Anda di halaman 1dari 36

ASKEP TOTAL AV BLOK

NURYANI
PRAJATIYA
RIRIN
SITI
Kondisi gangguan konduksi jantung yang terjadi
bila jalur SA Node ke AV Node (yang
membentuk interval PR pada EKG) terhambat,
maka Interval PR menjadi lebih panjang.
• Gangguan sirkulasi koroner (aterosklerosis koroner atau spasme arteri koroner), misalnya
iskemia miokard, infark miokard.
• Gagal jantung kongestif
• Peradangan jantung, misalnya demam reumatik, peradangan miokard (infeksi miokarditis)
• Karena obat (intoksikasi) antara lain oleh digitalis, quinidin, dan obat antiaritmia lainnya.
• Gangguan keseimbangan elektrolit (hiperkalemia, hipokalemia).
• Gangguan pada pengaturan susunan saraf autonom yang mempengaruhi kerja dan irama
jantung.
• Gangguan psikoneurotik dan susunan saraf pusat.
• Gangguan metabolic (asidosis, alkalosis).
• Gangguan endokrin (hipertiroidisme, hipotiroidisme).
• Gangguan irama jantung karena karmiopati atau tumor jantung.
• Gangguan irama jantung karena penyakit degenerasi (fibrosis system konduksi jantung).
• Chest pain
• Dyspnea
• Confusion
• Pulmonary edema
• AV blok sering menyebabkan bradikardia
• Seperti gejala bradikardia yaitu pusing, lemas,
sinkop, dan dapat menyebabkan kematian
mendadak
(Chirag M Sandesara, MD, FACC, 2014. Journal Of Cardiology. Medscape)
• Stage 1
▫ Belum muncul tanda dan gejala
▫ Bunyi jantung pertama bisa lemah
• Stage 2
▫ Biasanya asimtomatik,
▫ tetapi pada beberapa pasien, merasakan kejanggalan dari detak
jantung, presinkop, atau sinkop dapat terjadi;
▫ Bradikardia (terutama Mobitz II) dan / atau ketidakteraturan
denyut jantung (terutama Mobitz I [Wenckebach]).
▫ Penderita blok Mobitz tipe II sering menderita gejala penurunan
curah jantung
(Chirag M Sandesara, MD, FACC, 2014. Journal Of Cardiology. Medscape)
• Stage 3
▫ Kelelahan, pusing, pusing, presinkop, dan sinkop;
terkait dengan bradikardia
▫ Darah tidak bisa keluar dari atrium dan malah
terdorong kembali ke vena leher, sehingga denyut
tekanan vena jugularis (JVP) nampak jelas seperti
gelombang “meriam (cannon)”.
▫ Tampak tanda-tanda curah jantung yang buruk
seperti hipotensi dan perfusi cerebral yang buruk
• EKG
• Monitor Holter
• Foto dada
• Skan pencitraan miokardia
• Laju sedimentasi
• Elektrofisiologi
• Atropin (0,5 sampai 1 mg) bisa diberikan dengan
bolus IV
• Drip dopamin 2-10 mcg/kBB/mnt atau
ephinefrin 2-10 mcg/mnt.
• Pemasangan alat pacu jantung
• Pacemaker sementara
• pacemaker permanen
• Syok Kardiogenik
Identifikasi dan • Hipotensi
• HR < 50x/min atasi penyebab • Gangguan status
mental
BRADIARITMIA
• Pertahankan jalan • Tanda syok
nafas dan repirasi • Nyeri dada iskemia
• Oksigen • Gagal jantung akut
• Monitor saturasi
• Monitor tekanan darah
Kaji klinis • Akses intravena Bradikardia
pasien • EKG 12 sadapan simptomatik ?
Berikan atropin
(Bila atropin tidak efektif)
• Pacu Jantung Transkutan
• Infus dopamin atau epinefrin dapat
digunakan sebagai alternatif pacu
jantung

Pertimbangkan
• Konsultasi ahli
• Pemasangan Pacu Jantung
Transvenous
ASUHAN KEPERAWATAN
PADA TN. P DENGAN TAVB, NSTEMI
KILLIP IV DI RUANG RESUSITASI IGD
• Tn. P 59 th rujukan dari RSA UGM
• Respon : Alert
• PRIMARY SURVEY
▫ Airway : Jalan nafas paten, tidak ada obstruksi
▫ Breathing: Nafas spontan, Dypsnue, RR: 28x/menit,
SPO2: 95% (mengunakan NRM 10lpm), gasping (-).
▫ Circulation : Nadi teraba lemah dan teratur, CRT 2
detik, HR: 55x/menit, TD: 54/41 mmHg (MAP: 45)
akral dingin, Sianosis (-), suhu: 36°.
▫ Disability : Kesadaran composmentis, GCS E4M6V5.
SEKUNDER SURVEY
• Keluhan utama : nyeri dada
• Riwayat penyakit sekarang
Kurang lebih 1 minggu sebelum MRS pasien mengeluh
sesak nafas, dibawa ke dokter umum 2x tidak ada
perubahan. Kurang lebih 1 hari sebelum MRS pasien
mengeluh nyeri dada, dibawa ke RSA UGM dikatakan
serangan jantung dan dirawat di ruang ICCU, diketahui
hasil EKG ada gangguan irama lalu pasien dirujuk ke
RSUP Dr. Sardjito. Di IGD pasien mengeluh nyeri dada
VAS 5, sesak nafas, pusing, mual, keringat dingin, akral
dingin.
SEKUNDER SURVEY
• Riwayat penyakit dahulu
▫ Alergi : Pasien tidak punya riwayat alergi,baik obat maupun
makanan
▫ Medikasi : keluarga mengatakan tidak meminum obat-obatan
medis yang rutin.
▫ Patient medical hystori : keluarga pasien mengatakan pasien
pernah menderita serangan jantung pada tahun 2013, rencana
dipasang ring tapi keluarga belum setuju karena belum ada biaya.
▫ Last meal : makan pagi jam 07.00 WIB
▫ Event : Tidak ada hal hal yang di alami pasien / cidera yang
menyebabkan adanya keluhan utama. Tidak mempunyai riwayat
DM, hipertensi (-), merokok 1 hari 12 batang baru berhenti 1
minggu yang lalu.
• Data Subjektif
▫ Pasien mengatakan keluhannya nyeri dada seperti
tertindih terus menerus, tidak menjalar, skalaVAS
5
▫ Pasien mengatakan nafas seseg
Data Objektif
• TD : 54/41 mmHg, MAP : 45 mmHg
• HR : 55 x /menit
• RR : 28 x /menit
• Suhu : 36˚ C
• SPO2 : 95 %
• Terpasang O2 NRM 10 lpm
• akral dingin
• pernafasan cepat dan dangkal
• Auskultasi dada RBB +/+
• EKG 8/10/2018 Jam 10.50 di RSA AV Block Dr II tipe 2
• EKG 8/10/2018 Jam 11.35 di IGD ST Depresi di V2,V3,V4,V5 dan TAVB
• Troponin I >40.000 ng/L (RSA UGM Tanggal 07/10/18 jam 18.14)
• CK/CPK 510 U/L
• CKMB 57 U/L
RSA UGM (07-10-2018) : RSS
• Candesartan 1x4 mg • Dopamine 10 mcg
• Atorvastatin 1x40 mg mcg/kgBB/mnt
• Alprazolam 1x0,25 mg
• Laxadin 1x1 cth • Norepineprine 0,05
• Aspilet loading 320 mg mcg/kgBB/mnt
• CPG loading 300 mg • CPG 300 mg
• Arixtra 1x2,5 mg • Atorvastatin 80 mg
• Dopamine 10 mcg • Inj Furosemid 40
• Fentanyl 0,6 mcg (0,1 mg extra
mcg/kgBB)
• Inhalasi combivent / • Furosemide drip
pulmicort 1: 1 5mg/jam
• Furosemide 40 mg (IV) • ISDN 2,5 mg/jam
EKG RSA UGM 08-10-2018 10.50
EKG IGD RSUP Dr.SARDJITO 8/10/18 11.35
RO THORAX 7/10/2018,10:12
DATA FOKUS MASALAH ETIOLOGI

Data Subyektif: Nyeri Akut Ketidakseimbangan


Pasien mengatakan keluhannya nyeri suplai dan kebut.O2
dada seperti tertindih, tidak menjalar, ↓
VAS 5, keringat dingin Iskemia
Data Obyektif: ↓
Akral dingin (+) Metabolisme
Troponin I (↑): >40.000 ng/l anaerob ↑ PH sel ↓
CK/CKP (↑): 510 ↓
CKMB (↑): 57 U/L Asam laktat ↑
EKG 12 Lead: TAVB dengan ST Depresi ↓
lead V2,V3,V4,V5 dengan TAVB Reseptor nyeri
(Simpatik afferent)
DATA FOKUS MASALAH ETIOLOGI

Data Subyektif: Pola nafas tidak Suplay O2 ke paru ↓


Pasien mengatakan nafas seseg, efektif ↓
Data Obyektif : Keb. O2
RR : 28 x/mnt meningkat
Saturasi 95% (NRM 10 lpm) ↓
Auskultasi dada RBB +/+ Kompensasi RR

Takipnue/dypsnue
DATA FOKUS MASALAH ETIOLOGI

Data subyektif : Penurunan Iskemia / infark


Pasien mengatakan keringat dingin curah jantung ↓
Data obyektif : Kontraktilitas
Akral dingin miocard ↓
TD : 54/41mmHg ↓
HR : 55 x/mnt Kelemahan
Saturasi 95% (NRM 10 lpm) miokard
EKG 12 Lead: ST Depresi lead
V2,V3,V4,V5 dengan TAVB
• Nyeri akut berhubungan dengan iskemia
miokard (00132)
• Pola nafas tidak efektif berhubungan dengan
peningkatan kebutuhan oksigen (00032)
• Penurunan curah jantung berhubungan dengan
gangguan kontraktilitas miokard (00029)
• Asuhan Keperawatan Pasien Tn. P dengan NSTEMI Killip IV dengan
TAVB di IGD RSUP DR. Sardjito pada tanggal 8 Oktober 2018.
• Hasil pengkajian pada didapatkan tiga diagnosa keperawatan yaitu :
▫ Nyeri akut berhubungan dengan iskemia miokard.
▫ Pola nafas tidak efektif berhubungan dengan hipoventilasi
▫ Penurunan curah jantung berhubungan dengan gangguan kontraktilitas
miokard.
• Setelah dilakukan implementasi keperawatan semua diagnosa
keperawatan yang muncul belum teratasi.
• Akan dilakukan coronografi (rencama untuk pemasangan TPM)
tetapi kondisi pasien tidak memungkinkan untuk posisi berbaring.
Sehingga perlu dipertimbangkan lagi untuk tindakan coronografi
• American Heart Association (AHA). (2015). Scientific Position, Risk factors and coronary heart disease,
AHA Scientific Position.
• Amin Huda,dkk. (2016). Asuhan Keperawatan Praktis Edisi Revisi Jilid 1
• Brown & O’Connor. (2015). Coronary Heart Disease and Prevention in the United States.
www.nejm.org
• Doenges E. M., Moorhouse F. M., & Geisster C. (2001). Rencana Asuhan Keperawatan: Pedoman untuk
Perencanaan dan Pendokumentasian Perawatan Pasien Edisi 6. Jakarta: EGC
• Hayes, D. (2005). Distress sudden exercise raise heart attack risk, American Heart Association, July 27,
• Gray, H.H., Dawkins, K.D., Morgan, J.M. & Simpson, I.A. (2002). Lecture notes cardiology, (Edisi 4).
Jakarta : Erlangga Medical Series
• Muttaqin, A. (2009). Buku Ajar Asuhan Keperawatan Klien dengan Gangguan Sistem Kardiovaskuler
dan Hematologi. Jakarta : Salemba Medika.
• PERKI. 2015. Pedoman Tata Laksana Sindrom Koroner Akut Edisi Ketiga. Jakarta:PERKI
• 2018. Pedoman Tata Laksana Sindrom Koroner Akut Edisi Keempat.Jakarta.PERKI
• Potter, P.A., & Perry, A.G. (2006). Buku Ajar Fundamental Keperawatan : Konsep, Proses, dan Praktik.
Jakarta: EGC
• Smeltzer, S.C., & Bare. (2001).Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Brunner & Suddarth. Alih
bahasa Agung Waluyo, dkk. Editor Monica Ester, dkk. Ed. 8. Jakarta : EGC
• Price, S.A., & Wilson, L.M. (2006). Patofisiologi – Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit (Edisi 6).
Jakarta: EGC