Anda di halaman 1dari 23
WORKSHOP BNNK CIREBON Sidik Lingga Kusuma,SH.,S.Si.,Apt Cirebon,11 Mei 2018
WORKSHOP BNNK CIREBON Sidik Lingga Kusuma,SH.,S.Si.,Apt Cirebon,11 Mei 2018
WORKSHOP BNNK CIREBON Sidik Lingga Kusuma,SH.,S.Si.,Apt Cirebon,11 Mei 2018

WORKSHOP BNNK CIREBON

Sidik Lingga Kusuma,SH.,S.Si.,Apt

Cirebon,11 Mei 2018

MEMAHAMI ADIKSI

 Adiksi merupakan suatu kondisi ketergantungan fisik dan mental terhadap hal- hal tertentu yang menimbulkan perubahan
  • Adiksi merupakan suatu kondisi ketergantungan fisik dan mental terhadap hal- hal tertentu yang menimbulkan perubahan perilaku bagi orang yang mengalaminya.

  • Adiksi atau ketergantungan terhadap narkoba

merupakan suatu kondisi dimana seseorang

mengalami ketergantungan secara fisik dan

psikologis terhadap suatu zat adiktif.

 The American Psychiatric Association (APA)  Seseorang dapat dikatakan menderita kecanduan bila 3 (tiga) atau
 The American Psychiatric Association (APA)  Seseorang dapat dikatakan menderita kecanduan bila 3 (tiga) atau
  • The American Psychiatric Association (APA)

  • Seseorang dapat dikatakan menderita kecanduan bila 3 (tiga) atau lebih dari gejala di bawah ini dialami dalam 12 (dua belas) bulan terakhir :

1. Toleransi : membutuhkan

dosis yang yang lebih

banyak untuk

mendatangnya efek yang sama atau dosis yang sama sudah tidak lagi

Mendatangkan efek

seperti sebelumnya.

2. Mengalami gelaja putus

zat setelah menghentikan

penggunaan.

3. Menggunakan zat lebih lama dan lebih banyak dari yang direncanakan (kehilangan kontrol) 5. yang lama
3. Menggunakan zat lebih lama dan lebih banyak dari yang direncanakan (kehilangan kontrol) 5. yang lama

3. Menggunakan zat lebih lama dan lebih banyak dari yang direncanakan

(kehilangan

kontrol)

  • 5. yang lama untuk mencari,

Menghabiskan waktu

menggunakan dan

pulih kembali dari

efek penggunaan narkoba.

4. Ada keinginan yang kuat untuk menghentikan

penggunaan, telah

beberapa kali berusaha menghentikan

penggunaan tetapi gagal (kehilangan

kontrol).

  • 6. Aktifitas sosial yang penting, pekerjaan

dan kegiatan rekreasi

ditinggalkan karena masalah penyalahgunaannya (terus menggunakan walaupun

konsekuensinya

buruk).

Dopamin adalah neurotransmiter-zat kimia yang diproduksi oleh sel-2 syaraf yang memproses dan membawa informasi. Tugas dopamin
Dopamin adalah neurotransmiter-zat kimia yang diproduksi oleh sel-2 syaraf yang memproses dan membawa informasi. Tugas dopamin

Dopamin adalah neurotransmiter-zat kimia yang diproduksi

oleh sel-2 syaraf yang memproses dan membawa informasi. Tugas dopamin adalah memproduksi perasaan senang/enak. Oleh sebab itu jalur ini juga sering disebut sebagai "pleasure pathway."

 Semua jenis narkoba mempengaruhi “ dopamin pathway”.  Bila seseorang menjadi pecandu narkoba, sistem sistem
  • Semua jenis narkoba mempengaruhi dopamin pathway”.

  • Bila seseorang menjadi pecandu narkoba, sistem sistem akan terganggu.

  • Kalau otak mengeluarkan dopamin terlalu sering jumlah dopamin akan jauh berkurang.

  • Bila seseorang kekurangan sumber produksi dopamin dari

otak akibatnya akan sulit

merasakan senang/enak

dari sumber kesenangan yang alami.

  • Menurunnya aktivitas dopamin.

    • Otak akan mengeluarkan dopamin (yang menyebabkan pearasaan senang/enak) dan memotivasi kita untuk berespon terhadap reward alamiah.

    • Narkoba mengandung dopamin sangat banyak sehingga otak menurunkan produksinya sendiri.

    • Gangguan dalam sistem produksi dopamin alami lama kelamaan akan menghalangi pecandu untuk merasakan kesenangan, walaupun sudah pakai narkoba.

  • Orang yang sakit ~ Terinfeksi Virus Adiksi

  • I Can’t Stop

  • Pembohong, Penipu, Pencuri & Curang ~ jangan Percaya Pecandu

  • Selalu memanfaatkan orang lain untuk kepentingan pribadi

  • Orang dengan kepribadian Ganda

 Orang yang sakit ~ Terinfeksi Virus Adiksi  I Can’t Stop  Pembohong, Penipu, Pencuri
 Berbohong dan mencuri ( untuk bisa memakai narkoba ) atau menghalalkan segala cara untuk pakai
  • Berbohong dan mencuri ( untuk bisa memakai narkoba ) atau menghalalkan segala cara untuk pakai narkoba.

  • Mencari-cari alasan ataupun dalih ( merasionalisasi pemakaian )

  • Menset up diri sendiri secara sadar ataupun tidak untuk kambuh dan pakai kembali

  • Memainkan peran seolah sebagai korbanmenyalahkan orang lain di sekitarnya, membuat orang merasa bersalah dibandingkan melihat kegagalan pribadi ( ini umumnya dilakukan karena danya gulit )

 Berbohong dan mencuri ( untuk bisa memakai narkoba ) atau menghalalkan segala cara untuk pakai
1. USER = PENGGUNA  Ditandai dengan pemakaian sekali- kali, coba-coba, tanpa masalah yang berarti. 

1. USER = PENGGUNA

  • Ditandai dengan pemakaian sekali- kali, coba-coba, tanpa masalah yang berarti.

  • Semua aspek kehidupan masih normal-normal saja. Kebanyakan pecandu muali menggunakan drugs pada usia antara 12-15 tahun.

2.ABUSER = PENYALAH

GUNA

  • Ditandai dengan pemakaian sudah timbul masalah.

  • Pemakaian mulai rutin.

  • Sebagian aspek kehidupan mulai terganggu.

3. ADDICT = PECANDU  Ditandai dengan pemakaian yang sangat bermasalah.  Pemakaian sudah setiap hari.

3. ADDICT = PECANDU

  • Ditandai dengan pemakaian yang sangat bermasalah.

  • Pemakaian sudah setiap hari.

  • Semua aspek kehidupan

rusak.

  • Hidup untuk pakai dan pakaia untuk hidup.

  • 4 dari 10 orang penyalahguna mempunyai

kesempatan menjadi

pecandu.

3. ADDICT = PECANDU  Ditandai dengan pemakaian yang sangat bermasalah.  Pemakaian sudah setiap hari.
*Fisik = Mudah terserang penyakit, kurus, dll. * Mental = Pola pikir yang kompulsif, instant thinking,
*Fisik = Mudah terserang penyakit, kurus, dll. * Mental = Pola pikir yang kompulsif, instant thinking,
*Fisik = Mudah terserang penyakit, kurus, dll. * Mental = Pola pikir yang kompulsif, instant thinking,

*Fisik = Mudah terserang

penyakit, kurus, dll.

* Mental = Pola pikir yang kompulsif, instant thinking, negatif thinking, dll

*Emosional = Tempramental, sensitif, frozen feeling, dll.

*Spiritual = Motivasi kurang,

kurang gairah hidup, tidak

mempunyai nilai-nilaihidup.

 Hidup untuk pakaw dan pakaw untuk hidup  Pembenaran diri ( merasionalkan pemakaian ) 
 Hidup untuk pakaw dan pakaw untuk hidup  Pembenaran diri ( merasionalkan pemakaian ) 
  • Hidup untuk pakaw dan pakaw untuk hidup

  • Pembenaran diri ( merasionalkan pemakaian )

  • Menyalahkan orang

lain.

  • Apapun demi memakai

  • Penyangkalan masalah ketergantungan

  • Merasa bersalah sehingga mudah terpancing emosi

DUA MASALAH

KECANDUAN

DUA MASALAH KECANDUAN Kebutuhan fisik : Sakaw Obsesi Mental dan Emsional : Krakaw ( sugesti )
DUA MASALAH KECANDUAN Kebutuhan fisik : Sakaw Obsesi Mental dan Emsional : Krakaw ( sugesti )

Kebutuhan fisik :

Sakaw

DUA MASALAH KECANDUAN Kebutuhan fisik : Sakaw Obsesi Mental dan Emsional : Krakaw ( sugesti )

Obsesi Mental dan Emsional :

Krakaw ( sugesti )

Keringat, Paranoid Berhalusinasi Emosi Sulit tidur meningkat panas-dingin Sakit kepala yang hebat Muntah- muntah Gemetar Kejang-kejang
Keringat, Paranoid Berhalusinasi Emosi Sulit tidur meningkat panas-dingin Sakit kepala yang hebat Muntah- muntah Gemetar Kejang-kejang
Keringat, Paranoid Berhalusinasi Emosi Sulit tidur meningkat
Keringat,
Paranoid
Berhalusinasi
Emosi
Sulit tidur
meningkat

panas-dingin

Sakit kepala yang hebat

Muntah-

muntah

Gemetar
Gemetar

Kejang-kejang

 Adiksi merupakan gangguan tingkahlaku  Adiksi merupakan hasil proses belajar yang salah dan destruktif. 
 Adiksi merupakan gangguan tingkahlaku  Adiksi merupakan hasil proses belajar yang salah dan destruktif. 
 Adiksi merupakan gangguan tingkahlaku  Adiksi merupakan hasil proses belajar yang salah dan destruktif. 
 Adiksi merupakan gangguan tingkahlaku  Adiksi merupakan hasil proses belajar yang salah dan destruktif. 

Adiksi merupakan gangguan tingkahlaku

Adiksi merupakan hasil proses belajar yang salah dan destruktif.

Adiksi merupakan tingkah laku yang berada dibawah kontrol lingkungan

keluarga dan sosial.

Perilaku maladaptif adalah mempunyai konsekuensi destruktif bagi pecandu dan keluarganya.

Pengobatan terbaik adalah yang mengulangi proses belajar.

Klien diajarkan ketrampilan untuk menghindari relapse, pelatihan

kontrol diri dan pemahaman-

pemahaman baru.