Anda di halaman 1dari 12

ESTIMASI HARGA PASAR TANAH DI

SUATU KAWASAN
(STUDI : KAWASAN PULO GADUNG, JAKTIM)
Oleh : Indra Gumilar
NIM : 95115002

MAGISTER ADMINISTRASI PERTANAHAN


INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG
Pendahuluan (1)
 Harga Tanah adalah penilaian atas nilai tanah yang
diukur berdasarkan harga nominal dalam satuan uang
untuk satuan luas tertentu pada pasaran lahan (Sujarto,
1985).
 Harga tanah merupakan salah satu refleksi dari nilai
tanah dan sering digunakan sebagai indeks bagi nilai
tanah (Sarah, 1985).
 Nilai tanah yaitu penilaian atas lahan didasarkan
pada kemampuan lahan secara ekonomis dalam
hubungannya dengan produktivitas dan sttrategi
ekonominya (Drabkin, 1977).
Siklus Peningkatan Nilai dan Harga Tanah

Masyarakat Dengan
Berbagai Kegiatan Usaha

Lingkungan Baru Perkembangan dan


Perubahan

Perkembangan Wilayah Peningkatan Kebutuhan


Hidup

Peningkatan Nilai dan Peningkatan Kebutuhan


Harga Tanah Ruang

Pengembangan Sarana Perubahan Pemanfaatan


Angkutan dan Jaringan dan Penggunaan Tanah
Jalan

(Sumber : Chapin, 1978 dalam Sudjarto, 1985)


Pendahuluan (2)
 Harga tanah dapat digolongkan menjadi harga tanah
pemerintah dan harga tanah pasar.
 Pada umumnya harga tanah pasar berada diatas harga
tanah pemerintah.
 Kedua macam harga tanah diatas bukan merupakan harga
tanah sebenarnya, melainkan merupakan harga estimasi
atau harga ekspektasi disuatu lokasi yang berlaku (Sarah,
1985).
 Suatu bidang tanah yang berpotensial tinggi untuk
menghasilkan produksi yang tinggi, misalnya untuk
penempatan industri, pusat perdagangan, perkantoran,
akan dinilai lebih tinggi dari tanah yang dipakai untuk
aktivitas kurang produktif
Hal-Hal Yang Perlu Diperhatikan dalam Mengukur
Harga Tanah

 Teliti bentuk tanahnya di lapangan


 Fungsi komersialnya tanahnya
 Peruntukan kawasan
 Akses jalan masuk
Contoh Kasus
Data 1 berupa tanah kosong (ZNT : AJ)
 Lokasi : Jl. Rawa Sumur (Kawasan Industri Pulo
Gadung, Jakarta Timur)
 Luas Tanah : 5.000 m²

 Luas Bangunan : - m²

 Legalitas Tanah : SHGB

 Sumber Data : Century 21

 Penawaran : Rp 2.300.000 per m2

(Rp 11,5 Milyar)


Foto tanah kosong di Jl. Rawa Sumur Timur (Kawasan Industri Pulo Gadung)
 Penyesuaian harga dilakukan dalam range 10%
sampai dengan 25% apabila berasal dari
broker/agen properti. Harga per m2 tanah
diperoleh dari :
= (Harga Penawaran – (% penyesuaian x harga
penawaran)) / Luas tanah
= kemungkinan transaksi / Luas tanah
 Untuk penyesuaian 10 % diperoleh harga per m2 tanah
di Jl. Rawa Sumur Timur seharga Rp.2.070.000,-.
 Untuk penyesuaian 25% diperoleh per m2 tanah di Jl.
Rawa Sumur Timur seharga Rp.1.725.000,-.
 Sedangkan penyesuaian yang dilakukan terhadap
harga penawaran adalah berdasarkan kuesioner
kepada penilai di Kantor Jasa Penilai Publik, dengan
mempertimbangkan hal-hal yang mempengaruhi
penyesuaian terhadap objek yang dinilai.
 Penyesuaian yang diberikan adalah penyesuaian sebesar
24% terhadap harga penawaran dengan
mempertimbangkan hal-hal yang mempengaruhi
penyesuaian terhadap objek yang dinilai, sebagai berikut :
Sumber
Anggraini, Setyo. (2011) : Estimasi Harga Pasar Tanah,
Tesis Magister Perencanaan dan Kebijakan Publik,
Universitas Indonesia