Anda di halaman 1dari 9

Di Susun Oleh :

1. 14334005 Ida Purwati


2. 14334046 Melisa Pradita
3. 14334116 Arteryanto Pradipta
4. 15334027 Siti Nurweni
Vaksin adalah bahan antigenik yang Bahan Pembuatan Vaksin
digunakan untuk menghasilkan kekebalan
aktif terhadap suatu penyakit sehingga dapat
mencegah atau mengurangi pengaruh infeksi
oleh organisme alami. Proses Pembuatan Vaksin
Vaksin dapat berupa galur virus atau bakteri
yang telah dilemahkan sehingga tidak
menimbulkan penyakit. Vaksin dapat juga
berupa organisme mati atau hasil-hasil Jenis-Jenis Vaksin
pemurniannya.
BAHAN PEMBUATAN PROSES PEMBUATAN JENIS-JENIS VAKSIN
VAKSIN
VAKSIN
1. Vaksin Toksoid
1. Produksi vaksin
Aluminium dimulai dengan sejumlah 2. Vaksin Acellular
kecil virus tertentu atau 3. Vaksin Idiotipe
Benzetonium Klorida benih
4. Vaksin Rekombinan
Etilen Glikol
2. Virus harus bebas dari 5. Vaksin DNA
Formaldehida kotoran dan disimpan 6. Vaksin Hepatitis B
dalam kondisi beku
Gelatin 7. Vaksin
Glutamat Pneumokokus
3. Benih disimpan dalam
Neomicin wadah kecil atau gelas
plastik
Fenol
Streptomisin 4. Jumlah yang kecil
hanya lima atau sepuluh
cm3 ,mengandung ribuan
hingga jutaan virus,
nantinya dapat dibuat
menjadi ratusan
liter vaksin.
Vaksin DNA merupakan plasmid yang mengkombinasikan sekuen yang diperlukan
untuk replikasi dan seleksi di Escherichia coli dengan sekuen yang diperlukan
untuk mengekspresikan transgenik yang dikodekan dalam sel vertebrata setelah
diberikan ke organisme dan transfeksi sel jaringan target.

Vaksin DNA terdiri dari dua struktur pembentuk utama :


1. Unit propagasi plasmid → berfungsi sebagai pengendali replikasi dan
perbanyakan plasmid DNA secara in vitro dalam sel bakteri, sesuai dengan
jumlah dan volume yang diinginkan pada saat diproduksi.
2. fragmen DNA → mengandung gen vaksin yang telah dikloning ke dalam
plasmid DNA, dimana gen vaksin ini diharapkan mengekspresi protein asing
di dalam sel hospes (tubuh manusia).
PEMBUATAN VAKSIN DNA

Produksi vaksin DNA melibatkan beberapa hal penting yakni desain struktur
plasmid, vector, dan host, transformasi dan seleksi klonal, produksi plasmid,
serta pemurnian plasmid.
Penjelasan :
1. Tahapan pertama dalam produksi vaksin plasmid DNA ini adalah desain
struktur plasmid, pemilihan vector dan host yang akan diproduksi.
2. Tahap kedua merupakan desain Vaksin DNA
3. Produksi plasmid
4. Pemurnian plasmid DNA

Mekanisme kerja Vaksin DNA dalam tubuh manusia :


 Setelah plasmid DNA disuntikkan ke dalam jaringan maka plasmid DNA akan
bereplikasi secara otonom dan memproduksi protein asing atau antigen yang
dikode oleh gen vaksin.
 Antigen ini langsung dapat menstimulasi sel B yang kemudian dapat
memproduksi antibodi terhadap antigen atau protein asing yang dikode oleh
plasmid DNA.
 Karena proses pembentukan antigen oleh sel hospes setelah vaksinasi DNA
menyerupai produksi antigen pada saat terinfeksi dengan mikroorganisme secara
alamiah, maka respon imun yang terjadi akibat vaksinasi DNA sama dengan
respon imun yang diinduksi oleh mikroorganisme pathogen
KELEBIHAN DAN KEKURANGAN VAKSIN DNA

KELEBIHAN KEKURANGAN
1. Plasmid DNA mudah diproduksi dalam jumlah 1. Dikhawatirkan terjadinya efek yang tidak
yang besar secara lebih ekonomis, dalam waktu diinginkan jika vaksin DNA digunakan pada
yang lebih cepat dibandingkan dengan vaksin manusia, antara lain kekhawatiran bahwa DNA
konvensional asing dapat terintegrasi ke dalam kromosom
hospes sehingga dapat menyebabkan stimulasi
2. DNA sangat stabil, tahan terhadap perubahan
gen yang tidak terkontrol yang dapat
suhu sehingga lebih mudah untuk disimpan dan
mengakibatkan terbentuknya sel kanker.
didistribusikan
2. Kekhawatiran terjadinya induksi reaksi autoimun
3. Sekuen DNA dapat diubah dengan mudah dalam
terhadap vaksinasi DNA yang dapat
laboratorium, sehingga vaksin DNA dapat
menyebabkan terbentuknya antibodi anti-DNA
disesuaikan dengan perubahan mikroorganisme
juga tidak terbukti selama uji klinik dengan
pathogen
vaksin DNA
4. Dapat direkayasa gabungan beberapa plasmid
DNA yang mempunyai spektrum luas untuk
beberapa epitop antigen

5. Vaksin DNA terbukti dapat meningkatkan


imunitas tubuh terhadap virus dan bakteri dalam
waktu yang sangat lama

6. Tidak memerlukan perlakukan khusus terhadap


mikroba patogen selama proses produksi.
SEKIAN
TERIMAKASIH