Anda di halaman 1dari 34

DEGRADASI OBAT

Sri Sutji Susilowati


Degradasi obat
• Degradasi obat adalah perubahan senyawa
obat dari senyawa yang kompleks menjadi
senyawa yang lebih sederhana/kecil, atau dari
senyawa yang aktif menjadi senyawa yang in-
aktif, hal ini dapat terjadi karena:
• perubahan fisik
• Perubahan kimia,
• Pengaruh cahaya
• Pengaruh mikroorganisme
• Sebagai contoh aspirin, berbau asam asetat
karena terjadinya degradasi, pemutusan
ikatan, karena terjadinya reaksi kimia,
pemutusan struktur ini dipengaruhi oleh
beberapa faktor, antara lain adanya oksigen,
keasaman, kebasaan, lembab dan cahaya.
• Pemutusan struktur ini yang disebut
degradasi.
Tipe degradasi sediaan farmasi
• Degradasi sediaan farmasi terbagi menjadi 3
tipe besar, yaitu:
1. Physical degradation
2. Chemical degradation
3. Microbiological degradation
Physical degradation
• Terjadi perubahan sifat fisik sediaan, meliputi penampakan, sifat
organoleptis, kekerasan, dan ukuran partikel.
• Faktor yang mempengaruhi adalah:
1. Penguapan komponen, hilangnya komponen karena penguapan,
misalnya alkohol, minyak menguap, iodin, eter, kamfor dan
mentol. Misalnya air aromatik, elixir, tablet nitrogliserin.
Mencegahnya: disimpan dalam wadah tertutup rapat dan
pengaturan temperatur.
2. Hilangnya dan absorpsi H2O. Penguapan air dapat menyebabkan
terbentuknya kristal, pada cream menyebabkan konsistensi lebih
padat sukar dioleskan, sedangkan pada emulsi bisa terjadi
cracking. Pencegahannya dengan menyimpan dalam wadah
tertutup rapat.
3. Pembentukan kristal
4. Perubahan polimorfis
5. Perubahan warna
Degradasi Kimia meliputi:
• Oksidasi
• Hidrolisis: Ester, Amida, Barbiturat, Hidantoin,
Imida, basa Schiff dan reaksi pemutusan
ikatan C-N
• Dehidrasi
• Isomerisasi dan rasemisasi
• Dekarboksilasi dan eliminasi
• Fotodegradasi
Auto-oksidasi
Yang paling banyak terjadi pada sediaan farmasi adalah terjadinya
autooksidasi, yang melibatkan proses berantai radikal bebas.
Dapat digambarkan sbb:
A: B  A. + B .
CH3 : CH3 2 CH3
Proses keseluruhan dapat digambarkan sbb:
Pengawalan : RH sinaraktivasipanas R. + ( H )
Perambatan : R. + O2  R O2 .
R O2 . + RH  ROOH + R.
Penguraian hidroperoksida:
ROOH  RO . + OH
Pengakhiran : RO2 + X hasil tidak aktif
RO2 + RO2  hasil tidak aktif
Sebagai penghambat radikal bebas adalah: Na-metabisulfit, tioureum,
sistein HCL. Laju pembentukan radika bebas dapat dipercepat dengan
adanya logam berat (Fe, Cu, Co, Ni).
• Mekanisme oksidasi senyawa obat tergantung
dari struktur kimianya, adanya ROS dan
oksidan lain.
• Katekol misalnya metildopa dan epinefrin
akan teroksidasi menjadi kinon
Obat yang dapat mengalami oksidasi
Amikasin Metilprokain dopa Prokain dan amida
Apomorfin Metraaminol yang berhubungan
Klorpromasin Metokloperamid Reserpin resorsinol
Fenotiazin lain Morfin Riboflavin
Sianokobalamin Neomisin Streptomisin
Deksametason Norepinefrin Sulfadiazin
Dobutamin Novobiosin Tiotiksen
Epinefrin Asam p- Terpen
Edrofonium aminobensoat Tetrasiklin
Ergometrin Paraldehid Tiamin
Gentamisin Penisilin Tobramisin
Heparin Pentasosin Tubokurarin
Hidrokortison Fenilefrin Vitamin A
Isoamilnitrit Fisostigmin Vitamin D
Isoproterenol Prednisolon Vytamin E
Kanamisin Prednison
Antioksidan yang umum digunakan utk
sistem berair
Na-sulfit Asam askorbat
Na-metabisulfit Asam isoaskorbat
Na-bisulfit Tiogliserol
Na-tiosufat Asam tioglikolat
Na-formaldehid sulfoksilat Sistein HCl
Asetilsistein
Antioksidan utk sistem berminyak
Askorbil palmitat Butilhidrositoluen
Hidrokuinon Butilhidroksi anisol
Propil galat Alfa tokoferol
Asam nordihidroguaiaretat Lesitin
Quantum yield
• In a chemical photodegradation process,
when a molecule dissociates after absorbing a
light quantum, the quantum yield is the
number of destroyed molecules divided by the
number of photons absorbed by the system.