Anda di halaman 1dari 17

Kelompok 4

kasus ketertiban umum


(kasus kecelakaan abdul qodir jailani alias dul)

Nama kelompok:
1. Putra septiana
2. Mila mudzalifah
3. Eka dewi
4. Vivi khofifah
5. Sulis tiawati
6. Cindy aoslavia
7. Winda febrianti
Kapanlagi.com – 6 orang tewas dalam kecelakaan maut yang melibatkan 3
kendaraan di KM 8200 tol jagorawi. Sementara itu 9 orang lain mengalami
luka-luka cukup berat akibat kejadian tersebut.
Berdasarkan informasi dari petugas lalu lintas jalan raya (PJR) tol jagorawi,
kecelakaan berlangsung sekitar pukul 00:45 wib. Sebuah mobil mitsubishi
lancer dengan nomor polisi B 80 SAL dari arah bogor sedang melaju menuju
jakarta.
“kendaraan lancer dari bogor sedang melaju ke arah jakarta, tidak mengantuk atau
meleng, saat tiba di TKP menabrak pembatas jalan” ujar petugas piket PJR
kepada merdeka.com, minggu (8/9).
Kendaraan lancer tersebut dikendarai putra dhani, abdul qodir jailani alias dul (13)
bersama seorang rekannya berinisial N.
akibat tabrakan itu, kendaraan lantas melompati pagar dan langsung berada di jalur
yang berlawanan arah. Di saat bersamaan, minibus grand max dengan nomor
polisi B 1349 TEN yang ditumpangi 13 orang melaju dari arah taman mini
menuju cibubur lalu diseruduk avanza D 1882 UZJ dari belakang.
Akibat kecelakaan tersebut, 5 orang penumpang grand max tewas seketika di
tempat kejadian, sementara beberapa orang lainnya mengalami luka-luka. Tak
hanya itu, benturan yang keras membuat bagian depan dari mobil minibus itu
ringsek parah.
a. Tanggal kejadian: 8 september 2013
b. Tempat kejadian: tol jagorawi KM 8+200
c. Pukul kejadian: 00:45 WIB
d. Barang bukti :
1 buah mobil mitsubishi lancer B 80 SAL (mobil tersangka)
1 buah mobil daihatsu grand max B 1349 TEN (mobil
korban)
1 buah mobil toyota avanza B 1882 UZJ (mobil korban)
1 buah STNK a.n dhani ahmad prasetyo
e. korban:
6 orang tewas
9 orang luka-luka
Daftar nama korban tewas
Agus surahman (31 th), Agus wahyudu hartono (40 th),
Qomarudin, Rizky aditya santoso (20 th), Agus komara (45
th), Nurmansyah

Daftar nama korban luka-luka


Abdul qodir jailani (tersangka), noval, zulheri, abdul qodir mufti,
robi anjar, roejo widodo, pardomuan sinaga, nugroho brury
laksono, wahyudi
Kronologi kasus si dul (versi dul)
Kronologi kejadian:

a. Pukul 13:00 wib menelpon ayahnya untuk memberitahu


keinginan untuk bermain ke tempat temannya di daerah pondok
indah. Namun, karena tidak ada jawaban dari sang ayah, dan dia
menganggap sudah menelpon. Maka secara sembunyi –sembunyi
si dul mengambil kunci mobil untuk menemui rekannya yang
bernama maharani diva.

a. Si dul mengendarai mobil jenis mitsubishi lancer nopol B 80 SAL


sendirian, karena supir pribadinya tidak bisa mendampingi
dikarena sedang tidak masuk kerja.
c. Pertama, si dul menjemput terlebih dahulu rekannya yang bernama noval
di kediamannya di daerah ragunan jakarta bersama 1 orang rekan lainnya
yaitu maharani.

c. Dari rumah noval, si dul dan kedua rekannya kemudian menuju ke daerah
pondok labu untuk menjemput rekan yang lainnya atas nama fajrina
qhairusina sekitar pukul 18:30 wib

d. Dilanjutkan dengan mencari makan di daerah grand hotel indonesia


sampai dengan pukul 21:30 wib

e. Selesai makan, mereka pun memutuskan untuk kembali ke rumah masing.

f. Salah satu rekan dul (maharani) di jemput oleh keluarganya dan tidak
diantar kembali oleh dul

g. Sedang rekan yang lainnya (fajrina) diantar oleh dul ke rumah ibunya
yang berlokasi di cibubur.
i. Pukul 00:00 wib dul sampai di rumah fajrina, setelahnya dul
dan 1 rekan lainnya (noval) memutuskan untuk kembali ke
pondok indah.

j. Pada saat perjalanan pulang dan memasuki pintu tol, mulai


merasa lelah dan tidak fokus membawa kendaraan.

k. Di KM 8+200 akhirnya pada pukul 00:45 wib dul menabrak


pembatas jalan tol mengenai mobil yang ada di arah
berlawanan yang menyebabkan 7 orang meninggal, 8 orang
luka berat
Kronologi kasus si dul (versi polisi)
Mobil lancer B 80 SAL yang dikendarai dul datang dari
arah selatan menuju utara. Karena tidak konsentrasi,
mobil lancer menabrak pagar pemisah sehingga
masuk jalur berlawanan.
Mobil lancer menyebrang kemudian menghantam
daihatsu B 1349 TEN yang datang dari arah utara ke
selatan. Selajutnya, mobil terdorong mengenai avanza
B 1882 TEN
(KABID HUMAS POLDA METRO JAYA, kombes pol
rikwanto)
Tuntutan jaksa penuntut umum
(JPU)
JPU (yang di pimpin clara hutabarat) menuntut
abdul qadir jailani alias dul 1 tahun penjara
dengan masa percobaan 2 tahun serta denda 5
juta subsider 3 bulan kerja sosial
Pasal yang di dakwakan
Pasal 360 kitab undang-undang hukum pidana

“barang siapa karena kesalahannya (kelapaannya) menyebabkan


orang lain mendapat luka-luka berat, diancam pidana
penjara paling lama lima tahun atau pidana kurungan paling
lama satu tahun”

a. Pasal 310 ayat (4) UU no. 22 th 2009 tentang lalu lintas dan
angkutan jalan. (DAKWAAN 1)

“dalam hal kecelakaan sebagaimana dimaksud pada ayat (3)


yang mengakibatkan orang lain meninggal dunia, dipidana
dengan pidana penjara paling lama 6 tahun dan/atau denda
paling banyak Rp 12.000.000,00”
b. Pasal 310 ayat (2) UU no. 22 th 2009 tentang lalu lintas dan angkutan
jalan. (DAKWAAN 2)

“setiap yang mengemudikan kendaraan bermotor yang karena kelalaiannya


mengakibatkan kecelakaan lalu lintas dengan kerusakan kendaraan
dan/atau barang sebagaimana dimaksud dalam pasal 229 ayat (2)
dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 bulan dan/atau denda
paling banyak Rp 1.000.000,00”

c. Pasal 310 ayat (3) UU no. 22 th 2009 tentang lalu lintas dan
angkutan jalan (DAKWAAN 2)

“setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor yang karena


kelalaiannya mengakibatkan kecelakaan lalu lintas dengan
korban luka berat sebagaimana dimaksud dalam pasal 229 ayat
(4) dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 tahun dan/atau
denda paling banyak Rp 10.000.000,00”
d. Pasal 310 ayat (1) UU no. 22 th 2009 tentang lalu lintas dan angkutan
jalan (DAKWAAN 3)

“setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor yang karena


kelalaiannya mengakibatkan kecelakaan lalulintas dengan kerusakan
kendaraan dan/atau barang sebagaimana yang dimaksud dalam pasal
229 ayat 2 dipidana dengan penjara paling lama 6 bulan dan/atau denda
paling banyak Rp 1.000.000,00”

d. Pasal 81 ayat (1) UU no. 22 th 2009 tentang lalu lintas


dan anggkutan jalan

“ Untuk mendapat surat izin mengemudi sebagaimana yang


dimaksud dalam pasal 77, setiap orang harus memenuhi
persyaratan usia, administratif, kesehatan dan lulus ujian ”
Pertimbangan hakim
a. Hakim menilai Terdakwa masih dibawah umur (13 tahun)

b. Hakim menilai pihak keluarga telah mencapai kata sepakat


untuk berdamai dan kedua orang tua dul telah berjanji akan
lebih mengawasi dan memperhatikan di dul

c. Keluarga korban juga tidak menginginkan kasus ini di bawa


ke ranah hukum
Vonis majelis hakim
Pengadilan negeri jakarta timur (dengan hakim
ketua petriyanti, SH., MH) memutuskan
tersangka kecelakaan maut abdul qadir jailani
alias dul dengan dengan vonis dikembalikan
kepada orang tuannya (bebas)
kesimpulan
Dul di tuntut dengan menggunakan UU no. 22 tahun 2009 tentang lalu
lintas dan angkutan jalan khususnya pasal 281 atas pelanggaran
terhadap pasal 77 ayat (1) sanksi pidana adalah pidana kurungan
paling lama 4 bulan atau denda paling banyak Rp 1.000.000. akibat
kecelakaan ini 6 orang meninggal dunia.
Maka menggunakan pasal 310 ayat (4) atas pelanggaran terhadap pasal
229 ayat (4) UU nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan
angkutan jalan.
Sanksi nya adalah pidana penjara maksimal 6 tahun dan/atau denda
maksimal 12.000.000. namun, dikarenakan dia masih dalam
katagori dibawah umur, maka selama dalam proses penyidikan,
penuntutan, dan pemeriksaan pengadilan negeri wajib melakukan
upaya diversi. Tercantum dalam pasal 7 UU no. 11 tahun 2012
tentang sistem peradilan anak.
Dalam kasus dul ini diversi wajib diupayakan karena ancaman pidana terhadap
dul kurang dari 7 tahun penjara dan apa yang dilakukan dul bukan
merupakan pengulangan tindak pidana.

Ahmad dhani juga layak harus dijerat hukum!

Menurut pendapat kelompok kami, Ahmad dhani sebagai orang tua


seharusnya juga memiliki andil besar dalam kasus ini. Ahmad dhani
bisa dikategorikan lalai dalam melaksanakan tanggung jawab dan
kewajibanya sebagai orang tua sesuai dengan pasal 26 ayat (1) point
a UU perlindungan anak “orang tua berkewajiban dan bertanggung
jawab untuk: mengasuh, memelihara, mendidik, dan melindungi
anak” dengan membiarkan dul mengemudikan mobil padahal belum
cukup umur sehingga berakibat pada kecelakaan. Secara tidak
langsung lalai dalam tugasnya untuk melindungi anak.
Thank’s for attention

Anda mungkin juga menyukai