Anda di halaman 1dari 25

LIKEN PLANUS Oleh : Riri Sandra S.

Ked
CLINICAL SCIENCE SESSION
PEMBIMBING : dr.Pedia Primadiarti Sp.kk
PENDAHULUAN

 Liken planus : inflamasi, kronik, autoimun,


mempengaruhi kulit, mukosa mulut, mukosa genital,
kulit kepala, kuku
 Lesi yang tampak : seperti ketombe, beralur halus,
 Epidemiologi : sebagian besar kasus terjadi antara
30 dan 60 tahun
 Etiologi pasti : tidak diketahui
 50 % kasus mereda dalam 9 bulan. 85% bersih
dalam 18 bulan
 Gatal hilang→ papula merata →digantikan dengan
hiperpigmentasi paska inflamasi
TINJAUAN PUSTAKA

 Liken Planus : ditandai papul dengan warna dan


konfigurasi yang khas. Warna merah biru, poligonal,
berskuama, berbentuk siku-siku.
 Epidemiologi : Tidak ada perbedaan pada ras, jenis
kelamin, dan geografik, distribusi umur rata-rata 30-
60 tahun. 6
 Etiologi : faktor imunitas seluler. Sel T baik CD4 + dan
CD8 + terakumulasi dalam dermis
LOKASI PREDILEKSI
KLASIFIKASI

 Membran mukosa : Di lidah dan mukosa bukal, lesi


kemungkinan besar mengarah ke leukoplakia
 Liken planus Hipertrofi : plak yang verukosa
berwarma merah coklat atau ungu, terletak pada
daera tulang kering
 Liken planus folikular : papul seperti duri pada kulit,
selaput lendir dan kulit kepala merupakan trias pada
liken planopilaris
 Liken Planus Linier : Lesi Linear sebagai efek
Koebner sering ditemukan
 Liken planus subtropik : patch annular atau patch
diskoid, yang memiliki sebuah pusat hiperpigmentasi
dikelilingi oleh zona hipopigmentasi yang mencolok.
 liken planus pigmentosus : Hiperpigmentasi makula
melibatkan wajah, leher dan tungkai atas, meskipun
bisa lebih luas, dan bervariasi dari warna abu-abu
sampai kecoklatan hitam
 liken Planur Annular : Lesi tersebar luas, dan
biasanya sedikit aktivitas dan depresi, sedikit atrofi,
terpusat
 Liken planus atrofik : Lesi cenderung sedikit
jumlahnya;atrofi adalah hasil dari lesi annular pudar,
atau lesi hipertrofik terdapat pada kaki bagian
bawah
 Liken planus Gutata : Lesi secara luas tersebar dan
tetap diskrit, semua kecil (1-2 mm), atau lebih besar
(sampai 1 cm), dan lesi individual menjadi kronis.
GEJALA KLINIS

 Biasanya gatal. Beberapa minggu sejak lesi pertma


timbul diikuti penyebaran lesi
 Predileksi : dibagian fleksor pergelangan tangan
atau lengan bawah, distribusinya simetrik.
 Terdapat fenomena kobner (isomorfik)
 Kelainan yang khas terdiri atas papul yang poligonal,
datar dan mengkilat, kadang ada cekungan di
sentral (delle). Garis-garis anyaman berwarna putih
(Striae Wickham) dapat dilihat pada permukaan
papul
GAMBARAN KLINIS

 Efloresensi : lesi
mengkilap, lembayung,
papul poligonal.
Terdapat garis putih
(Striae Wickham).
 Lesi linea sering
muncul bersama tanda
goresan (fenomena
Koebner)
 Lichen planus dengan
papula dan plak pada
pergelangan tangan
 Lichen planus pada
kaki. Skala putih
reticular dari Wickham
striae terlihat pada
beberapa plak
 Lichen planus pada
pergelangan tangan
menunjukkan
fenomena
koebner (panah) denga
n formasi linear papula
 Liken planus hipertrofi
pada kaki
 Liken planus atrofi
pada lengan bawah
menunjukkan beberapa
warna dalam lesi atrofi.
 Liken planus annular
pada payudara. 2
 Liken planus bulosa
pada bagian bokong. 1
 Oral liken planus
dengan Wickham striae
pada mukosa bukal. 1
 Liken planus oral
dengan erosi pada
bibir, lidah, dan langit-
langit. 1
 Liken planus pada
penis menunjukkan
berenda, putih, pola
annular. 2
PEMERIKSAAN PENUNJANG

 Pemeriksaan lab : leukosit dan limfosit menurun


 Pem histopatologi : papul menunjukan penebalan
lapisan granuloma, degenerasi mencair membrana
basalis dan sel basal. Terdapat pula infiltrat seperti
pita terdiri atas limfosit dan histiosit pada dermis
bagian atas
 Striae Wickham
DIAGNOSIS BANDING

 Kelainan kulit : dengan psoriasis, granuloma


anulare, nevus unius lateralis atau liken striatus.
 Kelainan mukosa : leukoplakia, kandidosis, lupus
ertematosus atau sifilis II.
 Pada alat kelamin : psoriasis, dermatitis seboroik
dan skabies
 Liken planus hipertrofi : neurodermatitis atau
amiloidisis
TERAPI

 Steroid topikal
 Inj steroid intralesi : triamsinolon 3mg/ml
 Prednison, dosis tappering off 5 mg
 Retinoid sistemik : 1mg/kg/hari
 Fotokemoterapi PUVA dilakukan pada pasien yang
resisten terhadap terapi
KOMPLIKASI

 Rambut : bercak alopesia


 Kuku : pada 10% kasus
 Selaput lendir : ulserasi berpotensi menjadi kanker
sel skuamosa
PROGNOSIS

 Penyakit ini dapat sembuh sendiri. Prognosisnya


bergantung pada luasnya dan bentuknya, yang
mempengaruhi waktu penyembuhan cepat atau
lambat
TERIMA KASIH