Anda di halaman 1dari 36

KEPANITERAAN KLINIK SENIOR

BAGIAN ILMU PENYAKIT KULIT DAN KELAMIN


RUMAH SAKIT UMUM DAERAH H. ABDUL MANAP
FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS JAMBI
2016
 Bahasa Yunani “onyx”  kuku
“mykes” Jamur

 Onikomikosis  infeksi jamur pada kuku

 Kuku jari kaki  25 kali lebih sering terinfeksi


daripada kuku jari tangan.

 Terdapat tiga kelompok jamur yang


menyebabkan onikomikosis, yaitu: dermatofita,
nondermatofita, dan yeast
Identitas Pasien
 Nama : Tn. SuryadiPawiro
 Jenis Kelamin : Laki-laki
 Usia : 78 tahun
 Pekerjaan : Pensiunan
 Alamat : Jln. dr.Saleh RT. 07
Kel. Paal Merah
 Suku Bangsa : Indonesia
Keluhan Utama :
Bengkak dan nyeri pada daerah
pangkal kuku tangan disertai kuku yang
rusak.
Keluhan Tambahan : (-)
 Pasien datang dengan keluhan timbul bengkak
kemerahan pada daerah pangkal kuku tangan
yang terasa nyeri. Nanah (-), kemudian kuku
menjadi rusak. Kuku menjadi tebal, mengeras dan
permukaan kuku tidak licin. Kemudian kuku
berubah warna menjadi kecoklatan, ujung jari
rapuh (-).
 Kerusakan kuku menjalar kebagaian pangkal kuku
(-). Bagian kuku terangkat (-). Bengkak kemerahan
pada daerah pangkal kuku tangan dan kuku yang
rusak pada jari tangan kanan yaitu jari telunjuk
dan jari manis pada tangan kiri yaitu jari jempol,
jari tengah dan jari manis.Riwayat dengan
penyakit adanya kerak yang tebal didaerah
kepala, siku, dan lutut disangkal.
Riwayat Penyakit Dahulu
Riwayat menderita penyakit yang sama
sebelumnya disangkal. Riwayat alergi
disangkal.
Riwayat Penyakit Keluarga
Riwayat keluarga memiliki penyakit yang
sama di sangkal.
Pemeriksaan Fisik
Status Generalisata
 Keadaan Umum : Baik
 Kesadaran : Compos mentis
 Tanda-tanda vital
 Tekanan darah : 110/80 mmHg
 Nadi : 85x/menit
 Pernafasan : 18x/menit
 Suhu : Afebris

Pemeriksaan Organ
DBN
Status Dermatologis :
Regio: Manus Dextra dan sinistra superior dan
inferior
Eflororesensi:
Tampak Paronichia (+) Pus (-) hiperpigmentasi
unguium (+), hiperkeratosis unguium (+), pitting nail
(-), distal unguium terangkat (-), penyebarannya
regional, nyeri (+).
Pemeriksaan Penunjang

Pada pasien ini tidak dilakukan


pemeriksaan penunjang, namun pada
keadaan yang meragukan, diperlukan
pemeriksaan penunjang yaitu Pemeriksaan
mikroskopis menggunakan larutan KOH 40%
Untuk debris subungual dan visualisasi jamur
Diagnosis Banding
Kelainan kuku karena faktor luar :
Trauma kontak, Onikogrifosis,
Onikotilomania, Infeksi oleh virus dan
bakteri, Neoplasma.
Diagnosis Kerja
Onikomikosis

Penatalaksanaan
 Ketokonazol krim
 Ketokonazol tablet
 onikomikosis Bahasa Yunani ->“onyx”
dan “mykes”
 tiga kelompok jamur  dermatofita,
nondermatofita, dan yeast
 Onikomikosis juga berpengaruh signifikan
pada kualitas hidup pasien
Definisi

 Onikomikosis  semua infeksi jamur


pada kuku
 tinea unguium  infeksi dermatofita
Dermatofita Nondermatofita Yeast

 Trichophyton rubrum  Acremonium sp  Candida albicans


 Trichophyton mentagrophytes  Fusarium sp  Candida parapsilosis
 Epidermophyton floccosum  Alternaria sp
 Microsporum canis  Aspergillus sp.
 Botryodiplodia
theobromae
 Onycochola Canadensis
 Scytalidium dimidiatum
1.Dermatofita Onikomikosis
a) Distal and Lateral Subungual
Onychomycosis (DLSO)

• presentasi tersering infeksi kuku


dermatofita  T.rubrum
• Kuku menebal dan warnanya
berubah
• onikolisis
b)Superficial White Onychomycosis (SWO)

• T. interdigitale
• lapisan superfisial lempeng kuku
 ke bagian yang lebih dalam
c) Proximal Subungual Onychomycosis
(PSO)
• T.rubrum
• lebih sering pada pasien AIDS.
• lipatan kuku proksimal  lipatan
kuku distal
2) Onikomikosis candida
• Candida menyerang kuku biasa
nya terjadi pada orang yang ser
ing
membenamkan tangan mereka
di dalam air kutikula terlepas
dari lempeng kuku kuku
kehilangan sifat kedap air 
infeksi
Anamnesis Pemeriksaan fisik Pemeriksaan
penunjang
- Asimtomatis • Onikolisis Debris di bawah Pemeriksaan
lempeng kuku mikroskopis
• Hiperkeratosis subungual menggunakan larutan
• Diskolorasi KOH 40%.
 Prinsip penatalaksanaan onikomikosis adalah
 menghilangkan faktor predisposisi yang
memudahkan terjadinya penyakit,
 obat anti-jamur yang sesuai dengan penyebab
 Untuk membatasi kemungkinan kambuh, kuku
harus tetap pendek, kaki harus dikeringkan setelah
mandi, kaus kaki yang menyerap keringat harus
dipakai, dan bedak kaki anti jamur dapat
digunakan.
 Amorolfine
5% lacquer dan digunakan pada kuku
dengan dosis 1-2x seminggu untuk 6-12
bulan
 Ciclopirox
yaitu lacquer 8%, penggunaanya
sekali sehari selama 48 minggu
Griseofulvin
 usia 1 bulan keatas yaitu 10 mg/ kgBB per
hari
 Pada orang dewasa dosisnya 500-1000 mg
per hari selama 6-9 bulan
Terbinafine
250 mg/hari selama 3 bulan.
Itrakonazol
200 mg/hari selama 3-4 bulan, atau 400 mg
per hari selamaseminggu tiap bulan selama 3-
4 bulan
 pada lansia dan penderita diabetes 
sepsis, dan nekrosis jaringan, selulitis
 Farmakoterapi seringkali tidak berhasil
dengan angka relaps atau rekurensi 20‐
25%.
 Prognosis lebih buruk pada keadaan-
keadaan berikut: 16
 Luas kuku yang terinfeksi >50%
 Pasien dengan imunosupresan
 Penyakit sirkulasi perifer
 Pertumbuhan kuku buruk
 Usia >65 tahun
ANALISIS MASALAH
Pasien datang dengan keluhan timbul bengkak
kemerahan pada daerah pangkal kuku tangan
yang terasa nyeri. Nanah (-), kemudian kuku
menjadi rusak. Kuku menjadi tebal, mengeras dan
permukaan kuku tidak licin. Kemudian kuku
berubah warna menjadi kecoklatan, ujung jari
rapuh (-).
 Kerusakan kuku menjalar kebagaian pangkal kuku
(-). Bagian kuku terangkat (-). Bengkak kemerahan
pada daerah pangkal kuku tangan dan kuku yang
rusak pada jari tangan kanan yaitu jari telunjuk
dan jari manis pada tangan kiri yaitu jari jempol,
jari tengah dan jari manis.Riwayat dengan
penyakit adanya kerak yang tebal didaerah
kepala, siku, dan lutut disangkal.
 Tanda klinis yang ditemukan pada kuku yaitu:
Tampak Paronichia (+) Pus (-) hiperpigmentasi
unguium (+), hiperkeratosis unguium (+), pitting nail
(-), distal unguium terangkat (-), penyebarannya
regional, nyeri (+).
Onikomikosis adalah semua infeksi jamur pada kuku. Istilah
onikomikosis berasal dari Bahasa Yunani “onyx” berarti kuku
dan “mykes” berarti jamur. Kuku jari kaki 25 kali lebih sering
terinfeksi daripada kuku jari tangan. Jari kaki terpanjang, baik
pertama ataupun kedua menopang bagian terberat
tekanan dan trauma dari alas kaki, lebih rentan terhadap
invasi meskipun infeksi kuku multipel juga sering terjadi.
Terdapat tiga kelompok jamur yang menyebabkan
onikomikosis, yaitu: dermatofita, nondermatofita, dan yeast
Anamnesis Onikomikosis seringkali asimtomatis dan
pasien seringkali hanya mengeluhkan kosmetik
kuku. Pada anamnesis didapatkan kecurigaan
yang menagarah ke infeksi jamur seperti
perubahan warna atau bentuk kuku. Pada
penyakit yang sangat berat dapat mengganggu
aktivitas seperti berdiri, berjalan, atau berolahraga.
Hal paling penting adalah mencari faktor risiko
onikomikosis.
 Kuswadji. Kandidosis. Dalam : Djuanda A., Hamzah M., Aishah S., Ilmu Penyakit Kulit dan
Kelamin. Edisi IV, Balai Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta, 2006.
Pp:103-6
 SMF Ilmu Kulit Kelamin Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga. Atlas Penyakit Kulit dan
Kelamin. Airlangga University Press, 2007. Pp:86-92
 James William,Berger Timothy, Elston Dirk. Candidiasis. Dalam : Andrew’s Disease of The Skin
Clinical Dermatology. Ed 10th. British. WB Saunders Company. 2000. Pp:308-9
 Wolff, Klauss. Candidiasis. Dalam : Fitzpatrick. Dermatology in General Medicine. Ed 7th.
New york. McGraw Hill Company. 2007. p: 1822
 Wolf K, Richard AJ, Dick S. Candidiasis. Dalam : Fitzpatrick. Color Atlas and Synopsis of
Clinical Dermatology. Ed 5th. New york. McGraw Hill Company. 2007.
 Siregar, R.S. Atlas Berwana Saripati Penyakit Kulit. Edisi 2. EGC. Jakarta. 2004. Pp: 279-280.
 Sandy S Suharno. Tantien Nugrohowati, Evita H. F. Kusmarinah. Mekanisme Pertahanan
Pejamu pada Infeksi Kandida. Dalam : Media Dermato-venereologica Indonesiana,
Jakarta, 2000 ; 187-92
 Conny Riana Tjampakasari. Karakteristik Candida albicans. Dalam : Cermin Dunia
Kedokteran, Vol.151, 2006 ; 33-5
 Hall, John C. Sauer's Manual of Skin Diseases 8th edition. Canada. Lippincott Williams &
Wilkins Publishers. 2000.
 Sehgal. V. N. Candidosis. Dalam: The Textbook of Clinical Dermatology. Forth edition. New
Delhi. Jaypee Brother Medical Publisher. 2006: 59-62.
 Weller. R, Hunter. J, Savin. J, Dahl. M. Fungal Infection. Dalam: Clinical Dermatology. Fourth
edition. UK. Blackwell Publishing. 2008: 252-254.