Anda di halaman 1dari 9

PENDAHULUAN

 obat stimulan sistem saraf pusat yang digunakan untuk menangani


narkolepsi dan attention deficit hyperactivity disorder (ADHD).
Amfetamin mempengaruhi otak dan membuat rasa nikmat,
meningkatkan energi, dan meningkatkan mood (Kemenkes, 2010).
Kondisi intoksikasi stimulan akan menimbulkan beberapa gejala
psikotik, beberapa hari sampai beberapa minggu (Kemenkes, 2010).
 Nama-nama pasaran ( street name )

Speed, Bennies, Dexies, Uppers, Meth, Doe, Crystal, Ice.

 Kemasan fisik
Kapsul, tablet, cairan.
Contoh amfetamin : shabu, ekstasi

 Laevoamfetamin (benzedrin)
 Dekstroamfetamin (deksedrin)
 Metilamfetamin (metedrin)
MEKANISME KERJA
 Amfetamin akan memberikan efek langsung yang bekerja
dalam waktu 15 sampai 30 menit. Apabila dihisap (snort)
maka akan menimbulkan yang lebih cepat (5 hingga 10
menit). Apabila disuntikkan akan memberikan efek yang
seketika dan langsung.
 Efek klinis amfetamin akan muncul dalam waktu 2-4 jam
setelah penggunaan. Senyawa ini memiliki waktu paruh 4-
24 jam dan dieksresikan melalui urin sebanyak 30% dalam
bentuk metabolit. Metabolit amfetamin terdiri dari p-
hidroksiamfetamin, p-hidroksinorepedrin, dan penilaseton.
 Setelah konsumsi metamfetamin, di dalam urine akan
ditemukan amfetamin dan metamfetamin 30% dari dosis
amfetamin/metamfetamin yang dikonsumsi dikeluarkan
dalam bentuk utuh (unchanged) melaui urine, berdasarkan
pH urine :
 Amfetamin/metamfetamin bisa terdeteksi dalam 2-7 jam
setelah penggunaan dan akan tetap terdeteksi 2-4 hari
setelah penggunaan terakhir.
GEJALA KLINIS
 Efek amfetamin hampir mirip seperti adrenalin
namun mempunyai efek kerja yang lebih lama.
Obat ini bekerja dengan cara yang mirip dengan
kokain dimana akan membuat penggunanya
merasa energik. Amfetamin bekerja dengan cara
seperti adrenalin, yaitu sebuah hormon yang
diproduksi secara alami dalam tubuh manusia.
Zat ini di kalangan pengguna napza dikenal
sebagai “upper” yang mana dapat menurunkan
nafsu makan dan akan menyebabkan pengguna
tidak mempunyai rasa lelah.
Pemeriksaan amfetamin serupa dengan intoksikasi kokain, yaitu
a.Takikardi
b.Dilatasi pupil
c.Penurunan atau peningkatan tekanan darah
d.Berkeringat atau mengigil
e.Mual atau muntah
f.Penurunan berat badan
g.Agitasi atau retardasi psikomotor
h.Kelemahan otot, depresi pernapasan, nyeri dada, aritmia jantung
Konfusi, kejang, diskinesia, distonia, koma
Fisik
 Jantung berdebar-debar
 Medriasis
 Tekanan darah naik
 Keringat banyak dan kedinginan
 Mual, muntah

Psikis
 Harga diri meningkat
 Banyak bicara
 Kewaspadaan meningkat
 Halusinasi penglihatan dan rasa gembira/elasi,
sering lepas kendali dan melakukan tindakan
asusilaTingkah laku maladaptif (perkelahian, ggn
daya nilai realitas, ggn fungsi sosial, dan pekerjaan)
GEJALA PUTUZ OBAT
 Perubahan afek/mood (murung, sedih, tidak dapat
merasakan senang dan keinginan bunuh diri)
 Lelah, letih, lesu, tidak berdaya, kehilangan
semangat
 Gangguan tidur (insomnia)
 Mimpi berlebihan sehingga mengganggu tidur
a.Kecemasan
b.Gemetar
c.Mood disforik
d.Letargi
e.Fatigue
f.Mimpi yang menakutkan
g.Nyeri kepala
h.Berkeringat banyak
i.Kram otot dan lambung
j.Rasa lapar yang tidak pernah kenyang
INTOKSIKASI
 Gejala fisik : jantung berdebar (palpitasi), pupil
melebar (dilatasi pupil), tekanan darah naik,
keringat berlebihan, mual dan muntah, tingkah
laku maladaptif, sulit tidur gangguan dilusi
(waham)
 Gejala psikologik : rasa gembira (elation), harga
diri meningkat (grandiosity), bayak bicara
(melantur), kewaspadaan meningkat (paranoid),
halusinasi penglihatan (melihat
bayangan/sesuatu yang sebenarnya tidak ada),
mudah tersinggung.
TX
 Beri Diazepam 10-30 mg oral atau pareteral,atau
Klordiazepoksid 10-
25 mg oral atau Clobazam 3x10 mg. Dapat
diulang setelah 30 menit
sampai 60 menit.
Untuk mengatasi palpitasi beri propanolol 3x10-
40 mg oral