Anda di halaman 1dari 38

CDS EKSTRAKSI GIGI

SULUNG

RABIATUL ADAWIYAH
OVERVIEW CASE
Anak laki-laki 8 tahun ke rsgmp unjani bersama ibunya
Benjolan pada gusi bagian depan RA sejak beberapa hari yang lalu.
Benjolan tersebut pertama kali muncul 1 bulan yl, hilang timbul dan
berpindah-pindah tempatnya.
Saat ini benjolan tersebut tidak terasa sakit.
Riwayat kesehatan gigi:
Px memiliki kebiasaan buruk menghisab ibu jari
Mengunyah 1 sisi (kiri)
Mengkonsumsi susu formula dari umur 3 bulan-2th dan sering terbawa
hingga tidur
Menyikat gigi 2x sehari (pagi dan sore)
Giig pertama kali tumbuh saat usia 1 tahun
Gigi 36 n-erupsi
Gigi 41 sudah erupsi
Pemeriksaan IO:
Tahapan gigi campuran awal
Erupsi lambat
Karies media gigi 52,51,62,63,73
Karies profunda 61,83
Sisa akar gigi 74,84
Benjolan pada gusi depan rahang atas berdiameter 7mm
Mobility grade 2 gigi 52,51,61,71
Mobility grade 1 gigi 62
Gigi sulung terdiri dari gigi anterior dan gigi posterior, yaitu :
Insisivus central,insisivus lateral,Caninus ,Molar 1, Molar 2.

Fungsi gigi susu pada sulung adalah: Mengunyah makanan,


berbicara, estetika/membentuk wajah, Sebagai penuntun
tumbuhnya gigi tetap
PERBEDAAN GIGI SUSU DAN GIGI TETAP
email gigi susu lebih tipis dibanding gigi tetap.
warna gigi susu lebih putih dari pada gigi tetap.
lebar mahkota gigi susu lebih besar dan lebih tinggi
dibanding mahkota gigi susu.
akar gigi susu lebih panjang dan ramping dibanding
mahkota giginya.
akar gigi susu akan mengalami resorbsi ketika gigi
permanen penggantinya mendorong gigi susu tersebut
akar gigi geraham susu lebih mekar
rongga pulpa gigi susu lebih lebar.
bagian apikal pada saluran akar gigi susu lebih besar.
ANASTESI
ANASTESI LOKAL
Tindakan menghilangkan rasa sakit untuk sementara pada satu bagian tubuh
dengan cara mengaplikasikan bahan topikal atau suntikan .

Macam anastesi lokal :


1. Anastesi Topikal
Menghilangkan rasa sakit di bagian permukaan saja karena yang dikenai
hanya ujung-ujung serabut urat syaraf. Bahan yang digunakan berupa salf.

2. Anastesi Infiltrasi
Sering dilakukan pada anak-anak untuk rahang atas ataupun rahang bawah,
mudah dikerjakan dan efektif. Daya penetrasinya pada anak cukup dalam
karena komposisi tulang dan jaringan belum begitu kompak.

3. Anastesi Blok
Digunakan untuk pencabutan gigi molar tetap.menghilangkan kesadaran.
BAHAN ANASTESI
(ANASTETIKUM)
Bahan yang sering digunakan
sebagai anastetikum adalah
lidocaine dan epinephrine
(adrenaline). Lidocaine 2 % dan
epinephrine 1 : 80.000 merupakan
pilihan utama (kecuali bila ada
alergi). Anastetikum tanpa
adrenalin kurang efektif
dibandingkan dengan adrenalin.
Epinephrin dapat menurunkan
perdarahan pada regio injeksi.
Contoh bahan anastetikum :
1. Lidocaine (Xylocaine) HCl 2 %
dengan epinephrine 1 : 100.000
2. Mepicaine (Carbocaine) HCl 2 %
dengan levanordefrin (Neo-
cobefrin) 1 : 20.000.
3. Prilocaine (Citanest Forte) HCl 4
% dengan epinephrine 1 : 200.000
ANASTESI TOPIKAL
Bahan anastesi topikal yang dipakai dapat dibagi sebagai
berikut :
1. Menurut bentuknya : Cairan, salep, gel
2. Menurut penggunaannya : Spray, dioleskan, ditempelkan
3. Menurut bahan obatnya : Chlor Etil, Xylestesin Ointment,
Xylocain Oitment, Xylocain Spray
4. Anastesi topikal benzokain (masa kerja cepat) dibuat
dengan konsentrasi > 20 %, lidokain tersedia dalam bentuk
cairan atau salep > 5 % dan dalam bentuk spray dengan
konsentrasi > 10 %.
Cara melakukan anastesi topikal adalah
:
1. Membran mukosa dikeringkan untuk
mencegah larutnya bahan anastesi
topikal.
2. Bahan anastesi topikal dioleskan
melebihi area yang akan disuntik
(gambar 1) ± 15 detik, kurang dari waktu
tersebut, obat tidak efektif (tergantung
petunjuk
pabrik).
3. Anastesi topikal harus dipertahankan
pada membran mukosa minimal 2 menit,
agar obat bekerja efektif. Salah satu
kesalahan yang dibuat pada pemakaian
anastesi topikal adalah kegagalan
operator untuk memberikan waktu yang
cukup bagi bahan anastesi topikal
untuk menghasilkan efek yang
maksimum.
`
PEMILIHAN SYRINGE
DAN JARUM
Jarum suntik pada kedokteran gigi tersedia dalam 3 ukuran
(sesuai standar American Dental Association = ADA) ;
panjang (32 mm), pendek (20 mm, dan superpendek (10 mm).
ANASTESI INFILTRASI

1. Daerah bukal/labial/RA/RB
• Masuknya jarum ke dalam mukosa ± 2 – 3 mm, ujung jarum berada pada apeks
dari gigi yang dicabut.
• Sebelum mendeponir anastetikum, lakukan aspirasi untuk melihat apakah
pembuluh darah tertusuk sampai tidak ada darah.
• Masukkan obat dengan perlahan dan tidak boleh mendadak sebanyak ± 0,60 ml
(1/3 karpul).
2. Daerah palatal/lingual.
• Masukkan jarum sampai menyentuh tulang. Masukkan obat perlahan dan tidak
boleh mendadak sebanyak ± 0,2 – 0,3 cc.
• Akan terlihat mukosa daerah tersebut putih/pucat
3. Daerah Interdental Papil
• Masukkan jarum pada daerah papila interdental, masukkan obatnya sebanyak ±
0,2 – 0,3 cc.
• Akan terlihat mukosa daerah tersebut memucat
4 Anastesi Intraligamen
• Suntikan intraligamen dilakukan ke dalam periodontal ligamen.
• Suntikan intraligamen dapat dilakukan dengan jarum dan syringe konvensional
atau syringe khusus.
TEKNIK
1. Hilangkan semua kalkulus dari tempat penyuntikan, bersihkan sulkus
gingiva dengan rubber cup dan pasta profilaksis dan berikan desinfektan
dengan menggunakan cotton pellet kecil.
2. Masukkan jarum ke dalam sulkus gingiva pada bagian mesial distal gigi
dengan bevel jarum menjauhi gigi.
3. Tekan beberapa tetes larutan ke dalam sulkus gingiva untuk anastesi
jaringan di depan jarum.
4. Gerakkan jarum ke apikal sampai tersendat diantara gigi dan crest alveolar
biasanya kira-kira 2 mm
5. Tekan perlahan-lahan. Jika jarum ditempatkan dengan benar harus ada
hambatan pada penyuntikan dan jaringan di sekitar jarum memutih. Jika
tahanan tidak dirasakan, jarum mungkin tidak benar posisinya dan larutan
yang disuntikkan akan mengalir ke dalam mulut.
6. Suntikan perlahan-lahan, banyaknya 0,2 ml.
7. Untuk gigi posterior, berikan suntikan di sekitar tiap akar.
8. Dapat pula diberikan penyuntikan di bagian mesial dan distal akar tetapi
dianjurkan bahwa tidak lebih dari 0,4 ml larutan disuntikan ke tiap akar.
9. Cartridge harus dibuang dan tidak boleh digunakan untuk pasien yang lain,
walaupun sedikit sekali larutan yang digunakan.
ANASTESI BLOK
Teknik tidak berbeda dengan anastesi Blok pada orang dewasa,
hanya harus diingat ramus ascendes lebih pendek dan
sempit/cekung dalam arah anteroposterior, foramen mandibula lebih
dangkal (belum dalam) dibanding pada orang dewasa. Pada anak
berada di bawah dataran oklusi. Foramen mentale selalu pada garis
dekar ramus, 2/3 dari permukaan anterior yang konkaf. Pemasukan
jarum lebih dekat beberapa mm pada oklusal plane dibanding
dengan orang dewasa. Dalamnya, masuk jarum ± ½ cm lebih pendek
daripada orang dewasa.
Obat suntik : - ± 1 cc untuk nervus alveolaris inferior
- ± ½ cc untuk nervus lingualis
TANG ANAK UNTUK MAHKOTA GIGI ANTERIOR
RA
Ciri – ciri :
1. Handle sampai dengan beaknya lurus
2. Kedua paruh bila ditutup tidak bertemu
3. Tang untuk gigi kiri dan kanan sama
4. Bentuknya kecil
• Kegunaan :
 Untuk mencabut mahkota gigi anterior
atas sulung
• Keterangan :
 Alat kritis
TANG ANAK UNTUK
MAHKOTA GIGI POSTERIOR
RA
Ciri – ciri :
Handle sampai dengan
beeknya bengkok/membentuk
sudut seperti bayonet
Kedua beek tidak bertemu
•Kegunaan :
u/ mencabut gigi posterior
atas sulung
•Keterangan :
Kritis
TANG ANAK UNTUK SISA AKAR GIGI
POSTERIOR RAHANG ATAS

Ciri – ciri :
Handle dan sampai dengan beeknya
berbentuk bayonet, ada yang
berbentuk S
Kedua paruh bila ditutup akan
bertemu
Tang untuk akar gigi kiri dan kanan
sama
Bentuknya kecil
Kegunaan : u/ mencabut akar gigi
posterior atas sulung
Keterangan : kritis
TANG ANAK UNTUK MAHKOTA GIGI ANTERIOR
RAHANG BAWAH

Ciri – ciri :
Handle sampai beeknya membentuk
sudut 90°
Kedua paruh bila ditutup tidak
bertemu
Tang untuk mahkota gigi kiri dan
kanan sama
Bentuknya kecil
Kegunaan :
Untuk mencabut mahkota gigi
anterior bawah sulung
Keterangan : kritis
TANG ANAK UNTUK MAHKOTA
GIGI POSTERIOR RAHANG BAWAH
Ciri – ciri :
Handle sampai beeknya membentuk
sudut 90°
Kedua paruhnya bila ditutup tidak
bertemu
Kedua paruhnya berlekuk-lekuk
Tang anak untuk mahkota gigi posterior
kiri dan kanan sama
Bentuknya kecil
Kegunaan :
Untuk mencabut mahkota gigi posterior
bawah sulung
Keterangan : kritis
TANG ANAK UNTUK AKAR
GIGI BAWAH SULUNG
Ciri – ciri :
1. Antara handle sampai dengan
beaknya 90°
2. Kedua paruh/beaknya bila ditutup
akan bertemu
3. Tang untuk akar gigi kiri dan
kanan sama
4. Bentuknya kecil
Gunanya : untuk mencabut akar gigi
bawah
Termasuk : alat kritis
CARA MENGATASI
RASA TAKUT
Ada 2 yaitu farmakologi (pemberian anastesi, sedasi dan inhalasi), non
farmakologi (behaviour management)

Behaviour management -> ilmu yang membantu u/ mengerti rasa rakut,


kecemasan dan sikap anak agar didapatkan perawatan gigi yang efektif.

Metode
1. Tell-show-do
memberi tahu, mendemonstrasikan kemudian memperagakan bagian
dari prosedur.
2. Distraksi
Mengarahkan dan mengabaikan perhatian dari tindakan ke lain hal.
3. Positive reinforcement
Reward atau hadiah bila berprilaku kooperatif
4. Modelling
Mencontohkan/ mendemontrasikan bagaimana perilaku yang baik
5.Playful humor
Using fun labels and sugesting us of imagination
Verbal dan nonverbal communication
•Menunjukkan rasa ketertarikan terhadap kesukaan
anak
•Memanggil dengan nama panggilan kesayangan
•Berikan informasi kesehatan sebanyak-banyaknya
dengan bahasa yang mudah di pahami orang tua anak
•Berikan intruksi yang jelas
•Berkomunikasi sesuai umur pasien dan sesuai
perkembangan fisik maupun emosional pasien
•Fokus pada hal positif yang dimiliki pasien
•Menyesuaikan adat, budaya setempat.
Teknik pride
1. Praise : memberi pujian/ penguat sosial ini bisa diberi label
atau tidak berlabel.
2. Reflection : mendengarkan anak dan dapat melakukan
pengulangan simple dari beberapa kata dari anak.
3. Inquire : ajukan pertanyaan yang membuat anak bercerita
dan merefleksikan perasaanya pada saat perawatan gigi
4. Describe : memuji anak atas perilaku positif, contoh
“hebat bisa buka mulut lebar”
5. Entuasiasm : memainkan peranan u. melawan imej negatif
dari perawatan gigi. Untuk anak yang lebih kecil, kadang
orang tua harus lebih berperan dibandingkan dental team.
UNTUK MEMBUAT ANAK LEBIH KOOPERATIF SELAMA
PERAWATAN DAPAT DILAKUKAN HAL-HAL BERIKUT :

Tunjukkan rasa empati dan peduli terhadap perasaan px


ataupun mainan favoritnya
Gunakan nama panggilan kesayangan di rumah u/
berkomunikasi
Gunakan instruksi yang jelas, seperti “buka mulutnya, ya”
dibandingkan “apakah kamu membuka mulut sekarang?”
dan beritahu apa yang boleh/ tidak boleh dilakukan.
Fokus pada hal positif yang dimiliki px dan tidak mengungkit
kelakuqn negatif
Hindari menyebutkan bahwa anak laki-laki menyukai mobil-
mobilan dan perempuan menyukai boneka, utarakan
kesukaan anak.
ETIOLOGI
Karies multifaktorial : host,agen, substrat, waktu.

Etiologi : asam laktat


Faktor resiko :
Fakdis :

Demineralisasi enamel merupakan kehilangan mineral


enamel karna suasana asam di rongga mulut. Karies utama
disebabkan o/ asam laktat dan asetat yang bercampur
melalui dental plak yang masuk diantara enamel rods
sehingga cairan yang berada distruktur enamel PH nya
menjadi turun, menyebabkan demineralisasi.
Sisa makanan
demineralisasi White spot
tidak dibersihkan

Ph tidak
Membentuk
seimbang kritis Karies email
dental plak
5,5

Bakteri menenpel
dipermukaan gigi
Maturasi plak Karies media
(lactobacillus dan
s.mutans)

Aktivitas bakteri :
Memebentuk
intrasel, dan Karies profunda
kolonisasi awal
ekstrasel
Saraf di bag.
Pembengkakan
Nekrosis pulpa Jaringan lunak
pada bukal
tertekan

Bisa
Menyebar ke
Invasi bakteri menyebabkan
jaringan lunak
sakit berdenyut

Pembentukkan
Invasi berlanjut
pus (liquefaction
menembus
jaringan) pada
tulang
periapikal
RENCANA
PERAWATAN
Pemeriksaan IO:
Tahapan gigi campuran awal
Erupsi lambat
Karies media gigi 52,51,62,63,73
Karies profunda 61,83
Sisa akar gigi 74,84
Benjolan pada gusi depan rahang atas berdiameter 7mm
Mobility grade 2 gigi 52,51,61,71
Mobility grade 1 gigi 62
EKSTRAKSI GIGI SULUNG
Indikasi :
1. Natal tooth/neonatal tooth
Natal tooth : gigi erupsi sebelum lahir
Neonatal tooth : gigi erupsi setelah 1 bulan lahir dan biasanya gigi:
• Mobiliti
• Dapat mengiritasi : menyebabkan ulserasi pada lidah
• Mengganggu untuk menyusui
2. Gigi dengan karies luas, karies mencapai bifurkasi dan tidak dapat direstorasi
sebaiknya dilakukan pencabutan. Kemudian dibuatkan space maintainer.
3. Infeksi di periapikal atau di interradikular dan tidak dapat disembuhkan kecuali
dengan pencabutan.
4. Gigi yang sudah waktunya tanggal dengan catatan bahwa penggantinya sudah
mau erupsi.
5. Gigi sulung yang persistensi
6. Gigi sulung yang mengalami impacted, karena dapat menghalangi pertumbuhan
gigi tetap.
7. Gigi yang mengalami ulkus dekubitus
8. Untuk perawatan ortodonsi
9. Supernumerary tooth.
10. Gigi penyebab abses dentoalveolar
Kontra Indikasi :
1. Anak yang sedang menderita infeksi akut di mulutnya.
Misalnya akut infektions stomatitis, herpetik stomatitis.
2. Blood dyscrasia atau kelainan darah, kondisi ini mengakibatkan
terjadinya perdarahan dan infeksi setelah pencabutan..
3. Pada penderita penyakit jantung.
Misalnya : Congenital heart disease, rheumatic heart disease yang
akut.kronis, penyakit ginjal/kidney disease.
4. Pada penyakit sistemik yang akut pada saat tersebut resistensi tubuh
lebih rendah dan dapat menyebabkan infeksi sekunder.
5. Adanya tumor yang ganas, karena dengan pencabutan tersebut
dapat menyebabkan metastase.
6. Pada penderita Diabetes Mellitus (DM).
7. Irradiated bone
Pada penderita yang sedang mendapat terapi penyinaran
INDIKASI PENCABUTAN MOLAR SATU TETAP
Beberapa pertimbangan pencabutan gigi molar satu tetap
• Jika sebuah molar satu permanen dicabut sebelum molar
dua permanen erupsi, maka molar satu permanen akan
bergerak ke mesial dan mengisi tempat molar satu tetap.
Masalah ortodonsi akan kecil kemungkinan terjadi.
• Jika pencabutan molar satu dilakukan setelah molar dua
erupsi, maka molar dua akan tilting ke mesial sehingga
menyebabkan masalah ortodonsi.
• Jika tiga molar satu permanen sudah indikasi pencabutan,
sebaiknya molar satu yang tinggal dicabut, agar susunan
molar dua simetris.
TEKNIK PENCABUTAN
Untuk gigi sulung berakar tunggal :
Gerakan rotasi dengan satu jurusan diikuti dengan gerakan
ekstraksi (penarikan).
Untuk gigi berakar ganda :
Gerakan untuk melakukan pencabutan adalah gerakan
luksasi pelan-pelan juga.
Gerakan luksasi ini ke arah bukal dan ke arah palatal, diulang
dan juga harus hati-
POSISI
PENCABUTAN
• Memeriksa kelengkapan alat dasar dan alat ekstraksi yang akan digunakan pada baki.
• Memeriksa kebersihan alat yang akan digunakan (kering dan bersih)
• Mencuci dan mengeringkan tangan
• Menggunakan masker + sarung tangan
• Atur posisi operator
• Tang ekstraksi di pegang dengan tangan kanan.
• Aplikasi tang pada gigi 61
• Lakukan luksasi kearah palatal, dan bukal serta dapat dilakukan rotasi
• Menarik gigi keluar dari soket
• Melakukan pemujatan pada gingiva disekitar soket gigi
• Aplikasikan tampon yang telah diberi larutan antiseptic (povidon iodine) dan minta
pasien untuk menggitnya
• Memberikan instruksi :
1. Tampon di gigit selama 1 jam
2. Jangan minum air panas dulu
3. Tidak boleh sering meludah dan berkumur
4. Luka tidak boleh dihisab- hisab
5. Luka jangan dimainkan dengan lidah atau jari
• Memberikan resep kepada psien : antibiotik dan analgetik selama 5 hari
Prognosis : adbonam
Komplikasi : sepsis, nyeri , pengunyahan terganggu,
NOTE !!!
Anatomi gigi, waktu pergantian gigi,tang pencabutan pada
gigi anak,teknik anestesi anak,teknik pencabutan dan posisi
operator dan pasien, instruksi,obat obatan yang akan
diberikan