Anda di halaman 1dari 25

PERSONAL HYGIENE

Renanda Tri Amanda, S. Kep., Ns


Definisi
Personal hygiene berasal dari bahasa yunani.
Personal yang artinya perorangan dan hygiene
berarti sehat.
Upaya seseorang dalam memelihara kesehatan
dirinya untuk memperoleh kesejahteraan fisik dan
psikologis.
SISTEM INTEGUMEN
Struktur pada kulit meliputi :
1. lapisan epidermis (kutikula) yang
terdapat pada bagian atas yang
banyak mengandung sel-sel epitel.
Sel-sel epitel ini mudah sekali
mengalami regeneras. Lapisan ini
tidak mengandung pembuluh darah.
2. Lapisan dermis (korium) yang terdiri atas
jaringan otot, saraf folikel rambut dan kelenjar.
Pada kulit terdapat 2 kelenjar : pertama
kelenjar sebasea yang menghasilkan minyak yang
disebut sebum yang berfungsi meminyaki kulit
dan rambut. Kedua, kelenjar serumen yang
terdapat dalam telingga yang berfungsi sebagai
pelumas dan berwarna cokelat.
3. Lapisan subkutan (adiposa)
ANATOMI KULIT
Lapisan kulit paling luar adalah kulit ari, yang
sangat tipis. Di bawahnya, terdapat berbagai
organ. Setiap 1 cm2 kulit rata-rata mengandung
1 m pembuluh darah, 4 m saraf, 3000 sel sensor
di ujung serabut saraf, 100 kelenjar keringat,
200 ujung saraf perasa sakit, 25 instrumen
perasa, 2 instrumen perasa dingin, 12 perasa
panas, 10 rambut, dan 15 kelenjar minyak.
Fungsi Kulit
 Proteksi tubuh
 Pengaturan temperatur
tubuh
 Pengeluaran pembuangan air
 Sensasi dari stimulus
lingkungan
 Membantu keseimbangan
carian dan elektrolit
 Memproduksi dan
mengabsorpsi vitamin D
MACAM2 PERSONAL HYGIENE
1. Perawatan kulit kepala dan rambut
2. Perawatan mata
3. Perawatan hidung
4. Perawatan telinga
5. Perawatan gigi dan mulut
6. Perawatan kuku kaki & tangan
7. Perawatan genetalia
8. Perawatan tubuh secara keseluruhan
 Meningkatkan derajat kesehatan
seseorang
 Memelihara kebersihan diri seseorang
 Memperbaiki personal hygiene yang
kurang
 Mencegah penyakit
 Menciptakan keindahan
 Meningkatkan rasa percaya diri
Faktor2 yang mempengaruhi
Personal Hygiene

1. Body image
Gambaran individu terhadap
dirinya sangat mempengaruhi
kebersihan diri misalnya
karena adanya perubahan fisik
sehingga individu tidak peduli
terhadap kebersihannya.
Cont…
2. Praktik sosial
Pada anak-anak selalu dimanja dalam
kebersihan diri, maka kemungkinan akan
terjadi perubahan pola Personal Hygiene

3. Status sosial-ekonomi
Personal Hygiene memerlukan alat dan
bahan seperti sabun, pasta gigi, sikat gigi,
sampo, alat mandi yang semuanya
memerlukan uang untuk
menyediakannya
Cont…

4. Pengetahuan
Pengetahuan Personal Hygiene sangat penting karena
pengetahuan yang baik dapat meningkatkan
kesehatan. Misalnya pada pasien penderita DM ia
harus menjaga kebersihan kakinya.

5. Budaya
Di sebagian masyarakat jika individu sakit tertentu
maka tidak boleh dimandikan.
6. Kebiasaan seseorang
Ada kebiasaan seseorang yang
menggunakan produk tertentu dalam
perawatan dirinya seperti penggunaan
sabun, sampo, dan lain-lain.

7. Kondisi fisik
Pada keadaan sakit tertentu kemampuan
untuk merawat diri berkurang dan perlu
bantuan untuk melakukannya.
Dampak yang Sering Timbul pada
Masalah Personal Hyiene

1. Dampak Fisik
Gangguan fisik yang sering terjadi adalah
gangguan integritas kulit, gangguan
membrane mukosa mulut, infeksi pada
mata dan telinga, dan gangguan fisik pada
kuku.
2. Dampak Psikososial
Masalah social yang
berhubungan dengan
Personal Hygiene adalah
gangguan kebutuhan
rasa nyaman, kebutuhan
dicintai dan mencintai,
kebutuhan harga diri,
aktualisasi diri dan
gangguan interaksi
sosial.
Prinsip Hygiene personal

1. Kulit
2. Kuku
3. Rambut
4. Gigi dan mulut
5. Mata
6. Hidung
7. Telinga
8. Perineum
Lingkungan Rumah sakit

Adalah lingkungan perawatan


dan fasilitas perawatan yang
berada di sekitar rumah sakit
yang dapat menunjang atau
mempengaruhi layanan
kesehatan kepada pasien
Tujuan Kebersihan Lingkungan
Rumah Sakit
Memberi rasa aman kepada pasien, baik
jasmaniah maupun rohaniah
Melancarkan pelaksanaan tugas atau
pekerjaan serta kegiatan pengobatan dan
perawatan
Menanamkan kebiasaan hidup sehat, baik
terhadap pasien maupun petugas
Memberikan kepercayaan dan kesan yang
baik terhadap keluarga pasien atau
masyarakat
Riwayat keperawatan
Pemeriksaan fisik
 Rambut
 Kepala

 Mata

 Hidung

 Mulut
 Gigi

 Telinga
 Kulit
 Kuku tangan dan kaki
Diagnosa Keperawatan

Menurut NANDA, diagnosa umum untuk klien


dg masalah perawatan hygiene adalah Defisit
Perawatan Diri.
 Defisit perawatan diri : makan

 Defisit perawatan diri : mandi/hygiene

 Defisit perawatan diri : berpakaian/berhias

 Defisit perawatan diri : eliminasi


Perencanaan dan Implementasi
 Defisit perawatan diri : mandi/hygiene
Yang berhubungan dengan :
- Kurangnya koordinasi, sekunder akibat (sebutkan)
- Kelemahan otot, sekunder akibat (sebutkan)
- Paralisis sebagian atau total, sekunder akibat (sebutkan)
- Keadaan koma
- Gangguan visual, sekunder akibat (sebutkan)
- Tidak berfungsinya atau hilangnya ekstremitas
- Peralatan eksternal (sebutkan) (gips, bidai, alat penyokong,
alat IV)
- Kelelahan dan nyeri paska operasi
- Defisit kognitif
- Nyeri
Kriteria hasil
 Individu akan melakukan aktivitas mandi
pada tingkatan yang optimal sesuai
dengan harapan atau mengungkapkan
kepuasan atas keberhasilan yang dicapai
meski dengan keterbatasan yang dimiliki.
Indikator
 Mengungkapkan kenyamanan dan
kepuasan dengan kebersihan tubuh
 Mendemonstrasikan kemampuan
menggunakan peralatan adaptif
 Menjelaskan faktor penyebab untuk
defisit kemampuan mandi
Intervensi
 Kaji faktor penyebab
 Beri kesempatan klien untuk mempelajari
kembali atau beradaptasi dengan aktivitas
perawatan diri
 Lakukan intervensi umum untuk klien dg
ketidakmampuan untuk mandi
 Berikan penyuluhan kesehatan dan rujukan,
sesuai indikasi
Rasional
Ketidakmampuan untuk melakukan
perawatan diri menimbulkan perasaan
ketergantungan dan konsep diri yang
rendah. Dengan meningkatnya
kemampuan merawat diri, harga diri akan
meningkat.