Anda di halaman 1dari 40

PERIHAL DOSIS OBAT

& Menghitung Dosis


Dosis
• Dosis = takaran (bahasa belanda)  KBBI
• Penggunaan istilah takaran tidak lazim
digunakan, salah pengertian alat penakar
disamakan dgn dosis (dosis beda dgn alat
penakar)
• Dosis  suatu ukuran dari suatu obat 
subyek sakit (manusia, hewan, tumbuhan)
• Takaran  suatu ukuran utk bahan (obat
ataupun bukan obat)  subyek sakit ataupun
pembuatan suatu produk
Definisi Dosis
• Sejumlah obat yang diberikan kepada
penderita dewasa dalam satuan rentang
tertentu untuk satu kali pemberian / untuk
jangka waktu tertentu, untuk menghasilkan
efek terapi yang diinginkan.
• Yg dimaksud rentang satuan berat (gram,
miligram, mikogram) atau satuan isi volum
(mililiter, liter) atau satuan unit (IU)
Dosis Ampicilin utk Anjing 40-80 mg/kg bb
p.o/hari (dua kali dalam sehari)
• Obat yg diberikan bersatuan berat (mg)
• Penderita adalah hewan spesifik (anjing)
• Subyek tersebut tidak harus dewasa (boleh
masih disapih hingga umur tua)
• Jumlah yg diberikan berentang 40-80 mg
• Satu hari pemberian (dalam satu hari hanya
diberikan dua kali)
• Diberikan melalui oral
• Memberikan efek terapi
Dosis Terramycin 1-3% untuk salep
mata
• Obat yg diberikan bersatuan berat (%)
• Penderita adalah hewan tak spesifik
• Subyek tersebut tidak harus dewasa
• Jumlah yg diberikan berentang 1-3%
• Satu kali pemberian
• Diberikan melalui topikal
• Memberikan daya terapi
Efek obat dalam suatu populasi

J Individu Sebagian besar


u resisten individu
m
l
a
h

I
n
d
i
v
i
d
u Efek

Kecil Rata-rata Besar


Efek obat dalam suatu populasi sampel
Faktor yang mempengaruhi
Dosis Obat
1. Faktor OBAT

2. Faktor PENDERITA

3. Waktu dan Cara pemberian obat


Faktor Penderita
• Umur
• Berat badan
• Sex
• Ras
• Tolerance
• Obesitas
• Sensitivitas individual
• Kondisi patofisiologi
Waktu & Cara Pemberian Obat
• Time and Route of Administration
Waktu Pemberian Obat
• Waktu pemberian obat dapat mempengaruhi absorpsi
obat: aktivitas obat dipengaruhi oleh makanan
sehingga respon obat dapat berkurang atau meningkat.
• Kelompok obat absorpsinya terhambat oleh makanan:
Penicillin, Tetracyclin, Digoxin, Acetaminopen, Aspririn.
• Waktu administrasi yang tepat untuk meminum obat
tersebut adalah 1 jam sebelum makan atau 2 jam
sesudah makan
• Obat-obat absorpsinya meningkat bersama
makanan (makanan berlemak): Spironolacton,
Griseofulvin, Vitamin ADEK
 pemberiannya setelah makan.
• Obat memerlukan interval waktu tertentu
sehingga interaksinya dapat dihindari  berikan
jeda 2 jam.
Lincomycin dengan Kaolin Pectin
Penicillin dengan Chlorampenicol
• Obat melalui rectal waktu pemberian obat
setelah defikasi.
Cara Pemberian Obat

• Oral : dimakan/diminum
• Parenteral : SC, IV, IM
• Rektal, intravaginal, intraurethral
• Lokal, topikal, transdermal
• Implantasi, sublingual, intrabukal
Pengaruh cara pemberian obat
• Cepat atau lambatnya obat mulai bekerja
(onset of action)
• Lamanya obat bekerja
• Intensitas kerja obat
• Respon farmakologis
• Bioavaibilitas obat
• Dosis yang tepat
• Cara Intravaskuler :
- administrasi : IV, IA dan Intrakardial
- obat langsung masuk peredaran sistemik
- absorpsi obat secara lengkap/sempurna
- bioavaibilitasnya 100% dan didistribusikan
keseluruh tubuh.
• Cara Extravaskuler :
- Obat oral atau rectal melalui fase disintegrasi
dan fase disolusi baru dapat diadsorpsi
- Bioavaibilitasnya tidak mencapai 100%
- Kecepatan pembebasan obat tergantung
jumlah obat yang terabsorpsi.
Definisi Dosis
• Dosis Terapi
(dosis medicinalis, dosis
therapeutica, dosis lazim) :
Rentangan jumlah obat yang Kadar terapi
diberikan kepada penderita

Dosis
dewasa untuk satu kali
pemberian atau untuk jangka Dosis Terapi
waktu tertentu secara per
oral untuk mendapatkan efek
terapi.
Waktu (T)
Batas Kadar toksik

Kadar terapi
Dosis

Dosis
Maksimalis
Dosis Lethal
Dosis Terapi
Dosis Minimal

Waktu (T)
• Dosis Minimal :
Jumlah terkecil yg dibutuhkan penderita dewasa
untuk satu kali minum atau jangka waktu tertentu
secara peroral untuk mendapatkan efek terapi.

• Dosis maksimal:
jumlah terbesar dari rentangan obat yang masih
aman diberikan kepada penderita dewasa dan
belum menimbulkan gejala-gejala keracunan.
• Dosis toxic :
jumlah terkecil dari obat yang dapat menimbulkan
gejala keracunan pada penderita dewasa.

• Dosis lethalis :
jumlah terkecil dari obat yang dapat menimbulkan
kematian pada penderita dewasa pada satu kali
pemberian (parenteral atau non parenteral).
Dosis lethal pada dasarnya jumlah bahan aktif diatas
jumlah maksimal dosis lazim, perjalanan waktu
berlangsung sebentar melewati wilayah rentang toxic
dan akan menimbulkan kematian.
• Kejadian toxic dan lethal tidak dapat
digunakan tetapi dapat terjadi karena:
- penderita salah minum obat
- dokter salah menulis resep
- apotek salah mengambil / menimbang obat
- Euthanasia, bunuh diri (pada manusia)
- pembunuhan (disengaja)
• Dosis Muatan (Loading dose):
sejumlah obat yang digunakan untuk memacu
percepatan waktu penyampaian kadar efektif
minimum.

• Dosis Berganda (Multiple dose):


Pola pemberian obat berulang.
Pengulangan dilakukan saat obat diperkirakan
akam mengalami eliminasi pada jumlah tertentu
dengan interval pemberian tertentu untuk
mencapai efek terapi.
• Dosis Tunggal (Single dose):
pola pemberian obat satu kali sudah mampu
memberikan efek terapi dengan efektif secara
klinik.
• Dosis awal (Initial dose):
dosis yg diberikan pada awal suatu terapi sampai
tercapai kadar kerja yg diinginkan secara terapi.
• Maintenance dose:
sejumlah obat yg diberikan dg tujuan untuk dpt
menjaga kadar obat dalam tubuh tertentu pada
periode tertentu.
ArtiPersen(%) dalamCampuranObat
• Jumlah bahan obat dalam gram (W) atau ml
(V) didalam setiap 100 gram atau 100 ml
sediaan obat.
• Dalam resep dapat ditulis ;
persen berat/berat (% W/W)
persen berat/volum (%W/V)
persen volum/volum (%V/V)
persen volum/berat (%V/W)
Contoh w/w (bobot/bobot)
• Jenis w/w digunakan utk obat-obat padat atau
setengah padat, bahan yang akan
dicampurkan/ dilarutkan  padat/minyak, 
pembawa: bahan padat atau minyak/lemak.
• R/ Tetracycline 1%
Vaselin album ad 100 g
S.u.e
#
dlm 100 gram R/ mengandung 1 g Tetracycline
Metode Penghitungan Aligasi
• Bila ingin membuat suatu sediaan sejenis dari
dua sediaan stok yang memiliki perbedaan
kadar.
60 bagian 95%
95%

70%

10% 25 bagian 10%

85 bagian 70%
Alat Penakar Obat Minum
• Mengacu pada Farmakope Indonesia bidang
kesehatan:
1. Sendok makan : 15 ml (dlm resep ditulis C)
2. Sendok teh : 5 ml (ditulis Cth)
3. Sendok bubur : 8 ml (ditulis Cp)
4. Sloki : 18 ml (sering berupa gelas piala, boleh
beda namun mengacu volum 18 ml)
5. Penetes : 1 gram = 20 tetes.
Alat penakar obat minum, harus memenuhi
syarat penetes baku.
Dasar Penghitungan Dosis
1. Berat Badan
- dengan menimbang
- pendugaan berat badan menggunakan rumus
2. Umur (anakan/sapih, muda/dewasa, tua)
- catatan lahir,
- rumus gigi dan tanduk
3. Konversi
- Dosis manusia ke hewan, dasarnya adalah
perbandingan luas permukaan tubuh
4. Allometric scaling  menggunakan skala data
fisiologis, diantara hewan-hewan yg memiliki variasi
besar,  farmakokinetik salah satu spesies
Menghitung Jumlah Obat Yang Harus
diberikan sesuai dosis:

BB X DA
Jumlah Obat = S

jumlah obat yang diberikan setiap hari (mg)


BB = berat badan (kg)
DA = anjuran dosis lazimnya (mg/kgBB)
S = kandungan sediaan (mg/ml)
Contoh perhitungan dosis:
Q:
Hitung dosis injeksi untuk Babi berat 100 kg
yang diberi terapi Terramycin 10%. Bila dosis
yang dianjurkan 5 mg/kgBB.
A : ???
Contoh perhitungan dosis:
• Hitung dosis injeksi untuk babi berat 100 kg yang
diberi Terramicyn 10%. Bila dosis yang dianjurkan
5 mg/kgBB.

injeksi 10% berarti tiap 100 ml sediaan


mengandung 10 g terramicyn = 100 mg/ml.
• Jumlah Obat yang diinjeksikan
= (100 X 5)/100
= 5 ml
Contoh perhitungan dosis:
Q : Seorang dokter hewan ingin melakukan
kastrasi pada anjing berat 10 kg. Diputuskan
menggunakan anestesi umum dengan obat
atrophine, xylazine dan ketamin.
Atrophine, sediaan 0,25 mg/ml, DA = 0,02-
0,04 mg/kgBB
Xylazin, sediaan 20 mg/ml, DA = 1-3 mg/kgBB
Ketamin, sediaan 100 mg/ml, DA = 10-15
mg/kgBB
Atrophine, S : 0,25 mg/ml, DA = 0,02-0,04 mg/kgBB
Xylazin, S : 20 mg/ml, DA = 1-3 mg/kgBB
Ketamin, S : 50 mg/ml, DA = 10-15 mg/kgBB

Atropin = (0,02 x10) / 0,25 = 0,8 ml

Xylazin = (2 x10) / 20 = 1 ml
Ketamin = (10x10)/50 = 2 ml
• Seekor anjing dengan berat 10 kg diberikan
tetes mata dengan dosis 10 mg/kgBB/hari,
sediaan yang digunakan mengandung bahan
berkhasiat 250 mg/ml,

Berapa tetes yang harus diberikan per hari?

Tuliskan signaturanya bila obat diberikan 4


kali sehari pada mata kiri
• Seekor anjing dengan berat 10 kg diberikan tetes pada
mata kiri dengan dosis 10 mg/kgBB/hari, sediaan yang
digunakan mengandung bahan berkhasiat 250 mg/ml,
Berapa tetes yang harus diberikan per hari? Tuliskan
signaturanya pada penulisa resep

• Dosis sehari = 10 x 10 = 100 mg/hari


1 ml = 20 tetes
100 mg/hari = (100/250) x 20 tetes
= 8 tts/hari
jmlh = (10x10)/250 = 0,4 ml
= 0,4 x 20 = 8 tetes
• S 4 dd gtt. II, OS
• Untuk keperluan kastrasi dibutuhkan anestesi
lokal sebanyak 50 mg. Bila tersedia obat
Lidocaine 2%, berapa jumlah obat yang harus
disuntikkan?
• Untuk keperluan kastrasi dibutuhkan anestesi
lokal sebanyak 50 mg. Bila tersedia obat
Lidocaine 2%, berapa jumlah obat yang harus
disuntikkan?

• 2 % = 2000 mg dalam 100 ml


50 mg = (50/2000) X 100 ml = 2,5 ml
• Seorang dokter hewan praktek menuliskan
resep sbb:
R/ Acid Salisilyc 5 %
Vaselin album ad 25
#
Berapa terkandung Asam salisilat dalam obat
tsb?
• Seorang dokter hewan praktek menuliskan resep sbb:
R/ Acid Salisilyc 5 %
Vaselin album ad 25
#
Berapa terkandung Asam salisil dalam obat tsb?
• 5 % = 5 g / 100 g vehikulum
(5/100) X 25 = 1,25 g = 1250 mg.
R/ Acid Salisilyc 5 %
Vaselin album ad 30
#
Berapa terkandung Asam salisil dalam obat tsb?
• 5 % = 5 g / 100 g vehikulum
(5/100) X 30 = 1,5 g = 1500 mg.
Q:
Tersedia preparat Streptomycin 3 g dan harus
dilarutkan menjadi 10 ml larutan injeksi.
Dosis untuk sekor domba adalah 1000 mg.
Berapakah yang harus disuntikkan?
Berapa jumlah maksimal yang boleh diberikan
bila dosis maximal adalah 2 gram.
• Tersedia preparat Streptomycin 3 g dan harus
dilarutkan menjadi 10 ml larutan injeksi.
Dosis untuk domba adalah 1000 mg.
Berapakah yang harus disuntikkan?
Berapa jumlah maksimal yang boleh diberikan
bila dosis maximal adalah 2 gram.

• Sediaan injeksi = 3 g / 10 ml = 300 mg/ml


• Dosis domba (1000 mg) = 1000 / 300 = 3,33 ml
• Dosis maksimal (2 g) = 2000 / 300 = 6,66 ml
Terima kasih,
Matur suksme,
Thank you
41