Anda di halaman 1dari 27

Politik

Ekonomi Islam

Oleh Muhammad Ismail Yusanto


“Hampir-hampir kemiskinan
itu menjadikan seseorang
kufur.” (HR. Abu Nu’aim)
Politik Ekonomi
• Tujuan yang ingin dicapai dari
pelaksanaan hukum-hukum yang
digunakan untuk mengatur dan
menyelesaikan berbagai urusan
hidup manusia.
SISTEM

EKONOMI POLITIK

DANA KEBIJAKAN

KESEHATAN PENDIDIKAN KEAMANAN INFRASTRUKTUR


Kemiskinan

• Kemiskinan struktural
Disebabkan oleh kondisi struktur perekonomian
yang timpang dalam masyarakat, baik karena
kebijakan ekonomi pemerintah, penguasaan
faktor-faktor produksi oleh segelintir orang
• Kemiskinan kultural
Karena faktor budaya atau mental masyarakat
yang mendorong orang hidup miskin, seperti
perilaku malas bekerja, rendahnya kreativitas dan
tidak ada keinginan hidup lebih maju.
• Kemiskinan natural
Terjadi secara alami, antara lain yang disebabkan
oleh faktor rendahnya kualitas sumber daya
manusia dan terbatasnya sumber daya alam.
Kemiskinan pada dasarnya
berpangkal pada masalah
distribusi kekayaan yang
tersendat, timpang dan tidak
adil.

“… supaya harta itu jangan hanya beredar


di antara orang-orang kaya saja di antara
kamu …” (TQS. Al-Hasyr : 7).
Politik Jaminan pemenuhan
Ekonomi • SEMUA kebutuhan pokok (primer)
Islam
• SELURUH individu masyarakat

• Kebutuhan pelengkap (sekunder


dan tersier) sesuai kesanggupan
dan gaya hidup (life style)
BUKAN dalam perspektif:

• Kemakmuran kolektif rata-rata


POLITIK (agregat)
EKONOMI
• Kemakmuran negara semata
ISLAM
• Terbatas dalam pandangan Islam,
berupa:

• Kebutuhan barang (pangan,


sandang dan papan)

• Kebutuhan jasa (keamanan,


pendidikan dan kesehatan).
Kebutuhan Pokok
Perspektif Islam
• Mekanisme tidak langsung

Menciptakan kondisi dan sarana


pemenuhan kebutuhan pokok
barang

Strategi • Mekanisme langsung

Negara secara langsung


memenuhi kebutuhan jasa pokok
berupa pendidikan dan kesehatan.
1. Kewajiban bekerja

2. Penyediaan lapangan kerja

3. Kewajiban ahli waris

Mekanisme 4. Subsidi baitul mal


Tidak Langsung 5. Dlaribah
• Hukum bekerja fardhu
“Dialah (Allah)yang menjadikan bumi itu
mudah bagi kamu, maka berjalanlah di
segala penjurunya, serta makanlah
sebagian rezeki-Nya.” (QS. Al-Mulk : 15)

“…Maka bertebaranlah kamu di muka


bumi, dan carilah karunia Allah dan
ingatlah Allah sebanyak-banyaknya supaya
kamu beruntung.” (QS. Al-Jumu’ah :10)

“Allah-lah yang menundukkan lautan


untukmu supaya kapal-kapal dapat
berlayar padanya dengan izin-Nya, dan
supaya kamu dapat mencari sebagian
KEWAJIBAN karunia-Nya dan mudah-mudahan kamu
BEKERJA bersyukur” (QS. Al-Jatsyah :12)
• Lebih mulia
“Tidaklah seorang di antara kamu, makan
suatu makanan lebih baik daripada memakan
dari hasil keringatnya sendiri” (HR. Baihaqi)

• Menghapus dosa

“Barangsiapa pada malam hari merasakan


kelelahan dari upaya keterampilan kedua
tangannya pada siang hari maka pada malam
itu ia diampuni.” (HR. Ahmad)

“Sesungguhnya di antara perbuatan dosa ada


dosa yang tidak bisa terhapus (ditebus) oleh
(pahala) shaum dan Shalat. Ditanyakan pada
beliau : ‘Apakah yang dapat
menghapuskannya, Ya Rasulullah ?” Jawab
DORONGAN Rasul saw: “Bekerja (kesusahan) dalam
KERJA mencari nafkah penghidupan”(HR. Abu
Nu’aim)
• Disukai Allah dan Rasulullah
“Sesungguhnya Allah Ta’ala senang melihat
hamba-Nya bersusah payah (kelelahan)
dalam mencari rizki yang halal.” (HR.
Adailami)

• Didoakan Rasulullah
“Ya Allah! Berikanlah keberkahan kepada
ummatku, pada usaha yang dilakukannya di
pagi hari.” (HR. Tirmidzi) .

Rasulullah saw pernah “mencium” tangan


Sa’ad bin Mu’adz ra kemudian Rasululllah saw
bersabda :
DORONGAN “(Ini adalah) dua tangan yang dicintai Allah
Ta’aala”
KERJA
• Seorang muslim diperbolehkan bekerja
keras untuk meraih imbalan atau
penghargaan (reward): Gaji, kedudukan,
karier dll

• Diperbolehkan juga bekerja keras


karena khawatir terhadap hukuman
(punishment) yang akan diterima :
penghasilan kurang, karier terhambat,
jabatan turun.

DORONGAN • Semuanya diperbolehkan selama


KERJA dilakukan sesuai syariah dan motivasi
utamanya adalah ibadah.
• Kewajiban negara
• Penyediaan sarana dan
kesempatan kerja
• “Seorang Imam adalah pemelihara
dan pengatur urusan (rakyat), dan
ia akan diminta
pertanggungjawaban terhadap
rakyatnya.” (HR. Bukhari dan
Muslim)
• “Makanlah dengan satu dirham,
PENYEDIAAN dan sisanya belikanlah kapak, lalu
LAPANGAN gunakanlah ia untuk bekerja.” (Al-
KERJA Hadits)
• Lapangan kerja terbentuk bila ada
kegiatan ekonomi
• Kegiatan ekonomi terjadi bila uang
beredar
• Maka negara harus menjaga agar
uang terus beredar (velocity of
money terjaga) dengan: 1)
melarang riba dan judi 2)
melarang penimbunan uang 3)
mewajibkan zakat 4) dorongan
shadaqah
PENYEDIAAN
LAPANGAN • Riba dan judi menimbulkan bubble
economy, menghambat distribusi,
KERJA
melanggengkan kesenjangan
pendapatan
• Ahli Waris adalah semua orang
yang berhak mendapat warisan
(QS. Al-Baqarah :233)
• Suami menafkahi Istri
• Ayah menafkahi anaknya
• Anak menafkahi kedua orang
tuanya

KEWAJIBAN • Negara berhak memaksa yang


mengabaikan
AHLI WARIS
• Keluarga membantu karib kerabat
• Berasal dari harta zakat dan di
luar harta zakat
• Bagi Muslim maupun kafir dzimmi
• “Siapa saja yang mati
meninggalkan hutang atau ahli
waris yang lemah, maka
datanglah mereka kepadaku
sebab aku adalah
penaggungjawabnya.”
KEWAJIBAN • Umar bin Khathab telah
BAITUL MAL membangun suatu rumah yang
diberi nama “daar ad daqiiq”
(rumah tepung).
• Saat baitul mal krisis

• Kewajiban kepada seluruh kaum muslimin


yang berkelebihan harta

• Ditarik sebatas kebutuhan


• Rasulullah SAW telah mengambil sebagian harta
milik orang-orang kaya Bani Nadhir dan
membagi-bagikannya kepada sahabat Muhajirin
yang fakir

• “Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk


orang miskin yang meminta dan orang miskin
yang tidak mendapat bagian.” (QS. Adz
DLARIBAH Dzariyaat 19)

• “Sesungguhnya pada harta benda itu ada hak


(untuk diambil) diluar zakat.” (HR Turmudzi)
• “Sesungguhnya aku diperintahkan
untuk memerangi manusia sampai
mereka mengucapkan Laa ilaha
illallahu Muhammadur Rasulullah.
Apabila mereka telah
melakukanya (masuk Islam atau
tunduk kepada atruan Islam)
maka terpelihara oleh-Ku darah-
darah mereka, harta-harta mereka
kecuali dengan jalan yang hak.
JAMINAN
Dan hisabnya terserah kepada
KEAMANAN Allah. (Al-Hadits)
• Mauquqis, Raja Mesir, pernah menugaskan
dokter untuk Rasulullah SAW, dan difungsikan
sebagai dokter kaum muslimin dan untuk
seluruh rakyat,

• Delapan orang Urairah baru masuk Islam lalu


terserang penyakit limpa. Mereka diperintahkan
beristirahat di pos penggembalaan ternak kaum
Muslimin milik Baitul mal hingga sembuh dan
gemuk kembali

• Sayyidina Umar ra telah membantu suatu kaum


yang terserang penyakit lepra di jalan menuju
Syam
JAMINAN
• Khalifah Walid bin Abdul Malik memberikan
KESEHATAN bantuan kepada orang-orang yang terserang
penyakit lepra
• Tawanan perang Badar
dibebaskan setelah mengajarkan
baca tulis kepada 10 orang
penduduk Madinah

• Khalifah Umar Ibnu Al Khathab,


menggaji guru anak-anak di
JAMINAN Madinah sebesar 15 dinar setiap
PENDIDIKAN bulan (satu dinar = 4,25 gram
emas)
Keseimbangan Ekonomi

Pada saat kekayaan


yang ada dalam
masyarakat bisa
mencukupi kebutuhan
Keseimbangan rakyat.
Baik Ekonomi
Menerapkan hukum-
hukum syariah secara
sempurna
Distribusi

Kesenjangan
Buruk Ekonomi
Mekanisme Distribusi

Status Hukum
Wajib Sunnah
 Pertanggungan
 Transaksi ekonomi
(Takaful)
Mekanisme

Ekonomi  Baitul Mal


 Dorongan qardhu
 Pajak
hasan
 Zakat, Waris,
Non Ekonomi  Diyat  Shadaqah Sunnah
Praktek Ekonomi Syariah

Sistem Kapitalis Sistem Islam

Ekonomi Kapitalis “Ideal” Mati

Ekonomi Islam Tidak Ideal Ideal


Pelaku Ekonomi

Individu Negara

• Pemilik dan Pengelola • pengelola kepemilikan


Kepemilikan Individu umum dan negara
• Pelaku Muamalah Bisnis • Pelaku Muamalah Bisnis
• Memanfaatkan Kepemilikan • Pengelola Kepemilikan
Umum secara bersama Umum
• Pelaksana Ekonomi
Politik