Anda di halaman 1dari 24

Assalamualaikum wr.Wb.

PEMBANGKIT LISTRIK
TENAGA NUKLIR (PLTN)
DISUSUN OLEH :
- DEVI YULIANTI | 08031181520007
- DANIEL ALFARADO | 08031281520019
- DELISA RIZKIANI | 08031281520087
- HENGKI NUGRAHA | 08031181419007
- HERMA FITRI | 08031181520018
- MIFTA KHOLIFA | 08031181520019
- MUTIARA | 0803118152017
PLTN

Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) adalah stasiun


pembangkit listrik thermal di mana panas yang dihasilkan
diperoleh dari satu atau lebih reaktor nuklir pembangkit
listrik.
PLTN termasuk dalam pembangkit daya base load, yang
dapat bekerja dengan baik ketika daya keluarannya konstan
(meskipun boiling waterreactor dapat turun hingga setengah
dayanya ketika malam hari). Daya yang dibangkitkan per
unit pembangkit berkisar dari 40 MWe hingga 1000 MWe.
Prinsip kerja PLTN sebenarnya mirip dengan
pembangkit listrik lainnya, misalnya Pembangkit
Listrik Tenaga Uap (PLTU). Uap bertekanan tinggi
pada PLTU digunakan untuk memutar turbin.
Tenaga gerak putar turbin ini kemudian diubah
menjadi tenaga listrik dalam sebuah generator
Perbedaan PLTN dengan pembangkit lain terletak pada bahan
bakar yang digunakan untuk menghasilkan uap, yaitu Uranium.
Reaksi pembelahan (fisi) inti Uranium menghasilkan tenaga
panas (termal) dalam jumlah yang sangat besar serta
membebaskan 2 sampai 3 buah neutron.
Karena memanfaatkan panas hasil fisi, maka reaktor daya
dirancang berdaya thermal tinggi dari orde ratusan hingga
ribuan MW. Proses pemanfaatan panas hasil fisi untuk
menghasilkan energi listrik di dalam PLTN adalah sebagai berikut:
 Bahan bakar nuklir melakukan reaksi fisi sehingga dilepaskan energi
dalam bentuk panas yang sangat besar.
 Panas hasil reaksi nuklir tersebut dimanfaatkan untuk menguapkan air
pendingin, bisa pendingin primer maupun sekunder bergantung
pada tipe reaktor nuklir yang digunakan.
 Uap air yang dihasilkan dipakai untuk memutar turbin sehingga
dihasilkan energi gerak (kinetik).
 Energi kinetik dari turbin ini selanjutnya dipakai untuk memutar
generator sehingga dihasilkan arus listrik.
Pada Nopember 2005, di seluruh dunia terdapat 441 buah
pembangkit listrik tenaga nuklir yang beroperasi di 31 negara,
menghasilkan tenaga listrik sebesar lebih dari 363 trilyun watt.
Reaktor yang dalam tahap pembangunan sebanyak 30 buah
dan 24 negara (termasuk 6 negara yang belum pernah
mengoperasikan reaktor nuklir) merencanakan untuk
membangun 104 reaktor nuklir baru. Saat ini energi listrik yang
dihasilkan PLTN menyumbang 16% dari seluruh kelistrikan
dunia, yang secara kuantitatif jumlahnya lebih besar dari listrik
yang dihasilkan di seluruh dunia pada tahun 1960.
Perkembangan PLTN
 Hingga tahun 2010 di seluruh dunia baik di negara maju
maupun berkembang telah dioperasikan sebanyak 438 unit
PLTN tersebar di 30 negara dengan kontribusi sekitar 18 7o
dari pasokan tenaga listrik dunia dengant otal
pembangkitand ayanyam encapai3 14Mwe. Sementarait u
143 PLTN dalam tahap konstruksi di 24 negara, dengan
negara yang sedang membangun PLTN terbanyak
adalahChina 36 unit, India 20 unit dan Rusia 16 unit. Selain
yang memasuki tahap konstruksi344 unit PLTNlainnya di
dunia sedang dalam tahap perencanaan
 Negara-negara di Eropa merupakan negara yang paling
tinggi persentase ketergantungannya pada energi nuklir.
Perancis, Lithuania dan Slovakia merupakan tiga negara yang
memiliki ketergantungan listrik pada energi nuklir yang tinggi,
yaitu masing-masing sebesar 78%, 72% dan 55%.

 Di masa mendatang, pemakaian energi nuklir akan


berkembang lebih maju lagi, tidak hanya sekedar untuk
pembangkit listrik saja, tetapi juga untuk keperluan energi
selain kelistrikan, seperti produksi hidrogen, desalinasi air laut,
dan pemanas ruangan.
JENIS-JENIS PLTN

1. Pressurized Water Reactor (PWR)


1.Pressurized Water Reactor (PWR)
 Reaktor air bertekanan atau Pressurized water reactors (PWR)
merupakan mayoritas besar semua pembangkit listrik tenaga nuklir
Barat dan merupakan salah satu dari tiga jenis reaktor air ringan
(LWR), jenis lainnya adalah reaktor air mendidih (BWR) dan reaktor
air superkritis (SCWR). Dalam sebuah PWR, pendingin primer (air)
dipompa di bawah tekanan tinggi ke inti reaktor mana dipanaskan
oleh energi yang dihasilkan oleh fisi atom. Air dipanaskan kemudian
mengalir ke generator uap di mana transfer energi panas untuk
sistem sekunder dan uap yang dihasilkan akan mengalir ke turbin,
yang pada gilirannya, memuutar generator listrik. Berbeda dengan
reaktor air mendidih, tekanan di loop pendingin primer mencegah
air mendidih dalam reaktor. Semua LWR menggunakan air biasa
baik sebagai pendingin dan moderator neutron.
 PWR pada awalnya dirancang untuk melayani propulsi kelautan
sebagai nuklir untuk kapal selam nuklir dan digunakan dalam desain
asli dari pembangkit listrik komersial kedua di Shippingport Atomic
Power Station.
 PWR saat ini beroperasi di Amerika Serikat dianggap Generasi II
reaktor. Reaktor VVER Rusia mirip dengan PWR AS. France
mengoperasikan banyak PWR untuk menghasilkan sebagian besar
listriknya.
2. Boiling Water Reactor (BWR)
2. Boiling Water Reactor (BWR)
Reaktor air mendidih (BWR) adalah bentuk reaktor air
ringan kedua yang paling umum dengan desain siklus
langsung yang menggunakan komponen pasokan uap
yang lebih sedikit lebih besar dibandingkan reaktor
bertekanan air (PWR), yang mempekerjakan siklus tidak
langsung.
3. Reaktor Air Didih (ABWR)
3.Reaktor Air Didih (ABWR
Reaktor ABWR merupakan reactor daya pembangkit listrik
tenaga nuklir yang menggunakan air ringan sebagai
pendingin maupun modearatornya. Pada raktor daya yang
dimanfaatkan adalah uap panas bersuhu dan bertekanan
tinggi yang dihasilkan oleh reaksi fisi untuk memutar turbin,
sedangkan neutron cepat dihasilkan diubah menjadi neutron
lambat untuk berlangsungnya reaksi berantai dan sebagian
lagi tidak dimanfaatkan. Reaksi fisi berantai hanya terjadi
apabila neutron termal atau lambat mampu menembak
Uranium-235 yang lainnya hingga terjadilah reaksi berantai
secara terus menerus. Cara mengubah neutron yang
berkecepatan tinggi menjadi neutron berkecepatan rendah
(neutron lambat) adalah dengan menumbukkannya pada
inti atom hidrogen dalam air. Jadi air di dalam kolam reaktor
ini berfungsi sebagai pemerlambat (moderator), sebagai
pendingin dan juga sebagai perisai radiasi. Beberapa bahan
pada umumnya yang dipergunakan sebagai bahan
pendingin reaktor nuklir adalah air ringan (H2O)
4. Reaktor CANDU
 Reaktor candu merupakan reaktor uranium alam air berat
yang menggunakan konsep tabung tekan (pressure tube)
yang berfungsi sebagai pipa pendingin di dalam teras
reaktor.

Deretan tabung tekan (11) di susun didalam tangki
dengan posisi horizontal. Tangki ini disebut dengan
calandria (4). Desain pressure tube memungkinkan
terpisahnya aliran air berat untuk moderator dan sistem
transportasi.

Bahan bakar (1) yang digunakan adalah uranium
dioksida (Uo2) berbentuk palet. Bahan bakar inilah yang
mengasilkan panas untuk digunakan memanaskan air
dalam ketel (5).

Air berat yang digerakan pompa primer (7) mengalir
menuju teras reaktor. Air yang telah panas ini dialirkan ke
ketel/boiler dan menghasilkan uap untuk mengerakan
generator.
Reaktor candu merupakan reaktor nuklir yang paling efisien
karena reaktor candu menggunakan bahan bakar uranium
alam yang biayanya lebih rendah 50%.

Keunggulan reaktor candu dari reaktor nuklir adalah


kemampuan reaktor candu untuk melakukan "on-power
refuelling" Yaitu kemampuan reaktor candu untuk mengganti
bahan bakar walaupun reaktor masih hidup, jadi tidak perlu di
matikan (shutdown) seperti reaktor. nuklir lain.
5. Reaktor Tabung Tekan
6. Pebble Bed Modular Reactor (PBMR)
7. Reaktor Magnox
8. Advanced Gas-cooled Reactor (AGR)
9. Russian Reaktor Bolshoi Moshchnosty
KEUNTUNGAN DAN KEKURANGAN
PLTN
Keuntungan PLTN dibandingkan dengan pembangkit daya
utama lainnya adalah:
 Tidak menghasilkan emisi gas rumah kaca
 Tidak mencemari udara dan tidak menghasilkan gas-gas
berbahaya
 Sedikit menghasilkan limbah padat (selama operasi
normal).
 Biaya bahan bakar rendah dan hanya sedikit bahan
bakar yang diperlukan.
 Ketersedian bahan bakar yang melimpah - sekali lagi,
karena sangat sedikit bahan bakar yang diperlukan.
Kekurangan PLTN
 Risiko kecelakaan nuklir,
 Limbah nuklir
Sekian
Terima kasih