Anda di halaman 1dari 56

BAB 8 DEPARTEMENTALISASI BIAYA

OVERHEAD PABRIK

1. WAHYU TRI SUSILOWATI 2016017152


2. STELLA NENDEN ONGIRWALU 2016017163
3. MOSES OLIVER DORE H 2016017130
4. FITRI FAHMI ATUN 2016017153
Departementalisasi biaya overhead
pabrik
 Departementalisasi biaya overhead pabrik adalah
pembagian pabrik dalam bagian-bagian departemen atau
pusat biaya (cost center) yang dibebani dengan biaya
overhead pabrik.
 Dalam departementalisasi biaya overhead pabrik, tarif
biaya overhead dihitung untuk setiap departemen
produksi dengan dasar pembebanan yang mungkin berbeda
diantara departemen-departemen produksi yang ada
Langkah-Langkah Penentuan Biaya
Overhead Pabrik
1. Penyusunan anggaran biaya overhead pabrik per departemen
2. Alokasi biaya overhead departemen pembantu ke departemen
produksi.
a. Metode alokasi langsung
b. Metode alokasi bertahap, yaitu terdiri:
(1) Metode alokasi kontinu
(2) Metode alokasi aljabar
(3) Metode urutan alokasi yang diatur
3. Perhitungan tarif pembebanan biaya overhead per departemen
1. Penyusunan anggaran biaya overhead pabrik per departemen
a. Penaksiran biaya overhead langsung departemen atas dasar kepastian yang direncanakan
untuk tahun anggaran.
a. Biaya langsung departemen (direct departemental expenses)
b. Biaya tidak langsung departemen ( indirect departemental expenses)

b. Penaksiran biaya overhead tidak langsung departemen


Biaya tidak langsung departemen Dasar Distribusi
Biaya departemen gedung Meter persegi luas lantai
Biaya reparasi dan pemeliharaan gedung Meter persegi luas lantai
Gaji pengawas departemen Jumlah karyawan
Biaya angkut bahan baku Biaya Bahan Baku
Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Perbandingan harga pokok aktiva
tetap dalam tiap departemen atau
c. Distribusi biaya overhead tidak langsung departemen ke departemen-departemen yang
menikmati manfaatnya.
d. Menjumlah biaya overhead pabrik per departemen (baik biaya overhead langsung maupun
tidak langsung departemen) untuk mendapatkan anggaran biaya overhead pabrik per
departemen.
2. Alokasi biaya overhead departemen pembantu ke departemen
produksi.
a. Metode alokasi langsung
b. Metode alokasi bertahap, yaitu terdiri:
1) Metode alokasi bertahap yang memperhitungkan transfer
jasa timbal alik antar departemen-departemen pembantu.
a) Metode alokasi kontinu (continuos allocation method)
b) Metode aljabar (algebraic methhod)
2) Metode alokasi bertahap tidak memperhitungkan transfer
timbal balik antardepartemen pembantu. Metode alokasi
yang termasuk dalam kelompok ini adalah metode urutan
alokasi yang diatur. (specified order of closing)
Alokasi biaya Overhead departemen pembantu ke departemen produksi dengan
metode langsung
PT Eliona Sari mengolah produknya melalui 2 departemen produksi: departemen A dan departemen B, dan ditunjang
3 departemen pembantu: departemen X, departemen Y, dan departemen Z. Anggaran biaya overhead pabrik per
departemen untuk tahun 20X1 tampak dalam Gambar berikut.
PT Eliona Sari
Anggaran Biaya overhead Pabrik per Departemen Tahun 20X1
(dalam ribuan rupiah)

Departemen Produksi Departemen Pembantu


Jenis Biaya Overhead Jumlah
A B X Y Z
Biaya Overhead langsung departemen
Biaya bahan penolong 1.450 550 750 50 75 25
Biaya bahan bakar 1.000 - - - 1.000 -
Biaya tenaga kerja tidak langsung 2.000 750 800 200 150 100
Biaya kesejahteraan karyawan 655 250 300 50 30 25
Biaya reparasi dan pemeliharaan mesin 1.375 400 500 300 100 75
Jumlah biaya overhead langsung dept. 6.480 1.950 2.350 600 1.355 225
Biaya overhead tidak langsung departemen *)
Biaya reparasi gedung 400 100 120 76 40 64
Biaya asuransi gedung 500 125 150 95 50 80
Jumlah biaya overhead tidak langsung departemen 900 225 270 171 90 144
Jumlah biaya overhead pabrik 7.380 2.175 2.620 771 1.445 369
*) Biaya Overhead tidak langsung departemen didistribusikan ke departemen-departemen yang menikmati
manfaatnya atas dasar perbandingan luas lantai
Dasar Distribusi Biaya Overhead Pabrik
Departemen yang menikmati Proporsi luas lantai
manfaat biaya Luas lantai (m²) {(b):8.000} x 100 %
(a) (b) (c)
Departemen A 2.000 25%
Departemen B 2.400 30%
Departemen X 1.520 19%
Departemen Y 800 10%
Departemen Z 1.280 16%
Jumlah 8.000 100%

Taksiran Pemakaian Jasa Departemen Pembantu oleh Departemen Produksi


PT Eliona Sari

Taksiran Jasa Departemen-Departemen Pembantu yang Dipakai oleh Departemen Produksi


Departemen Pembantu Departemen A Departemen B
Departemen X 75% 25%
Departemen Y 45% 55%
Departemen Z 60% 40%
Alokasi Biaya Overhead Departemen Pembantu ke Departemen Produksi
dengan Menggunakan Metode Alokasi Langsung
PT Eliona Sari
Alokasi Biaya Overhead Pabrik Departemen Pembantu ke Departemen Produksi
(dalam ribuan rupiah)

Departemen Produksi Departemen Pembantu


Keterangan
A B X Y Z
Jumlah biaya overhead langsung dan
tidak langsung departemen 2.175,00 2.620,00 771 1145 369

Alokasi biaya overhead departemen Z 276,75 92,25 {369}


Alokasi biaya overhead departemen Y 650,25 794,75 {1445}
Alokasi biaya overhead departemen X 462,6 308,4 {771}

Jumlah alokasi biaya overhead dari 1389,60 1195,40 0 0 0


departemen pembantu
Jumlah biaya departemen produksi
setelah alokasi biaya dari dep. pembantu 3564,60 3.815,40
Metode Alokasi Bertahap yang Memperhitungkan Jasa Timbal
Balik Antar Departemen

 Metode Alokasi Kontinu


Biaya overhead pabrik departemen-departemen pembantu yang saling memberikan
jasa dialokasikan secara terus-menerus, sehingga jumlah biaya overheadyang belum
dialokasikan menjadi tidak berarti. Misalnya departemen pembantu X dan departemen
pembantu Y sesuai dengan jasa yang dipakai oleh departemen Y. Halini menyebabkan
biaya overhead departemen X habis dialokasikan. Kemudian alokasi berikutnya dilakukan
terhadap biaya overhead departemen Y setelah menerima alokasi biaya dari Departemen
X.

Alokasi kedua ini menyebabkan biaya overhead departemen Y habis dialokasikan dan
akan menyebabkan biaya overhead departemen X terisi kembali. Alokasi ini selalu
diulang-ulang sehingga jumlah biaya yang belum dialokasikan menjadi tidak berarti
Biaya Overhead langsung dan tidak langsung departemen-departemen pembantu dab
produksi selama tahun anggaran 20X3 diperkirakan sebagai berikut:
Departemen Produksi
Departemen A Rp. 9.000.000
Departemen B Rp. 15.000.000
Departemen Pembantu
Departemen X Rp. 3.000.000
Departemen Y Rp. 5.000.000

Proporsi Jasa Departemen Pembantu yang dipakai Departemen Produksi


Dipakai di
Departemen Pembantu Departemen Produksi
Dept. X Dept. Y Dept. A Dept. B
Jasa Departemen X - 10% 65% 25%
Jasa Departemen Y 20% - 45% 35%
 Alokasi Biaya Overhead Pabrik Metode Alokasi Kontinu
Departemen X Departemen Y
Biaya Overhead langsung dan tidak langsung
departemen Rp 3.000.000 Rp 5.000.000
Alokasi biaya overhead Departemen X*) (3.000.000) 300000
0 5.300.000
Alokasi Biaya overhead Departemen Y 1.060.000 ( 5.300.000)
1.060.000 0
Alokasi Biaya overhead Departemen X (1.060.000) 106000
0 106.000
Alokasi Biaya overhead Departemen Y 21.200 (106.000)
21.200 0
Alokasi Biaya overhead Departemen X ( 21.200) 21.200
0 21.200
Alokasi Biaya overhead Departemen Y 424 ( 21.200)
424 0
Alokasi Biaya overhead Departemen X (424) 42
0 42
Alokasi Biaya overhead Departemen Y 8 (42)
8 0
Alokasi Biaya overhead Departemen X (8) 1
Rp 0 Rp 1
Alokasi Biaya Overhead Pabrik Departemen Pembantu Lain dan Departemen
Produksi
Departemen Pembantu Departemen Produksi
Departemen X Departemen Y Departemen A Departemen B
Biaya overhead langsung dan
tidak langsung dep. Rp 3.000.000 Rp 5.000.000 Rp 9.000.000 Rp 15.000.000
Alokasi biaya overhead dept X 4.081.632 408.163 2.653.061 1.020.508
Alokasi biaya overhead dept. Y 1.081.632 5.408.163 2.433.673 1.892.857
Rp0 Rp0 14.086.734 17.913.365
 Metode Aljabar
Jumlah biaya tiap-tiap departemen pembantu dinyatakan dalam bentuk aljabar.
Misal : x = jumlah biaya X setelah menerima alokasi biaya dari departemen Y
y = jumlah biaya X setelah menerima alokasi biaya dari departemen X
Maka :
X = 3.000.000 + 0,20 y
Y = 5.000.000 + 0,10 x
Penyelesaian : y = 5.000.000 + 0,10 x
X = 3.000.000 + 0,20 y = 5.000.000 + 406.163
X = 3.000.000 + 0,20 (5.000.000 + 0,10 x ) = 5.408.163
X = 3.000.000 + 1.000.000 + 0,02 x
x - 0,02x = 4.000.000
0,98x = 4.000.000
x = 4.000.000 / 0,98
x = 4.408.633
Alokasi Biaya Overhead Departemen Pembantu Lain dan Departemen
Produksi
Departemen Pembantu Departemen Produksi
Departemen
Departemen X Y Departemen A Departemen B
Biaya overhead langsung dan
Rp Rp
tidak langsung dep. Rp 3.000.000 5.000.000 Rp 9.000.000 15.000.000

Alokasi biaya overhead dept. X 4.081.632 408.163 2.653.061 1.020.508

Alokasi biaya overhead dept. Y 1.081.632 5.408.163 2.433.673 1.892.857

Rp0 Rp0 14.086.734 17.913.365


Gambar 8.10
Alokasi Biaya Overhead Departemen Pembantu dengan Metode Urutan Alokasi yang Diatur

DEPARTEMEN PEMBANTU DEPARTEMEN PRODUKSI


DEP. A DEP. B DEP. C DEP. X DEP. Y
Gambar 8.11
Alokasi Biaya Overhead Departemen Pembantu yang Memperhitungkan Jasa Timbal Balik Antardepartemen
Pembantu

DEPARTEMEN PEMBANTU DEPARTEMEN PRODUKSI


DEP. A DEP. B DEP. C DEP. X DEP. Y
PT Eliona Sari
Anggaran Biaya Overhead Pabrik per Departemen untuk Tahun Anggaran 20x1
(Dalam Rupiah)
Dep. Produksi Dep. Pembantu
Jenis Biaya T/V* Jmlh. A B X Y Z
Biaya overhead langsung dep: V 1.450 550 750 50 75 25
Biaya bahan penolong V 1.000 - - - 1.000 -
Biaya bahan baku T 1.500 500 550 200 150 100
Upah tenaga kerja langsung V 500 225 275 - - -
T 655 250 300 50 150 25
Biaya kesejahteraan karyawan T 1.030 300 375 225 75 55
Biaya reparasi dan pemeliharaan mesin V 350 100 125 75 25 25
Jumlah biaya overhead langsung dep. T 3.185 1.050 1.225 475 225 180
V 3.300 875 1.150 125 1.100 50
Biaya overhead tidak langsung dep.: 400 100 120 40 60 80
Biaya depresiasi T 600 150 180 60 90 120
Biaya asuransi T 1.000 250 300 100 150 200
Jumlah biaya overhead tidak langsung dep. T 4.185 1.300 1.525 575 405 380
Jumlah biaya overhead pabrik T 3.300 875 1.150 125 1.100 50
Total biaya overhead pabrik V 7.485 2.175 2.675 700 1.505 430
Hasil Survei Pabrik Mengenai Dasar Distribusi dan Alokasi Biaya Overhead Pabrik Pada Awal
Tahun 20X1

Luas Lantai Pemakaian KWH Jml Karyawan Jam Pemeliharaan


Departemen M² % KWH % Orang % Jam %
1 2 3 4 5 6 7 8

Departemen A 2.000 25 17.200 40 100 40 4.000 40

Departemen B 2.400 30 12.900 30 125 50 6.000 60

Departemen X 800 10 8.600 20 25 10 - -

Departemen Y 1.200 15 4.300 10 - - - -

Departemen Z 1.600 20 - - - - - -

Jumlah 8.000 100 43.000 100 250 100 10.000 100


PT Eliona Sari
Alokasi Biaya Overhead Departemen Pembantu ke Departemen Produksi unutk Departemen Produksi untuk
Tahun Anggaran 20X1
Departemen Produksi Departemen Pembantu
Keterangan
Dep. A Dep. B Dep. X Dep. Y Dep. Z
Biaya overhead langsung dan tidak langsung dep. 2.175 2.675 700 1.505 430

Alokasi biaya overhead dep. Z dasar alokasi


kwh dan tarif alokasi Rp10 per kwh
(430.000 : 43.000) 172 129 86 43 (430)

Alokasi biaya overhead dep. Y dasar alokasi jml


karyawan dan tarif alokasi Rp6.192 per orang
(1.548.000 : 250) 619,2 774 154,8 (1.54,8)

Alokasi biaya overhead dep. X dg. Dasar alokasi


jam pemeliharaan dan tariff alokasi Rp94,08
per jam (940.800 : 10.000) 376,32 564,48 (940,8)

Jumlah alokasi biaya overhead pabrik yang diterima dari


dep. Pembantu 1.167,52 1.467,48

Jml biaya overhead pabrik produksi setelah adanya biaya


overhead dari dep. pembantu 3.342,52 4.142,48
Gambar 8.15
Perhitungan tarif pembebanan biaya overhead pabrik departemen produksi

Dasar Pembebanan Anggaran Biaya Tarif Pembebanan

Dep.A Dep.B Dep.A Dep.B Dep.A Dep.B


(jam) (jam) (jam) (jam) (jam) (jam)

(1) (2) (3) (4) (5) (6)

Jml jam tenaga kerja langsung 50.000 3.342.520 66,85

Jml jam mesin 25.000 4.142.480 165,70


Gambar 8.16
Departemen pembantu dan satuan dasar alokasi jasanya
Departemen Pembantu Dasar alokasi biaya
Departemen Gedung dan Emplasemen Meter persegi atau meter kubik
Departemen Kafetaria Jumlah karyawan
Departemen Bengkel Pembebanan langsung biaya sparepart dan bahan
ditambah dengan jam pemeliharaan yang
dikonsumsi oleh masing-masing departemen
Satuan yang diangkut atau tonase
Departemen materials handling Jumlah karyawan
Departemen poliklinik Jumlah karyawan
Departemen personalia
Gambar 8.17
Daftar alokasi biaya dep. Z
Alokasi biaya atas dasar tarif Alokasi biaya atas dasar Presentase
Alokasi sebesar Rp10 per Kwh Jumlah karyawan
Biaya dep. Z yang
Biaya dep. Z yang
Taksiran dialokasikan
dialokasikan Presentase
pemsakaian pemakaian Kwh
Kwh (1) X Rp10 (3) X Rp430.000
Dep. (1) (2) (3) (4)
A 17.200 Rp172.000 40 Rp172.000

B 12.900 129.000 30 129.000

X 8.600 86.000 20 86.000

Y 4.300 4.300 10 4.300

43.000 Rp43.000 100 Rp43.000


Gambar 8.18
Daftar alokasi biaya dep. Y

Alokasi biaya atas dasar tarif Alokasi biaya atas dasar Presentase
Alokasi sebesar Rp6.192 per orang Jumlah karyawan
Biaya dep. Y yang Presentase Biaya dep. Y yang
dialokasikan jumlah dialokasikan
Jumlah karyawan
karyawan (1) X Rp6.192 (3) X Rp1.548.000
Dep. (1) (2) (3) (4)

A 100 Rp619.200 40 Rp619.200

B 125 774.000 50 774.000

X 25 154.800 10 154.800

250 Rp1.548.00 100 Rp1.548.000


Gambar 8.19
Daftar alokasi biaya dep. X

Alokasi biaya atas dasar tarif Alokasi biaya atas dasar Presentase
Alokasi sebesar Rp94,08 per jam Jam Pemeliharaan
pemeliharaam
Biaya dep. X yang Presentase jam Biaya dep. X yang
Jumlah dialokasikan Pemeliharaan dialokasikan
Pemeliharaan
Dep. (1) X Rp94,08
(3) X Rp94.800
(1) (2) (3) (4)

A 4000 Rp376.320 40 Rp376.320

B 6000 564.480 60 564.480

10.000 Rp940.800 100 Rp940.800


Gambar 8.20
Perhitungan tarif biaya overhead pabrik variable dan tarif biaya overhead pabrik tetap
Dept. A Dept. B
Biaya ov. Langsung dan tidak langsung dept. variabel (gambar 8.12) Rp875.000 Rp1.150.000
Biaya ov. Yang berasal dari dept. pembantu, seluruhnya dianggap variable
(gambar 8.14) 1.167.520 1.467.480
Jumlah biaya obverhead-variabel Rp2.042.520 Rp2.617.480
Biaya ov. Langsunng dan tidak langsung dept. tetap 1.300.000 1.525.000
(gambar 8.12) Jumlah Rp3.342.520 Rp4.142.480
Tarif biaya overhead pabrik-variable:
Rp2.042.520 : 50.000 Rp40,85 -
Rp2.617.480 : 25.000 - Rp104,70
Tarif biaya overhead tetap:
Rp1.300.000 : 50.000 26,00 -
Rp1.525.000 : 25.000 61,00
Tarif biaya overhead total Rp66,85 Rp165,70
Per jam tenaga kerja langsung Per jam mesin
Analisis Selisih Biaya Overhead Pabrik Per Departemen

 Biaya overhead pabrik yang sesungguhnyan terjadi dikumpulkan dan dicacat selama tahun anggaran
tesebut,agar supaya pada akhir tahun dapat dilakukan perbandingan antara biaya overrhead yang
dibebankan berdasarkan angka taksiran dengan biaya overhead yang sesungguhnya terjadi.
 Untuk dapat melakukan perbandingan antara biaya overhead yang dibebankan atas dasar tarif dengan
biaya overhead pabrik yang sesungguhnya terjadi per departemen, langah yang harus dilakukan selama
tahun anggaran adalah sebagai berikut:
1. Mengumpulkan jumlah tipe jenis biaya overhead yang terjadi sesungguhnya dalam masing-masing
departemen selama tahun anggaran(lihat gambar 8.21)
2. Mengumpulkan data seungguhnya yang beehubungan dengan dasar distribusi dan alokasi biaya overhead
pabrik (gambar 8.22)
3. Mengalokasikan biayab overhead sesungguhnya departemen pembantu dengan cara yang sama seperti
yang dilakukan pada waktu penentuan tarif biaya overhead pabrik seperti yang disajikan (gambar 8.14).
Dasar alokasi yang digunakan adalah data yang dikumpulkan pada lanhgkah ke-2 (gambar 8.22).
4. Membandingkan biaya overhead sesungguhnya tiap-tiap deprtemen produksi dengah yang dibebankan
kepada produk berdasarkan tarif, untuk perhitungan biaya overhead yang lebih atau kurang dibebankan
(gambar 8.24)
5. Menganalisis selisih biaya overhead per departemen (gambar 8.25)
PT Eliona Sari
BOP Sesungguhnya per Dep. Tahun 20X1 (dalam Rp)
Jenis biaya T/V*) jumlah Dep. Produksi Dep. Pembantu
A B X Y Z
Biaya overhead
langsung dep:

Biaya bahan V 1.430 660 600 60 80 30


penolong
biaya bahan bakar V 1.120 - - - 1.120 -
Upah tenaga keja T 1.500 500 550 200 150 100
langsung

v 490 270 220 - - -


Biaya T 655 250 300 50 30 25
kesejahteraan
karyawan

Biaya reparasi & T 1.030 300 375 225 75 55


pemeliharaan
mesin

V 364 120 100 75 39 30


jumlah biaya T 3.185 1.150 1.225 475 255 180
overhead langsung
dep.

V 3.404 1.050 920 135 1.239 60


Biaya ov. Tidak
langsung dep:

Biaya depresiasi T 400 100 120 40 60 80

Biaya asuransi T 600 150 180 60 90 120

Jumlah biaya ov. T 1.000 250 300 100 150 200


Tdk langsung dep

Jumlah biaya ov. T 4.185 1.300 1.525 575 405 380


pabrik

V 3.404 1.050 920 135 1.239 60

Total BOP 7.589 2.350 2.445 710 1.644 440

Gambar 8.21
Gambar 8.22

Hasil Survei Mengenai Dasar Distribusi Dan Alokasi BOP Pada Akhir Tahun 20X1

Luas lantai Pemakai Kwh Jml Karyawan Jml Pemeliharaan


departemen (m2) % Kwh % Orang % Jam %
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)
Dep A 2.000 25 20.400 46 117 45 7.000 70
Dep B 2.400 30 10.400 24 104 40 3.000 30
Dep X 800 10 8.600 20 39 15 - -
Dep Y 1.200 15 4.600 10 - - - -
Dep Z 1.600 20 - - - - - -
jumlah 8.000 100 44.000 100 260 100 10.000 100
Gambar 8.23
PT Eliona Sari
Alokasi BO Sesunguhnya Departemen Pembantu Ke Departemen Produksi Tahun 20X1 (Dlm Rp)

Departemen produksi Departemen pembantu


Ket
Dep. A Dep. B Dep. X Dep. Y Dep. Z
Biaya overhead langsung&tdk 2.350,0 2.445,0 710,0 1.644,0 440,0
langsung
alokasi biaya ov. Dep Z atas dasra 204,0 104,0 86,0 46,0 (440,0)
aloaksi Kwh&tarif alokasi Rp10/kwh
(440.000:44.000)
Alokasi biaya ov. Dep Y dasar alokasi 760,50 676,00 253,5 (1.690,0)
jml karywan&tarif alokasi
Rp6.500/org (1.690.000:260)

Alokasi biaya ov. Dep X dg dasar 734,65 314,85 (1.049,5)


aloaksi jam pemeliharaan&tarif
alokasi Rp104,95/jam
(1.049.500:10.000)
Jml alokasi biaya overhead yg 1.699,15 1.094,85
diterima dr dep pembantu
Jml BOP produksi setlah adanya 4.049,15 3.539,85
biaya overhead dr dep pembantu
Gambar 8.24
PT Eliona Sari
Perhitungan Biaya Overhead yang Lebih(kurang) Dibebankan
(Over/Under Applied Factory Overhead)

Departemen A Departemen B
Jumlah BOP yang dibebankan kepada produk dalam th 20X1
adalah:
60.000jam x Rp66,85 Rp4.011.000
20.000jam x Rp165,70 Rp3.314.000
BOP yang sesungguhnya terjadi dalam tahun 20X1 : (lihat 4.049.150 3.539.850
gambar 8.15)
BOP Lebih atau (kurang) dibebankan (Rp 38.150) (Rp 225.850)

Selisih biaya overhead yang dibebankan berdasarka tarif dengan biaya overhead yang sesungguhnya terjadi
tersebut dianalisis lebih lanjut untuk mengetahui penyebab terjadinya. Analisi selisih tersebut dapat diikuti
gambar 8.25
Gambar 8.25
PT Eliona Sari
Analisis Selisih Biaya Overhead Pabrik Tahun 20X1
Departemen A Departemen B
Selisih anggaran:
Biaya overhead yg sesungguhnya (gb. 8.23) Rp4.049.150 Rp3.539.850
Dikurangi: biaya ov. tetap sesungguhnya (gb. 8.12) 1.300.000 1.525.000
Biaya overhead variabel sesungguhnya 2.749.150 2.014.850
Biaya overhead variabel yg dianggarkan (gb. 8.20)

60.000x Rp 40,85 2.451.000


20.000x Rp104,70 2.094.000
Rp298.150 (R) Rp79.150 (L)
Selisih kapasits:
Kapsitas normal 50.000 jam 25.000jam
Kapsitas sesungguhnya yg dicapai 60.000 20.000
selisih kapasitas 10.000 jam 5.000 jam
Tarif biaya overhead tetap Rp26 Rp61
Selisih kapasitas Rp260.000 (L) Rp305.000 (R)
Selisih bersih biaya overhead tahun 20X1 Rp38.150 (R) Rp225.850 (R)
AKUNTANSI BIAYA OVERHEAD PABRIK
Akuntansi biaya overhead pabrik terdiri dari
pencatatan ;
A. Pembebanan biaya overhead pabrik kepada kepada produk berdasarkan
tarif yang ditentukan di muka.
Apabila produk diolah lebih dari satu departemen produksi, untuk
menampung biaya produksi, di dalam buku besar dibentuk rekening barang
dalam proses untuk tiap departemen produksi. Biaya overhead yang dibebankan
kepada produk ditampung dalam rekening biaya overhead pabrik yang
dibebankan. Rekening biaya overhead pabrik yang dibebankan perlu untuk tiap
departemen produksi.

Dari data yang terdapat pada Gambar,jurnal pembebanan biaya overhead pabrik
kepada produk adalah sebagai berikut ;
Jurnal#1
Barang dalam proses-biaya overhead pabrik Dep.A Rp4.011.000
Barang dalam proses-biaya overhead pabrik Dep.B 3.314.000
Biaya overhead pabrik yang Dibebankan Dep.A Rp4.011.000
Biaya overhead pabrik yang Dibebankan Dep.B 3.314.000

A. Pengumpulan Biaya Overhead pabrik yang sesungguhnya


Pencatatan biaya overhead pabrik yang sesungguhnya mula-mula dilakukan dengan mendebit rekening
biaya overhead pabrik sesungguhnya. Rekening ini dirinci lagi sesuai dengan pembagian departemen
pembantu dan departemen produksi.
Akuntansi biaya overhead pabrik sesungguhnya terjadi diuraikan sebagai berikut ini.

 Atas dasar berbagai macam bukti pembukuan,dicatat terjadinya biaya overhead pabrik sesungguhnya dalam
rekening control biaya overhead pabrik sesunguhnya dengan jurnal sebagai berikut:
Jurnal#2
Biaya Overhead pabrik sesungguhnya Rp7.589.000
Persediaan Bahan Penolong Rp1.430.000
Persediaan Bahan Bakar 1.120.000
Gaji dan Upah 2.654.000*)
Persediaan Suku Cadang 1.394.000**)
Akumulasi Depresiasi Gedung 400.000
Persekot Asuransi Gedung 600.000
(Angka Diambil dari Gambar 8.21)
*) Terdiri dari: upah tenaga kerja tidak langsung Rp1.990.000 (Rp1.500.000 + Rp490.000),dan biaya kesejatrahaan karyawan
Rp655.000

*)) Terdiri dari biaya tetap Rp1.030.000 dan Biaya Variable Rp364.000

Kode pembantu dan produksi yang menunjukan departemen dan jenis biayanya,misalnya;

 500 Departemen - 501 Departemen B

 502 Depertemen X-503 Departemen Y

 504 Departemen Z

 Jenis biaya diberi kode dengan menambah dua angka dibelakangnya koden rekening kontrolnya sebagai berikut :

 01 Biaya Bahan Penolong -02 Biaya Bahan Bakar

 03 Biaya Tenaga Kerja Tidak Langsung - 04 Biaya Kesejahteraan

 05 Biaya Reparasi & Pemeliharaan Mesin -06 Biaya Depresiasi Gedung

 07 Biaya Asuransi Gedung

Jika jenis biaya jumlahnya lebih dari sepuluh jenis,maka kode rekening pembantunya terdiri dari dari dua angka. Dengan demikian
setiap bukti pembukuan diberi kode rekening yang menunjukan jenis biaya dan pusat terjadinya.
Transaksi Kode Rekening Pembantu

a. pemakaian bahan penolong di Dep. A 500.01


b. pemakaian suku cadang untuk pemeliharaan mesin Dep. X 502.05

c. pemakaian suku cadang untuk pemeliharaan mesin Dep. B 501.05


d. Biaya depresiasi gedung Dep. B 501.06
e. biaya depresiasi gedung Dep.A 500.06
 Setiap bulan jenis biaya pada tiap-tiap departemen dijumlah dan kemudian dibuat daftar biaya overhead
pabrik sesungguhnya seperti pada gambar (8.21). Atas dasar biaya overhead pabrik sesungguhnya (Gambar
8.21), kemudian dibuat jurnal untuk memindahkan jumlah biaya overhead pabrik yang terkumpul dalam
rekeninng biaya overhead pabrik sesungguhnya ke dalam rekening biaya overhead pabrik sesungguhnya
masing-masing departemen berikut ini :

Jurnal#3
Biaya overhead pabrik sesungguhnya Dept. A Rp2.350.000
Biaya overhead pabrik sesungguhnya Dept. B 2.445.000
Biaya overhead pabrik sesungguhnya Dept. X 710.000
Biaya overhead pabrik sesungguhnya Dept. Y 1.644.000
Biaya overhead pabrik sesungguhnya Dept. Z 440.000
Biaya overhead pabrik sesungguhnya Rp7.589.000

 Setelah daftar biaya overhead pabrik sesungguhnya selesai maka akan dibuat daftar alokasi biaya
overhead pabrik sesungguhnya (Gambar 8.23)
Jurnal#4
a. Biaya overhead pabrik sesungguhnya Dept. A Rp204.000

Biaya overhead pabrik sesungguhnya Dept. B 104.000

Biaya overhead pabrik sesungguhnya Dept. X 86.000

Biaya overhead pabrik sesungguhnya Dept. Y 46.000

Biaya overhead pabrik sesungguhnya Dept. Z Rp440.000

(Jurnal alokasi biaya overhead pabrik sesungguhnya Dep.Pembantu Z)

a. Biaya overhead pabrik sesungguhnya Dept. A Rp760.000

Biaya overhead pabrik sesungguhnya Dept. B 676.000

Biaya overhead pabrik sesungguhnya Dept. X 253.500

Biaya overhead pabrik sesungguhnya Dept. Z Rp440.000

(Jurnal alokasi biaya overhead pabrik sesungguhnya Dep.Pembantu Y)


a. Biaya overhead pabrik sesungguhnya Dept. A Rp734.000

Biaya overhead pabrik sesungguhnya Dept. B 314.000

Biaya overhead pabrik sesungguhnya Dept. X Rp1.049.000

(Jurnal alokasi biaya overhead pabrik sesungguhnya Dep.Pembantu X)


Penutupan Rekening Biaya overhead Pabrik yang Dibebankan ke rekening Biaya Overhead Pabrik
Sesungguhnya
Jurnal penutupan rekening biaya overhead pabrik yang dibebankan ke rekening biaya overhead pabrik
sesungguhnya per departemen adalah sebagai berikut :

Jurnal#5
Biaya overhead pabrik yang dibebankan Dept. A Rp4.011.000
Biaya overhead pabrik yang dibebankan Dept. B 3.314.000
Biaya overhead pabrik sesungguhnya Dept. A Rp4.011.000
Biaya overhead pabrik sesungguhnya Dept. B 3.314.000
Penentuan Pembebanan Lebih atau Kurang Biaya Overhead Pabrik
Jurnal pencatatan pembebanan lebih atau kurang biaya overhead pabrik, adalah sebagai berikut :

Jurnal#5
Pembebanan Lebih atau Kurang Biaya Ov.Pabrik Dep.A Rp38.150
Pembebanan Lebih atau Kurang Biaya Ov.Pabrik Dep.A 225.850
Biaya overhead pabrik sesungguhnya Dept. A Rp38.150
Biaya overhead pabrik sesungguhnya Dept. B 225.850

Penentuan Tarif Biaya Overhead Pabrik Dalam Metode Variabel Costing


Dalam perusahaan yang menggunakan metode harga pokok proses dalam pengumpulan biaya produksinya dan
menggunakan variable costing dalam penentuan harga pokok produknya,biaya overhead pabrik yang
sesungguhnya dibebankan kepada produk hanya terdiri dari biaya overhead pabrik sesungguhnya yang
berprilaku variable saja.
Tarif biaya overhead pabrik langsung variable per departemen dihitung dengan langkah berikut ini:
Biaya overhead pabrik langsung departemen dipisahkan ke dalam biaya variable dan biaya tetap.
Biaya overhead pabrik variable departemen dipisahkan ke dalam biaya variable produksi berdasarkan kualitas
jasa yang dikonsumsi oleh departemen pembantu lain dan departemen produksi
Biaya overhead pabrik variable departemen produksi setelah ditambah dengan biaya overhead pabrik variable
yang diterima dari alokasi biaya departemen pembantu dibagi dengan dasar pembebanan untuk mendapatkan
tariff biaya overhead pabrik variable
Contoh (4)
Misalanya departemen listrik menghasilkan listrik untuk memenuhi kebutuhan dua
departemen produksi A dan B. dalam tahun anggaran 20X1,biaya overhead pabrik
langsung departemen produksi diperkirakan sebagai berikut:

Depatemen A
Biaya Variabel Rp 81.500.000
Biaya tetap 30.000.0000
Total Rp111.500.000
Departemen B
Biaya Variabel Rp 34.000.000
Biaya tetap 25.000.0000

Total Rp59.000.000
Departemen Listrik
Biaya Variabel Rp 20.000.000
Biaya tetap 60.000.000

Total Rp80.000.000
Kapasitas departemen listrik per tahun adalah 180.000 kwh. Kebutuhan minimum Dep.A dan Dep.B berturut-
turut 70.000 kwh dan 60.000kwh per tahun. Untuk beroperasi pada kapasitas normal, konsumsi listrik
departemen produksi di atas kebutuhan pokok departemen tersebut dalam tahun anggaran 20X1 diperkirakan
berikut ini;
Departemen A 60.000 kwh
Departemen B 40.000 kwh
Total 100.000 kwh
Alokasi biaya Departemen Listrik disajikan pada Gambar 8.27.

Dalam metode alokasi ini, biaya departemen listrik sebesar Rp60.000.000 dialokasikan dengan cara sebagai berikut
;
•Biaya tetap departemen pembantu dialokasi ini,departemen produksi dibebani dengan biaya tetap departemen
pembantu berdasarkan proporsi kapasitas yang disediakan oleh departemen pembantu untuk memenuhi kebutuhan
pokok

Alokasi biaya Dep. Lisrik (gambar 8.27)


Data Departemen Listrik
Biaya
Biaya tetap Rp 40.000.000
Biaya variable Rp 20.000.000
Total biaya produksi litrik pertahun Rp 60.000.000
Data pemakaian litrik pertahun
Kapasitas yang tersedia 180.000 kwh
Kebutuhan pokok:
Departeme A 50.000 kwh
Departeme B 30.000
80.000
Kapasitas yang bebas pemakaiannya
100.000 kwh
Kapasitas normal departemen produksi untuk tahun anggaran 20X1
yang diukur dengan jam mesin adalah sebagai berikut :
Departemen A 110.000
jam mesin
Departemen B 70.000
jam mesin
ALOKASI BIAYA DEPARTEMEN LISTRIK
Departemen A
Biaya tetap = (50.000.000/80.000.000) x Rp40.000.000 Rp25.000.000
+
Biaya nariabel =(Rp20.000.000/80.000.000) x Rp40.000.000 Rp200 per kwh

Departemen B
Biaya tetap = (30.000.000/80.000.000) x Rp40.000.000 Rp15.000.000
+
Biaya variable=(Rp20.000.000/100.000) Rp200 per kwh

Departemen produksi. Dengan demikian,departemen A dalam contoh tersebut menerima beban alokasi
biaya tetap Departemen Listrik sebesar Rp25.000.000(50.000.000/80.000.000xRp40.000.000)dan
departemen B menerima beban alokasi biaya overhead pabrik tetap sebesar Rp15.000.000
(30.000.000/80.000.000 x Rp40.000.000).

Biaya variable Dep. Pembantu dialokasikan berdasarkan proporsi jumlah kapasitas yang dipakai di atas
kebutuhan pokok Dep. Produksi. Disamping dibebani biaya tetap, untuk setiap kwh listrik yang di pakai oleh
Dep. A dan B akan dibebani dengan biaya variable sebesar Rp200 (Rp20.000.000/100.000). Dengan demikian
biaya variabel Departemen Listrik yang dialokasikan ke departemen produksi A adalah Rp12.000.000 (Rp200
x 60.000) dan departemen produksi B sebesar Rp8.000.000 (Rp200 x 40.000).
Perhitungan Tarif Biaya Overhead Pabrik Departemen Produksi
Tarif biaya Ov. Pabrik hanya dihitung untuk biaya Ov. Pabrik variabel saja. Biaya Ov. Pabrik tetap
bukan merupakan unsur harga pokok produk, melainkan sebagai biaya periode yang dibebankan sebagai biaya
dalam tahun terjadinya dan dikurangkan dari pendapatan dalam laporan laba rugi.

Berdasarkan contoh 4, perhitungan tariff biaya variabel Dep. Produksi disajikan pada gambar 8.28

Gambar 8.28
Perhitungan Tarif Biaya overhead pabrik

Dep.A Dep.B
Biaya Variabel langsung departemen Rp81.500.000 Rp34.000.000
Biaya Variabel dari Alokasi biaya Dep. Listrik 12.000.000 8.000.000
Total Biaya overhead Pabrik Variabel Rp93.500.000 Rp42.000.000
Dasar pembebanan biaya overhead Pabrik 110.000 jam mesin 70.000 jam mesin
Variabel
Tarif biaya overhead pabrik variabel Dep. A Rp850 per jam mesin
Tarif Biaya overhead pabrik variabel Dep. B Rp600 per jam
mesin
Akuntansi Biaya Overhead Pabrik Dalam Metode Variabel Costing
Akuntansi biaya Ov. Pabrik dalam metode variabel costing berbeda dengan sesungguhnya oleh departemen
produksi, dan kapasitas Dep. Produksi yang sesungguhnya dicapai dalam tahun 20X1 di sajikan pada Gambar
8.29
Biaya Overhead pabrik sesungguhnya

Dep. Listrik ;
Biaya Tetap Rp40.000.000
Biaya Variabel 25.000.000
Total Rp65.000.000
Dep. A ;
Biaya Tetap Rp30.000.000
Biaya Variabel 80.000.000
Total Rp110.000.000
Dep. B ;
Biaya Tetap Rp24.000.000
Biaya Variabel 30.000.000
Total Rp54.000.000
Kapasitas sesungguhnya dicapai Dep. A 105.000 jam menit
Kapasitas sesungguhnya dicapai Dep. B 60.000 jam menit
Pemakaiaan sesungguhnya listrik di atas kebutuhan pokok di :

Departemen A 55.000 kwh


Departemen B 45.000 kwh
Gambar 8.30
Penctatan Pembebanan Biaya Overhead Pabrik Variabel kepada Produk

Untuk mengikuti urutan pencatatan biaya Ov. Pabrik dalam variabel costing,
berikut ini disajikan jurnal-jurnal untuk mencatat transaksi yang bersangkutan
dengan biaya overhead berdasarkan data dalam contoh nomor 2. Setiap jurnal
berikut ini diberi nomor urut dan untuk memudahkan pemahaman prosedur
pencatatan biaya overhead pabrik berikut ini, nomor-nomor jurnal tersebut
dicantumkan dalam gambar 8.31
Pencatatan Alokasi Biaya Overhead Pabrik Departemen Pembantu,Biaya
Overhead Pabrik yang Dibebankan,Penutupan Rekening, Biaya Overhead Pabrik
Variabel yang Dibebankan, Selisih Biaya Overhead Pabrik dan Penutupan
Rekening Biaya Overhead Pabrik Tetap.
Jurnal#1
Barang Dalam Proses-BOP Variabel Dept. A Rp89.250.000
Barang Dalam Proses-BOP Variabel Dept. B 36.000.000
BOP Variabel yang Dibebankan Dept. A Rp89.250.000
BOP Variabel yang Dibebankan Dept. B 36.000.000

Jumlah biaya Overhead pabrik variabel yang dibebankan departemen produksi kepada produk dihitung
sebagai berikut ;
Dept. A = Rp850 x 105.000 = Rp89.250.000
Dept. B = Rp850 x 60.000 = Rp36.000.000

Pencatatan Biaya overhead Pabrik yang Sesungguhnya Terjadi di Depatemen Pembantu dan
Departemen Produksi
Jurnal#2
BOP Sesungguhnya Dept. Listrik Rp65.000.000
BOP Sesungguhnya Dept. A 110.000.000
BOP Sesungguhnya Dept. B 54.000.000
Berbagai Rekening yang Dikredit Rp229.000.000
Pencatatan Pemisahaan Biaya Overhead Pabrik ke dalam Biaya Tetap dan Biaya
Variabel

Jurnal#3

BOP Variabel Sesungguhnya Dept. Listrik Rp25.000.000


BOP Tetap Sesungguhnya Dept. Listrik 40.000.000
BOP Sesungguhnya Dept. Listrik Rp65.000.000

BOP Variabel Sesungguhnya Dept. A Rp80.000.000


BOP Tetap Sesungguhnya Dept. A 30.000.000
BOP Sesungguhnya Dept. A Rp110.000.000

BOP Variabel Sesungguhnya Dept. B Rp30.000.000


BOP Tetap Sesungguhnya Dept. B 24.000.000
BOP Sesungguhnya Dept. B Rp54.000.000
Alokasi Biaya Overhead Departemen Pembantu ke Departemen Produksi

Jurnal#4
BOP Variabel Sesungguhnya Dept. A Rp13.000.000
BOP Tetap Sesungguhnya Dept. B 11.250.000
BOP Sesungguhnya Dept. Listrik Rp25.000.000

Biaya overhead pabrik variabel Departemen Listrik dialokasikan ke


departemen produksi atas dasar jumlah sesungguhnya kwh listrik yang dikonsunsi
oleh Dept. Produksi.
Dept. A = (55.000/100.000) x Rp25.000.000 = Rp13.750.000
Dept. B = (45.000/100.000) x Rp25.000.000 = Rp11.250.000
BOP Variabel Sesungguhnya Dept. A Rp25.000.000
BOP Tetap Sesungguhnya Dept. B 15.000.000
BOP Sesungguhnya Dept. Listrik Rp40.000.000
Biaya overhead Pabrik tetap Dept. Listrik dialokasikan ke Dept. Produksi atas dasar proposal
kebutuhan pokok kwh listrik Dept. Produksi.

Dept. A = (50.000/80.000) x Rp40.000.000 = Rp25.000.000


Dept. B = (30.000/80.000) x Rp40.000.000 = Rp15.000.000

Penutupan Rekening Biaya Overhead Pabrik Variabel yang Dibebankan ke Rekening Biaya
Overhead Pabrik Variabel Sesungguhnya

Jurnal#5

BOP Variabel yang dibebankan Dept. A Rp89.250.000


BOP Variabel yang dibebankan Dept. B 36.000.000
BOP Variabel Sesungguhnya Dept. A Rp89.250.000

BOP Variabel Sesungguhnya Dept. B 36.000.000


Penutupan Rekening Biaya Overhead Pabrik Variabel Sesungguhnya ke Rekening Laba Rugi

Jurnal#6

Laba Rugi Rp9.750.000


BOP Variabel Sesungguhnya Dept. A Rp4.500.000

BOP Variabel Sesungguhnya Dept. B 5.250.000

Perhitungan selisih biaya overhead pabrik variabel yang dibebankan kepada produk atas dasar
tarif yang ditentukan dimuka dengan yang sesungguhnya terjadi adalah sebagai berikut :

Departemen A:
Biaya overhead pabrik variabel yang dibebankan kepada produk atas dasar tarif yang
ditentukan dimuka: 105.000 jam mesin x Rp850
Rp89.250.000
Biaya overhead pabrik variabel sesungguhnya:
Biaya Langsung Departrmen Rp80.000.000
Alokasi dari Dept. Listrik 13.750.000
Jumlah Biaya overhead pabrik sesungguhnya Rp93.750.000
Pembebanan kurang biaya ov. Variabel Dep.A RP4.500.000
Departemen B:
Biaya overhead pabrik variabel yang dibebankan kepada produk atas dasar tarif yang ditentukan dimuka:
60.000 jam mesin x Rp600 Rp36.000.000
Biaya overhead pabrik variabel sesungguhnya:
Biaya Langsung Departrmen Rp30.000.000
Alokasi dari Dept. Listrik 11.250.000
Jumlah Biaya overhead pabrik sesungguhnya Rp41.250.000
Pembebanan kurang biaya ov. Variabel Dep.A RP5.250.000

Penutupan Rekening Biaya Overhead Pabrik Tetap Sesungguhnya ke Rekening Laba Rugi

Jurnal#7
Laba Rugi Rp94.000.000
BOP Variabel Sesungguhnya Dept. A Rp55.000.000

BOP Variabel Sesungguhnya Dept. B 39.000.000


Biaya overhead Pabrik tetap Dept. produksi terdiri dari unsur berikut ini :

Departemen A;
` Biaya Langsung departemen Rp30.000.000
Alokasi biaya dari departemen listrik Rp25.000.000
Total Rp55.000.000

Departemen B:
Biaya Langsung departemen Rp24.000.000
Alokasi biaya dari departemen listrik Rp15.000.000
Total Rp39.000.000