Anda di halaman 1dari 35

MENGIDENTIFIKASI

KLASIFIKASI DAN
VARIASI BUDAYA
BERDASARKAN
KOMUNIKASI, SENTUHAN,
ORGANISASI, KELUARGA,
PERSEPSI SEHAT,
PRAKTEK PERAWATAN
DIRI
Anggun Widyasari
Anis Fitriana D.
Deni Eko P.
Dela Silviana P.
Dinda Ayu K.
Febri Dwi P.S
Neneng Setyowati
Nur Atikah
Rendra Bayu S.
Shindi Kristanti
Yosep Sukma P.
Pengertian Komunikasi Perawat-Klien

Istilah komunikasi berasal dari bahasa


Inggris yaitu “communication”. Kata
communication ini sendiri berasal dari
bahasa latin “communicare” yang
artinya pemberitahuan dan/atau
pertukaran ide, dengan pembicara
mengharapkan adanya pertimbangan
atau jawaban dari pendengar atau lawan
bicara.
 Komponen Dalam Komunikasi Perawat-Klien

1. Komunikator
Komunikator (pemberi pesan), biasanya juga berarti tempat berasalnya sumber
pesan.

2. Message
Message (pesan atau berita) merupakan yang disampaikan oleh perawat melalui
pembicaraan, gerakan dan sebagainya

3. Channel
Media atau sarana yang digunakan perawat untuk berkomunikasi dengan pasien,
biasanya menggunakan panca indra.

4. Komunikan
Komunikan adalah penerima pesan atau obyek sasaran dari kegiatan
komunikasi. Dalam proses keperawatan, klien merupakan penerima pesan atau
komunikan.

5. Feed back
Feed back adalah umpan balik atau tanggapan, dan merupakan respon pasien
terhadap pesan yang disampaikan perawat.

Jenis komunikasi perawat-klien

 Komunikasi verbal

Yaitu komunikasi yang dilakukan perawat-klien melalui


kata-kata, bicara, maupun tulisan

 Komunikasi non verbal

Yaitu komunikasi yang menggunakan mimik atau


bahasa.
CONTOH KOMUNIKASI YANG BAIK ANTARA PERAWAT DAN PASIEN

Seorang perawat akan melakukan tindakan injeksi Tn. Ari umur 50 tahun dengan
typoid. Di ruang mawar RSUD Sragen. Buatlah tahapan tindakan keperawatan
dalam menghadapi pasien tersebut.
Jawab :
 Fase Interaksi

- Mengecek dokumen pasien (Tn.Ari)


- Menyiapkan peralatan dan obat sesuai program terapi
-membawa semua peralatan dan obat ke ruangan mawar (bangsal)
 Fase Orientasi

Perawat : Assalamualaikum bapak.


Ari : waalaikumsalam
Perawat : Perkenalkan saya adalah perawat intan nur. Bagaimana keadaannya,
bapak ? apakah sudah mulai membaik ?
ARI : alhamdulillah sudah ada peningkatan mbak.
Perawat : bapak hebat sekali. Sekarang, saya akan melakukan
injeksi dengan typoid. Prosedurnya, saya akan memasukkan obat ini di
selang infus bapak, kemudian selang infus di loskan agar bapak tidak merasakan
sakit. Apakah bapak sudah jelas dan siap untuk saya injeksi ?
Ari : iya mbak.
 Fase Kerja

Perawat : *Mencuci tangan kemudian memasukkan obat ke selang infus dan mengeloskan
selang infus tersebut.* Apakah bapak merasakan sakit ?
Pasien: Sakitnya sedikit mbak.
Perawat : Ini hanya sebentar kog pak. Apakah bapak tadi sudah makan ?
Pasien: sudah mbak. Tapi Cuma dua sendok
Perawat : Pola makan harus di jaga ya pak, agar kondisi tubuh cepat pulih. *menutup
kembali dan mengencangkan selang infus, membersihkan alat dan mencuci
tangan*

Fase Terminasi

Perawat : Bapak, obat sudah saya masukkan. Obat ini 3x300ml. untuk Rencana tindak
lanjutnya, saya akan kembali Lagi pada jam 20:00 untuk memberikan obat ini lagi,
karena obat ini di berikan tiap 8 jam sekali. Apakah ada yang ingin bapak
tanyakan ?
Pasien : Tidak ada mbak. Terimakasih.
Perawat : kalau begitu, apabila bapak ada keluhan lain mohon segera hubungi saya di ruang
perawat ya bapak. Terimakasih.
SENTUHAN

Sentuhan merupakan salah satu pendekatan


yang menenangkan dimana perawat dapat
mendekatkan diri dengan klien untuk memberikan
perhatian dan dukungan. Ada dua jenis sentuhan, yaitu
sentuhan kontak dan sentuhan non-kontak. Sentuhan
kontak merupakan sentuhan langsung kullit dengan
kulit. Sedangkan sentuhan non-kontak merupakan
kontak mata.
BEBERAPA CONTOH SENTUHAN

 1. bersalaman
 2. menepuk bahu

 3. mengangkat jempol/ tepuk tangan untuk


memberi pujian
 4. memegang tangan pasien pada saat pasien
sedih dan menangis
jenis sentuhan digambarkn dalam tiga kategori :

a) Sentuhan Berorientasi-tugas
Saat melaksanakan tugas dan prosedur, perawat
menggunakan sentuhan ini. Perlakuan yang ramah dan cekatan
ketika melaksanakan prosedur akan memberikan rasa aman
kepada klien.

b) Sentuhan Pelayanan (Caring)


Suatu tindakan moral atas dasar kemanusiaan, sebagai suatu
cerminan perhatian, perasaan empati dan kasih sayang kepada
orang lain, dilakukan dengan cara memberikan tindakan nyata
kepedulian, dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas dan
kondisi kehidupan pasien tersebut.
Contoh tindakan :
memegang tangan klien, memijat punggung klien, menempatkan
klien dengan hati-hati, atau terlibat dalam pembicaraan
(komunikasi non-verbal).

c) Sentuhan Perlindungan
Sentuhan ini merupakan suatu bentuk sentuhan yang
digunakan untuk melindungi perawat dan atau klien.
Etika Pelayanan
 Komunikasi : Dapat berkomunikasi dengan baik dan benar
 Aktivitas : Menunjukkan suatu sikap kesunhgguhan
dan sikap empati serta tanggung jawab terhadap setiap
tugas
 Tinjauan :Moral dan Etika Keperawatan
 Penampilan : KESELURUHAN , baik cara berpenampilan ,
bicara , gerak gerik, vdan perilaku.
Aspek Etika
 Prinsip prinsip etiika Keperawatan
 Asas keadilan : tidak ada kriminalitas
 Asas menghormati otonomi : mempunyai hak untuk
menentukan tindakan
 Asas kejujuran : dalam berkomunikasi harus mengatakan
yang benar dan jujur pada klien
 Asas komitmen : berdasarkan tanggung jawab moral kasi
harus mengatakan yang benar dan jujur pada klien
 Asas komitmen : berdasarkan tanggung jawab moral dan
profesi
Menyediakan kendaraan untuk perawat dalam menghadapi tantangan
yang ada saat ini dan akan datang serta bekerja ke arah positif terhadap
perubahan profesi sesuai dengan perubahan sosial.

Ikatan utama para anggota adalah kebanggaan dan kehormatan


Mekanisme pengambilan keputusan atas dasar kesepakatan
Kedudukan dan hubungan antar anggota bersifat persaudaraan
Memiliki sifat kepemimpinan kolektif
Menurut Breckon (1989) :
oSebagai pembina,
pengembang, dan
pengawas terhadap •Mengembangkan dan
mutu pendidikan dan memajukan profesi
pelayanan •Menertibkan dan
keperawatan. memperluas ruang
oSebagai pembina gerak profesi
serta pengembang ilmu •Memberikan
pengetahuan dan kesempatan pada
teknologi keperawatan. semua anggota untuk
oSebagai pembina, berkarya dan berperan
pengembang dan aktif dalam
pengawas kehidupan mengembangkan dan
profesi keperawatan. memajukan profesi
keperawatan.
KELUARGA
Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri
atas kepala keluarga dab beberapa keluarga dan beberapa
orang yang berkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah
suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan .

1.Hubungan keluarga dengan kesehatan

Menurut Mubarok (2007) peran kleruarga adalah


membuat keputusan tindakan , mampu melakukan perawatan
pada anggota keluarga yang sakit , mampu memodifikasi
lingkungan rumah , dan mampu memanfaatkan pelayanan
kesehatan yang ada .
Keluaraga mempunyai peran dan tugas di bidang
kesehatan yang perlu dipahami dan di lakukan meliputi :

1. Menganal Masalah Kesehatan


2.Memutuskan Tindakan Yang Tepat Bagi Keluarga
3.Memberi Perawatan Bagi Keluarga Yang Sakit
4.Mengkondisikan lingkungan Keluarga Untuk Menjamin Kesehatan
keluarga
5.Menggunakan Pelayanan Kesehatan
Tujuan Perawatan Kesehatan Keluarga

1. Meningkatkan kemampuan keluarga dalam mengidentifikasi


masalah –masalah kesehatan dasar dalam keluarga
2. Meningakatkan kemampuan keluarga dalam menanggulangi
keputusan keluarga .
3. Meningkatkan kemampuan keluarga dalam mengambil
keputusan yang tepat dalam mengatasi masalah kesehatan
keluarga
4. Meningkatkan kemampuan keluarga dalam memberikan
asuhan keperawatan terhadap anggota keluarga yang sakit dan
dalam mengatasi masalah kesehatan anggota keluarga .
5. Meningkatkan produktifitas keluarga dalam meningkatkan
mutu kehidupan
Hambatan-Hambatan yang Sering Dihadapi dalam
Memecahkan Masalah Kesehatan Keluarga
Hamabatan dari keluaraga
 Pendididikan keluaraga yang rendah

 Keterbatasan sumber sumber daya keluarga


(keuangan,sarana,dan prasarana )
 Kebiasaan kebiasaan yang melekat

 Sosial budaya yang ,menunjang

Hambatan dari perawat


 Sarana dan prasarana yang tidak menunjang dan
mencukupi
 Kondisi alam

 Kesulitan dalam berkomunikasi

 Keterbatasan dalam pengetahuan perawatan tentang


kultur keluarga
Peran perawat dalam membantu keluarga meningkatkan
kemampuan untuk menyelesaikan masalah kesehatan adalah:

Perawat sebagai pendeteksi


adanya masalah kesehatan,
memberi asuhan kepada anggota
keluarga yang sakit,
koordinator pelayanan kesehatan
keluarga,
fasilitator,
pendidik dan penasehat keluarga
dalam masalah-masalah kesehatan.
Perawat perlu memperhatikan sifat – sifat

keluarga yaitu :
 keluarga mempunyai reaksi dan cara yang
unik dalam menghadapi masalahnya,
 pola komunikasi yang dianut,
 cara pengambilan keputusan,
 sikap,
 nilai,
 cita – cita keluarga
 gaya hidup keluarga yang berbeda – beda.
PERSEPSI SEHAT
Sehat adalah suatu kondisi di mana segala suatu
berjalan normal dan bekerja sesuai fungsi dan
sebagaimana mestinya. Secara sederhana sehat sinonim
dengan kondisi tidak sakit.
Definisi sehat adalah baik seluruh badan serta
bagian bagianya .

Pengertian sehat menurut WHO

Adalah suatu keadaan yang sempurna baik fisik,


mental dan sosial tidak hanya bebas dari penyakit atau
kelemahan
Konsep sehat menurut (Travis and Ryan , 1998) :

Sehat merupakan pilihan.


Sehat merupakan gaya hidup.
Sehat efesien dalam mengolah energi.
Sehat intregasi dari tubuh .
Sehat adalah penerimaan dari diri.
Status Kesehatan

Merupakan suaatu keadaan


kesehatan seseorang dalam rentang
yang bersifat dianamis dan di
pengaruhi oleh perkembangan,
sosial kultural, pengalaman masa
lalu, harapan seseorang tentang
dirinya, keturunan, lingkungan, dan
pelayanan.
Faktor yang mempengaruhi kesehatan individu

a. faktor lingkungan
b. faktor sosial budaya
Meliputi :

Tingkah laku,kebiasaan,dan adat


istiadat.
 Kepercayaan, Pandangan hidup,
dan nilai –nilai.
Sosial Ekonomi, taraf hidup dan
pengetahuan .
 Demografi, Kepadatan Penduduk
 Pendidikan .
c. Fasilitas Kesehatan
1. lokasi
2. Usaha Informasi dan Motifasi
3. Program
d. Keturunan
a. Genetik
b. Stuktur Tubuh
Pengertian Sakit

Sakit adalah keadaan dimana fisik, emosional, intelektual,


sosial, perkembangan, atau seseorang berkurang atau
terganggu, bukan hanya keadaan terjadinya proses
penyakit.
Oleh karena itu sakit tidak sama dengan penyakit. Sebagai
contoh klien dengan Leukemia yang sedang menjalani
pengobatan mungkin akan mampu berfungsi seperti
bisaanya, sedangkan klien lain dengan kanker payudara
yang sedang mempersiapkan diri untuk menjalanai
operasi mungkin akan merasakan akibatnya pada dimensi
lain, selain dimensi fisik.
PERSONAL HYGIENE
Pemeliharaan personal hygiene berarti tindakan
memelihara
kebersihan dan kesehatan diri seseorang untuk
kesejahteraan fisik dan psikisnya.
Menurut Potter dan Perry (2005) macam-macam personal
hygiene dan tujuannya adalah:
1. Perawatan kulit
kulit merupakan organ aktif yang berfungsi sebagai
pelindung dari berbagai kuman atau trauma, sekresi,
eksresi, pengatur temperature, dan sensasi, sehingga
diperlukan perawatan yang adekuat dalam
mempertahankan fungsinya
2. Mandi
memandikan pasien merupakan perawatan
higienis total. Mandi dapat dikategorikan sebagai
pembersihan atau terapeutik

3. Hygiene mulut
pasien immobilisasi terlalu lemah untuk
melakukan perawatan mulut, sebagai akibatnya
mulut menjadi terlalu kering atau teriritasi dan
menimbulkan bau tidak enak.

4. Perawatan mata, hidung, dan telinga


perhatian khusus diberikan untuk membersihkan
mata, hidung, dan telinga selama pasien mandi
5. Perawatan rambut
penampilan dan kesejahteraan seseorang
seringkali tergantung dari cara penampilan dan
perasaan mengenai rambutnya
6. Perawatan kaki dan kuku
kaki dan kuku seringkali memerlukan perhatian
khusus untuk mencegah infeksi, bau, dan cedera pada
jaringan
7. Perawatan genitalia
perawatan genitalia merupakan bagian dari
mandi lengkap
Tujuan dari personal hygiene :

a. Meningkatkan derajat
kesehatan.
b. Memelihara kebersihan diri.
c. Memperbaiki personal
hygiene.
d. Pencegahan penyakit.
e. Meningkatkan percaya diri.
f. Menciptakan keindahan
Jenis personal hygiene berdasarkan waktu
pelaksanaannya

1. Perawatan pagi hari.

Perawatan yang dilakukansetelah melakukan makan


pagi dengan melakukan perawatan diri seperti melakukan
pertolongan dalam pemenuhan eliminasi (buang air besar
dan kecil), mandi dan mencuci rambut, melakukan
perawatan kulit, melakukan pijitan pada punggung,
membersihkan mulut, membersihkan kuku, dan rambut,
serta merapikan tempat tidur pasien.
2. Perawatan siang hari

Perawatan diri yang dilakukan setelah melakukan


berbagai tindkan pengobatan atau permeriksaan dan
setelah makan siang. Berbagai tindakan perawatan diri
yang dapar dilakukan antara lain : mencuci muka dan
tangan, membersihkan mulut, merapikan tempat tidur,
serta melakukan pemeliharaan kebersihan lingkungan
kesehatan pasien.
3. Perawataan menjelang tidur

Perawatan diri yang dilakukan pada saat menjelang


tidur agar pasien dapat tidur atau beristirahat dengan tenang.
Berbagai kegiatan yang dapat dilakukan antara lain :
pemenuhan kebutuhan eliminasi (buang air besar dan kecil),
mencuci tangan dan muka, membersihkan mulut, serta
memijat daerah punggung.
Tujuan perawatan diri adalah unutk mempertahankan
perawatan diri, baik secara sendiri maupun dengan bantuan,
dapat melatih hidup sehat/bersih dengan memperbaiki
gambaran atau persepsi terhadap kesehatan dan kebersihan,
serta menciptakan penampilan yang sesuai dengan
kebutuhan kesehatan.
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
KEBERSIHAN DIRI
personal hygiene dipengaruhi oleh sejumlah faktor
antara lain :

1. Citra tubuh
2. Praktik social.
3. Status sosio-ekonomi
4. Pengetahuan
5. Variable kebudayaan
6. Pilihan pribadi
7. kondisi fisik.