Anda di halaman 1dari 27

Penggerusan (Scour)

Rekayasa Sungai
Scour?

Scour terjadi karena perubahan arah aliran secara mendadak. Perubahan aliran
disertai terjadinya vortek yang menyebabkan scour. Beberapa contoh scour yang
ditemui dalam praktek antara lain: scour di sekitar pilar jembatan, di kolam
penenang, di hilir tikungan, dll.
Scour lokal di sekitar sebuah pilar jembatan
Scour di sekitar pilar jembatan
Evaluasi Lokal Scour
Carsten mendefinisikan sebuah bilangan sediment Ns untuk
mendefinisikan fenomena scour

u : kecepatan fluida di dekat dasar ( LeFeuve (1965) menyarankan utk mengganti


dengan kecepatan rata-rata U, krn lebih mudah pengukurannya).
s : berat spesific partikel sedimen
Dg : diameter butiran tipikal dari material padat permukaan (bisa diganti dg D50)
Perhitungan scour karena constriction
(penyempitan)
Perhitungan scour karena constriction didasarkan pada pendekatan
Nell (1973)
• Tentukan kecepatan rata2 U, antara tiang-tiang jembatan karena
Qmax. Perhitungan dilakukan tanpa mempertimbangkan scour.
• Tentukan kecepatan kompeten (dari grafik utk sedimen
noncohesive atau dari tabel utk sedimen kohesive)
• Bandingkan kecepatan rata-rata U, dengan kecepatan kompeten.
Jika kecepatan rata-rata lebih besar dari kecepatan kompeten,
maka terjadi scour.
• Solusi didapatkan dengan mengurangi kecepatan rata-rata
sehingga U < Ucomp.Utk mengurangi kecepatan rata-rata bisa
dengan:
– menambah kedalaman antar pilar dengan merendahkan dasar.
– menambah jarak antar pilar jika memungkinkan.
Lebar bukaan berdasarkan debit desain
Kecepatan kompeten utk material
nonkohesive
Kecepatan kompeten untuk
material kohesive
Scour lokal disekitar pilar
Adalah fungsi dari:
• Karakteristik geometri pilar:
– Panjang (l) pilar
– Lebar (a) pilar
– Sudut serang () dalam bidang vertikal
– Sudut serang () dalam bidang horizontal
• Karakteristik Aliran: kedalaman hulu d1, bilangan
Froude Fr1 bagian hulu.
• Karakteristik material dasar: standar deviasi
campuran sediment (), ukuran rata-rata sediment
D50
• Karakteristik lubang scour: kedalaman scour S, dan
kedalaman terminal scour Sb.
Karateristik Pilar
Rumus-rumus scour
Rumus Carstens
Carstens mengusulkan persamaan berikut utk menghitung scour di
sekitar silinder

Utk mempermudah
perhitungan, rumus tsb
dibuat dalam bentuk grafik
Dimana:
Ns adalah bilangan sedimen Kedalaman scour terminal
Nsc adalah debit sedimen pada kondisi zero dinyatakan sbb.
transport
D adalah diameter silinder
 adalah angle of repose dari campuran sedimen
terendam
t adalah waktu
S adalah kedalaman lubang scour
Rumus-rumus scour (lanjutan)
Grafik rumus Carstens
Rumus-rumus scour (lanjutan)
Rumus Alvarez dan Sanchez (1964)

K1 dan K2 dinyatakan dlm tabel


Rumus-rumus scour (lanjutan)
Rumus Breusers (1965)

a adalah karakteristik
geometri pilar
didefinisikan dalam gbr
sbb.
Rumus-rumus scour (lanjutan)
Rumus Larras (1965) K = 1,0 utk pilar silinder
K = 1,4 utk pilar segiempat dan =0
 adalah sudut kemiringan

Rumus Nell (1973)

harga k diberikan
dalam tabel
Rumus-rumus scour (lanjutan)
Rumus Jain dan Fisher

Untuk pilar gambar no 1

Untuk pilar gambar no 2, 3


Pengaruh geometri penampang pilar terhadap lubang scour

Nell menyarankan lubang scour supaya dikalikan faktor pengali untuk


penampang vertikal pilar sbb.
Pengaruh kemiringah horizontal pilar terhadap lubang scour
Scour lokal di sekitar embankment

Rumus Liu (1961) dan Gill (1972)


Scour lokal di sekitar embankment (lanjutan)

Grafik Rumus Liu (1961) dan Gill (1972)


Contoh:
Tentukan jarak antar tiang di sebuah jembatan sehingga debit 500 m3/detik tidak
menimbulkan scouring yang membahayakan. Hitunglah total scour di sekitar tiang
dan rencanakan jembatan tersebut.
Data:
•Debit desain = 500 m3/detik
•Kurva debit-muka air diberikan pada
gambar
•D50 = 1.00 mm
•s = 2,7 T/m3
•Elevasi dasar sungai antar tiang = 0
•Penampang lintang sungai di mana
jembatan akan dibangun diberikan pada
gambar
• = 200.
Pembahasan
• Step 1: Perkirakan lebar permukaan bersih untuk debit 500 m3/detik
menggunakan gambar hubungan debit-lebar antar tiang. Dari gbr didapatkan
nilai yg bervariasi antara 70 – 100 m. Untuk percobaan pertama diambil T = 80
m.
• Step 2: Menggunakan pendekatan keempat Nell, perkirakan scour yang terjadi
antar tiang.
– Kedalaman aliran untuk Q = 500 m3/detik adalah d = 3,8 m.
– Penampang basah adalah A = 3,80 . 80,00 = 304 m2
– Kecepatan rata-rata penampang adalah: U = Q/A = 500/304 = 1,64 m/detik.
– Tentukan 10% dari kecepatan kompeten dengan menggunakan gambar
(kecepatan kompeten = 1,2 m/detik utk D50 = 1,00 mm). 10%-nya adalah 1,1
. 1,2 = 1,3 m/detik. Menggunakan nilai tsb, kedalaman aman diperkirakan 5
m (dari gambar)
– Untuk kondisi ini, kedalaman scour adalah 5 – 3,8 = 1,2 m. Shg kecepatan
rata-rata penampang menjadi U = 500/(5,0 . 80) = 1,2 m/detik.
Pembahasan (lanjutan)
• Step 3: Tentukan scour di sekitar embankment menggunakan gambar …
– Asumsikan bahwa panjang embankment (a) adalah 8,5 m dari kedua sisi
saluran. Perhitungan dilakukan dengan pers…. dan gambar Grafik Rumus
Liu (1961) dan Gill (1972)
a/d1 = 8,5/3,8 = 2,24
dan dari gambar
S 1,5.3,80
Fr11/ 3  1,5 S 1 / 3
 1,5.3,80 Fr11/ 3
3,80 Fr1
bilangan Froude dapat ditulis sbb.:
U1 Q 500
Fr1   
( gd1 )1/ 2 A1 ( gd1 )1/ 2 A1 ( gd1 )1/ 2
dimana A1 adalah:
A1 = (100 + 2.3,8) 3,8  409 m2
substitusi ke rumus Froude:
500
Fr1  1/ 2
 0,2
409(3,8 g )
S = 1,5.3,8.0,21/3 = 3,35 m
Pembahasan (lanjutan)
• Step 4:
Tentukan kedalaman scour pada tiang dengan asumsi:
1. tidak ada aliran lateral
2. bentuk penampang pilar adalah silinder dengan circular nose a = 1,5 m
3. bentuk pilar dalam bidang vertikal adalah sbb. dengan  = 200

Fenomena scour adalah sangat rumit, perata-rataan dari rumus scour


yang ada digunakan pada langkah 4 ini.
Pembahasan (lanjutan)
• Pendekatan Carsten • Pendekatan Alvarez-Sanchez

K1 dan K2 ditentukan dari tabel

D adalah ketebalan pilar


Pembahasan (lanjutan)
• Pendekatan Larras • Pendekatan Nell
Dari tabel
• Pendekatan Jain dan Fisher
• Pendekatan Breusers

Setelah mengabaikan harga terkecil, diambil rata-rata dari berbagai pendekatan

Setelah koreksi untuk kemiringan vertikal, dihasilkan: