Anda di halaman 1dari 22

KONSEP SEKSUALITAS

Oleh : Mei Rianita E Sinaga, S.Kep.,Ns


Konsep Seksualitas

Seksualitas adalah bagian penting identitas


individu

Seksualitas  mencakup bagaimana yang


anda rasakan mengenai tubuh anda,
ketertarikan terhadap aktivitas seksual,
kebutuhan anda akan sentuhan,
kemampuan akan mengkomunikasikan
kebutuhan seksual dengan pasangan
Kesehatan seksual

merupakan Sebagai “integrasi aspek


somatik, emosi, intelektual dan sosial
seksual manusia dalam cara yang
secara positif memperkaya dan yang
meningkatkan kepribadian,
komunikasi dan cinta
Seksualitas dan fungsi seksual 
aspek kesehatan dan kesejahteraan

Sehingga perawat perlu memberikan Asuhan


keperawatan dengan pengkajian :
Tidak menghakimi
Mendorong klien untuk mendiskusikan
kekawatiran
Memberi anjuran untuk membantu
kembalinya keintiman dan fungsi seksual
Perkembangan seksualitas

Bayi (lahir hingga 18 bulan)


 Mendapat penetapan gender sebagai wanita dan pria
 Membedakan diri sendiri dari orang lain secara
bertahap
Todler (1-3 tahun)
 Identitas gender terus berkembang
 Mampu mengidentifikasi gender diri sendiri
Perkembangan seksualitas

Prasekola (4-5 tahun)


 Menjadi semakin sadar akan diri sendiri
 Mengeksplorasi bagian tubuhnya dengan teman
bermainnya
 Belajar mengontrol perasaan dan perilaku
 Menfokuskan pada orang tua dengan jenis kelamin
yang berbeda
Perkembangan seksualitas

Usia sekolah (6-12 tahun


 Memilih identifikasi yang kuat dengan orang tua
dengan jenis kelamin yang sama
 Cenderung memiliki teman-teman dengan jenis
kelamin yang sama
 Menerapkan kesopanan dan keinginan akan privasi
 Semakin sadar akan diri sendiri
Perkembangan seksualitas

Remaja (12-18 tahun)


 Karakteristik primer dan sekunder berkembang
 Terjadi menarke
 Mengembangkan hubungan dengan pasangan yang
diminati
 Sering terjadi masturbasi
Perkembangan seksualitas

Dewasa muda (18-40 tahun)


 Sering terjadi aktivitas seksual
 Mengembangkan gaya hidup dan nilai diri sendiri
Dewasa menengah (40-65)
 Pria dan wanita mengalami penurunan produksi hormon
 Menopause
 Kualitas menjadi lebih penting daripada kuantitas
hubungan seksual
 Individu mengembangkan standar moral dan etik yang
independen
Perkembangan seksualitas

Lansia (65 tahun keatas)


 Ketertarikan pada aktivitas seksual sering kali
berlanjut
 Mendefinisikan seksualitas sebagai : sentuhan,
pelukan, sikap tubuh romantis (memberi atau
menerima bunga mawar) kenyamanan, kehangatan,
berpakaian, kesenangan dan kecantikan
Faktor yang mempengaruhi
seksualitas

Budaya
 Cara berpakaian berdasarkan jenis kelamin
 Peraturan mengenai perkawinan
 Harapan perilaku peran dan tanggung jawab sosial
cth : iran tradisional wanita tdk diperkenankan bekerja
diluar rumah
 Poligami ( memiliki beberapa pasangan nikah)
 Monogami ( pasangan menikah hanya satu)
Faktor yang mempengaruhi
seksualitas

Nilai Keagamaan
 Memberikan pedoman untuk perilaku seksual dan
situasi yang dapat diterima :
1. Penerimaan hubungan seksual pranikah
2. Menjadi ibu tanpa menikah
3. Homoseksual
4. Aborsi
Aktivitas perilaku seksual yang
menyimpang

Oral Seks dan Seks Anal


Alasan orang melakukan :
1. Coba – coba
2. Terpaksa
3. Fantasi
4. Variasi
5. Menikmati
6. Kelainan : jika kecanduan melakukan seks sesama
jenis atau pada anak-anak
Gangguan identitas Gender

Gender identity disorder adalah gangguan


perilaku seksual yang ditandai dengan
ketidakpuasan psikologis terhadap jenis
kelamin biologis sehingga merasa tidak
puas memiliki jenis kelamin yang
sebenarnya dan merasa lebih senang jika
menyandang gender yang berlawanan
dengan realita.
Ciri – ciri gangguan identitas gender

Kelihatan pada usia 18 bulan sampai dengan 3


tahun
Tidak konsisten pada gender fisik yang
dimilikinya
Tujuan utama seksual bukan mendapatkan
rangsangan tapi lebih mengarah pada upaya
menjalani kehidupan lawan jenisnya
Perasaan tidak nyaman, tidak puas pada jenis
kelaminnya sendiri
Faktor penyebab gangguan identitas
gender

 Anak laki – laki atau perempuan bertingkah laku


maskulin/feminim secara spontan dipengaruhi oleh
keluarga yang mendorong anaknya bertingkah laku
yang tidak sesuai dan dipertahankan dalam waktu yg
lama
 Adanya kontak fisik antara anak laki-laki dan ibunya
dalam waktu lama dan berlebihan membuat anak
tidak tertarik memiliki teman bermain sesuai
Bentuk gangguan identitas gender

 Transvestic fetishim
Adanya rangsangan seksual dengan preferensi lawan jenis
untuk mendapatkan kepuasan seks dengan menggunkan
pakaian lawan jenis
 Male to female
Secara fisik sebagai laki – laki dan mempunyai sifat identitas
gender feminim dan memiliki ketertarikan seksual sebagai
perempuan
Bentuk gangguan identitas gender

 female to male
Secara fisik gendernya perempuan tetapi memiliki sifat
maskulin dan memiliki ketertarikan rangsangan seksual
sebagai laki - laki
 Intersexed individual (hermafrodit)
Seseorang yang terlahir dengan alat kelamin yang tidak
jelas atau ganda  abnormalitas hormonal dan bentuk
fisik
Penanganan gangguan identitas
gender

1. Sex Reassignment Surgery


Dengan melakukan operasi penetapan ulang pada jenis
kelamin
2. Penanganan Psikososial
 Mengadakan komunikasi
 Pengubahan perilaku transeksual
 Pelatihan gender / memperbaiki penkes seks
 Mengeliminasi kecemasan yang berkaitan dengan
gangguan gender
Gangguan seks parafilia

 Parafilia adalah bentuk penyimpangan seksual


kepada objek-objek seksual yang tidak
semestinya
 Adanya unsur sama-sama suka sehingga
memperoleh keterampilan objek seks
menurut stimulus yang diterima dari orang
dewasa pada masa kanak-kanak dan fantasi
seks masa kanak-kanak yang salah
Bentuk – bentuk Parafilia

 Fetisme
Dorongan, fantasi dan perilaku seks yang melibatkan
benda-benda mati dan hal-hal yg tidak lazim
 Voyerisme
Dorongan, fantasi dan perilaku seks muncul dengan
cara mengintif orang lain melakukan hubungan seksual,
tanpa busana dan mandi
Lanjutan…

 ekshibisionisme
Adanya rangsangan jika mempertontonkan alat
kelaminnya kepada orang lain dan muncul berulang kali
secara intens
 sadisme seksual
Fantasi, dorongan dan perilaku seks yang terangsang
dengan melihat tindakan kepada lawan jenisnya.
 masochism seksual
Perilaku seks yang terangsang dengan cara melakukan
penyiksaan terhadap dirinya sendiri