Anda di halaman 1dari 41

BERBAGAI GANGGUAN

FUNGSI MASTIKASI

DRG. GEMALA BIRGITTA, Sp PROS

FAKULTAS KEDOKTERAN
UKI
 STOMATITIS APHTOUSA

 CANDIDIASIS

 LEKOPLAKIA

 BEBERAPA KELAINAN PADA LIDAH

 HERPES SIMPLEX

 PAROTITIS
Pergerakan yg konstan dari mukosa
pengunyahan thd gigi-geligi  ulkus

Penyebab :
1. Rgs mekanis : tergigit, iritasi tambalan
atau protesa tajam, benda tajam/keras
yg masuk dlm mulut
2. Rgs termis : panas, dingin
3. Rgs khemis : alkohol
Macamnya :
1. Simpel

2. Rekuren = Recurrent Aphthous Stomatitis


(RAS)
a. Ulkus minor

b. Ulkus mayor (Sutton’s disease,


Periadenitis Mucosa Necrotica Recurrent
= PMNR))

c. Ulkus herpetiform
Etiologi :

Konsep terakhir  RAS merupakan sindroma dg


kemungkinan beberapa penyebab

Faktor utama : - heredity


- alergi
- gangguan hematologik
- abnormal imunologik
Faktor lain : - trauma
- stres psikologik
- anxiety
- alergi makanan
Ulkus tipe minor

 Ukuran < 1 cm
 Ada rasa terbakar yg timbul 2 – 48 jam
sblm timbul ulkus
 Timbul papula putih kecil  ulserasi dan
membesar dalam 48 – 72 jam berikut
 Lesi bulat simetris, dangkal, multiple, tunggal
 Lokasi mukosa labial, bukal, dasar mulut
 Sembuh tanpa jaringan
parut 10 – 14 hari
Ulkus tipe mayor
(Sutton’s disease, Periadenitis Mucosa Necrotica
Recurrent = PMNR)

 Lesinya dalam & lebar, ukuran > 1 cm,


bisa sp 5 cm
 Sakit sekali
 Penyembuhan lambat ( smp 1 bln)
 Sembuh dg jaringan parut
 Lokasi seluruh R. Mulut
 Sulit bicara, sulit makan
Ulkus tipe herpetiform

 Lesi berupa daerah erosi/ulkus kecil-kecil


meliputi seluruh mukosa mulut dg ukuran
1– 2 mm
 Jumlah bisa mencapai 100
 Terasa lebih sakit, walaupun ukuran kecil
TERAPI

 Topical corticosteroid ointment


(kenalog in orabase)
 Berat: topical corticosteroid ointment
& khlor hexidin atau khlor tetrasiklin
Terdapat pada :

 Bayi yang baru lahir, disebut


“thrush”
 Pasien yg memakai protesa gigi
 Pasien yg mendapat terapi
immunosupresif spt steroid
 Pasien-pasien diabetes mellitus
 Pasien dengan superinfeksi
 Pasien HIV/AIDS
 Lesi putih dg tepi eritematous
 Terasa ada lapisan dalam mulut, rasa
terbakar, sakit
 Bila diangkat akan meninggalkan
permukaan yg berdarah
Anti fungal :
 Nystatin oral suspension
(derivat polyene)
 Ketoconazole,
Fluconazole
(derivat imidazole)
 Lesi putih yg keratotik 
penambahan lapisan keratin karena
iritasi kronik (hiperkeratosis)

 Daerah hiperkeratosis berselang-


seling dg daerah inflamasi dr kelenjar
liur minor
BEBERAPA LOKASI :
1. Mukosa pipi & lateral lidah
lesinya linier dan bilateral
disebut “bite line”
Penyebab :
- Iritasi tonjol gigi yg tajam
- Tepi protesa yg kasar
- Cengkeram kawat
2. Pada palatum  perokok
berat
 Penyebabnya Epstein-Barr virus
 Lesi berwarna putih, berombak spt
rambut dan tidak bisa digerakkan
 Asymptomatik
 Tidak perlu terapi, kecuali ada
keluhan estetik
 Pd kondisi tertentu bisa diberikan
acyclovir atau antiretroviral
1. ANKYLOGLOSSIA
 Pergerakan lidah terbatas karena
frenulum lingualis yg pendek
(partial atau total)
 Total ankyloglossia = tongue tie
 Partial ankyloglossia (yg sering)
 Bicara cadel terutama huruf
konsonan
2. BIFID TONGUE

◦ Kelainan kongenital karena tidak


terjadi penyatuan lidah secara
komplit saat perkembangan intra
uterine
 Syndroma mulut terbakar
 Lidah mengalami pembengkakan,
permukaannya licin, ada perubahan wrn
 Penyebab : lokal/sistemis/tidak diketahui
 Lokal : infeksi jamur, ‘ill fitting denture’,
makanan/minuman panas.
 Sistemis : anemia, defisiensi vit atau zat besi,
terapi radiasi, kemoterapi.
 Perubahan wrn lidah dari normal merah muda
– pucat - merah gelap - sampai merah terang
 Rasa tdk nyaman saat pengunyahan, menelan
dan bicara
 Permukaan licin, perubahan texture, papilla
lidah menghilang
 Pembengkakan lidah
 Sakit, nyeri tekan
 Tergantung penyebab, tidak ada yg
spesifik
- Obat kumur
- Antibiotik
- Anti inflamasi non steroid
- Jaga kebersihan mulut
- Hindari makanan/minuman
panas/yg merangsang
4. GEOGRAPHIC TONGUE

 Inflamasi lidah yg penyebabnya


tidak diketahui
 Papilla filiformis hilang menjadi
daerah yg tidak rata dan hiperemis
 Papilla fungiformis membesar
 Tepi lesi tidak rata spt pulau/
‘geographic’, terangkat dan
keputihan
 Lesi muncul tiba-tiba 1 – 2 mg 
hilang  muncul lagi ditempat lain 
kesan ber- pindah-pindah disebut
‘glossitis areata migrans’
 Terapi paliative spray atau kumur-
kumur
5. FISSURED TONGUE

 Merupakan kelainan kongenital,


berupa parit-parit yg dalam pada
dorsum lidah
 Kotoran/debris mudah terkumpul 
peradangan kronis
 Sensitif thd makanan yg merangsang
 Tidak ada terapi yg spesifik
1.Primary herpetic gingivostomatitis
(tipe akut)
Klinis :
 Ada gejala prodromal : arthralgia,
malaise, anorexia, demam
 24 jam kmd timbul vesicle pd gingiva &
lidah
 Vesicle pecah  ulkus yg nyeri, oedem,
hiperemis, mdh berdarah
 Lymphadenopaty submandibular
servikal
2. Herpes labialis
(tipe kronis)

Klinis :

 Ada gejala prodromal gatal-gatal


 Lesi berupa vesicle 2 – 4 mm, dikell.
daerah hiperemis muncul 12 jam
kmdn,
 Lesi single/multiple
 Tdp pd mucocutaneous bibir, sudut
mulut, dibawah hidung
 Rasa tdk enak, panas,  24 jam stlh
terbentuk vesicle
 Vesicle pecah 36 – 48 jam kmdn 
ulkus, nyeri dan ber krusta
 Lymphadenopaty
 Stl 7 – 10 hari vesicle kering
menghilang
 Keluhan spt flu ringan (tergantung
berat/ringan infeksi atau tingkat
kekebalan )

Terapi :
Antivirus  Acyclovir
 Infeksi/peradangan yg terjadi pada kel.
ludah glandula parotis
 Penyebab :
- Virus mump
- Obat-obatan (menyebabkan mulut
kering)
- Radiasi (pengobatan cancer)
- Bakteri (obstruksi duktus atau OH
buruk)
 Kesulitan buka mulut
 Kadang-kadang disertai batuk pilek, mual,
myalgia sekitar leher
 Gejala khasnya pembengkakan rahang
satu/dua sisi di daerah temporomandibular
 Hiperemis
 Mulut kering/xerostomia
 ‘Bad taste’
 Keadaan lanjut : kesulitan bernafas, demam
tinggi, nyeri saat menelan
 Mdh menular
 Cara penularan : percikan ludah, urine,
peralatan makan/minum
 Sering pd anak usia 2 tahun keatas
 Usia dewasa
 Bl penanganan buruk  pembengkakan pd
testis, meningitis
 Istirahat cukup  perbaikan kondisi tubuh
 Diet yg baik
 Simptomatis (analgesik, antipiretik)
 Pencegahan pd anak-anak : immunisasi MMR
SELAMAT BELAJAR