Anda di halaman 1dari 142

OPERASI TEKNIK KIMIA 3

16JKI5063

Fitria Yulistiani, S.T., M.T.


Kontrak Perkuliahan

 Toleransi keterlambatan: 15 menit


 Jumlah Pertemuan = 7 kali
 Sumber rujukan:
 Donal Q. Kern: Process Heat Transfer
 Christie Geankoplis: Transport Process and Unit Operations

 Penilaian:
 Quiz = 15% nilai akhir
 UTS = 35% nilai akhir

11/2/2018 2
Pokok Bahasan

 Perpindahan panas (16 jam  4 kali pertemuan)


 Alat penukar panas (8 jam  2 kali pertemuan)
 Evaporasi (4 jam  1 kali pertemuan)

11/2/2018 3
Materi 1:
Perpindahan Panas
Waktu: 16 jam

11/2/2018 4
Tujuan Materi 1

 Dapat mendefinisikan arti perpindahan panas


 Dapat membedakan ketiga cara perpindahan panas dengan
benar
 Dapat menghitung besarnya panas yang mengalir secara
konduksi baik untuk luas yang tetap maupun luas yang
berubah
 Dapat menghitung besarnya panas yang mengalir secara
konveksi baik konveksi secara alamiah maupun konveksi paksa
 Dapat menghitung besarnya panas yang mengalir secara
radiasi baik antara dua benda hitam maupun benda nyata

11/2/2018 5
Dasar Perpindahan Panas

11/2/2018 6
Termodinamika vs Perpindahan Panas

Termodinamika Perpindahan Panas

Seberapa besar panas Seberapa besar panas


yang berpindah yang berpindah (dengan
mode apa?)
Seberapa besar kerja Komplementer
Seberapa besar laju
yang digunakan Perpindahan panas

Kondisi final dari sistem Distribusi temperatur

11/2/2018 7
Cara/metode perpindahan panas

Sumber Gambar:
CH1010 Heat Transfer, SRM University

11/2/2018 8
Aplikasi Perpindahan Panas

 Produksidan konversi energi: pembangkit listrik tenaga


uap, konversi energi matahari, dll
 Refrijerasi dan pengkondisi udara (AC)
 Aplikasi
rumah tangga: oven, kompor, pembakar roti,
microwave, alat pemanas air, dll
 Proses manufaktur: pengelasan, pencetakan, dll
 Desain kendaraan bermotor

11/2/2018 9
Perpindahan Panas: Konduksi

11/2/2018 10
Konduksi

Proses
perpindahan kalor tanpa disertai
dengan perpindahan partikelnya

Proses perpindahan kalor melalui suatu


zat yang disertai dengan perpindahan
bagian-bagian yang dilaluinya disebut
konveksi (Konveksi dapat terjadi pada
zat cair dan gas).
Setrika Listrik

Prinsip kerja setrika listrik adalah


mengubah energi listik menjadi
energi panas.

 Bila
seterika dihubungkan ke sumber tegangan listrik
dandihidupkan (ON), maka arus listrik mengalir
melalui elemen pemanas,
 Dengan adanya arus listrik yang mengalir di elemen
ini, alas besi tebal akan membangkitkan panas.
 Panasini kemudian disalurkansecara konduksi pada
permukaan dasar setrika
Laju Perpindahan Panas

11/2/2018 13
Konversi Satuan

11/2/2018 14
Konduksi

 Laju perpindahan panas per satuan waktu berbanding lurus dengan


perbedaan temperatur di sepanjang dinding yang memiliki luasan A
 Hukum Fourier

- dt/dx = gradien temperatur


(oC/m)
k = konduktivitas termal
bahan (W/moC)
A = luas area
perpindahan panas
(m2)

11/2/2018 15
Contoh Perhitungan

11/2/2018 16
Efek Temperatur pada Konduktivitas Termal

 Konduktivitas
termal merupakan sifat fisik suatu bahan
yang bergantung pada perbedaan temperatur
 Pada material logam, konduktivitas termal akan
berkurang ketika temperatur bertambah
 Padamaterial gas dan insulator, konduktivitas termal akan
meningkat ketika temperatur berambah
 Pada rentang temperatur rendah, nilai k dapat dianggap
konstan
𝑘 = 𝑎 + 𝑏𝑇

11/2/2018 17
Analogi listrik (Hk. Ohm)
Konduksi Pada Dinding Datar

11/2/2018 19
Perpindahan Panas Secara Konduksi
Pada Suatu Bidang Datar

11/2/2018 20
Contoh Perhitungan

Sebuah tanur memiliki dinding


setebal 6 inci berukuran 12ft x 16ft
dengan temperatur bagian
dalam sebesar 1500oF. Area
bagian luar tanur tersebut
memiliki temperatur 300oF.
Apabila dinding tanur terbuat
dari bata dengan insulasi kaolin,
berapa besar panas yang hilang
melalui dinding tersebut?

11/2/2018 21
Langkah Penyelesaian

 Hitung rata-rata temperatur dinding tanur:


½ x (1500 + 300) = 900 oF
 Cari nilai konduktivitas termal bahan pada temperatur
tersebut  0,15 Btu/(hr)(ft2)(oF/ft)
 Hitung luas dinding yang dilewati panas:
A = 12 x 16 = 192 ft2
 Tebal dinding = 6 in = 0,5 ft
Q = kA/L x DT = 0,15 x 192 x (1500 – 300) / 0,5 = 69.120 Btu/hr

11/2/2018 22
Contoh

Tentukan aliran panas yang melewati dinding


bidang dengan ketebalan 10 cm dan dengan
konstanta konduktivitas termal 8,5 W/mK ketika
temperatur permukaan adalah steady pada
temperatur 100oC dan 30oC. Luas dinding adalah 3
m2. Juga carilah gradient temperatur pada arah
aliran.

Ditanya:
[a] Aliran panas yang melewati
dinding, Q?
[b] Gradien temperatur?
Konduksi Pada Dinding Komposit

11/2/2018 24
Konsep Perpindahan Panas

 Perpindahan panas pada satu bidang datar


Δ𝑇
𝑄=
𝑅

 Perpindahan panas pada bidang datar ke-2

 Perpindahan panas total

11/2/2018 25
Perpindahan Panas Secara Konduksi
Pada Dinding Komposit

11/2/2018 26
Contoh Kasus

 Dinding sebuah oven terdiri atas 3 lapisan bata. Lapisan


pertama setebal 8 in merupakan bata tahan api dengan
nilai k = 0,68 Btu/(hr)(ft2)(oF/ft); lapisan kedua setebal 4 in
merupakan bata terisolasi dengan k = 0,15; dan lapisan
terakhir setebal 6 in merupakan bata biasa dengan nilai k
= 0,4. Oven dioperasikan pada T 1.600oF dan diharapkan
temperatur terluar oven dapat dijaga pada 125oF. Hitung
besar rugi-rugi panas per m2 dan temperatur pada setiap
antar muka lapisan bata.

11/2/2018 27
Langkah Penyelesaian
 Tentukan besar tahanan pada setiap lapisan
Bata tahan api: Ra = La/ka.A = 8/12 x 0,68 x 1 = 0,98 hr oF/Btu
Bata terisolasi: Rb = Lb/kb.A = 4/12 x 0,15 x 1 = 2,22 hr oF/Btu
Bata biasa: Rc = Lc/kc.A = 6/12 x 0,40 x 1 = 1,25 hr oF/Btu
Rtotal = 4,45
 Hitung rugi-rugi panas per m2
Q = Dt/R = (1.600 – 125)/4,45 = 332 Btu/hr
 Hitung beda temperatur setiap lapisan bata
Dt = Q x R  Dta = Q x Ra, Dtb = Q x Rb, Dtc = Q x R
Dta = 332 x 0,98 = 325oF  t1 = to – Dta = 1.600 – 325 = 1.275oF
Dtb = 332 x 2,22 = 738oF  t2 = t1 – Dtb = 1.275 – 738 = 537oF

11/2/2018 28
Contoh soal:

 Besi panjangnya 4 meter disambung dengan


kuningan yang panjangnya 2meter,
keduanya mempunyai luas penampang
yang sama.
 Apabila suhu pada ujung besiadalah 600ºC
dan suhu pada ujung kuningan 300ºC.
Misalkan suhu pada titik
sambungan = T. maka
 Bila koefisien konduksi termal kuningan tiga
kali koefisien termal besi,
 hitunglah suhu pada titiksambungan antara
besi dan kuningan!
Latihan

 Dinding
furnace dilapisi oleh 3 lapisan : firebrick dengan
ketebalan 6 in (k=0.95 Btu/h.ft.oF), insulating brick
(k=0.4 Btu/h.ft.oF) dan common brick (k=0.8 Btu/h.ft.oF).
 Suhu masuk firebrick, T1 = 1800oF, suhu maksimum
insulating brick, T2 = 1720oF dan suhu T4 = 280oF .
 Hitunglahketebalan lapisan insulating brick ! Jika common
brick tebalnya 9 in, hitunglah suhu T3?
Jawab

K satuan Btu/h.ft.oF
Konduksi Pada Dinding Silinder
Berongga

11/2/2018 32
Perpindahan Perpindahan Panas Konduksi
(Konduksi pada Silinder Berongga)
Sehingga hukum Fourier menjadi :

persamaan aliran panas


untuk koordinat silinder
Perpindahan Perpindahan Panas Konduksi
(Konduksi pada Silinder Silinder Berongga)

𝑞𝑥 𝑑𝑇
= −𝑘 Ubah x menjadi r
𝐴 𝑑𝑥
𝑞𝑥 𝑑𝑇
= −𝑘 𝐴 = 2𝜋rL
𝐴 𝑑𝑟
Susun ulang persamaan
𝑟2 𝑇2
𝑞 𝑑𝑟
න = −𝑘 න 𝑑𝑇
2𝜋𝐿 𝑟1 𝑟 𝑇1

2𝜋𝐿 𝑇1 − 𝑇2
𝑞= 𝑘 𝑟 𝑇1 − 𝑇2 =
ln 2ൗ𝑟1 𝑅

𝑟2
ln ൗ𝑟1
R=
2𝜋𝑘𝐿
Contoh Soal

Sebuah pipa silinder berdinding tebal terbuat dari hard


rubber (k=0,151 W/m.K) mempunyai diameter dalam 5mm
dan diameter luar 20mm digunakan sebagai media
pendingin dalam suatu wadah. Air es (ice water) mengalir
cepat di dalam, dan suhu di sisi dinding sebelah dalam
adalah 274,9 K. Suhu bagian dinding sebelah luar 297,1 K.
Kalor sebanyak 14,65 W harus dikeluarkan dari wadah oleh
coil pendingin. Berapa m pipa yang dibutuhkan?

11/2/2018 35
Penyelesaian
r1 = 5 mm = 0,005 m; r2 = 20 mm = 0,02 m

𝑞 𝑑𝑇
=𝑘
𝐴 𝑑𝑟
𝐴 = 2𝜋𝑟𝐿
𝑟2 𝑇2
𝑞 𝑑𝑟
න = −𝑘 න 𝑑𝑇
2𝜋𝐿 𝑟1 𝑟 𝑇1

2𝜋𝐿
𝑞= 𝑘 𝑟2 (𝑇1 − 𝑇2 )
ln( ൗ𝑟1 )

2𝜋𝐿
−14,65 = 0,151 (274,9 − 297,1)
ln(0,02ൗ0,005)

𝐿 = 0,964 𝑚 11/2/2018 36
Perpindahan Perpindahan Panas Konduksi Konduksi
pada Dinding Dinding Lapis Rangkap Rangkap
Berbentuk Berbentuk Silinder Silinder

 Sebuah silinder yang suhu permukaannya relatif tinggi dapat


diisolasi dengan beberapa macam bahan yang disusun seri.
Contoh Soal

Pipa stainless steell (A) mempunyai koefisien pindah panas


k=21,63 W/m.K dengan dimensi 0,0254 m ID dan 0,0508 m
OD. Pipa ini dilapisi dengan insulator (B), k= 0,2423 W/m.K.
Temperatur pipa sebelah dalam 811 K dan temperatur
permukaan luar dari insulasi 310,8 K. Untuk 0,305 m panjang
pipa, hitung panas yang hilang dan juga temperatur pada
antar muka antara metal dan insulasi.

11/2/2018 39
Langkah Penyelesaian
𝑇1 = 811 𝐾 𝑇2 = 310,8 𝐾

0,0254 0,0508
𝑟1 = = 0,0127 m 𝑟2 = = 0,0254 m 𝑟3 = 0,0508
2 2
Luas penempang yang dilewati sepanjang L
𝐴1 = 2𝜋𝐿𝑟1 = 2𝜋 0,305 0,0127 = 0,0243 𝑚2
𝐴2 = 2𝜋𝐿𝑟2 = 2𝜋 0,305 0,0254 = 0,0487 𝑚2
𝐴3 = 2𝜋𝐿𝑟3 = 2𝜋 0,305 0,0508 = 0,0974 𝑚2
𝑇1 − 𝑇3
𝑞=
𝑅𝐴 + 𝑅𝐵
𝑟 𝑟
ln( 2ൗ𝑟1) ln( 3ൗ𝑟2)
RA = = 0,01673 k/w RB = = 1,491 k/w
2𝜋𝑘𝐴 𝐿 2𝜋𝑘𝐵 𝐿

811−310,8 𝑏𝑡𝑢
𝑞= = 331,7 𝑊 (1132 )
0,01673+1,491 ℎ

11/2/2018 40
Contoh-Konduksi pada dinding silinder

 Air panas mengalir melalui sebuah pipa yang


mempunyai r0 = 25 mm dan r1 = 40 mm seperti
terlihat pada gambar
 T air dalam pipa 300 0C. T udara sekeliling pipa
20 0C. K pipa = 40 (W/m 0K).
 Hitunglah laju aliran panas per meter panjang
pipa.
Konduksi pada silinder berlapis

Lanjutan soal diatas tetapi pipa ditambah


dengan lapisan isolasi A setebal 5 mm dan isolasi B
setebal 10 mm, dimana kA = 0,7 W/m0K dan kB = 10
W/m 0K.
Berapakah kalor yang ditransfer dari permukaan dalam
pipa ke permukaan luar isolasi B seperti pada gambar.
Perpindahan Panas: Konveksi

11/2/2018 43
11/2/2018 44
Pengantar Konveksi
 Cobalah dekatkan tangan kalian di atas bara api
sejauh kira-kira10 cm. Apa yang kalian
rasakan?Tentunya tangan kalian akan merasa
panas, bukan?
 Bagaimana hal ini dapat terjadi?
 Ketika udara yang dekat nyala bara api dipanasi,
udara itu memuai dan massa jenisnya menjadi
lebih kecil
 Udara hangat yang massa jenisnya lebih kecil akan
naik, dan tempatnya digantikan oleh udara dingin
yang massa jenisnya lebih besar.
 Proses perpindahan kalor dari satu bagian fluida ke
bagian lain fluida oleh pergerakan fluida itu sendiri
dinamakan konveksi.
11/2/2018 45
Konveksi

 konveksi adalah hantaran kalor yang disertai


dengan perpindahan partikel perantaranya
 Umumnya konveksi terjadi pada fluida gas dan
cair
 Contoh dari peristiwa konveksi adalah seperti
perpindahan kalor pada zat cair yang
dipanaskan, ventilasi kamar,cerobong asap,,
dan kipas angin.
Perpindahan Panas Konveksi

Konduksi  Hk Fourier Konveksi  Hk Pendinginan Newton

11/2/2018 47
Perpindahan Kalor Secara Konveksi
Apabila terdapat sebuah silinder yang diisi
suatu fluida dan dua sisi yang berhadapan dari
silinder suhunya berbeda, akan terjadi aliran
kalor dari dinding yang bersuhu Ta ke dinding
yang bersuhu Tb. Besarnya kalor yang
merambat tiap satuan waktu, dapat
dituliskan sebagai berikut

Besarnya koefisien konveksi termal dari suatu


fluida bergantung pada bentuk dan
kedudukan geometrik permukaan-permukaan
bidang aliran serta bergantung pula pada sifat
fluida perantaranya
Contoh Soal:

 Suatu fluida dengan koefisien konveksi termal 0,02


kal/m2s°C memiliki luas penampang aliran 10 cm2. Jika
fluida tersebut memiliki temperatur 200°C sedangkan
temperatur dinding yang sejajar dengan fluida adalah
50°C, Berapakah besarnya kalor yang dirambatkan?

 Jadi,
besarnya kalor yang merambat dalam fluida per
satuan waktu adalah 3 × 10-3 kal/s
Kombinasi Perpindahan Panas: Bidang Datar
𝑇1 − 𝑇4 𝑇1 − 𝑇4
𝑞= 𝑞=
𝑅𝐴 + 𝑅𝐵 + 𝑅𝐶 1Τℎ𝑖 𝐴 + ∆ 𝑋𝐴 Τ𝑘𝐴 + 1Τℎ𝑜 𝐴

𝑇1 − 𝑇2 𝑇2 − 𝑇3 𝑇3 − 𝑇4
𝑞= = =
1Τℎ𝑖 𝐴 ∆ 𝑋𝐴 Τ𝑘𝐴 . 𝐴 1Τℎ𝑜 𝐴

𝑇1 − 𝑇2 𝑇2 − 𝑇3 𝑇3 − 𝑇4
𝑞= = =
𝑅𝐴 𝑅𝐵 𝑅𝐶

𝑞 = 𝑈. 𝐴. ∆𝑇𝑂𝑉𝐸𝑅𝐴𝐿𝐿 ∆𝑇𝑂𝑉𝐸𝑅𝐴𝐿𝐿 = 𝑇1 − 𝑇4

1 𝑊 𝑏𝑡𝑢
𝑈=
1Τℎ𝑖 + ∆ 𝑋𝐴 Τ𝑘𝐴 + 1Τℎ𝑜 𝑚2 . 𝐾 ℎ. 𝑓𝑡 2 .𝑜 𝐹

11/2/2018 50
Kombinasi Perpindahan Panas: Silinder
(Anulus)
𝑇1 − 𝑇4
𝑞=
𝑅𝐴 + 𝑅𝐵 + 𝑅𝐶

𝑇1 − 𝑇4
𝑞= 𝑟
ln 𝑜ൗ𝑟𝑖
1Τℎ𝑖 𝐴𝑖 + + 1Τℎ𝑜 𝐴𝑜
2𝜋𝑘𝐿

𝑇1 − 𝑇2 𝑇2 − 𝑇3 𝑇3 − 𝑇4
𝑞= = =
𝑅𝐴 𝑅𝐵 𝑅𝐶

𝑞 = 𝑈. 𝐴. ∆𝑇𝑂𝑉𝐸𝑅𝐴𝐿𝐿 ∆𝑇𝑂𝑉𝐸𝑅𝐴𝐿𝐿 = 𝑇1 − 𝑇4 𝑞 = 𝑈𝑖 . 𝐴𝑖 𝑇1 − 𝑇4 = 𝑈𝑜 . 𝐴𝑜 𝑇1 − 𝑇4

11/2/2018 51
Contoh Soal

Steam jenuh pada 267 oF mengalir dalam pipa steel ¾ in dengan ID =


0,824 in dan OD = 1,050 in. Pipa dilapisi insulasi setebal 1,5 in pada dinding
luarnya. Koefisien konveksi antara steam dengan dinding pipa sebelah
dalam adalah 1000 Btu/h.ft2.oF dan koefisien konveksi antara dinding
insulasi dengan udara luar 2 btu/h.ft2.oF. Koefisien konduksi dari logam
steel adalah 26 Btu/h.ft.oF dan koefisien pindah panas konduksi dari
insulasi adalah 0,037 Btu/h.ft.oF. Temperatur udara sekitar adalah 80 oF.
(a) Hitung panas yang hilang untuk pipa sepanjang 1 ft
(b) Ulangi dengan menggunakan koefisien pindah panas overall, base
luas permukaan dalam pipa.

11/2/2018 52
Langkah Penyelesaian
0,412
𝑟1 = 𝑓𝑡 (𝑗𝑎𝑟𝑖 − 𝑗𝑎𝑟𝑖 𝑑𝑎𝑙𝑎𝑚 𝑝𝑖𝑝𝑎)
12

0,525
𝑟1 = 𝑓𝑡 (𝑗𝑎𝑟𝑖 − 𝑗𝑎𝑟𝑖 𝑙𝑢𝑎𝑟 𝑝𝑖𝑝𝑎)
12

2,025
𝑟1 = 𝑓𝑡 (𝑗𝑎𝑟𝑖 − 𝑗𝑎𝑟𝑖 𝑙𝑢𝑎𝑟 𝑖𝑛𝑠𝑢𝑙𝑎𝑠𝑖)
12

btu 2 o btu 2 o
ℎ𝑖 = 1000 . ft . F dan ℎ𝑖 = 2 . ft . F
h h

11/2/2018 53
Langkah Penyelesaian: Cara Pertama
1
𝑅𝑖 = = 0,00464
ℎ𝑖 𝐴𝑖

𝑟
ln( 1ൗ𝑟𝑖 )
𝑅𝐴 = = 0,00148
2𝜋𝑘𝐴 𝐿

𝑟
ln( 𝑜ൗ𝑟1 )
𝑅𝐵 = = 5,80
2𝜋𝑘𝐵 𝐿
1
𝑅𝑜 = = 0,472
ℎ𝑜 𝐴 𝑜
𝑇𝑖 − 𝑇𝑜 267 − 80
𝑞= =
𝑅𝑖 + 𝑅𝐴 + 𝑅𝐵 + 𝑅𝑜 0,00464 + 0,00148 + 5,80 + 0,472

267 − 80
= = 29,8 𝑏𝑡𝑢/ℎ
6,278 11/2/2018 54
Langkah Penyelesaian: Cara Kedua
𝑇𝑖 − 𝑇𝑜
𝑞 = 𝑈𝑖 . 𝐴𝑖 𝑇𝑖 − 𝑇𝑜 =
σ𝑅
1
𝑈𝑖 =
𝐴𝑖 . σ 𝑅
0,412
𝐴𝑖 = 2𝜋𝐿𝑟𝑖 = 2𝜋 1 . = 0,2157 𝐹𝑡 2
12

1 𝑏𝑡𝑢
𝑈𝑖 = = 0,738
0,2157 (6,278) ℎ. 𝑓𝑡 2 .𝑜 𝐹

𝑞 = 𝑈𝑖 . 𝐴𝑖 𝑇𝑖 − 𝑇𝑜 = 0,738 0,2157 267 − 80 = 29,8 𝑏𝑡𝑢/ℎ

Latihan
11/2/2018 55
Koefisien Perpindahan Panas

Koefisien pindah panas h bukan sifat


fisik dari suatu material tetapi
besarnya bergantung dari keadaan,
seperti laju alir fluida, suhu, bentuk
antar muka dan jenis materialnya.
Secara empiris besarnya koefisien
pindah panas dipengaruhi
beberapa bilangan tidak berdimensi
seperti bilangan Prandtl, Reynold
dan Nusselt.
𝑞 = ℎ 𝐴 𝑇 − 𝑇𝑤
𝜌𝜗𝐷 ℎ. 𝐷 𝜇𝐶𝑃
𝑁𝑅𝑒 = 𝑁𝑁𝑢 = 𝑁𝑃𝑟 =
𝜇 𝑘 𝑘

11/2/2018 56
Penentuan koefisien h (1)

Untuk aliran laminer Nre < 2100


ℎ𝑎. 𝐷 𝐷 𝜇𝑏
(𝑁𝑁𝑈 )a = = 1,86 [𝑁𝑅𝑒 . 𝑁𝑃𝑟 . ]1Τ3 [ ]0,14
𝐾 𝐿 𝜇𝑤

Untuk aliran turbulen Nre> 6000 dan L/D > 60


ℎ𝑖. 𝐷 0,8 1ൗ 𝜇𝑏 0,14
𝑁𝑁𝑈 = = 0,027[𝑁𝑅𝑒 ] 𝑁𝑃𝑟 3 [ ]
𝐾 𝜇𝑤
Koreksi harga hi apabila L/D < 60 ;
0,7 ℎ𝑖′ 𝐷
2<(L/D)<20 ℎ𝑖′
=1+
𝐷 20<(L/D)<60 = 1 + 6[ ቉
ℎ𝑖 𝐿 ℎ𝑖 𝐿

11/2/2018 57
Penentuan koefisien h (2)

Untuk aliran transisi

11/2/2018 58
Contoh Soal

Udara pada tekanan 206,8 kPa dan temperatur rata-


ratanya 477,6 K dipanaskan dan mengalir dalam pipa yang
berdiameter dalam 25,4 mm dengan kecepatan alir 7,62
m/detik. Media pemanasnya adalah steam 488,7 K
terkondensasi diluar pipa. Koefisien pindah panas konveksi
dari steam ke dinding pipa adalah beberapa ribu W/m2.
Dan tahanan dari dinding logam sangat kecil, sehingga
temperatur dinding sebelah dalam dapat dianggap sama
dengan temperatur steam. Hitung koefisien pindah panas
konveksi untuk L/D > 60 dan juga laju alir flux panas q/A.

11/2/2018 59
Langkah Penyelesaian
Udara pada 477,6 K (204,4 oC), μb = 2,60 X 10-5 Pa.s, k= 0,03894 W/m, NPr= 0,686. Pada 488,7 K (215,5)
μw = 2,64 X10-5 Pa.s. μb = 2,60 X 10-5 Pa.s = 2,60 X10-5 kg/m.s
1 206,8 273,2
𝜌 = 28,97
22,414 101,33 477,6

Bilangan Reynold dihitung pada ruah fluida yang bertemperatur 477,6 K


𝜌𝜗𝐷 0,0254 (7,62)(1,509) 4
𝑁𝑅𝑒 = = = 1,122 𝑋 10
𝜇 2,6 𝑋 10−5

Aliran adalah turbulen


ℎ𝐿 . 𝐷 0,8 1ൗ 𝜇𝑏 0,14
𝑁𝑁𝑈 = = 0,027[𝑁𝑅𝑒 ] [𝑁𝑃𝑟 ] 3 [ ]
𝐾 𝜇𝑤
ℎ𝐿 . (0,0254) 4 0,8 1ൗ 0,0260 0,14
= 0,027[1,122 𝑋 10 ] [0,686] 3 [ ]
0,03894 0,0264
𝑊 𝑏𝑡𝑢
ℎ𝐿 = 63,2 2 . 𝐾 (11,13 . 𝑓𝑡 2 .𝑜 𝐹
𝑞 𝑚 ℎ
= ℎ𝐿 𝑇𝑤 − 𝑇 = 63,2 (488,7 − 477,6)
𝐴
𝑊 𝑏𝑡𝑢
= 701,1 2 (222,2 . 𝑓𝑡 2 )
𝑚 ℎ
11/2/2018 60
Jenis-jenis Konveksi: Konveksi Alamiah
 Konveksi alamiah merupakan pergerakan fluida yang terjadi akibat
perbedaan massa jenis. Bagian fluida yang menerima
kalor/dipanasi memuai dan massa jenisnya menjadi lebih kecil,
sehingga bergerak ke atas. Kemudian tempatnya akan digantikan
oleh bagian fluida dingin yang jatuh ke bawah karena massa
jenisnya lebih besar

Contoh peristiwa konveksi alamiah

 Saat memasak air, ketika panci dipanaskan, volume molekul


air bagian bawah yang terkena panas akan mengembang (V1>V2)
dan mengakibat massa jenisnya mengecil . Hal tersebut
mengakibatkan molekul air bagian bawah menjadi lebih ringan dan
bergerak naik ke atas, sedangkan molekul airyang berada di
bagian atas (massa jenisnya lebih besar) akan bergerak turun ke
bawah menggantikan posisi molekul air sebelumnya
Jenis-jenis Konveksi: Konveksi Paksa

 Konveksi
paksa adalah suatu proses pergerakan fluida
yang langsung diarahkan tujuannya oleh sebuah pompa
atau blower
 Contoh: Pompa dan kompressor dalam suatu sistem HE
Konveksi Alamiah vs Konveksi Paksa
Beberapa peristiwa yang terjadi akibat adanya
konveksi udara adalah sebagai berikut.

 Pada siang hari, daratan


lebih cepat menjadi panas
daripada lautan sehingga
udara di daratan naik dan
digantikan oleh udara dari
lautan (Angin Laut).

 Pada malam hari, daratan


lebih cepat menjadi dingin,
udara di atas lautan naik ,
angin darat menuju ke laut
Selesai Materi Perpindahan
Panas

11/2/2018 65
Materi 2: Heat Exchanger

11/2/2018 66
Tujuan Pembelajaran
Tujuan Pembelajaran Umum
Mahasiswa mengenal peralatan pindah panas yang populer dalam industri kimia. Mengerti
perhitungan yang melibatkan perpindahan massa dan kalor secara bersamaan. Mengerti prinsip
dasar dari tatacara pengoperasian peralatan penukar panas

Tujuan Pembelajaran khusus


 Menguasai cara kerja dan perhitungan peralatan penukar panas double pipe, shell and tube, dan
model pelat
 Mengerti konsep effektivenes sebagai konsep memperkirakan suhu keluaran sebelum peralatan
penukar panas tersedia.
 Mengerti dan menguasai perhitungan yang melibatkan steam, Air pendingin, dalam evaporator
single effect
 Mampu menerapkan perhitungan dari konsep perpindahan secara empiris ke dalam peralatan
yang digunakan.

11/2/2018 67
Jenis-jenis Heat Exchanger

11/2/2018 68
Jenis Heat Exchanger: Double Pipe HE

 Jenis
HE paling sederhana, terdiri atas
sebuah tube/pipa yang berada di dalam
tube/pipa lainnya
 Kelemahan: hanya untuk laju alir rendah

11/2/2018 69
Jenis Heat Exchanger: Shell & Tube (1)

 Terdiri
atas banyak tube/pipa yang tersusun
dalam sebuah cangkang (shell)

11/2/2018 70
Jenis Heat Exchanger: Shell & Tube (2)

11/2/2018 71
Jenis Heat Exchanger: Shell & Tube (3)

 Diameter shell diatur melalui standar ASTM


 SinglePass 1-1: HE hanya dilewati 1 kali di sisi shell dan 1 kali di sisi
tube. Untuk meningkatkan turbulensi biasanya HE dilengkapi
dengan baffle. Jarak antar baffle harus > 1/5 diameter shell.
Kelemahan single pass: aliran terbagi sesuai dengan jumlah tube,
sehingga laju alir relatif rendah, berakibat pada rendahnya
koefisien perpindahan panas.

11/2/2018 72
Jenis Heat Exchanger: Shell & Tube (4)

Multi Pass HE: He dilewati 2 kali atau lebih di sisi tube, untuk memastikan
laju alir tinggi dan koefisien tinggi.

Kelemahan: konstruksi lebih rumit, ada beberapa bagian tube yang


parallel, sehingga temperatur terbatas, hilangnya energi akibat
friksi/gesekan meningkat.

11/2/2018 73
Jenis Heat Exchanger: Shell & Tube (5)
1-2 STHE:
 Konstruksi Multipass HE
yang paling umum
 Fluida dalam tube masuk
dan keluar pada sisi HE
yang sama. Aliran masuk
dan keluar dipisahkan
melalui sebuah baffle
 Didesain agar fluida panas
dan dingin keluar di sisi HE
yang sama
 Kelemahan: Tidak dapat
mengatur DT approach
yang lebih rendah
11/2/2018 74
Jenis Heat Exchanger: Shell & Tube (6)

2-4 STHE
Mampu memberikan
kecepatan yang lebih tinggi
dan koefisien perpindahan
panas yang lebih besar.
Kelemahan: hilang tekan lebih
tinggi akibat friksi yang lebih
banyak

11/2/2018 75
Jenis Heat Exchanger: Plate HE

Keunggulan: koefisien perpindahan panas overall lebih


besar, kemungkinan pembentukan kerak lebih rendah
11/2/2018 76
Perpindahan Panas pada
Heat Exchanger

11/2/2018 77
Single Pass HE: Counter-Current

11/2/2018 78
Single Pass HE: Co-Current

11/2/2018 79
Istilah Umum pada HE

 TemperatureRange: Rentang
perubahan temperatur fluida =
Tha – Tca; Thb – Tcb
 Temperature Approach:
Tha – Tca, Thb – Tcb atau Thb – Tca, Tha – Tcb
 LMTD: Log Mean Temperature
Difference (Rata-rata logaritmik beda
temperatur):

11/2/2018 80
Menghitung U pada Double Pipe HE (1)

Cara 1: Neraca Energi

Q = 𝑈. 𝐴.△ 𝑇𝑙𝑚 𝑞 = 𝜂 𝑥 𝑀. 𝐶𝑝.△ 𝑇 1 = 𝑀. 𝐶𝑝.△ 𝑇 2

Efisiensi Pertukaran Kalor


𝑀. 𝐶𝑝.△ 𝑇 2
𝜂= 𝑥 100 %
𝑀. 𝐶𝑝.△ 𝑇 1

11/2/2018 81
Menghitung U pada Double Pipe HE (2)

Untuk Aliran Counter-current


 △T1 = Tha – Tcb
 △T2 = Thb – Tca

Untuk Aliran Co-current


 △T1 = Thb – Tcb
 △T2 = Tha – Tca

11/2/2018 82
Menghitung U pada Double Pipe HE (3)

Rata-rata perbedaan T

△ 𝑇1 −△ 𝑇2
△ 𝑇𝑙𝑚 =
△𝑇
𝑙𝑛 △ 𝑇1
2

Hitung nilai U
𝑄
𝑈=
𝐴.△ 𝑇𝑙𝑚

11/2/2018 83
Menghitung U pada Double Pipe HE (4)

Cara 2: Persamaan Empiris

1
𝑈=
1ൗ + △ 𝑋ൗ + 1ൗ
ℎ𝑖. 𝐴𝑖 𝐾. 𝐴𝑟 ℎ𝑜𝐴𝑜

1
𝑈= 𝑟𝑜
l n( 𝑟𝑖 ቁ൘
1ൗ 1
ℎ𝑖. 2𝜋. 𝑟𝑖. 𝐿 + 𝐾. 2𝜋. 𝐿 + ൗℎ𝑜. 2𝜋. 𝑟𝑜. 𝐿

11/2/2018 84
Contoh Soal

Sebuah HE aliran counter-current digunakan untuk


memanaskan air sebanyak 0,8kg/s dari temperatur 30oC
menjadi 80oC dengan bantuan minyak panas yang masuk
ke HE pada temperatur 120oC dan keluar pada temperatur
85oC. Apabila koefisien perpindahan panas overall adalah
125 W/m2.oC, hitung luas area perpindahan panas yang
dibutuhkan.

11/2/2018 85
Langkah Penyelesaian
Cp air = 4180J/kgoC
Tha = 120oC; Thb = 85oC
Tca = 30oC; Tcb = 80oC
Hitung DT1 = Tha – Tcb = 40oC
Hitung DT2 = Thb – Tca = 55oC
Hitung DTlm = 47,1oC
Q = mc.Cpc.DTc = Uo.Ao.DTlm
Ao =
(0,8kg/s)(4180J/kgoC)(50oC)/(125W/m2oC)(47,1oC)
= 28,4m2

Latihan
11/2/2018 86
Multi Pass HE: 1-2 STHE

11/2/2018 87
Multi Pass HE: 2-4 STHE

11/2/2018 88
Menghitung U pada Multi Pass HE (1)

Cara 1: Neraca Energi

Q = 𝑈. 𝐴.△ 𝑇𝑚 𝑞 = 𝜂 𝑥 𝑀. 𝐶𝑝.△ 𝑇 1 = 𝑀. 𝐶𝑝.△ 𝑇 2

Efisiensi Pertukaran Kalor


𝑀. 𝐶𝑝.△ 𝑇 2
𝜂= 𝑥 100 %
𝑀. 𝐶𝑝.△ 𝑇 1

11/2/2018 89
Menghitung U pada Multi Pass HE (2)

Untuk Aliran Counter-current


 △T1 = Tha – Tcb
 △T2 = Thb – Tca

Untuk Aliran Co-current


 △T1 = Thb – Tcb
 △T2 = Tha – Tca

11/2/2018 90
Menghitung U pada Multi Pass HE (3)

Rata-rata perbedaan T

△ 𝑇1 −△ 𝑇2
△ 𝑇𝑙𝑚 =
△𝑇
𝑙𝑛 △ 𝑇1
2

△Tm = FT . △Tlm

Hitung U
𝑄
Diagram penentuan FT untuk Multipass 1-2 dan 1-4
𝑈=
𝐴.△ 𝑇𝑚
11/2/2018 91
Menghitung U pada Multi Pass HE (4)

Rata-rata perbedaan T

△ 𝑇1 −△ 𝑇2
△ 𝑇𝑙𝑚 =
△𝑇
𝑙𝑛 △ 𝑇1
2

△Tm = FT . △Tlm

𝑄
𝑈=
𝐴.△ 𝑇𝑚 Diagram penentuan FT untuk Multipass 2-4

11/2/2018 92
Menghitung U pada Multi Pass HE (4)

Cara 2: Persamaan Empiris

1
𝑈=
1ൗ + △ 𝑋ൗ + 1ൗ
ℎ𝑖. 𝐴𝑖 𝐾. 𝐴𝑟 ℎ𝑜𝐴𝑜

1
𝑈= 𝑟𝑜
l n( 𝑟𝑖 ቁ൘
1ൗ 1
ℎ𝑖. 2𝜋. 𝑟𝑖. 𝐿 + 𝐾. 2𝜋. 𝐿 + ൗℎ𝑜. 2𝜋. 𝑟𝑜. 𝐿

11/2/2018 93
Contoh Soal

Sebuah HE dengan konfigurasi 1-2 digunakan untuk


memanaskan air dengan laju massa 2,52 kg/s dari 21,1oC
menjadi 54,4oC menggunakan air panas yang masuk ke
dalam HE pada temperatur 115,6oC dan keluar HE pada
temperatur 48,9oC. Area luar tube memiliki luas Ao = 9,30m2.
 Hitung rata-rata beda temperatur (DTm) pada HE dan
koefisien perpindahan panas overall (Uo)
 Dengan kondisi operasi yang sama, hitung kembali DTm
apabila HE yang digunakan adalah HE dengan
konfigurasi 2-4.

11/2/2018 94
Langkah Penyelesaian

Identifikasikan data temperatur yang diketahui:


Thi = 115,6oC; Tho = 48,9oC; Tci = 21,1oC; Tco = 54,4oC
Hitung neraca energi dengan mengasumsikan nilai Cp air =
4187J/kg.
Q = m.Cpm(Tco-Tci) = (2,52) (4187) (54,4 – 21,1) = 384.200 J/s
115,6−54,4 −(48,9−21,1)
Hitung DTlm = (115,6−54,4) = 42,3
ln (48,9−21,1)

Hitung nilai Z dan Y: Z = 2; Y = 0,352


Z = 2; Y = 0,352

11/2/2018 95
FT = 0,74

11/2/2018 96
Langkah Penyelesaian

Dengan FT = 0,74, nilai DTm dapat dihitung:


DTm = FT x DTlm = 0,74 x 42,3 = 31,3
𝑞 348200
Uo = = = 1196 W/m2
𝐴𝑜 ∆𝑇𝑚 9,3 𝑥 31,3

Bagaimana jika konfigurasi HE menjadi 2-4 ??


Hitung kembali nilai Y dan Z, kemudian gunakan grafik untuk
konfigurasi 2-4

11/2/2018 97
FT = 0,94

11/2/2018 98
Dengan FT = 0,94, nilai DTm dapat dihitung:
DTm = FT x DTlm = 0,74 x 42,3 = 39,8

Latihan

11/2/2018 99
Menghitung U Menggunakan Persamaan Empiris
1 1
𝑈= 𝑈= 𝑟𝑜
1ൗ △ 𝑋ൗ 1 l n( 𝑟𝑖 ቁ൘
ℎ𝑖. 𝐴𝑖 + 𝐾. 𝐴𝑟 + ൗℎ𝑜𝐴𝑜 1ൗ + + 1ൗ
ℎ𝑖. 2𝜋. 𝑟𝑖. 𝐿 𝐾. 2𝜋. 𝐿 ℎ𝑜. 2𝜋. 𝑟𝑜. 𝐿

Menghitung hi sudah dibahas pada bab perpindahan panas gabungan


1
Menghitung ho: 𝑁𝑁𝑢 = 𝐶. (𝑁𝑟𝑒 )𝑚 . 𝑁𝑃𝑟 3
𝑺𝒏 𝑺𝒑 𝑺𝒏 𝑺𝒑 𝑺𝒏 𝑺𝒑
= = 𝟏, 𝟐𝟓 = = 𝟏, 𝟓𝟎 = = 𝟐, 𝟎
𝑫 𝑫 𝑫 𝑫 𝑫 𝑫
Susunan C m C m C m
In-Line 0,386 0,592 0,278 0,620 0,254 0,632
Staggered 0,575 0,556 0,511 0,562 0,535 0,556
Ae Adalah luas efektif yang dilewati fluida diantara pipa
4. 𝐴𝑒 dalam anulus, yaitu luas permukaan penempang shell
𝐷=
𝜋 dikurangi jumlah luas penampang semua pipa.11/2/2018 100
11/2/2018 101
Plate Heat Exchanger (1)

 Menghitung U menggunakan neraca energi


𝑄 𝑞 = η 𝑥 𝑀. 𝐶𝑝.△ 𝑇 1 = 𝑀. 𝐶𝑝.△ 𝑇 2
𝑈=
𝐴.△ 𝑇𝑙𝑚

M. Cp.△ T 2
𝜂= 𝑥 100 %
M. Cp.△ T 1

△ 𝑇1 −△ 𝑇2
△ 𝑇𝑙𝑚 =
△ 𝑇1
𝑙𝑛
△ 𝑇2
11/2/2018 102
Plate Heat Exchanger (2)

 Menghitung U menggunakan Persamaan Empiris


△X = Tebal Lempeng (m);
1 hi,ho = Koefisien pindah panas konveksi inside dan
𝑈. 𝐴 =
1ൗ + △ 𝑋ൗ + 1ൗ outside (W/m2.K)
ℎ𝑖 𝐾 ℎ𝑜 k = Koefisien Konduksi (W/m.K)
0,5 Τ
1 3
 Untuk Nre <= 3x105 (laminar) 𝑁𝑁𝑢 = 0,664 𝑁𝑅𝑒 . 𝑁𝑃𝑟
0,8 1 3 Τ
 Untuk Nre >= 3x105 (turbulen) 𝑁𝑁𝑢 = 0,0366 𝑁𝑅𝑒 . 𝑁𝑃𝑟

𝐿𝜈𝜌 𝐶𝑝 𝜇
𝑁𝑅𝑒 = ൗ𝜇 𝑁𝑁𝑢 = ℎ𝐿/𝑘 𝑁𝑝𝑟 = ൗ𝑘

11/2/2018 103
Contoh Soal

 Airdengan laju 4 kg/s akan dipanaskan dari temperatur


38oC menjadi 55oC di dalam sebuah STHE. Air tersebut
akan dialirkan di dalam tube berdiameter 2 cm dengan
rata-rata kecepatan 35cm/s. Air panas temperatur 95oC
sebanyak 2 kg/s akan digunakan sebagai media
pemanas di sisi shell. Apabila panjang tube tidak boleh
lebih dari 2 m, hitung jumlah pass tube, jumlah tube dalam
1 pass, dan panjang tube apabila jumlah pass di sisi shell
adalah 1. Asumsikan nilai Uo=1500W/m2K; Cp air
4186J/kg.K

11/2/2018 104
Langkah Penyelesaian
Fluida dingin:
mc= 4kg/s; Cpc= 4186J/kg.K; Tca=38oC; Tcb=55oC
Fluida panas:
mh= 2kg/s; Cph= 4186J/kg.K; Tha=95oC; Tcb=55oC

Neraca entalpi
Q = mc.Cpc.(Tcb-Tca) = mh.Cph.(Tha-Thb)
4.4186.(55-38)=2.4186.(95-Thb)  Thb = 61oC
DT1 = Tha – Tcb = 95-55 = 40oC
DT2 = Thb – Tca = 61-38 = 23oC
11/2/2018 105
Langkah Penyelesaian

Hitung DTlm = 30,72oC


Asumsi HE 1-1
Q = U.A.DTlm  diperoleh A = 6,177m2
Cari luas tube
Laju massa = 4 kg/s; laju alir = 35 cm/s
m = r.v.s  4 kg/s = (1000 kg/m3)(35cm/s)(1m/100cm).s
S = 11,43x10-3m2
Luas 1 tube = pD2/4
Jumlah tube = s/(pD2/4) = 11,43x10-3/(3,14.0,022/4) = 36

11/2/2018 106
Langkah Penyelesaian

A = N.n.p.D.L  6,177 = 1.36.3,14.0,02.L  L = 2,7  Lebih dari 2m, maka


asumsi salah.

Asumsi STHE 1-2


Cari faktor koreksi dari grafik  Ft=0,95, hitung DTm
Dengan DTM baru diperoleh A baru = 6,5m2
A = N.n.p.D.L  6,5 = 2.36.3,14.0,02.L  L = 1,43m  kurang dari 2 m
Jadi konfigurasi tube 2 pass, jumlah tube 36, panjang tube 1,43m

11/2/2018 107
Effektivitas HE

11/2/2018 108
Konsep Effectiveness (1)
Persamaan Q = U.A.DTm dan Q = U.A.DTlm hanya dapat diselesaikan apabila:
 Temperatur masuk dan keluar fluida diketahui
 Neraca panas diketahui (Q = m.Cp.DT)
Ketika nilai Q diketahui maka A dapat dihitung jika U diketahui

Apabila tidak ada data temperatur yang diketahui, perhitungan HE dapat


diselesaikan dengan metode Effectiveness
Efektivitas HE: rasio antara laju perpindahan aktual dengan laju perpindahan
maksimum apabila luas area perpindahan panas tak hingga

11/2/2018 109
Konsep Effectiveness (2)

Neraca panas:
𝑞 = 𝑚. 𝐶𝑝 𝑇𝐻𝑖 − 𝑇𝐻𝑜 = 𝑚. 𝐶𝑝 𝑇𝐶𝑜 − 𝑇𝐶𝑖
𝐻 𝐶

Definisikan (m.Cp)H = CH dan (m.Cp)C = CC

11/2/2018 110
Konsep Effectiveness (2)

Ketika CH > CC dan fluida dingin mengalami


perubahan temperatur lebih besar dari fluida
panas, maka Cc dapat dianggap sebagai Cmin
atau kapasitas panas minimum. Ketika area
perpindahan panas tak hingga, maka Thi = TCo

𝑞 = 𝐶𝑚𝑎𝑥 𝑇𝐻𝑖 − 𝑇𝐻𝑜 = 𝐶𝑚𝑖𝑛 𝑇𝐶𝑜 − 𝑇𝐶𝑖

11/2/2018 111
Konsep Effectiveness (3)

Sebaliknya jika fluida panas yang merupakan Cmin, maka Tho = Tci

11/2/2018 112
Konsep Effectiveness (4)

 Counterflow Exchanger  Parallel/Co-current Exchanger

11/2/2018 113
Konsep Effectiveness (5)

 Counterflow Exchanger  Parallel/Co-current Exchanger

11/2/2018 114
Contoh Soal

Air mengalir dengan laju 0,667 kg/s secara silang melalui


penukar panas pada 308 K dan dipanaskan oleh aliran
minyak pada 383 K dengan laju 2,85 kg/s (Cp = 1,89
kJ/kg.K). Koefisien pindah panas keseluruhan U = 300 W/m2.K
dan luas permukaan pindah panas A = 15,0 m2. Hitung laju
alir panas dan temperatur keluar air.

11/2/2018 115
Langkah Penyelesaian

 Cp air = 4,192 kJ/kg.K.


 𝑚. 𝐶𝑝 = 𝐶𝐻 = 2,85 1,89 𝑋 103 = 5387 𝑊/𝐾
𝐻
𝑊
 𝑚. 𝐶𝑝 = 𝐶𝐶 = 0,667 4,192 𝑋 103 = 2796 = 𝐶𝑚𝑖𝑛
𝐶 𝐾
𝐶𝑚𝑖𝑛 2796
 = = 0,519
𝐶𝑚𝑎𝑥 5387
𝑈𝐴 300(15)
 𝑁𝑇𝑈 = = = 1,607
𝐶𝑚𝑖𝑛 2796

11/2/2018 116
ɛ = 0,71

11/2/2018 117
Langkah Penyelesaian

𝑞 = ɛ𝐶𝑀𝑖𝑛 𝑇𝐻𝑖 − 𝑇𝐶𝑖 = 0.71 2796 383 − 308 = 148900 𝑊


𝑞 = 148900 𝑊 = 2796 (𝑇𝐶𝑜 − 308)
 (𝑇𝐶𝑜 = 361,3 𝐾)

11/2/2018 118
Faktor Pengerakan (Fouling Factor) dan nilai U tipikal (1)

 Pada kenyataannya, permukaan heat transfer tidak


benar-benar bersih, ada pengotor seperti kerak dan
material lain yang mengendap pada permukaannya.
 Endapan ini dapat berupa garam atau kerak hasil korosi.
 Mengatasi ini banyak digunakan inhibitor untuk
meminimlisasi adanya korosi, pengendapan karena
terbentuknya garam dan pertumbuhan alga.
 Kecepatanyang relatif tinggi, diatas 1m/s bisa membatu
mengurangi terbentuknya kerak/fouling

11/2/2018 119
Faktor Pengerakan (Fouling Factor) dan nilai U tipikal (2)

1
𝑈𝑖 =
𝑅ℎ𝑖 + 𝑅𝑓1 + 𝑅𝑘 + 𝑅𝑓2 + 𝑅ℎ𝑜

 𝑅ℎ𝑖 = 𝑇𝑎ℎ𝑎𝑛𝑎𝑛 𝑘𝑎𝑟𝑒𝑛𝑎 𝑘𝑜𝑛𝑣𝑒𝑘𝑠𝑖 𝑠𝑖𝑠𝑖 𝑑𝑎𝑙𝑎𝑚 𝑑𝑖𝑛𝑑𝑖𝑛𝑔


 𝑅ℎ𝑜 = 𝑇𝑎ℎ𝑎𝑛𝑎𝑛 𝑘𝑎𝑟𝑒𝑛𝑎 𝑘𝑜𝑛𝑣𝑒𝑘𝑠𝑖 𝑠𝑖𝑠𝑖 𝑙𝑢𝑎𝑟 𝑑𝑖𝑛𝑑𝑖𝑛𝑔
 𝑅𝑓1 = 𝑇𝑎ℎ𝑎𝑛𝑎𝑛 𝑘𝑎𝑟𝑒𝑛𝑎 𝑘𝑜𝑛𝑑𝑢𝑘𝑠𝑖 𝑘𝑒𝑟𝑎𝑘 𝑑𝑎𝑙𝑎𝑚 𝑑𝑖𝑛𝑑𝑖𝑛𝑔
 𝑅𝑓1 = 𝑇𝑎ℎ𝑎𝑛𝑎𝑛 𝑘𝑎𝑟𝑒𝑛𝑎 𝑘𝑜𝑛𝑑𝑢𝑘𝑠𝑖 𝑘𝑒𝑟𝑎𝑘 𝑑𝑖𝑙𝑢𝑎𝑟 𝑑𝑖𝑛𝑑𝑖𝑛𝑔
 𝑅𝑘 = 𝑇𝑎ℎ𝑎𝑛𝑎𝑛 𝑘𝑎𝑟𝑒𝑛𝑎 𝑘𝑜𝑛𝑑𝑢𝑘𝑠𝑖 𝑑𝑖𝑛𝑑𝑖𝑛𝑔
11/2/2018 120
Beberapa nilai koefisien fouling

𝑾 𝒃𝒕𝒖
𝒉𝒅 ( 𝟐 ) 𝒉𝒅 ( 𝟐 𝒐
)
𝒎 .𝑲 𝒉. 𝒇𝒕 . 𝑭
Distilled and Sea Water 11.350 2000
City Water 5680 1000
Muddy Water 1990 – 2840 350 - 500
Gases 2840 500
Vaporizing Liquid 2840 500
Vegetable and Gas oil 1990 350

11/2/2018 121
Beberapa nilai koefisien perpindahan panas overall
𝑾 𝑾𝒃𝒕𝒖
𝑼 𝑼
𝒎𝟐 . 𝑲 𝒉. 𝒇𝒕𝟐 .𝒐 𝑭
Water to Water 1140 – 1700 200 - 300
Water to Brine 570 – 1140 100 – 200
Water to Organic Liquids 570 - 1140 100 - 200
Water to Condensing Steam 1420 – 2270 250 - 400
Water to Gasoline 340 – 570 60 - 100
Water to Gas Oil 140 – 340 25 - 60
Water to Vagetable Oil 110 - 285 20 - 50
Gas oil to Gas oil 110 - 285 20 - 50
Steam to boilling Water 1420 – 2270 250 - 400
Water to Air (finned tube) 110 – 230 20 - 40
Light Organic to Light Organic 230 – 425 40 - 75

Heavy Organic to Heavy Organic 55 – 230 10 - 40


11/2/2018 122
Selesai Materi HE

11/2/2018 123
Materi 3: Evaporasi

11/2/2018 124
Tujuan Materi 3

 Dapat mendefinisikan pengertian evaporasi dengan


benar
 Dapat
membedakan prinsip kerja setiap jenis evaporator
dengan benar
 Dapatmenghitung necara massa dan neraca panas
pada evaporator satu tahap (single stage) dengan benar

11/2/2018 125
Prinsip Dasar Evaporasi

 Penambahan panas ke dalam suatu larutan dengan


tujuan untuk menguapkan pelarut, umumnya pelarut
yang diuapkan adalah air
 Aplikasi
industri: pemekatan larutan gula, NaOH, gliserol,
perekat, susu, dan jus buah.
 Pemekatan yang bertujuan memperoleh Kristal 
kristalisasi
 Alat evaporasi  evaporator

11/2/2018 126
Jenis Evaporator

 Jenis
evaporator dibedakan berdasarkan konfigurasi
permukaan perpindahan panas dan upaya sirkulasi
cairan di dalamnya

11/2/2018 127
Jenis Evaporator

11/2/2018 128
Faktor yang mempengaruhi proses
evaporasi

 Konsentrasi cairan
 Kelarutan padatan
 Sensitivitas material terhadap temperatur, foaming, dan
frothing
 Tekanan operasi
 Temperatur operasi
 Bahan konstruksi
 Kerak yang terbentuk

11/2/2018 129
Metode Operasi Evaporator

 Single-effect evaporator,
 Forward-feed multiple-effect evaporator
 Backward-feed multiple-effect evaporator
 Paralel-feed multiple-effect evaporator

11/2/2018 130
Single Effect Evaporator

Umum digunakan pada


proses kapasitas kecil
atau ketika rasio biaya
steam terhadap harga
evaporator relatif kecil.

Apabila digunakan
untuk proses kapasitas
besar, rugi-rugi panas
tinggi

11/2/2018 131
Forward-feed Multiple-Effect Evaporator
Pada efek pertama, 1kg
steam dapat dimanfaatkan
untuk mengevaporasi 1kg
air.
Efek pertama dioperasikan
pada T tinggi sehingga uap
air yang terbentuk dapat
dimanfaatkan sebagai
media pemanas pada efek
kedua, dst.
Sehingga diperkirakan 1kg
steam dapat mengevaporasi
hingga 3kg air
11/2/2018 132
Forward-feed Multiple-Effect Evaporator
Steam economy:
perbandingan antara massa
uap terevaporasi terhadap
massa steam yang
digunakan
Steam economy multiple
effect lebih tinggi
dibandingkan dengan single
effect evaporator
Forward feed: umpan segar
dimasukkan ke efek pertama
dan mengalir ke efek kedua
searah dengan aliran uap
(vapor)
11/2/2018 133
Backward-feed Multiple-Effect Evaporator
Umpan segar masuk pada
efek ketiga (paling dingin)
Metode ini umum digunakan
ketika produk yang
diinginkan sangat kental
(viskositas tinggi), sehingga
apabila keluar dari efek
yang memiliki temperatur
tinggi, viskositas produk akan
berkurang

11/2/2018 134
Parallel-feed Multiple-Effect Evaporator

 Umpan dimasukkan pada setiap efek


 Produk pekat dikeluarkan dari setiap efek
 Uap dari setiap efek digunakan untuk memanaskan efek berikutnya
 Umum digunakan pada umpan yang hampir jenuh dan produk yang
diinginkan berupa Kristal. Contoh: evaporasi air laut untuk menghasilkan
garam

11/2/2018 135
Koefisien Perpindahan Panas Overall

11/2/2018 136
Perpindahan Panas pada
Evaporator

11/2/2018 137
Single Effect Evaporator
𝜆 = 𝐻𝑆 − ℎ𝑆

𝐹 =𝐿+𝑉

𝐹𝑋𝐹 = 𝐿𝑋𝐿
𝐹ℎ𝐹 + 𝑆𝐻𝑆 = 𝐿ℎ𝐿 + 𝑉𝐻𝑉 + 𝑆ℎ𝑆

𝐹ℎ𝐹 + 𝑆𝜆 = 𝐿ℎ𝐿 + 𝑉𝐻𝑉

𝑞 = 𝑆 𝐻𝑆 − ℎ𝑆 = 𝑆𝜆

11/2/2018 138
Contoh Soal

Evaporator single evek kontinyu akan digunakan untuk memekatkan


larutan garam 9072 kg/jam dari 1,0 % berat ke 1,5 % berat. Aliran larutan
garam ini masuk dengan suhu 311K dan tekanan dalam evaporator
adalah 101,325 kPa (1 Atm). Steam yang digunakan adalah saturated
steam pada 143,3kPa. Koefisien pindah panas keseluruhan U =
1704W/m2.K. Hitung jumlah produk fasa uap dan fasa cair serta luas area
perpindahan panas yang diperlukan. Asumsikan titik didih dari larutan
sama dengan air (karena encer).

11/2/2018 139
Langkah Penyelesaian

F = L + V  9072 = L+V ...(1)


F.xF = L.xL  9072(0,01) = L(0,015)  L = 6048kg/jam
Substitusikan nilai L ke persamaan (1) sehingga diperoleh V =
3024kg/jam
Cp larutan garam diasumsikan sama dengan Cp air =
4,14kJ/kg.K

11/2/2018 140
Langkah Penyelesaian

Cari panas laten dari steam table pada kondisi P 143,3kPa Ts=382,2K  l =
2230kJ/kg
hf = Cpf(Tf-Ti)  pada P – 101,32kPa, titik didih air = 100oC = 373,2K

𝐹ℎ𝐹 + 𝑆𝜆 = 𝐿ℎ𝐿 + 𝑉𝐻𝑉


9072(4,14)(311-373,2) + S(2230) = 6048(0) + 3024(2257)  S=4108 kg steam/jam
q = S.l = 4108(2230)(1000/3600) = 2.544.000W
q = U.A.DT  DT = Ts-Ti
q = 1704(A)(383,2-373,2)  A=149,3m2
11/2/2018 141
Selesai Materi Evaporasi

11/2/2018 142

Anda mungkin juga menyukai