Anda di halaman 1dari 63

Dwi Sixteen EP., S.Kep., Ns., M.

Kep
Tujuan mempelajari sejarah Keperawatan
1. Agar dapat mengerti dan mengetahui tentang
dasar/perkembangan dari pekerjaan
keperawatan pada masa lalu serta cara
bagaimana mengatasi segala kesulitan2 yang
dihadapi waktu itu
2. Memperlihatkan kepada kita bahwa yang kita
kerjakan saat ini adalah meniru dari apa yang
telah dikerjakan orang-orang zaman dulu
lanjutan
3. Memberi beberapa buah pikiran untuk
kemungkinan2 dimasa depan dan membantu
kita dalam menentukan sikap dan cara2 bekerja
disesuaikan dengan kemajuan zaman

4. Mengenal tokoh2 yang berjasa dalam perawatan


Pembagian sejarah dalam perawatan
1. Zaman Purbakala 5000 SM – 476 M
2. Zaman Pertengahan 476 M – 1500 M
3. Zaman Baru 1500 M – 1800 M
4. Zaman Moderen 1800 M – Sekarang
Zaman Purbakala
• Sering disebut pengobatan zaman
primitif
• Dasarnya pada Mother Instinc,
pengalaman, kepercayaan,
animisme
Lanjutan zaman purbakala…

• Perawatan masa itu :


– Perawatan ibu kepada anaknya yang
baru lahir,
– Seorang wanita dapat memberikan
pertolongan pada wanita hamil,
– Menurunkan panas ( banyak minum dan
kompres)
– Membuka abses dengan menggunakan
batu2 tajam.
– Menghentikan perdarahan dengan
menggunakan batu2 panas
– Menggunakan tumbuh2an untuk
mengobati penyakit
• Keperawatan dilakukan tidak
berdasarkan ilmu dan keterampilan
• Tidak ada batasan antara pengobatan
& perawatan
Lanjutan zaman purbakala…

• Pengaruh kepercayaan
– Penyakit disebabkan kekuatan
alam/pengaruh gaib seperti batu-batu,
pohon-pohon besar dan gunung-gunung
tinggi, kemarahan dewa,
– Sehingga kuil-kuil didirikan sebagai
tempat pemujaan dan orang yang sakit
meminta kesembuhan di kuil tersebut
Aturan dalam pengobatan :
1.Ajaran alam
2.Ajaran transmigrasi
Ajaran alam : petunjuk2 tentang obat.
Contoh:
• obat luka yang berdarah  diberi balutan
merah/daun warna merah
• sakit kuning  minum masakan dari akar atau
daun yang berwarna kuning.
MASYARAKAT AWAL
PERADABAN
1. Zaman Kerajaan Babilonia
– Hamurabi raja pertama Babilonia
yang telah membuat undang-
undang kerajaan yang ditulis
dibatu besar, & menunjukan
memuja dewa matahari
Lanjutan Zaman Babilonia…

–Karena peperangan mempengaruhi


ilmu pengetahuan ttg : anatomi,
obat-obatan
–Telah mengetahui cara menahan
darah keluar dari hidung, merawat
jerawat pada muka, menyembah
dewa orang sakit : Orisis, Isis &
Serapis.
2. Zaman Kerajaan Herbow Kuno
–Terdapat dalam perjanjian lama
pada saat itu hanya percaya pada
satu dewa Yahweh sakit,
kemalangan karena kemurkaan
Tuhan, merawat orang sakit seperti
merawat saudara nya sendiri,
bantuan, kunjungan
Lanjutan Zaman Kerajaan Herbow Kuno…

–Kepemimpinan Musa mempunyai


prinsip Hygiene & Sanitasi

–Mencegah penyakit menular :


membakar pakaian, rumah
penderita,menyikat barang ruangan
yang pernah digunakan penderita
3. Zaman Kerajaan Mesir Kuno
–Tabib pertama Psysician dokter
pertama bangsa Mesir, kecuali
perawatan dikerjakan oleh budak &
kaum wanita yang berminat
–Dijumpai bangunan menyerupai
RS, keperawatan dikerjakan oleh
budak laki-laki & wanita
Lanjutan Zaman Kerajaan Mesir Kuno…

– Inhothes  tabib, arsitek & pengarang


telah menggunakan bidai/spalk alat
pembalut.
– Ilmu obat-obatan dalam kitab Papyrus
memuat 700 macam resep obat dari
tumbuhan, binatang & mineral
– Tindakan dilakukan dikuil dengan
meminta bantuan dewa
4. Penyembuhan Penyakit di
Cina

– Sebelum th 2000 SM Tiongkok telah


diperbolehkan pembedahan mayat &
mempelajari peredaran darah yang
ditekan denyut nadi
Lanjutan Penyembuhan Penyakit di Cina…

– Melakukan inspeksi, auskultasi, palpasi,


perkusi

– Mengatasi demam  mandi, masage oleh


orang buta

– Pada 1000 SM telah mengenal pencacaran


Lanjutan Penyembuhan Penyakit di Cina…

– Seng Lung  bapak pengobatan cina


dengan menggunakan tumbuhan lumut
laut untuk obat gondok, sayuran
berwarna untuk penambah darah
– Kemajuan dilapangan di Tiongkok
dipersulit adanya kepercayaan bahwa
orang sakit itu kemasukan setan  tidak
mau membantu takut kemasukan setan
juga
Pengaruh Perang Salib

 Perang, perjalanan jauh terjadi:


kelaparan,penyakit, luka  didirikan rumah
sakit,
 Perawatan dilakukan oleh orde agama,
rohaniawan & wanita yang ikut perang &
organisasi kesatria
 Organisasi Johanitair  pendiri St Jan dari
Yerusalem  mendirikan RS Rhodes &
Malta
 Organisasi Teuton  Kesatria dari Jerman,
tugas utama mempertahankan tempat suci
& melindungi peziarah ke makam nabi Isa
 mendirikan RS juga di Palestina
 Organisasi Tempelier(orga Perwira)
memakai simbol palang merah
didada, perang selesai masih
melakukan upaya dianggap sbg
permulaan perawatan dalam bidang
perawatan militer
 Tahun 1370 berdiri orga Lazaris,
tujuannya merawat penderita lepra 
RS Lazaret,
Orga ini bubar setelah Eropa bebas
lepra.
 Perang salib mempengaruhi kondisi
kesehatan masyarakat :
 kesulitan hyegines,
 penyakit lepra,
 penyakit kelamin meraja lela.

 Tamadun merupakan ilmu ketabiban


bangsa timur yang ditiru oleh barat
 Pengembang/tokoh keperawatan : P3K,
perawatan kemiliteran berdasarkan sosial &
kewajiban agama :
1. St Fransiskus dari Italia, berbaur dg penderita
lepra yang diasingkan, wafat usia 44 tahun,
dilanjutkan pengikutnya Clara
2. St Catharina dari Sienna, jasanya merawat
orang sakit pes disekolah di Sienna dan tinggal
bersama penderita
3. St Elizabeth dari Hongaria, merupakan putri
raja Andreas jasanya merawat penderita kusta
dirumah sendiri, mendirikan RS Santa Ana di
Eisembach, RS Reinhart, RS di Marburg.
 RS yang penting zaman pertengahan
1. RS St Bartholomeus di London, berdiri
th1123 oleh Rehere, perawatan oleh ordo
agama Augustinair diganti oleh perawatan
umum,
2. Th 1123 didirikan RS St Tomas disinilah
Florence Nightingale memulai karier
memperbaiki perawatan.
3. Hospital Dieu di Lion oleh Clovis,
RS terbesar di Perancis.

Perawat diambil dari mantan wanita


jalanan atau wanita yang telah
bertaubat
4. Hospital Dieu di Paris oleh Bioshop
Landry, perawatnya Genevieve
Boequet.
Perawat diambil dari orde-orde agama,
sesudah revolusi perancis orde agama
dihapuskan dan pekerjaan perawat
digantikan oleh orang-orang bebas yang
tidak terikat pada agama.
 Pengobatan Zaman Pertengahan
 Tidak banyak kemajuan,
 Perawatan dikerjakan oleh budak secara
paksa,
 Mementingkan kehidupan rohani,
 Pada abad 14-16 Hypocrates dijadikan dasar
kebidanan, pekerjaan melahirkan dikerjakan
oleh dukun beranak,
 Pada abad 16 di Belanda & Jerman terdapat
RS bersalin yang ditolong oleh dokter
 Perkembangan Uniform perawat  berasal
dari kebiasaan orde agama zaman
pertengahan
 Perkembangan Ilmu Pasti, Kimia,
Hyegine, obat-obatan.

 Prinsip dasar perawatan :


 Personal Hyegiene
 Kebersihan makanan
 Kebersihan air & dilingkungan
 Tokoh keperawatan di Arab 
Rufaidah binti Sa’ad/Rufaidah Al-
Asalmiya

 Pada masa Nabi Muhammad SAW (± 8


Sesudah Masehi)
Perkembangan Perawatan Zaman
Baru (1500 – 1800 M)
a. Zaman Renaisance (lahir kembali) abad 15-16
 Penjajah,(Colombus, Megelhaenes, Drake)
didapat negeri baru
 Kemajuan kesusasteraan, pengarang terkenal :
William Shakespeare, Sir Thomas More
pengarang buku Utopia yang menguraikan
tentang RS
Kemajuan ketabiban

 Soranus ahli Obgyn & pediatrik


 Andreas Vasalius pengarang buku
Anatomi
 Ambroise Pare ahli bedah yang
berasal dari tukang cukur
 Galen dokter ahli bedah Roma
terkenal dg ramuan obat
 Paracelsus bangsa Jerman terkenal dg
mercuri untuk obat sipilis
 Gabrielle Faloppy menemukan tuba
faloppii
 Antonie van Leeuwenhoek penemu
Mikroskop
b. Zaman Reformasi oleh Dr Marthin Lutther

 Terjadi perpecahan agama kristiani 


kristen protestan keperawatan
mengalami kemunduran
 Di Inggris akhir abad ke 18 merupakan
zaman kegelapan dalam keperawatan
karena pekerjaan perawatan dianggap
pekerjaan biasa, bayaran rendah,
dikerjakan oleh bekas orang sakit,
walaupun banyak RS didirikan.
 RS yang ada : London Hospital (1740),
The Westminster Hospital (1719), St
George Hospital (1753)
 Charles Dickens (1812-1870) menulis ttg
pekerjaan perawat dalam buku
Chuzzlewit, menulis 2 orang perawat
(Besty Pring & Sairy Gamp) yang
pemalas, pemabuk & tidak ada
pengetahuan ttg perawatan
 Di Prancis, Raja Lois XII mengeluarkan
peraturan semua RS diserahkan ke sipil,
keperawatan semakin terpuruk
 Di Kanada th 1644 oleh Mll Yeane Mance
mendirikan RS Hotel Diue di Montreal
 Di Roma 1590 terjadi wabah, oleh St
Gamillus didirikan kumpulan laki-laki
melakukan perawatan di RS
 Di Spanyol, tidak terpengaruh dg reformasi,
perawatan berjalan baik, Raja Phillip
memperbaiki kinerja RS, mengharuskan
ada dokter, alat lengkap & memusatkan
perhatian pada pasien  perawatan terbaik
saat itu
Zaman Moderen/Baru (1800 M –
Sekarang)

• Dipelopori oleh Florence Nightingale lahir


12 Mei 1820 di Florence Italia,
• Hasrat untuk mempelajari perawatan umur
26 th,
• Pengalaman merawat neneknya sampai
meninggal,
• Tahun 1851 lulus pdd perawat di
Kaise Wert

• 1853 menduduki jabatan kepala


institut Estabishment For Gentel
Women During Ilnes  akhirnya
menjadi RS
a. Perang Krim (1854-1856)
– FN bersama 38 org membentuk suatu orga
perawatan : 14 org dari beberapa RS, 8 org
perawat RS sister of Mercy, 6 org perawat RS
St John, 10 org perawat RS Roma Katolik,
– Tgl 21 Okt 1854 berangkat ke Scutari tiba di
RS General Hospital, Barrak Hospital, mereka
tidak disambut baik oleh dokter, dan akhirnya
mereka tetap bekerja dg baik dan dapat
bekerja sama
–Hasil yang diperoleh:
• Mengadakan tempat cucian & mengerahkan
istri tentara untuk mencuci
• Membuat 5 dapur untuk memasak
• Orang sakit / luka mendapat perwatan dg baik
• Melaporkan keadaan RS sangat kurang pada
pemerintah agar ada perubahan
• Menurunkan angka kematian 42 % menjadi 2
% selama 6 bulan.
–Hambatan-Hambatan
• Dr John Hall mengkritik menuduh
tidak benar
• Perawat pengikut John Hall tidak
bersatu
• Th 1855 FN jatuh sakit
–Usaha-Usaha FN
• Memperbaiki & susunan kesehatan
dalam angkatan perang
• Mengadakan usaha di lapangan
kesehatan masyarakat
• Memperbaiki tata cara perawatan di RS
di Inggris
• Merencanakan perbaikan kesehatan
rakyat India
• FN tetap bekerja sampai umur 80 th

• Th 1907 Raja Edward VII bintang


tanda jasa tertinggi di Inggris “Order
of Merit”

• 13 Agustus 1910 meninggal dimakam


di Hampshire
Sejarah Keperawatan Di Indonesia
1. Zaman VOC 1602-1799
 VOC mendirikan RS di Batavia (Glodok-
Kota 1670 (Bataviaasch Binnen Hospital)
atau Stadsverband, dokternya dari dinas
tentara, perawat dari laki-laki pribumi yang
disebut “velpleger” dengan dibantu “zieken
oppaser” sebagai penjaga orang sakit.
 Tahun 1799 VOC dibubarkan diserahkan ke
pemerintah Hindia Belanda
2. Zaman Penjajah
a. Zaman penjajah Belanda I 1799-
1811
• Kesehatan / keperawatan tidak
berkembang, walaupun ada RS
untuk rakyat (Burgerliyke
Gezonheids Diens), RS untuk militer
(Militaire Gezonheids Diens)
b. Zaman penjajah Inggris 1811

• Ada kemajuan perbaikan kesehatan


masyarakat, perawatan jiwa,
pemberian vaksin cacar, perbaikan
kesehatan tentara & perhatian rutan
c. Zaman penjajah Belanda II
1811-1941
• RS Statverband di Glodok 1819, th
1919 RS tersebut pindah ke Salemba
(RSCM skr)
• Bahkan pada tahun 1906 di RS. PGI
dan tahun 1912 di RSCM telah
menyelenggarakan pendidikan juru
rawat.
• Dalam kurun waktu 1816-1942 telah berdiri
beberapa rumah sakit swasta milik
misionaris katolik dan zending protestan
seperti:
1. RS. Persatuan Gereja Indonesia (PGI)
Cikini-Jakarta Pusat,
2. RS. St. Carolos Salemba-Jakarta Pusat.
3.RS. St Bromeus di Bandung
4. RS. Elizabeth di Semarang.
.
d. Zaman Jepang 1941-1945
• Tidak ada perubahan, semua obat,
makanan untuk Jepang

• Keperawatan mengalami kemunduran,


pekerjaan perawat dikerjakan oleh
orang-orang yang tidak terdidik,
Pimpinan RS diambil alih oleh orang-
orang jepang
3. Zaman Pemerintah RI
– Periode awal kemerdekaan – 1952

• Sebelum tahun 1950: Indonesia


belum mempunyai konsep dasar
tentang keperawatan.
• Baru kemudian tahun 1953 dibuka sekolah
pengatur rawat dgn tujuan menghasilkan
tenaga perawat yang lebih berkualitas.
• Pada tahun 1955, dibuka Sekolah Djuru
Kesehatan (SDK) dengan pendidikan SR
ditambah pendidikan satu tahun dan
sekolah pengamat kesehatan sbg
pengembangan SDK, ditambah pendidikan
lagi selama satu tahun.
• Pada tahun 1962 telah dibuka Akademi
Keperawatan dgn pendidikan dasar
umum SMA yang bertempat di Jakarta,
di RS. Cipto Mangunkusumo. Sekarang
dikenal dengan nama Akper Depkes di
Jl. Kimia No. 17 Jakarta Pusat.
–Tahun 1945 – 1955: Berdirinya
beberapa organisasi profesi,
diantaranya yaitu :
• Persatuan Djuru Rawat dan Bidan
Indonesia (PDBI),
• Serikat Buruh Kesehatan,
• Persatuan Djuru Kesehatan Indonesia
(PDKI),
• Persatuan Pegawai Dalam
Kesehatan.
–Periode 1953-1983
• 1979/1980 Akper Depkes Palembang,
Bandung, Ujung Pandang, Swasta PGI
Cikini bertahan sampai 1985.
• 1970 dibuka Akper perawatan anak,
peningkat perawat anak SPR + 3
tahun, ditutup 1972
• Tahun 1955 - 1974: Organisasi profesi
keperawatan mengalami perubahan yaitu :
– Ikatan Perawat Indonesia,
– Ikatan Bidan Indonesia,
– Ikatan Guru Perawat Indonesia,
– Korps Perawat Indonesia,
– Majelis Permusyawaratan Perawat Indonesia
Sementara (MAPPIS),
– Federasi Tenaga Keperawatan.
• Tahun 1974: Rapat Kerja Nasional tentang
Pendidikan Tenaga Perawat Tingkat Dasar
yaitu berdirinya Sekolah Perawat Kesehatan
(SPK) yang mengganti Sekolah Penata Rawat
(SPR).
• Tahun 1974: Berdirinya Persatuan Perawat
Nasional Indonesia (PPNI).
• Tahun 1976: Pendidikan Keperawatan di
Indonesia yang semula menyatu dengan
pelayanan di rumah sakit, telah mulai
memisahkan diri (terpisah) dari rumah sakit.
– Periode 1983 – Sekarang
• Pada Januari 1983: Dilaksanakannya Lokakarya
Nasional Keperawatan I yang menghasilkan:
a) Peranan Independen dan Interdependen yang
lebih terintegrasi dalam pelayanan kesehatan;
b) Program gelar dalam pendidikan keperawatan;
c) Pengakuan terhadap keperawatan sebagai suatu
profesi yang mempunyai identitas profesional
berotonomi, berkeahlian, mempunyai hak untuk
mengawasi praktek keperawatan dan pendidikan
keperawatan.
• 1985 kurikulum S 1 Keperawatan
disahkan dan dimulainya pendidikan
ditingkat sarjana di Universitas
Indonesia – 1997 PSIK, 1997 –
sekarang FIK

• 1996/1997 Pusdiknakes menutup


SPK
• 1994 buka PSIK di UNPAD, UNDIP,
USU, UNAIR, UNHAS
• 1998 UGM

• 1998 Pokja Keperawatan menyusun


kurikulum S 2 keperawatan,

• Awal 1999 dibuka S2 Magister


Keperawatan, SP Kom, SP Maternitas
• 1999 Pokja S1 keperawatan
menyusun kurikulum Ners

• Tahun 2000: Keluarnya Lisensi


Praktek Keperawatan berupa
Peraturan Menteri Kesehatan
• 2005/2006 Pokja S2 menyusun
kurikulum S3 Keperawatan, rencana
dibuka 2007/2008 di UI