Anda di halaman 1dari 18

HUKUM

kelompok 1
PUTRA SEPTIANA (1710631010159) - RIKA
(1710631010001) – NISRINA ALJANNAH FATAHILAH
(1710631010151) – HISNI INSIYAH (1710631010097) –
ANGGI NOVALDI (1710631010039) – TUBAGUS WIDI
PRATAMA (1710631010195) – CEP ALI PUJA
(1710631010215)

Universitas singaperbangsa karawang


Pengertian hukum
• Peraturan atau adat yang secara resmi dianggap
mengikat, yang dikukuhkan oleh penguasa atau
pemerintah.
Menurut KBBI • undang-undang,peraturan untuk mengatur
pergaulan hidup masyakat.
• patokan mengenai peristiwa yang tertentu
• keputusan yang ditetapkan oleh pengadilan
Menurut beberapa ahli

Plato Van apeldoorn

Hukum merupakan segala Hukum merupakan


peraturan yang tersusun peraturan penghubung
dengan baik dan teratur antar hidup manusia,
yang mempunyai sifat gejala sosial tidak ada
mengikat hakim dan masyarakat yang tidak
masyarakat. mengenal hukum,
sehingga hukum menjadi
suatu aspek kebudayaan
yaitu agama, adat,
kesusilaan dan kebiasaan.
Sejarah hukum di indonesia
• Merupakan percampuran dari sistem hukum eropa, agama & adat
• Sebagian besar menganut basis hukum eropa kontinental (baik
pidana ataupun perdata)
• Hukum pada saat kolonialisme terbagi menjadi 3 tahapan:
– Periode VOC : Hukum Belanda diberlakukan terhadap orang-orang
Belanda atau Eropa. Sedangkan bagi pribumi, yang berlaku adalah hukum-
hukum yang dibentuk oleh tiap-tiap komunitas secara mandiri.
– Periode liberal belanda : Pada 1854 di Hindia Belanda diterbitkan
Regeringsreglement tujuan utamanya melindungi kepentingan
kepentingan usaha-usaha swasta di negeri jajahan dan untuk pertama
kalinya mengatur perlindungan hukum terhadap kaum pribumi dari
kesewenang-wenangan pemerintahan jajahan. eksploitasi masih terus
terjadi, hanya subyek eksploitasinya saja yang berganti, dari eksploitasi
oleh negara menjadi eksploitasi oleh modal swasta.
.
– Periode politik etis s/d kolonial jepang : adanya pembaharuan hukum
yang mencangkup diadakannya Pendidikan untuk anak-anak pribumi,
termasuk pendidikan lanjutan hukum.
Pembentukan Volksraad, lembaga perwakilan untuk kaum pribumi.
Penataan organisasi pemerintahan, khususnya dari segi efisiensi
Penataan lembaga peradilan, khususnya dalam hal profesionalitas.
Pembentukan peraturan perundang-undangan yang berorientasi pada
kepastian hukum
Masa pendudukan Jepang pembaharuan hukum tidak banyak terjadi
seluruh peraturan perundang-undangan yang tidak bertentangan dengan
peraturan militer Jepang, tetap berlaku sembari menghilangkan hak-hak
istimewa orang-orang Belanda dan Eropa lainnya. Beberapa perubahan
perundang-undangan yang terjadi
Bentuk-bentuk hukum
• Berdasarkan bentuknya:
– Hukum tertulis : hukum yang ditulis dan
dicantumkan dalam peraturan perundang-
undangan negara baik yang dikodifikasi maupun
tidak.
– Hukum tidak tertulis : Hukum yang hidup dan
tumbuh dalam kehidupan masyarakat atau adat.
• Berdasarkan sumbernya:
– Undang-undang : hukum yang tercantum dalam
sebuah peraturan perundang-undangan.
– Kebiasaan : berasal dan terletak dalam sebuah
peraturan-peraturan adat istiadat yang sudah
menjadi peraturan kebiasaan yang terdapat di suatu
daerah.
– Traktat : Merupakan hukum yang telah ditetapkan
negara dalam sebuah perjanjian antar negara baik
yang bersifat bilateral maupun multilateral
– Jurisprudensi : hukum yang dapat terbentuk
karena sebuah putusan hakim terdahulu dan
dijadikan referensi oleh hakim selanjutnya
– Hukum ilmu (doktrin) : hukum yang didasarkan
pada ilmu hukum yang terdapat pada pandangan
para ahli hukum yang berpengaruh dan bisa
dijadikan rujukan penentu peradilan.
• Berdasarkan masa berlakunya:
– Ius Constitutum (positif) : Peraturan Perundang-undangan
yang berlaku saat ini. Contoh UU no 23 tahun 2006 tentang
administrasi kependudukan
– Ius Constituendum (yang akan datang) : Peraturan
Perundang-undangan yang berlaku pada saat yang akan
datang contoh RUU advokasi & RUU provinsi
– Asasi : hukum berlaku di segala tempat di dalam belahan
dunia. Hukum yang tidak dapat di tentukan dan tidak
mengenal batas waktu terhadap siapapun juga di seluruh
dunia
• Berdasarkan fungsinya:
– Hukum material : hukum yang menerangkan perbuatan-
perbuatan apa yang dapat di hukum serta hukuman-
hukuman apa saja yang akan di jatuhkan. Contoh pasal 199
KUHPer tentang putusnya perkawinan, pasal 20 ayat (1)
UUP tentang cerai gugat.
– Hukum formil : hukum yang menunjukan cara
mempertahankan atau menjalankan peraturan-peraturan
tersebut. Contoh pasal 831 KUHAPer tentang pengajuan
gugatan cerai, pasal 209 tentang alasan perceraian
• Berdasarkan aliranya:
– Legisme : menganggap bahwa semua hukum terdapat
dalam undang-undang.
– Freie rechtsbewegung : beranggapan bahwa dalam
melaksanakan tugasnya seorang hakim bebas untuk
melakukan menurut undang-undang ataupun tidak
(kebalikan aliran legisme)
– Rechtsvinding : hakim terikat pada undang-undang (tidak
seketat legisme), akan tetapi hakim juga memiliki
kebebasan (tidak seketat rechtsbewegung)
Hubungan hukum dengan ilmu
pengetahuan lain
• Dengan sosiologi hukum:
– mempelajari : hubungan timbal balik antara hukum sebagai
gejala sosial, dengan gejala sosial lain.
– Bertujuan : memberi penjelasan terhadap praktek-praktek
hukum seperti, pembuatan undang-undang, praktek
peradilan.
– Sasaran : badan-badan yang terlibat dalam kegiatan
penyelenggaraan hukum
• Dengan antropologi hukum:
– mempelajari : pola-pola sengketa dan penyelesaian pada
masyarakat-masyarakat sederhana, maupun masyarakat
yang sedang mengalami proses pengembangan dan
pembangunan.
– Pendekatan : secara menyeluruh yang dilakukan terhadap
masyarakat
• Dengan sejarah hukum :
– mempelajari : perkembangan dan asal-usul sistem hukum
dalam suatu masyarakat tertentu, dan membandingkan
antara hukum yang berbeda karena dibatasi oleh perbedaan
waktu.
• Dengan filsafat hukum:
– mempelajari : pertanyaan-pertanyaan mendasar dari hukum
(ilmu yang mempelajari tentang hakikat hukum)
• Dengan politik hukum:
– mempelajari : kekhususan pada usaha memerankan hukum
dalam mencapai tujuan yang di cita-citakan oleh
masyarakat tertentu.
• Dengan perbandingan hukum:
– mempelajari : perbedaan sistem hukum antara negara
hukum yang satu dengan negara yang lain. Atau
membandingkan sistem hukum positif bangsa satu dengan
bangsa yang lain melalui metode studi hukum.
Peranan hukum dalam masyarakat
• manusia disamping bersifat sebagai alat pengatur yang
individu, juga berhakikat bersifat imperatif. Adanya
dasar makhluk sosial. entititas ini perlu diatur oleh
Berdasar dari usaha hukum untuk menghindari
perwujudan hakikat sosial, terjadinya penindasan dengan
manusia membentuk penyalahgunaan wewenang
hubungan sosial ekonomis
atas landasan usaha• Hukum hanyalah berfungsi
memenuhi kebutuhannya. sebagai alat, untuk
menciptakan keteraturan
• Agar terciptanya keteraturan dengan perwujudan keadilan
dalam usaha memenuhi atas interaksi antara manusia
kebutuhan dibuatlah hukum tersebut
Tujuan adanya hukum bagi
kehidupan bermasyarakat
• Sebagai alat pengatur tata tertib hubungan
masyarakat (berfungsi menunjukan mana yang
baik mana yang buruk) sehingga segala
sesuatu dapat berjalan tertib dan teratur.
• Sebagai sarana mewujudkan keadilan sosial
dalam artian dapat menentukan siapa yang
salah, siapa yang benar. Dan memaksa agar
peraturan dapat ditaati dengan ancaman sanksi
bagi yang melanggarnya
• Memelihara kemampuan masyarakat untuk
menyesuaikan diri dengan kondisi kehidupan
yang berubah-ubah. Dengan cara merumuskan
kembali hubungan esensial antara masyarakat.
• Sebagai sarana penggerakan pembangunan
• Sebagai sarana atau alat penyelesaian sengketa
dalam arti dengan adanya hukum masyarakat
yang bersengketa dapat di proses dan
ditentukan mana yang akan memenangkan
sengketanya sesuai dengan hukum yang
berlaku saat itu.
Thank you

Anda mungkin juga menyukai