Anda di halaman 1dari 21

STUDI EKOLOGI

Prof Dr. dr Nasrin Kodim, MPH


Departemen Epidemiologi FKMUI
TIPOLOGI
RANCANGAN EPIDEMIOLOGI
1. Rancangan dasar (basic design),
 Kriteria unit pengamatan individu; ada
informasi ttg faktor risiko) & penyakit/
masalah kesehatan.
 Termasuk disini adalah disain kohort,
kasus kontrol & krosseksional.
2. Rancangan tidak lengkap (incomplate design)
3. Rancangan hibride (hybride design).
Karakteristik Studi Ekologi
 Studi ekologi terpokus pd perbandingan kelompok
 Lebih dari 100 th, diaplikasikan pada disiplin ilmu sosial
 Epidemiologi menggunakan Studi ekologi di berbagai
area studi.
 Sampai 1980an, dipandang sebagai studi diskriptif
(membangun hipotes).
 Setelah 1980 an, perhatian pd aspek analitik meningkat
utk uji hipotesis.
 Meskipun mudah & murah tapi interpretasi hasil sulit.
 Ada kebutuhan studi ekologi utk kembangkan kebijakan
EPID ETIOLOGI &
EPID KEBIJAKAN
Dimensi Epid Etiologi Epid Kebijakan
Pendekatan Analitik Diskriptif & modeling
Tujuan Menemukan Kausa Memandu Kebijakan
Aktifitas Proyek Penelitian Sintesa & aplikasi Studi
Data Data Primer Data Sekunder
Subtrat Sampel Populasi
Reffren Waktu Masa Lalu Masa datang
Validitas Internal Internal & Eksternal
Klient Ilmuwan, praktisi Pemerintah
KONSEP
TINGKAT PUNGUKURAN
 Agregat: Rangkuman obs individu pd tiap kelompok.
Contoh proporsi perokok; median penghasil keluarga.
 Lingkungan: Karakteristik fisik tempat tiap kelompok
hidup & Kerja (Tk Polusi; Lama terpajan Matahari)
 Global: Atribut kelompok, orang, tempat, tak ada beda
analogi pd tk individu (kepadatan pddk, UU khusus)
KONSEP
TINGKAT ANALISIS
Level umum analisis & reduksi data semua variabel
1. Analisis individu: nilai tiap var dianal pd unit individu
2. Analisis ekologi
– Lengkap: Semua var ukuran ekologi, unit analisis
adalah kelompok.
– Sebagian: ada tambah infor distri gabung
berdasar var perancu. Misal Insiden Ca per
kabup dg distribusi gabungan umur & status
penyakit).
3. Analisis multi level: teknik modeling khusus yg
gabungkan dua atau lebih tk analisis.
KONSEP
TINGKAT INFERENSI (1)
1. Inferensi Biologik (biobihevioral):
 Estimasi efek pajanan pd tk individu
 Misal efek helem thd kematian pengendara motor
2. Inferensi ekologi:
 Estimasi efek pajanan pd tingkat ekologi
 Misal efek UU hetem thd laju kematian dlm pop
KONSEP
TINGKAT INFERENSI (2)
3. Inferensi cros over (rentan thd bias):
– Estimasi efek ekologi thd risiko individu
– Mis: efek UU helm thd matian pengen motor
4. Inferensi Kontekstual:
– Estimasi efek ekologi thd risiko individu, yg
kontrol efek individu
– Mis: efek wily miskin dg kendali st muskin tk indiv
– Termasuk inferensi individu.
Tk inferens tak selalu sesuai dg tk analisis
RASIONALITAS
STUDI EKOLOGI
1. Biaya murah & mudah: Gunaan data sekder &
gabungan berbagai sbr data.
2. Keterbatasan pengukuran tk individu: Pd pop besar,
p’ukuran pajanan & dosis tk individu tak akurat
3. Terbatasan disain tk individu: jika beda risiko kecil,
studi tk indiv tak praktis, ekologi cakup area yg luas
dapat capai beda lebih besar.
4. Anal kebijakan tingkatkan kebutuhan infer efek
ekolog.
5. Sederhanakan analisis & presentasi: Data besar,
lebih sederhana di analisi & disaji pd tk ekologi
RANCANGAN STUDI
Berdasarkan metode pengukuran pajanan:
 Studi ekologi eksploratori, pajanan spesifik tak
diukur.
 Studi ekologi analitik: pajanan diukur & disertakan
dlm analisis
Dlm praktek kedua studi tsb sinambung, karena
umumnya studi ekologi tidak hanya menguji satu
hipotesis
RANCANGAN STUDI
 Berdasar Metoda pengelompokan
 Studi Ekologi kelompok ganda: Penglompokan
berdasar tempat
 Studi Ekologi kecendr waktu: Pengelompokan
berdasar waktu
 Studi Ekologi Mixed: Pengelompokan bedasar
tempat & waktu
10 DISAIN EKOLOGI
MULTIPLE GROUP
Karakte Studi Explanatori Studi Analitik

Metod bandingkan laju peny di berbagai Modeling ekologi data agregat


wilayah pd periode yg sama berdasar tempat dan waktu.

Tujuan mencari pola spasial yg menjurus Nilai asosiasi ekologi rerata tk


hipotesis etiologi lingkungan pajanan & laju peny antar klmp

Contoh Pemetaan laju kematian Ca berdsr Std korelasi radiasi gama & insi-
kabupaten di US, 1950-59 den Ca pd anak,di reaktor tatom

Tmuan Matian Ca oral Pd pria, tinggi di Ada korelasi positif antara tk


urban timur laut. wanita di rural sltn radiasi gama dg leukemia,

Hiptesis prilaku pd wanita, merupakan faktor asosiasi positif antara tk radiasi


risiko ca oral dan insiden leukomia
11 Disain Ekologi Time Trend
Studi Ekologi Explanatori Studi Ekologi Analitik

Metoda: bandingkan laju peny Metoda: Modeling ekologi data agregat


sepanjang waktu pd area geografi ttt berdasar tempat dan atau waktu.
Tujuan mengestimasi dua atau lebih Nilai asosiasi ekologi perubahan level/
variabel time seri prev pajanan dg laju peny di area ttt .
Contoh: Age period analisis . Kematian Contoh:Hubungan dosis tahunan rerata
melanoma di US 1951-75 radiasi uji nuklir dg Leukomia di eropa.

Temu; Kel yg lahir terkini alami laju Temuan: tak ada hubungan antara
kematian yg lebih tinng dr yg lahi dulu: perubahan dosis radiasi dg laju leukemi

Hipotesis: Peningkatan kematian Kemungkinan pengaruh bias.


melanoma akibat afek kohort.
12 DISAIN EKOLOGI MIXED
Studi Ekologi Explanatori Studi Ekologi Analitik

Metoda: gabungkan gambaran dasar Metoda: Modeling ekologi data agregat


muttiple group & time trend berdasar tempat dan waktu.
Tujuan estimasi dua atau lebih variabel Nilai asosiasi ekologi perubahan level/
muttiple group & time trend prev pajanan dg laju peny banyak klp.
Contoh: Studi perubahan pajanan sinar Contoh:dtudi peminum air berat &
matahari dg dengan melanoma. kematian PJK di Inggris, 148-1964

Temu; pajanan sinan matahari tak Temuan: ada hubungan terbalik antara
banyak berbeda antar wilayah air berat & kematian PJk, pd pria

Hipotesis: Peningkatan kematian Air berat berpengaruh thd kematian PJK


melanoma akibat afek kohort. pd pria
13. ESTIMASI EFEK

 Pd tk individu, bandingkan rate atau risk variabel


dependen kelompok terpajan & tak terpajan.
 Pada studi ekologi multi group,distribusi gab tk indiv
hilang, tak dpt dibanding langsung.
 Contoh, pd studi ekologi yg nilai asosiasi agama dg
kematian bunuh diri, di Prusia, 1883-1890
 Temuan, makin tinggi protestan.makin tinggi
kematian.
 Ternyata yg bunuh diri bukan penganut protestan,
tapi penganut agama lain yg minoritas & tertekan.
14. PERANCU &
EFEK MODIFIKASI
Metoda kontrol perancu :
1. Perlakukan perancu sebagai kovariate dlm model.
–Estimit koefisien pajanan pd model linier setara dg
rate different adjasted.
–Estimasi rate rasio ekologi thd etimasi indiv bias,
meski efek tsb multiplikatif & tak ada bias lain
2. Penggunaan angka standarisasi
–Tak kurangi bias, kecuali jika ada informasi distribusi
gabungan yg biasanya tak tersedia.
Interpret efk modifikasi individu utk ekologi > kmplk
15. MASALAH METODOLOGI
Bias ekologi:
 Studi ekologi gagal cerminkan efek biologi karena tak
ada inform distri gab fr perancu & efek modifikasi
Kendali faktor perancu:
 Kondisi kovariat pd studi ekologi beda & lebih
komplek.
Misklasifikasi dlm kelompok
 Bias misklas non diferent pd studi indiv hampir selalu
dekati nol pd studi ekologi cenderung jauhi null.
 Pd studi indiv, bias misklasifikasi kurangi
kemampuan control perancu,
 Pd studi ekologi tdk, kecuali ada bias cros level.
16 MASALAH LAIN (1)
Data tak adekuat
 Banyak data tak tersedia dlm bentuk agregat

 Data yg ada terlalu kasar, tak lengkap, tak relieble.

 Data dari tempat/ waktu berbeda tak sebanding.

Ambiguitas temporal
 Penggunaan data insiden tak jamin temporal
sekuens.
 Masalah lebih serius pada peny menular, karena frek
penyakit mempengaruhi tk pajanan.
 Keraguan pd studi ekologi terutama time ternd lebih
komplek karena var induksi & latensi tak diketahui
17 . MASALAH LAIN (2)

Kolinieritas
 Berbagai prediktor SSD & lingk lebih berkorelasi satu
sama lain daripada studi individu.
 Sangat sulit pisahkan efek variabel tsb secara
statistik.
 Koliniar masalah paling sering terjadi pd studi
ekologi.
Migrasi lintas kelompok
 Migrasi sering menimbulkan bias seleksi, karena
mgrsi kel & beda prevalen pajanan & penyakit.
 Besar bias & upaya minimalkan tak banyak diketahui
19. INFERENSI KONTEKSTUAL

Adalah inferensi indiv dg tk pengukur multilevel


Variabel indep utama ekologi, perencu individu.
Model regresi logistik dpt digunakan pd infer kontekstual
Penilaian efek pd model akhir regresi ganda.
Ukuran asosiasi yg digunakan adalah ROP.
20. DISAIN & ANALISIS
MULTI LEVEL
– Model logistik secara umum dpt digambarkan dg
persamaan: y = bo + b1X + b2x + b3Xx.
– X adalah variabel pajanan tingkat ekologi
– x adalah variabel perancu tingkat individu.
– Koef reg b1 ekspresi efek konteks var ekologi.
– Koef reg b2 ekspresi efek biologik var perancu
– Koef reg b3 eksp inter efek var ekologi & indiv