Anda di halaman 1dari 8

ANATOMI DAN FISIOLOGIS

SISTEM INTEGUMEN
SISTEM INTEGUMEN
Sistem integumen adalah sistem organ yang
membedakan, memisahkan, melindungi, dan
menginformasikan manusia terhadap
lingkungan sekitarnya dan merupakan sistem
organ yang paling luas.
Kulit tersusun atas 3 lapisan
1. Epidermis (Kulit Luar)
Merupakan lapisan teratas pada kulit manusia dan memiliki
tebal yang berbeda beda dan tersusun atas
- Melanosit, yaitu sel yang menghasilkan melanin melalui
proses melanogenesis.
- Sel Langerhans, yaitu sel yang merupakan makrofag turunan
sumsum tulang, yang merangsang sel limfosit T, Mengikat,
mengolah dan mempresentasikan anti gen kepada sel
limfosit T.
- Sel Merkel, yaitu sel yang berfungsi sebagai mekanoreseptor
sensoris.
- Keratinosit, yaitu lapisan eksternal kulit tersusun atas
keratinosit (zat tanduk) berupa stratum korneum, stratum
lucindum, stratum granulosum, stratum sipinosum, dan
stratum basal.
2. Dermis
Merupakan bagian yang paling penting di kulit yang sering dianggap sebagai
True Skin karena 95% dermis membentuk ketebalan kulit.
Terdiri atas jaringan ikat yang menyokong epidermis dan menghubungkannya
dengan jaringan subkutis.
Dermis terdiri atas 2 lapisan
- Stratum Papilare, yang merupakan bagian utama dari papila dermis, terdiri
atas jaringan ikat longgar.
- Stratum retikulare, yang lebih tebal dari stratum papilare dan tersusun atas
jaringan ikat padat tak teratur. Terdiri atas serabut serabut penunjang
[kolagen, elastin, retikulin].
lapisan dermis inijuga mengandung sel sel khusus yang membantu mengatur
suhu, melawan infeksi, air menyimpan dan suplai darah dan nutrisi ke kulit.
Komponen dermis meliputi:
• Pembuluh darah
• Pembuluh getah bening
• Kelenjar keringat
• Sebasea kelenjar
• Folikel rambut
• Sensory reseptor syaraf
• Kolagen
• Elastin protein karet
3. Subkutan atau hipodermis
Pada bagian subdermis ini terdiri atas jaringan ikat
longgar berisi sel sel lemak didalamnya.pada lapisan
ini terdapat ujung ujung saraf tepi, pembuluh darah
dan getah bening. Lapisan ini terutama
mengandung jaringan lemak, pembuluh darah dan
limpe, saraf saraf yang berjalan sejajar dengan
permukaan kulit. Jaringan ikat bawah kulit,
berfungsi sebagai bantalan atau penyanggah
benturan bagi organ – organ tubuh bagian dalam,
membentuk kontur tubuh dan sebagai cadangan
makanan.
Fungsi Kulit :
1. Proteksi (melindungi) : kulit menjaga bagian dalam tubuh
terhadap gangguan fisik atau mekanik.
2. Absorsi (menyerap) : kulit yang sehat tidak mudah menyerap air,
larutan dan benda padat. Tetapi cairan yang mudah menguap
lebih mudah diserap, begitu juga yang larut dalam lemak.
3. Regulasi (pengatur panas) : suhu tubuh tetap stabil meskipun
terjadi perubahan suhu lingkungan.
4. Ekskresi (pengeluaran) : kelenjar – kelenjar kulit mengeluarkan zat
zat yang tidak berguna lagi atau zat sisa metabolisme dalam tubuh
berupa nacl, urea, asam urat dan amonia.
5. Persepsi / Reseptor (Peraba) : Kulit mengandung ujung ujung saraf
sensorik di dermis dan subkutis
6. Pembentukan pigmen : Sel pembentuk pigmen (melanosit)
terletak pada lapisan basa dan sel ini berasal dari rigi saraf dan
membentuk warna kulit.
7. Keratininasi : Keratinosit dimulai dari sel basal yang mengadakan
pembelahan.