Anda di halaman 1dari 20

POPULASI DAN

SAMPEL
Kelompok:

Ni Putu Swandewi (1607532113)


Ni Made Leny Pebriyaningrum (1607532117)
Ni Luh Yuni Pratiwi (1607532119)
Populasi Sampel

Menurut Cooper, Donald R; Schin Menurut Sugiyono (2010:118), da


dler, Pamela S; 2003, menyataka lam penelitian kuantitatif, sampel
n populasi adalah keseluruhan el adalah bagian dari jumlah dan ka
emen yang akan dijadikan wilaya rakteristik yang dimiliki oleh popul
h generalisasi. Elemen populasi a asi tersebut. Bila populasi besar
dalah adalah keseluruhan subyek dan peneliti tidak mungkin memp
yang akan diukur yang merupaka elajari semua yang ada pada pop
n unit yang diteliti. ulasi, misalnya karena keterbatas
an dana, tenaga dan waktu maka
peneliti dapat menggunakan sam
Penelitian Menggunakan Sampel
pel yang diambil dari populasi itu.
dan Populasi

Penelitian yang bekerja dengan sa


mpel, berarti hanya mengambil se
bagian saja dari anggota populasi
untuk dijadikan sebagai sampel da
n selanjutnya berdasarkan analisis
sampel dibuat generalisasi
KRITERIA SAMPEL YANG BAIK

Akurat Presisi

Sampel yang akurat Sampel yang mempunyai p


(accurate) adalah sa resisi yang tinggi adalah ya
mpel yang tidak bias ng mempunyai kesalahan p
engambilan sampel (sampli
pemilihan sampel berdasarkan ng error) yang rendah
proksi yang tepat

menghindari bias di seleksi sa


mpel

menghindari bias hanya di per


usahaan-perusahaan yang ber
tahan
PERTIMBANGAN PENENTUAN UKURAN SAMPEL

1 derajat keseragaman

2 presisi yang dikehendaki dalam penelitian

3 rencana analisis

4 ketersediaan biaya, tenaga dan waktu


UKURAN SAMPEL

Ukuran sampel yang layak dalam


penelitian adalah antara 30 sampa
i dengan 500. A Bila dalam penelitian akan melakuka
n analisis dengan multivariate (korela
si atau regresi ganda misalnya), mak
Bila sampel dibagi dalam kategori (mis
alnya: pria–wanita, pegawai negeri–sw
B a jumlah anggota sampel minimal 10
kali dari jumlah variabel yang diteliti
asta dan lain–lain) maka jumlah anggo
ta sampel setiap kategori minimal 30.
C
D Untuk penelitian eksperimen yang se
derhana, yang menggunakan kelomp
ok eksperimen dan kelompok control
maka jumlah anggota sampel masing
–masing antara 10 – 20.
SUMBER KESALAHAN SAMPEL
Kesalahan dalam sampel dapat berasal dari beberapa sumber berikut ini:
Sampling frame error
kesalahan yang terjadi bila elem
en sampel tertentu tidak diperhit
ungkan, atau bila seluruh popula
si tidak diwakili secara tepat ole
h kerangka sampel

Random sampling error (sa Nonresponse error


mpling error) kesalahan akibat perbedaan stat
istik antara survei yang hanya m
kesalahan akibat adanya pe
emasukkan mereka yang meres
rbedaan antara hasil sampe
pon dan tidak mereka yang gag
l dan hasil sensus yang dila
al (tidak) merespon.
kukan dengan prosedur yan
g sama
TAHAP PEMILIHAN SAMPEL
Insert the title of your subtitle Here

1 2 3 4 5

mengidentifikasi memilih kerangk menentukan met merencanakan p menentukan uku


populasi target a pemilihan sam ode pemilihan s rosedur penentu ran sampel
pel ampel an unit sampel
METODE PENGAMBILAN SAMPEL/TEKNIK SAMPLING

Probability sampling Probability sampling

sampling sistematis
simple random sampling
sampling kuota

proportionate startifed ra sampling incidental


ndom sampling
sampling purposive
sampling jenuh
dispropotionate startifed
random sampling
snowball sampling

area (cluster) sampling (s sensus/sampling tot


ampling menurut daerah) al
PROBABILITY/RANDOM SAMPLING

Simple random sampling

Proportionate startifed ran


A Area (cluster) sampling (s
dom sampling
B D ampling menurut daerah)

C
Dispropotionate startifed r
andom sampling
NON PROBABILITY/NON RANDOM SAMPLING
Sampling Sistematis Sampling Purposive

teknik penentuan sampel denga


teknik pengambilan sampel berdasar
n pertimbangn tertentu
kan urutan dari anggota populasi yan
g telah diberi nomor urut
Sampling Jenuh

Sampling Kuota sampel yang bila ditambah jumlahnya


tidak akan menambah keterwakilan
teknik untuk menentukan sampel dari po
pulasi yang mempunyai cirri-ciri tetentu
Snowball Sampling
sampai jumlah (kuota) yang diinginkan
teknik penentuan sampel yang mula-mul
a jumlahnya kecil kemudian membesar
Sampling Insidental

Sensus/Sampling Total
teknik penentuan sampel berdasarka
n kebetulan teknik pengembalian sampel dimana seluruh
anggota populasi dijadikan sampel semua
MACAM-MACAM SKALA
PENGUKURAN
Skala pengukuran merupakan kesepakatan yang digunakan
sebagai acuan untuk menentukan panjang pendeknya
interval yang ada dalam alat ukur, sehingga alat ukur tersebut
bila digunakan dalam pengukuran akan menghasilkan data
kuantitatif.

Macam-macam skala pengukuran dapat berupa:


• skala nominal
• skala ordinal
• skala interval
• skala rasio 12
Dua tipe skala menurut fenomena sosial
yang diukur :

༝ Skala pengukuran untuk mengukur perilaku


sosial dan kepribadian

༝ Skala pengukuran mengukur berbagai aspek


budaya lain dan lingkungan sosial.

13
Berbagai skala yang dapat digunakan
untuk penelitian bisnis antara lain:
Digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan p
ersepsi seseorang atau sekelompok orang tentang
Skala Likert fenomena sosial.

Skala pengukuran dengan tipe ini, akan didapat


jawaban yang tegas, yaitu “ya-tidak”; “benar-salah
Skala Guttman dan lain-lain
digunakan untuk mengukur sikap, hanya bentuknya tidak pili
han ganda maupun checklist, tetapi tersusun dalam satu garis
Semantic Defere
kontinum yang jawabannya sangat positifnya terletak di bagi
ntial an kanan garis, dan jawabannya yang sangat negative terletak
di bagian kiri garis, atau sebaliknya
Dalam skala model rating scale, responden tidak akan menj
Rating Scale awab salah satu dari jawaban kualitatif yang telah disediaka
n, tetapi menjawab salah satu jawaban kuantitatif
yang telah disediakan. 14
DESAIN INSTRUMEN
1. Urutan Skala dan Layout
Isu sentral pada tahap ini adalah urutan skala dan penyajian alat
pengukuran dalam bentuk yang menarik dan mudah dimengerti.
Beberapa petunjuk yang perlu diperhatikan adalah:

Susunlah tata letak


Informasi yang
Kuesioner (layout) kuesioner
Tulislah petunjuk bersifat sensitive sedemikian rupa
sebaiknya dimulai mengisi dengan dan klasifikatif
dengan pertanyaan sehingga mudah di
jelas dan mudah sebaiknya baca dan mengikuti
yang sederhana
dan menarik. dibaca. ditanyakan alur proses wawan
belakangan. cara.

15
Pratest dan Perbaikan

Setelah instrumen disusun dalam bentuk draft, maka


pratest (uji coba sebelum penelitian yang sebenarnya
dilakukan) sebaiknya dilakukan pada sejumlah respon
den yang sama dengan responden penelitian yang
sebenarnya.

16
VALIDITAS DAN RELIABILITAS INSTRUMEN

• Hasil penelitian yang reliabel, bila terdapat kesamaan


data dalam waktu yang berbeda.
• Instrumen yang valid berarti alat ukur yang
digunakan untuk mendapatkan data (mengukur) itu
valid.
• Instrumen yang reliabel belum tentu valid.
• Reliabilitas instrumen merupakan syarat untuk
pengujian validitas instrumen. Oleh karena itu
walaupun instrumen yang valid umumnya pasti
reliabel, tetapi pengujian reliabilitas instrumen perlu
dilakukan.

17
PENGUJIAN VALIDITAS DAN
RELIABILITAS INSTRUMEN
Pengujian Validitas Instrumen

Pengujian
Validitas
Konstruksi
(Construct
Validity)
Pengujian
Validitas Isi
Pengujian (Content Validity)
Validitas
Eksternal

18
Pengujian Reliabilitas Instrumen

 Test – Retest  Ekuivalen

 Internal  Gabungan
Consistency

19
Thank. you
Any questions?

20