Anda di halaman 1dari 29

Program untuk Penanganan Diare di

Puskesmas Kedondong

Afifah Nur Utami


102013448
C1
Skenario 4

Wilayah kerja puskesmas Kedondong terletak di


pedalaman, populasi 800 KK dengan 10550 jiwa. Pada
laporan surveillance bulan lalu terjadi peningkatan
kasus diare yang signifikan dari pada periode yang lalu.
Kejadian ini selalu terulang setiap tahun terutama pada
musim kemarau. Puskesmas sedang menyusun suatu
program terpadu untuk menangani hal tersebut.
Sasaran Belajar
1. Mampu menyusun micro planning puskesmas

2. Mampu mengenali kejadian penyakit yang naik secara


signifikan dalam rangka surveliance

3. Mampu menyusun strategi penanggulangan kejadian KLB


dan Wabah

4. Mampu berkerja sama dalam satu tim sebagai


communicator, community leader dan decision maker
Mind Map
Wabah KLB Perencanaan Tahunan
Host Puskesmas

Agent Penyelidikan
Epidemiologi Penanggulangan
Pola Transmisi (lintas sektor &
Penyakit program)

Lingkungan (fisik Peningkatan Kasus Upaya kesehatan


& non-fisik) Penyakit pokok puskesmas

Surveillance
Evaluasi program dgn SP2TP(Sistem Pencatatan &
pendekatan sistem Pelaporan Terpadu Puskesmas)
Diare

Gangguan buang air besar ditandai dengan BAB lebih dari


3 kali sehari dengan konsistensi tinja cair, dapat disertai
dengan darah dan atau lendir

BAB
Anorexia Lemah
cair/encer

Tanda Mual dan


Pucat
dehidrasi muntah

Keram Perubahan
Demam
abdominal TTV
Diare

Faktor infeksi : Bakteri, Virus, Jamur, Parasit, Protozoa

Agent Bukan faktor infeksi : Alergi, ggn metabolik, obat,


emosi,stress

Host Manusia

Lingkungan : 1. Ketersediaan air bersih


Reservoir 2. Jamban sehat
Puskesmas

Kesatuan organisasi kesehatan


fungsional
Memberikan
pelayanan secara
menyeluruh dan
Membina peran serta masyarakat terpadu.

Sasaran : 30.000
penduduk/puskesmas
Pusat pengembangan kesehatan
masyarakat
Puskesmas

Fungsi Puskesmas
- Pusat penggerak pembangunan berwawasan kesehatan
- Pusat pemberdayaan masyarakat
- Pusat pelayanan kesehatan strata pertama
- Pelayanan kesehatan perorangan
- Pelayanan kesehatan masyarakat
Upaya Kesehatan Pokok Puskesmas
Upaya Kesehatan
Upaya Kesehatan Pengembangan
Wajib
• Upaya Kesehatan Sekolah
• Upaya Promosi kesehatan • Upaya Kesehatan Olah Raga
• Upaya Kesehatan Lingkungan • Upaya Perawatan Kesehatan
• Upaya Kesehatan Ibu & Anak Masyarakat
serta KB • Upaya Kesehatan Kerja
• Upaya Perbaikan Gizi • Upaya Kesehatan Gigi dan Mulut
Masyarakat
• Upaya Kesehatan Jiwa
• Upaya Pencegahan &
• Upaya Kesehatan Mata
Pemberantasan Penyakit
Menular • Upaya Kesehatan Lanjut Usia
• Upaya Pengobatan • Upaya pembinaan Pengobatan
Tradisional
Micro Planning

• Perencanaan mikro tingkat puskesmas adalah penyusunan


rencana tingkat puskesmas untuk 5 tahun, termasuk rincian
tiap tahunnya.

• Tujuan : Meningkatkan cakupan pelayanan program prioritas


sesuai dengan masalah yang dihadapi oleh puskesmas,
sehingga dapat meningkatkan fungsi puskesmas.
Format Perencanaan Puskesmas

1. Perencanaan
2. Keadaan dan Masalah
3. Tujuan dan Sasaran
4. Pokok kegiatan dan tahapan pelaksanaan tahunannya
5. Penyusunan kebutuhan sumber daya
6. Pemantauan dan penilaian
Evaluasi Program Pendekatan Sistem

The American Public Health Association:

Suatu proses untuk menentukan nilai


Penilaian
 atau jumlah keberhasilan yang
diperoleh dari pelaksanaan suatu
program dalam mencapai tujuannya.
Pendekatan Sistem

Men
Money POAC Hasil akhir
Methode dari kegiatan

LINGKUNGAN terpenuhi atau


tidak

MASUKAN PROSES KELUARAN DAMPAK

UMPAN BALIK

perorangan, hasil dari keluran yang


keluarga, kelompok menjadi masukan dari
dan masyarakat. suatu sistem.
Diare
Input Output Sasaran Dampak

• Man: Tenaga • Diharapkan tidak ada • Seluruh masyarakat • Diharapkan dengan


kesehatan, petugas kejadian Diare lagi, atau adanya pemeriksaan,
lapangan untuk menekan insiden penyuluhan dan
melakukan serendah mungkin kunjungan keluarga
kunjungan/penyuluhan tidak kembali terjadi
• Money peningkatan kasus
• Material: Alat-alat yang diare sehingga tidak
berkaitan dengan menjadi kejadian luar
penyuluhan dan biasa.
pengobatan
• Method: Pemeriksaan,
penyuluhan, kunjungan
Proses

Planning Organizing Actuating Controlling

• Data dasar • Terdapat • Mengadakan • Pelaporan


penyusunan kekurangan pelatihan untuk kegiatan setelah
anggaran tidak personil/tenaga kader Kegiatan
akurat kesehatan • Penyuluhan penyuluhan
• Melatih kader- tentang selesai
kader untuk penggunaan air dilaksanakan
memberi bersih • Dilakukan saat
pengetahuan • Menggunakan program
kepada ibu jamban yang berjalan atau
baik dan sehat saat akhir tahun
• Cara
pembuangan
tinja yang benar
Skema Usulan Kegiatan
Problem Solving Cycle
Identifikasi
Istilah
Analisis
Masalah
Prioritas
Masalah

Evaluasi
Tujuan

PROBLEM SOLVING
CIRCLE
Alternatif pemecahan
Pengawasan &
Masalah
Pengendalian

Rencana
Pemantauan
Operasional

Pelaksanaan &
Penggerakan
KLB
Timbulnya atau meningkatnya kejadian kesakitan dan
atau kematian yang bermakna secara epidemiologis
pada suatu daerah dalam kurun waktu tertentu.

Wabah
Berjangkitnya suatu penyakit menular dalam
masyarakat yang jumlah penderitanya meningkat
secara nyata melebihi dari pada keadaan yang lazim
pada waktu dan daerah tertentu serta dapat
menimbulkan malapetaka
KLB Diare

• Kejadian peningkatan kesakitan dan atau kematian diare

• Kejadian ini diketahui dari hasil laporan


Kriteria KLB Diare
• Angka kesakitan dan atau kematian penderita diare di suatu
kecamatan menunjukkan kenaikan yang mencolok selama 3
kali waktu observasi berturut2 (harian/mingguan)

• Jumlah penderita dan atau kematian oleh karena diare di


suatu kecamatan menunjukkan kenaikkan dua kali lipat
atau lebih dalam suatu periode (harian, minggua, bulanan)

• Kenaikan mencolok CFR di suatu kecamatan dalam satu


bulan dibanding bulan lalu

• Kenaikkan jumlah penderita dan atau kematian oleh krn


diare dlm periode waktu (minggu, bulan) dibanding periode
sama tahun lalu
Penanggulangan
Penanggulangan KLB dikenal dengan nama Sistem
Kewaspadaan Dini (SKD-KLB), yang dapat diartikan
sebagai suatu upaya pencegahan dan penanggulangan
KLB secara dini dengan melakukan kegiatan untuk
mengantisipasi KLB.

Tahap-tahap :
1. Isolasi kasus
2. Mengobati kasus
3. Pencegahan kasus
4. Survelians
Penanggulangan KLB
Promosi Kesehatan

Pendidikan kesehatan, penyuluhan kesehatan, komunikasi,


informasi, dan edukasi (KIE), dan istilah lainnya.

Sasaran :
1. Primer
2. Sekunder
3. Tersier
Surveilans

Surveilans epidemiologi adalah kegiatan pengamatan


secara sistematis dan terus menerus terhadap penyakit
atau masalah-masalah kesehatan serta kondisi yang
mempengaruhi risiko terjadinya penyakit atau masalah-
masalah kesehatan tersebut agar dapat melakukan tindakan
penanggulangan secara efektif dan efisien melalui proses
pengumpulan, pengolahan data dan penyebaran informasi
epidemiologi kepada penyelenggara program kesehatan.
Jenis Surveilans
1. Surveilens sindromik
– Awal dari sistem deteksi dini penyakit menular
– Dengan mencatat dan mendata secara rapi, kemunculan
penyakit menular dapat ditemukan sejak awal.

2. Surveilans penyakit menular


– Pengamatan dan analisis tren kemunculan penyakit
menular dengan cara memahami kondisi munculnya
penyakit berdasarkan diagnose, peraturan perundang-
undangan terkait pencegahan penyakit menular dan
pengobatan terhadap pasien penyakit menular
Strategi Surveilans

1. Surveilans Rutin
2. SKD dan Respon KLB
3. Penyelidikan dan penanggulangan setiap KLB
4. Pemeriksaan laboratorium pada kondisi tertentu
5. Studi epidemiologi
Peran dan Fungsi Dokter Puskesmas

• Dokter sebagai Care Provider


• Dokter sebagai Decision Maker
• Dokter sebagai Communicator
• Dokter sebagai Community Leader
• Dokter sebagai Manager
Kesimpulan

Perlu evaluasi program yang selama ini sudah dibuat.


Dengan adanya hasil dari evaluasi tersebut maka
kemungkinan angka kejadian diare di wilayah kerja
Puskesmas tersebut bisa teratasi.