Anda di halaman 1dari 27

BIOPHARMACEUTICS 1

Click to add Text


Victor S. Ringoringo, SE, MSc.
Faculty of Pharmacy
UNTAG JAKARTA
REVIEW OF MATHEMATICAL
FUNDEMENTALS
1. COMPUTER
2. SCIENTIFIC CALCULATOR CASIO fx-
3800P
3. LOGARITHMS
4. DIFFERENTIAL CALCULUS
5. INTEGRAL CALCULUS
6. GRAPHS  RECTANGULAR AND
SEMILOG

7. CURVE FITTING

8. LEAST-SQUARES METHOD

9. STATISTICS
UNITS IN PHARMACOKINETICS
Parameter Symbol Unit Example
Rate dc/dt Conc / time mcg/ml/hr
Zero order ko Conc / time mcg/ml/hr
First order k 1 / time 1/hr
Drug dose Do Mass mg
Concentra C Mass/volume mcg/ml
tion
Plasma Cp Drug/volume mcg/ml
Concentr
UNITS IN PHARMACOKINETICS
Parameter Symbol Unit Example

Volume V Volume ml

Area Under AUC Conc x time mcg/ml.hr


the Curve
Fraction D F No units 0 to 1
Absorbed
Clearance Cl Volume/time ml/hr

Half -life t1/2 Time hr


KINETIKA LINEAR
Kinetika Linear  First Order Kinetics
Proses Absorpsi, Distribusi dan Eliminasi
pada dosis terapi  kecepatan proses tsb
sebanding dgn jmlh obat yg ada (yg
tinggal). Jumlah obat yg diabsorpsi,
distribusi dan dieliminasi per satuan
waktu semakin sedikit, sebanding dgn
jmlh obat yg belum mengalami proses tsb.
Kinetika 1st Order ini tjd pd proses yg tdk
mengalami kejenuhan.
TUGAS TERSTRUKTUR
PROSES FARMAKOKINETIK DI BAWAH INI
MENGIKUTI KINETIKA LINEAR (FIRST
ORDER KINETICS):
1. ABSORPSI
2. DISTRIBUSI
3. METABOLISME
4. EKSKRESI
 TERDAPAT HUBUNGAN LINEAR
ANTARA LOG KADAR OBAT DLM
PLASMA DGN WAKTU PD FASE
ABSORPSI, DISTRIBUSI DAN
ELIMINASI.
 DOSIS OBAT DGN KADAR PLASMA

 THERAPEUTIC DRUG MONITORING


 DOSAGE ADJUSTMENT
KINETIKA ZERO ORDER
 PROSES YG BERLANGSUNG DGN
KECEPATAN KONSTAN PER SATUAN
WAKTU  TIDAK TERGANTUNG
JUMLAH OBAT YG MASIH TINGGAL

 PROSES DISOLUSI OBAT DAN INFUS


OBAT
TUGAS TERSTRUKTUR
KINETIKA ZERO ORDER MERUPAKAN PROSES YANG BERLANGSUNG
DENGAN KECEPATAN KONSTAN PER SATUAN WAKTU. BERIKUT INI
PROSES YANG MENGIKUTI KINETIKA ZERO ORDER SECARA
SPESIFIK:
A. PROSES DISOLUSI OBAT
B. ELIMINASI
C. DISPOSISI
D. DISTRIBUSI
E. ABSORPSI
KINETIKA NONLINEAR
 ELIMINASI OBAT DALAM DOSIS TOKSIK
MULA2 MENGIKUTI KINETIKA ZERO
ORDER KARENA MENGALAMI KEJENUHAN
 SETELAH JMLH OBAT DLM TUBUH
MENURUN  KEMBALI MENGIKUTI 1ST
ORDER KINETICS
 DIPHENYLHYDANTOIN (DPH) DAN
SALISILAT  TERJADI PADA DOSIS
TERAPI.
 PADA FASE ELIMINASI  KADAR PLASMA
vs WAKTU  NONLINEAR.
 DOSIS vs KADAR PLASMA  NONLINEAR
SISTEM LADME
 DOSIS  EFFECTIVENESS / DOSE
RESPONSE TERGANTUNG PADA
FAKTOR2:
 DOSIS
 EFEK FARMAKOLOGI
 SIFAT FISIKA
 SIFAT KIMIA
 SENYAWA OBAT
 BENTUK SEDIAAN
THE FATE OF DRUGS / NASIB
OBAT
 KADAR PLASMA TERGANTUNG PADA:
 CARA PEMBERIAN
 BENTUK SEDIAAN
 LAJU LIBERASI OBAT DR BENTUK SEDIAAN
 DIFUSI, PENETRASI DAN PERMEASI OBAT
 DISTRIBUSI DLM CAIRAN TUBUH +
JARINGAN
 BIOTRANSFORMASI
 PROSES RECYCLING
 ELIMINASI
 KONDISI FISIOLOGIS PASIEN
SISTEM LADME
1. LIBERASI

1. ABSORPSI

1. DISTRIBUSI

1. METABOLISME/BIOTRANSFORMASI

1. EKSKRESI
1. LIBERASI
 LIBERASI  LANGKAH PERTAMA YG
MENENTUKAN ONSET OF ACTION,
LAJU ABSORPSI, AVAILABILITAS
DLL.
 LIBERASI DIKONTROL
KARAKTERISTIK OBAT.
 LIBERASI TIDAK TERJADI 
LARUTAN + IV
2. ABSORPSI
 AGAR DPT DIABSORPSI  OBAT
HARUS DLM BENTUK LARUTAN
 DISOLUSI  THE RATE LIMITING
STEP
 DISOLUSI  DIFUSI  PERMEASI 
PENETRASI MEMBRAN / LIPOID
BARRIERS
 IV, IA, IC  SIRKULASI SISTEMIK
 SEBAGIAN BESAR OBAT DIABSROPSI
SCR DIFUSI PASIF  TGT pKa OBAT,
Ph LARUTAN, LIPOID SOLUBILITY
BENTUK OBAT TIDAK TERIONISASI /
UNIONIZED.
 OBAT LANGSUNG KE KOMPARTEMEN
SENTRAL  IM, SC, IP, I CUTAN,
NASAL, OCULAR, PULMONAL,
SEBAGIAN REKTAL.
 ORAL DAN SEBAGIAN REKTAL 
REAKSI ENZIMATIK DI SALURAN
CERNA, MELEWATI HEPAR DAN
MENGALAMI METABOLISME.
3. DISTRIBUSI
 SEBAGIAN BESAR OBAT BERIKATAN
DENGAN PROTEIN SECARA PARTIAL.
 OBAT BEBAS  OBAT AKTIF

 TEMPAT AKSI OBAT  BIOPHASE

 BIOPHASE  SEL, KOMPONEN SEL

 O + R  OR  EFEK FARMAKOLOGI
4. METABOLISME
 METABOLISME  HEPAR
 BIOTRANSFORMASI

 O  METABOLIT

 METABOLIT  KURANG AKTIF, LEBIH


AKTIF
 METABOLIT  LEBIH POLAR 
LEBIH MUDAH LARUT DALAM AIR
5. EKSKRESI
 URIN
 EMPEDU

 SALIVA

 ASI

 KERINGAT

 PARU

 REABSORPSI
 LADME  DESAIN OBAT
 ONSET OF ACTION
 DURATION OF ACTION

 INTENSITY OF EFFECT
 OBAT PADA UMUMNYA  DIABSORPSI
CEPAT DAN KUANTITATIF DAN
DIELIMINASI LAMBAT 
MEMPERTAHANKAN KADAR TERAPETIK.
 INI DAPAT DICAPAI BILA  OBAT LARUT,
HIGHLY UNIONIZED, DIABSORPSI SCR
DIFUSI PASIF, t1/2 PANJANG.
 MANIPULASI  KARAKTERISTIK YG
DIINGINKAN.
APLIKASI SISTEM LADME
1. R&D OBAT BARU
2. R&D BENTUK SEDIAAN
3. PENENTUAN PARAMETER
FARMAKOKINETIK
4. EVALUASI BIOAVAILABILITAS
5. PENENTUAN DOSIS EFEKTIF
6. PENYESUAIAN DOSIS
SISTEM LADMER
1. LIBERASI
2. ABSORPSI
3. DISTRIBUSI
4. METABOLISME
5. EKSKRESI
6. RESPONSE
APLIKASI SISTEM LADMER
1. PENGEMBANGAN SENYAWA AKTIF
BARU, ANALOG ATAU DERIVATIV
2. PENGEMBANGAN BENTUK SEDIAAN
DGN KARAKTERISTIK PELEPASAN
YANG DIINGINKAN
3. PENENTUAN PARAMETER F’KINETIK
DAN PROFIL F’KINETIK OBAT
4. PENENETUAN DAN EVALUASI
BIOAVAILABILITAS
5. SELEKSI CARA PEMBERIAN YG PALING
TEPAT
6. PENENTUAN BESARNYA DOSIS EFEKTIF
7. PENYESUAIAN REGIMEN DOSIS UNTUK
MENCAPAI KADAR TERAPETIK YG
DIINGINKAN BERDASARKAN FAKTOR
FISIOLOGIK DAN PATOLOGIK