Anda di halaman 1dari 65

AJARAN SYIAH

DALAM KITAB-KITAB SYIAH


Dr.H.Achmad Sjafi’i, SH., Msi
SYIAH MASUK Daerah

• Seiring dengan arus globalisasi yang


menerobos semua pagar budaya dan
bangsa, ajaran Syiah mulai masuk
ke kalangan masyarakat sejak tiga
puluh tahun terakhir.
DEFINISI SYIAH
• Secara etimologi, kata Syî‘ah berarti pengikut
atau pendukung.
• Secara terminologis Syî‘ah berarti orang-orang
yang mendukung Sayyidina Ali secara khusus,
dan berpendapat bahwa hanya Sayyidina Ali
saja yang berhak menjadi khalifah dengan
ketetapan nash dan wasiat dari Rasulullah , baik
secara tersurat maupun tersirat. Mereka
berkeyakinan bahwa hak imâmah (menjadi
pemimpin umat Islam) tidak keluar dari
keturunan Ali . Apabila imâmah ternyata tidak
dalam genggaman keturunan Ali , berarti ada
kezaliman dari pihak lain, atau imam yang berhak
sedang menerapkan konsep taqiyyah.
DOKTRIN UTAMA SYIAH
• Sentral doktrin Syiah terletak pada
konsep Imamah (kepemimpinan
umat sesudah Nabi ).
• Hampir semua ajaran Syiah, baik
ushul (akidah) maupun furu’
(syariah), selalu dikaitkan dengan
imamah.
• Tidak ada yang lebih penting dari
pada Imamah.
RUKUN IMAN
SUNNAH SYIAH
1. Allah 1.Tauhid
2. Malaikat 2.Nubuwwah
3. Kitab Allah 3.Imamah
4. Para Rasul
4.Al-’Adlu
(Keadilan)

5. Hari akhir
5.Al-Ma’ad
(akhirat)
6. Qadha’ dan
Qadar
RUKUN ISLAM
SUNNAH SYIAH
1.Sayahadatain 1.Shalat
2.Shalat 2.Puasa
3.Puasa 3.Zakat
4.Zakat 4.Haji
5.Haji 5.Wilayah
(Mentaati Imam Syiah
yang dua belas)
SYAHADAT
SUNNAH SYIAH
• Bersaksi bahwa • Bersaksi bahwa tiada
Tuhan selain Allah
tiada Tuhan
• Bersaksi bahwa
selain Allah Muhammad adalah
• Bersaksi bahwa Rasul (utusan) Allah.

Muhammad • Bersaksi pada


adalah Rasul keimaman para
imam yang dua
(utusan) Allah. belas
‫‪ADZAN‬‬
‫‪SUNNAH‬‬ ‫‪SYIAH‬‬
‫اشهد أن ال إله اال هللا‬ ‫•‬ ‫اشهد أن ال إله اال هللا‬ ‫•‬
‫اشهد أن محمدا رسول هللا‬ ‫•‬
‫اشهد أن محمدا رسول‬ ‫•‬
‫أشهد أن عليا ولي هللا وحجة‬ ‫•‬
‫هللا‬ ‫هللا‬
‫حي على الصالة‬ ‫•‬ ‫حي على الصالة‬ ‫•‬
‫حي على الفالح‬ ‫•‬ ‫حي على الفالح‬ ‫•‬
‫حي على خير العمل‬ ‫•‬
‫هللا أكبر‬ ‫•‬ ‫هللا أكبر‬ ‫•‬
‫ال إله إال هللا‬ ‫•‬ ‫ال إله إال هللا‬ ‫•‬
KITAB SUCI AL-QUR’AN
SUNNAH SYIAH
• Al-Qur’an yang • Al-Qur’an yang
ada sekarang ada sekarang
palsu, tidak asli,
masih asli, 2/3 ayat-
tidak kurang ayatnya hilang
dan tidak lebih dan dibuang
satu huruf oleh para
sahabat
pun.
SYIAH: AL-QUR’AN MENGALAMI
PENAMBAHAN DAN PENGURANGAN

Pendapat tentang penyusunan al-Qur’an


dan informasi teradinya penambahan dan
pengurangan di dalam al-Qur’an
SYIAH: AL-QUR’AN MENGALAMI
PENAMBAHAN DAN PENGURANGAN

Al-Nuri al-Thabarsi (ulama Syiah), menulis kitab


berjudul Fashl al-Khithab fi Itsbat Tahrif Kitab
Rabb al-Arbab, yang membeberkan nama-nama
ulama Syiah yang berpendapat bahwa al-Qur’an
telah mengalami tahrif. Dalam kitab tersebut, Nuri
al-Thabarsi, halaman 211, menjelaskan bahwa
dalam al-Qur’an ada ayat-ayat tolol dan tidak
masuk akal.
SYIAH: AL-QUR’AN MENGALAMI
PENAMBAHAN DAN PENGURANGAN

Hadits-hadits yang banyak,


bahkan mutawatir menunjukkan
terjadinya distorsi (tahrif) dalam
al-Qur’an baik dari segi lafal, isi
maupun i’rab
KEYAKINAN SYIAH BAHWA AL-QUR’AN
YANG ADA SEKARANG TIDAK SEMPURNA

Informasi dari jalur Ahlul


Bait banyak sekali, kalau
tidak mutawatir, bahwa al-
Qur’an yang ada sekarang
di tangan kita tidaklah
sempurna. (hal 127).
ULAMA SUNNI:
AL-QUR’AN YANG ADA ASLI

Syaikh Nawawi Banten (Ulama Sunni), berkata


dalam kitabnya Mirqat Shu’ud al-Tashdiq Syarh
Sullam al-Taufiq, hal. 11, “Orang yang
mengingkari satu ayat atau satu huruf al-Qur’an,
atau menambahkan satu huruf ke dalam al-Qur’an,
adalah murtad i’tiqadi.”
ULAMA SUNNI: ORANG YANG MENGINGKARI
KEASLIAN AL-QUR’AN ADALAH SESAT DAN KAFIR

Al-Imam al-Hafizh Abu Amr al-Dani al-Maliki


al-Asy’ari berkata dalam kitabnya al-Risalah
al-Wafiyah, hal. 105: “Orang yang menolak
atau mengingkari 1 huruf dalam al-Qur’an
adalah kafir. Orang yang meyakini terjadinya
perubahan dalam al-Qur’an adalah sesat,
menyesatkan, kafir dan bermaksud
membatalkan ajaran Islam.”
KONSEP KETUHANAN
AHLUSSUNNAH SYIAH
• Allah, Tuhan • Tuhan Syiah,
Ahlussunnah Wal-
Jama’ah adalah
bukanlah
Tuhan yang Tuhan yang
menciptakan dan diyakini dan
mengatur semua mengatur
yang ada tanpa
melihat aliran dan umat manusia
golongan di luar Syiah
TUHAN SYIAH, BEDA DENGAN TUHAN
AHLUSSUNNAH

Testimoni ulama Syiah: “Kami tidak


pernah bersatu dengan mereka pada
satu Tuhan, satu Nabi dan satu
Imam. Karena mereka berkata,
bahwa Tuhan mereka adalah, Tuhan
yang Muhammad sebagai nabi-Nya
dan Abu Bakar sebagai Khalifah
sesudahnya. Kami tidak mengakui
Tuhan tersebut dan Nabi tersebut.”
TUHAN SYIAH, BEDA DENGAN TUHAN
AHLUSSUNNAH

Testimone Khumaini: “Kami


tidak menyembah Tuhan yang
membangun bagungan
ketuhanan, keadilan dan
keberagamaan yang megah, lalu
merusaknya dan memberikan
kepemimpinan kepada Yazid,
Muawiyah, Utsman dan
sesamanya.”
PARA IMAM
SUNNAH SYIAH
• Tidak ada • Para imam
pemimpin yang
ma’shum selain
Syiah itu
para nabi. Dan ma’shum, dan
tidak ada derajatnya
seseorang yang melebihi para
mampu mencapai
derajat para nabi. nabi dan
malaikat.
ULAMA SYIAH:
IMAM SYIAH LEBIH TINGGI DARI PARA NABI

“Allah mengabulkan doa para nabi karena


bertawassul dengan para imam Syiah.”
ULAMA SYIAH:
IMAM SYIAH LEBIH TINGGI DARI PARA NABI

“Para imam Syiah lebih alim dari pada para


nabi.”
ULAMA SYIAH (KHUMAINI):
IMAM SYIAH LEBIH TINGGI DARI PARA NABI
• Sesungguhnya Imam
mempunyai kedudukan ‫ال َم ِام َمقَا ًما َم اح ُم او ًدا‬ ِ ‫إن ِل ا‬
َّ •
yang terpuji, derajat ً‫اميَةً َو ِخ َالفَة‬ َ ً‫َود ََر َجة‬
ِ ‫س‬
yang mulia dan
kepemimpian mendunia, ‫ض ُع ِل ِو َاليَتِ َها‬ َ ‫ت َ اك ِو اينِيَّةً ت َ اخ‬
di mana seisi alam ini
tunduk di bawah wilayah ‫ت َهذَا‬ ِ ‫ط َرتِ َها َج ِم اي ُع ذَ َّرا‬ َ ‫س اي‬ َ ‫َو‬
dan kekuasaannya. ‫ت‬ِ ‫ض ُر او ِريَّا‬ َ ‫ َوإِ َّن ِم ان‬،‫الك اَو ِن‬
• Dan termasuk hal yang
diyakini madzhab kami ‫َم اذ َه ِبنَا أ َ َّن ِل َئِ َّمتِنَا َمقَا ًما لَ ام‬
adalah bahwa para
Imam kita mempunyai
‫ب َو َالنَ ِب ٌّي‬ ٌ ‫يَ ابلُ اغهُ َملَ ٌك ُمقَ َّر‬
kedudukan yang tidak
bisa dicapai oleh
،‫ (آية هللا ال ُخ َم اي ِن اي‬...‫س ٌل‬ َ ‫ُم ار‬
malaikat muqarrabin .)52 ،‫الحكومة اإلسالمية‬
atau pun nabi yang
diutus... (Ayatullah
Khumaini, al-Hukumat al-
Islamiyyah, hal. 52)
ULAMA SYIAH: KEHEBATAN SAYIDINA ALI
MELEBIHI RASULULLAH

TIGA KEISTIMEWAAN YANG


DIBERIKAN KEPADA ALI,
TETAPI TIDAK DIBERIKAN
KEPADA NABI ; KEBERANIAN,
FATHIMAH SEBAGAI ISTRI DAN
HASAN-HUSAIN SEBAGAI ANAK
ULAMA SYIAH: IMAM SYIAH AKAN
SUKSES, RASULULLAH TIDAK SUKSES

Para nabi tidak ada yang


sukses di dunia. Demikian
pula, Nabi tidak berhasil
memperbaiki dan mendidik
manusia. Yang akan sukses
nanti adalah Mahdi al-
Muntazhar. (hal. 42)
ULAMA SUNNI:
PARA RASUL HAMBA ALLAH TERBAIK

• “Rukun iman keempat


adalah percaya
‫• قال الشيخ نووي‬
kepada para rasul ‫ َو َرا ِبعُ َها أ َ ان‬:‫البنتني‬
Allah. Mereka adalah
hamba Allah yang ‫ َو ُه ام‬،‫س ِل ِه‬ ُ ‫ت ُ اؤ ِم َن ِب ُر‬
paling utama. Allah
SWT berfirman:
‫ قَا َل‬،ِ‫ض ُل ِعبَا ِد هللا‬ َ ‫أ َ اف‬
“Masing-masing para ‫ض النَا‬َّ َ‫ َو ُكالًّ ف‬: ‫تَعَالَى‬
rasul itu kami
lebihkan derajatnya di : ‫ النعام‬.‫ن‬ َ ‫َلى ا العَالَ ِم اي‬
َ ‫ع‬
atas semesta alam”.
QS. Al-An’am : 86.
‫ (الشيخ نووي‬.86
(Kasyifah al-Saja, hal. ،‫ كاشفة السجا‬،‫البنتني‬
10). .)10
AKIDAH ASWAJA:
WALI TIDAK MUNGKIN SEDERAJAT DG PARA NABI

“Seorang wali tidak


mungkin mencapai
derajat para nabi,
apalagi melebihinya.”
PUTRI NABI
SUNNAH SYIAH
• ZAINAB • FATHIMAH,
SEDANGKAN
• UMMU SELAIN
KULTSUM SAYYIDAH
FATHIMAH
• FATHIMAH MENURUT
SYIAH ANAK
• RUQAYYAH KEWALON
SYIAH MELECEHKAN KELUARGA NABI

Menurut Syiah Imamiyah, putri Nabi hanya Sayyidah


Fathimah al-Zahra’. Sedangkan Sayyidah Zainab, Ruqayyah
dan Sayyidah Ummu Kultsum, bukan putri Nabi . (Dairah
al-Ma’arif al-Islamiyyah al-Syi’iyyah, juz 1 hal. 27)
JALALUDDIN RAKHMAT (DEDENGKOT SYIAH):
RUQAYAH & UMMI KULTSUM BUKAN PUTRI NABI
Jalaluddin
Rakhmat –Ketua
Umum Dewan
Syuro IJABI-,
berkata dalam
bukunya al-
Mustafa:
“Berdasarkan
riwayat dalam
kitab al-Ansab
karya Mash’ab al-
Zubairi,
disimpulkan
bahwa Ruqayah
dan Ummu
Kultsum, istri
Khalifah Utsman,
bukan putri Nabi
“.
SEMUA SEJARAWAN SEPAKAT BAHWA RUQAYAH &
UMMI KULTSUM TERMASUK PUTRI NABI
KUTIPAN JALALUDDIN
RAKHMAT DI ATAS
ADALAH BOHONG.
JUSTRU AL-IMAM
MUSH’AB AL-ZUBAIRI
MENEGASKAN DALAM
KITAB NASAB
QURAISY BAHWA
RUQAYAH DAN UMMU
KULTSUM TERMASUK
PUTRI NABI .
ULAMA SYIAH:
AHLUL BAIT SELAIN SYIAH KAFIR
Al-Kulaini:
“Keturunan Ali dan
Fathimah –
radhiyallahu
‘anhuma-, yang
tidak mengakui
imam Syiah adalah
kafir.”
SAHABAT NABI
SUNNAH SYIAH
• Para sahabat • Para sahabat
Nabi adalah adalah
golongan dan perampas
generasi kekuasaan,
terbaik umat murtad dan
Islam kafir
DOA ORANG SYIAH KETIKA MASUK WC,
MELAKNAT SAHABAT DAN AHLUSSUNNAH

Doa orang-orang Syiah ketika masuk toilet dan


WC, adalah melaknat para sahabat, para Ummu al-
Mu’minin (istri-istri Rasulullah ) dan kaum
Ahlussunnah Wal-Jama’ah. (LA’ALI AL-AKHBAR,
MUHAMMAD NABI AL-TUSIRKANI, JUZ 4 HAL. 92)
ULAMA SYIAH:
MELECEHKAN SAHABAT NABI

al-Anwar al-Nu’maniyyah juz 1, hal. 53, “bahwa


Sayidina Abu Bakar dan Sayidina Umar tidak
pernah beriman kepada Rasulullah sampai akhir
hayatnya.”
ULAMA SYIAH:
MENGKAFIRKAN SELURUH SAHABAT

Al-Kulaini (Ulama Syiah) mengatakan dalam


kitabnya al-Raudhah mina al-Kafi, juz 8, hlal.
198, bahwa seluruh sahabat itu murtad (keluar
dari Islam) setelah Nabi wafat, kecuali tiga
orang, al-Miqdad bin al-Aswad, Abu Dzar al-Ghifari
dan Salman al-Farisi.
SYIAH MENGKAFIRKAN SAYYIDAH
‘AISYAH ISTRI NABI

Syiah mengkafirkan Sayyidah


‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, istri
Nabi
SYIAH MENUDUH ISTRI NABI
BERBUAT SERONG

Tafsir al-’Ayyasyi juz 29 hal. 358


SYIAH MENUDUH ISTRI NABI
BERBUAT SERONG

Syiah berpandangan bahwa yang


disucikan dari zina dalam surat
Bara’ah itu Nabi bukan ‘Aisyah
radhiyallahu ‘anha
IMAM MAHDI
AHLUSSUNNAH SYIAH
• Seorang • Seorang
pemimpin yang pendendam,
membawa perusak, benci
kesejahteraan bangsa Arab,
dan keadilan bagi akan merubah
umat Islam dan al-Qur’an dan
mengamalkan
bagian dari agen
syariat Islam
Yahudi
IMAM MAHDI SYIAH MENGHANCURKAN
MASJID DAN MEMBUNUH BANGSA ARAB

Abu Ja’far Muhammad bin al-Hasan al-Thusi, w.


460 H, (Ulama Syiah) menjelaskan dalam kitabnya,
al-Ghaibah, hal. 282, bahwa Imam Mahdi Syiah
akan berbuat kerusakan di muka bumi dengan
merobohkan Masjidil Haram, Masjid Nabawi,
Baitullah dan memotong tangan orang Bani
Syaibah, para juru kunci Ka’bah.
ULAMA SYIAH:
IMAM MAHDI SYIAH BENCI BANGSA ARAB

Abu Ja’far Muhammad bin al-Hasan al-


Thusi, w. 460 H, (Ulama Syiah)
menjelaskan dalam kitabnya, al-Ghaibah,
hal. 284, bahwa orang-orang Arab itu tidak
ada yang baik. Syiah lupa, bahwa
Rasulullah dan para imam Syiah yang
12 adalah keturunan Arab.
ULAMA SYIAH:
MAHDI SYIAH AKAN MERUBAH AL-QUR’AN

Abu Ja’far Muhammad bin al-Hasan al-Thusi, w.


460 H, (Ulama Syiah) menjelaskan dalam kitabnya,
al-Ghaibah, hal. 154, bahwa Imam Mahdi Syiah
akan membuat syariat baru, merubah al-Qur’an
dan membunuh semua orang Arab.
ULAMA SYIAH BERKATA:
PARA IMAM SYIAH ADALAH AGEN YAHUDI
Al-Kulaini (Ulama
Syiah)
menjelaskan
dalam kitabnya
al-Kafi, juz 1, hal.
462, bahwa Imam
Mahdi dan imam-
imam Syiah yang
lain besok akan
menerapkan
hukum-hukum
Dawud dan
keluarga Dawud,
yaitu ajaran
agama Yahudi.
ULAMA SUNNI:
IMAM MAHDI PENUHI DUNIA DG KEADILAN
Syaikh Abdullah
al-Harari (Ulama
Sunni)
menjelaskan
dalam kitabnya,
al-Syarh al-
Qawim ‘ala al-
Shirath al-
Mustaqim hal.
382, bahwa Imam
Mahdi akan
memenuhi dunia
dengan kebaikan
dan keadilan,
bukan kerusakan
dan perubahan
syariat dan kitab
Allah.
NIKAH MUT’AH
AHLUSSUNNAH SYIAH
• Nikah mut’ah • Nikah mut’ah atau
atau kawin kawin kontrak
kontrak hukumnya halal,
dan bahkan
hukumnya dianjurkan,
haram pahalanya
melebihi amal
ibadah yang lain
ULAMA SYIAH (KHUMAINI):
LEGALISASI PERZINAHAN ALA SYIAH

Ayatullah Khumaini (Ulama Syiah) menjelaskan


dalam kitabnya, Tahrir al-Wasilah, juz 2, hal. 292,
bahwa dalam nikah mut’ah (kawin kontrak/praktek
pelacuran ala Syiah) tidak perlu mengurus apakah
si wanita punya suami atau tidak. Boleh juga nikah
mut’ah dengan pelacur.
SYAHWATRIA ULAMA SYIAH:
LEGALISASI PERZINAHAN ALA SYIAH

Nuri al-Thabarsi (Ulama Syiah),


menjelaskan dalam kitabnya, Mustadrak
al-Wasail, hal. 485, bahwa dalam nikah
mut’ah boleh dengan wanita bersuami asal
dia mengaku tidak punya suami.
ULAMA SYIAH (KHUMAINI):
NIKAH MUT’AH DENGAN ANAK BAYI

Ayatullah Khumaini (Ulama Syiah), menjelaskan


dalam kitabnya, Tahrir al-Wasilah, juz 2 hal. 241,
bahwa boleh melakukan pratek anal sex dengan
istri. Bahkan menurut Khumaini, nikah mut’ah
boleh dilakukan dengan bayi yang masih
menyusu.
ULAMA SYIAH:
ANAL SEX TIDAK BATALKAN PUASA

Abu Ja’far al-Thusi (Ulama


Syiah), menjelaskan dalam
kitabnya Tahdzib al-Ahkam,
juz 7, hal. 460, bahwa anal sex
tidak membatalkan puasa dan
tidak mewajibkan mandi pada
pihak istri.
ULAMA SYIAH:
PAHALA NIKAH MUT’AH BESAR SEKALI
Nuri al-Thabarsi
(Ulama Syiah),
menjelaskan
dalam kitabnya,
Mustadrak al-
Wasail, hal. 452,
bahwa pahala
nikah mut’ah
besar sekali,
semua dosa
diampuni
sejumlah helai
rambut di sekujur
tubuhnya.
MENYIKAPI ALIRAN LAIN
AHLUSSUNNAH SYIAH
• Ahlussunnah Wal- • Syiah
Jama’ah tidak memandang
memiliki konsep kaum Muslimin
takfir
(pengkafiran) dan
di luar alirannya
penghalalan darah najis, kafir
dan harta harbi, kafir asli,
kalangan luar darah dan
alirannya hartanya halal
ULAMA SYIAH:
UMAT ISLAM SELAIN SYIAH ANAK ZINA

Muhammad Baqir al-Majlisi (Ulama Syiah),


berkata dalam kitabnya Bihar al-Anwar
al-Jami’ li-Durar Akhbar al-Aimmat al-
Athhar, juz 101, hal. 85, bahwa umat
Islam yang wuquf di Arofah itu anak zina,
sedangkan yang wukuf di Karbala, anak
suci.
ULAMA SYIAH:
UMAT ISLAM SELAIN SYIAH ANAK PELACUR

Al-Kulaini (Ulama Syiah)


mengatakan dalam kitabnya, al-
Raudhah mina al-Kafi, juz 8,
hal. 227, bahwa semua umat
Islam selain Syiah adalah anak
pelacur.
ULAMA SYIAH:
SELAIN SYIAH PASTI KEKAL DI NERAKA

Mirza Muhammad
Taqi (ulama Syiah)
berkata dalam
Shahifah al-Abrar (Juz
1 hal. 174): Selain
orang Syiah akan
masuk neraka selama-
lamanya. Meskipun
semua malaikat,
semua nabi, semua
syuhada dan semua
shiddiq menolongnya,
tetap tidak bisa keluar
dari neraka.
ULAMA SYIAH:
MENGKAFIRKAN SELURUH UMAT ISLAM

Al-Kulaini (Ulama Syiah), berkata dalam al-Ushul


mina al-Kafi, juz 1, hal. 434, bahwa orang yang
menganggap Sayidina Abu Bakar dan Sayidina
Umar itu Muslim akan masuk neraka.
ULAMA SYIAH:
SELAIN ORANG SYIAH KAFIR DAN BUKAN MUSLIM
Yusuf al-Bahrani
(Ulama Syiah),
menjelaskan
dalam kitabnya,
al-Hadaiq al-
Nadhirah fi
Ahkam al-’Itrah
al-Thohirah, hal.
136, bahwa
orang yang tidak
ikut Syiah
adalah bukan
Muslim sedikit
pun dan
termasuk kafir.
ULAMA SYIAH:
ORANG SUNNI NAJIS, KAFIR, DARAH DAN HARTANYA HALAL

Yusuf al-
Bahrani
berkata dalam
al-Hadaiq al-
Nadhirah (juz
10, hal. 361):
Orang Sunni itu
Najis, Kafir,
harta dan
darahnya halal.
ULAMA SYIAH: ORANG SUNNI ITU NAJIS, KAFIR HARBI,
BOLEH DIBUNUH, HARTANYA BOLEH DICURI.
Ni’matullah al-
Jazairi (Ulama
Syiah), berkata
dalam kitab, al-
Anwar al-
Nu’maniyyah, juz 2,
hal. 210-211, bahwa
kaum Sunni itu
disebut nashibi.
Sedangkan nashibi,
dihukumi najis,
sama dengan kafir
harbi, darah dan
harta bendanya
halal. Alangkah
kejamnya Syiah.
ULAMA SYIAH:
CARA MENDOAKAN MAYIT MUSLIM ALA SYIAH
Muhammad bin al-
Hasan al-Thusi
(Ulama Syiah),
menjelaskan dalam
kitabnya Tahdzib
al-Ahkam, juz 3,
hal. 197, cara
mendoakan mayit
Muslim selain Syiah
adalah, “Ya Allah,
laknatlah mayat ini
seribu kali tanpa
terputus,
hinakanlah,
masukkanlah ke
neraka, dan berikan
padanya siksa-Mu
yang paling
pedih...”
ULAMA BESAR SYIAH MENGUNDANG KAUM
AHLUSSUNNAH LALU MEMBUNUHNYA

Di antara keutamaan al-Majlisi, ulama Syiah abad ke-10 H, ia


pernah mengundang kaum Ahlussunnah ke rumahnya, lalu
membunuh salah seorang di antara mereka dengan pisau
besar di lehernya