkan dokumen
irigasi dengan melakukan perencanaan jaringan irigasi
perencanaan desain jaringan selengkapnya. Melaksanakan
irigasi main system identifikasi dan pengukuran pada
(pengembangan) dan desain lokasi tersebut diatas guna
jaringan irigasi tersier D.I. menunjang data-data perencanaan
Oransbari. teknis.
LOKASI PEKERJAAN
Lokasi pekerjaan berada di wilayah Manokwari Selatan yaitu di D.I. Oransbari.

BPS Distrik Oransbari Dalam Angka 2016


PEKERJAAN INVENTARISASI
D.I Oransbari Memiliki 2 Bendung yaitu Bendung Warbiadi dan Bendung
Waroser. Berikut adalah data jumlah petak dan hasil inventarisasi
bangunan D.I. Oransbari :
Jumlah Petak D.I. Oransbari Jumlah Bangunan D.I. Oransbari
Nama Saluran Jumlah Petak
Nama Bangunan Jumlah
Saluran Primer Warbiadi 10
Saluran Primer Margo Mulyo 3 Bagi Sadap 4 buah
Sadap 29 buah
Total Petak Saluran Primer 13
Bangunan Muka 5 buah
Saluran Sekunder Warbiadi 4
Saluran Sekunder Margo Mulyo 11 Talang 3 buah
Saluran Sekunder Oransbari 9 Gorong-gorong Pembawa 13 buah
Saluran Oransbari Kanan 5 Got Miring 40 buah
Saluran Sekunder Sindang Jaya 7
Gorong-gorong Pembuang 5 buah
Total Petak Saluran Sekunder 36 Bangunan Terjun 32 buah
PETA LAYOUT D.I. ORANSBARI

Hasil Pengukuran Topografi 2017


KEBUTUHAN AIR
Kebutuhan air irigasi yang dimaksud dalam hal ini adalah kebutuhan air guna mengetahui kebutuhan air
ditingkat tersier, sekunder dan primer. Oleh karenanya, untuk analisa kebutuhan air dalam pekerjaan ini
digunakan metode yang sama dengan metode perhitungan kebutuhan besarnya air irigasi (NFR) seperti yang
tercantum dalam Buku Kriteria Perencanaan irigasi, (Dep. Pekerjaan Umum, Th,. 1986).

Hasil Perhitungan kebutuhan air :


NFR : 1,07 liter/ detik/ha
Primer (Pr) : 1,561 liter /detik/ha
Sekunder (Sr) : 1,486 liter /detik/ha
Tersier (Tr) : 1,3375 liter /detik/ha

Modulus Drainase (Pembuang):


Hasil Perhitungan D.m = 5,5 liter/ detik/ha
Ditentukan D.m = 7,0 liter /detik/ha
PERENCANAAN BANGUNAN AIR
KRITERIA PERENCANAAN BANGUNAN AIR
Perencanaan bangunan air di sini adalah perhitungan hidrolis tiap bangunan yang disesuaikan dengan
kebutuhan debit hasil updating.
1. BANGUNAN PENGAMBILAN BAGI / SADAP
Didalam perencanaan irigasi untuk oprasional distribusi air ke layanan diperlukan dua jenis bangunan untuk
box tersier dan box kwarter, dimana bangunan box tersier adalah untuk mengatur distribusi Sub Tersier,
untuk kondisi keluarnya ada pembagian rotasi distribusi yaitu kondisi tidak dapat terakomodir dengan
continous flow. Tetapi untuk yang tanpa perlunya rotasi maka layanannya dengan box kwarter.
2. BANGUNAN PENGATUR
Ada beberapa jenis bangunan pengatur antara lain Ambang Bulat, Ambang Lebar dan Ambang Sekat.
3. BANGUNAN PELENGKAP
Jenis-jenis bangunan pelengkap adalah Gorong-gorong dan Talang.
Gorong-gorong Gorong-gorong pembuang
GAMBAR BOKS TERSIER DAN BOKS KUARTER
GAMBAR SKEMA BANGUNAN D.I. ORANSBARI
SKEMA JARINGAN TERSIER WR.4 Ki.
SKEMA JARINGAN TERSIER WR.2 Ki.