Anda di halaman 1dari 40

ASUHAN BAYI BARU LAHIR

NORMAL
BAB
5
TUJUAN SESI PASPAD .
Menjelaskan :
✰ Komponen Asuhan BBL
✰ Tindakan PI
✰ Penilaian BBL
✰ IMD pada BBL
✰ Mekanisme dan cara kehilangan panas
✰ Perawatan tali pusat
✰ Cara pemberian ASI, manajemen Laktasi
✰ Cara profilaksis infeksi mata
✰ Manfaat dan cara pemberian vit K
✰ Manfaat dan cara pemberian imunisasi HB
PRINSIP ASUHAN BBL NORMAL

• MENCEGAH PELEPASAN PANAS


BERLEBIH
• BEBASKAN/BERSIHKAN JALAN
NAFAS
• RANGSANGAN TAKTIL
• LAKTASI
PENCEGAHAN INFEKSI
PADA BBL
☻ Cuci tangan sebelum dan sesudah
kontak dengan bayi
☻ Pakai sarung tangan sebelum
memandikan bayi
☻ Pastikan semua alat DTT
☻ Pakai bola karet hanya untuk seorang
bayi
☻ Pastikan pakaian bayi bersih
☻ Pastikan timbangan, termometer, dll
bersih
• APAKAH AIR
KETUBAN JERNIH ?
• APAKAH BAYI
BERNAFAS SPONTAN ?
• APAKAH KULIT BAYI
PENILAIAN AWAL BERWARNA
BAYI BARU KEMERAHAN?
LAHIR
• APAKAH
TONUS/KEKUATAN
OTOT BAYI CUKUP
• APAKAH INI
KEHAMILAN CUKUP
BULAN?
Wiwi M. 2008
PENATALAKSANAAN AWAL BAYI
BARU LAHIR

• Penilaian Awal
• Mencegah kehilangan panas tubuh
• Rangsang taktil
• Merawat tali pusat
• Memulai pemberian ASI
• Pencegahan infeksi, termasuk
profilaksis gangguan pada mata
INISIASI MENYUSU DINI
1. Bayi harus mendapat kontak kulit dengan
kulit dengan ibunya sesegera mungkin,
setelah lahir paling sedikit 1 jam.
2. Bayi harus dibiarkan melakukan inisiasi
menyusu dini dan ibu dapat mengenali,
bahwa bayinya dapat menyusu serta
memberi bantuan bila perlu
3. Menunda prosedur lainya hingga inisiasi
menyusu dini dilakukan
KEUNTUNGAN IMD BAGI BAYI

KONTAK KULIT DENGAN KULIT :


• Menstabilkan panas/mengendalikan suhu
• Memperbaiki/mempunyai pola tidur yang
lebih baik
• Mendorong ketrampilan bayi untuk menyusu
lebih cepat dan efektif
• Meningkatkan hubungan dengan ibu dan bayi
• Meningkatkan berat badan lebih cepat
• Bayi tidak banyak menangis
• Menjaga kolonisasi kuman yang aman
• Bilirubin akan cepat normal
• Kadar gula/parameter biokimia lain
lebih baik beberapa jam
Keuntungan kontak kulit dengan kulit bagi ibu :
☞Merangsang produksi oksitosin
dan prolaktin
☞Oksitosin :
- Membantu kontraksi uterus
- Merangsang pengeluaran
kolostrum
- Penting untuk kelekatan hubungan ibu dan
bayi
- Ibu lebih tenang dan tidak merasa nyeri
☞Prolaktin :
- Meningkatkan produksi ASI
- Membantu mengatasi stres
- Mendorong ibu untuk tidur dan relaksasi
KEUNTUNGAN IMD BAGI BAYI
❋Makanan dengan kualitas dan
kuantitas optimal
❋Memberikan kekebalan pasif bagi bayi
❋Meningkatkan kecerdasan
❋Membantu bayi mengkoordinasikan
isap, telan, dan nafas
❋Meningkatkan jalinan kasih sayang
ibu dan bayi
❋Mencegah kehilangan
panas tubuh
❋Merangsang kolostrum
segera keluar
KEUNTUNGAN IMD BAGI IBU :
❋Merangsang produksi
oksitosin
dan prolaktin
❋Meningkatkan
keberhasilan
produksi ASI
❋Meningkatkan jalinan
kasih sayang ibu dan bayi
MANFAAT IMD.
❅Mengurangi 22 % kematian bayi
berusia 28 hari kebawah
❅Meningkatkan keberhasilan
menyusui secara eksklusif dan
meningkatkan lamanya bayi
disusui
❅Merangsang produksi susu
❅Memperkuat refleks menghisap
bayi
Lima urutan perilaku bayi saat IMD pertama
kali
Langka Prilaku yang teramati Waktu
h
1. Bayi beristirahat dan melihat 30 menit
pertama
2. Bayi mulai mendekatkan bibir dan 30-60 menit
membawa jari kemulut setelah
3. Bayi mengeluarkan air liur kontakkulit
dengan kulit
4. Bayi menendang. Menggerakkan terus
kaki, bahu, lengan, dan badannya menerus
kearah dada ibu dengan tanpa
mengandalkan indra terputus
penciumannya
5. Bayi melekatkan mulutnya ke
putting ibu
MEKANISME KEHILANGAN PANAS
1. Evaporasi : Panas tubuh hilang bila bayi
berada dalam keadaan basah
2. Konduksi : Panas tubuh hilang melalui
kontak langsung dengan benda yang
lebih dingin.
3. Konveksi : Panas tubuh hilang melalui
kontak dengan udara dingin disekitarnya
4. Radiasi : panas tubuh hilang bila bayi
didekatkan pada benda yang lebih
rendah suhunya
Mekanisme kehilangan panas
tubuh

• Bayi baru lahir belum mampu untuk


melakukan regulasi temperatur tubuh
• Penanganan pencegahan kehilangan
panas tubuh siapkan dengan baik
• Agar bayi tidak mengalami hipotermi
Upaya untuk mencegah kehilangan
panas :
• Keringkan bayi secara seksama
• Selimuti bayi dengan selimut
• Tutup kepala bayi
• Anjurkan untuk dipeluk dan diberikan ASI
• Jangan segera memandikan /menimbang
bayi
• Tempatkan bayi dilingkungan hangat
PERAWATAN TALI PUSAT
• BERSIHKAN DENGAN AIR SABUN
• TIDAK PERLU DIBERI BETADINE
• DAN DIBUNGKUS dengan kasa steril
• Beri nasehat pada keluarga :
- Laporkan bila tali pusat merah/
bernanah/ infeksi
- Rujuk bila terjadi infeksi tali pusat.
Memulai pemberian ASI
• Pemberian ASI dimulai dalam 1 jam
setelah bayi lahir
• Anjurkan ibu membantu bayi melakukan
IMD setelah tali pusat dipotong
• Lanjutkan pelaksanaan IMD setelah
plasenta lahir selama 1 jam pertama
• Minta anggauta keluarganya membantu
ibu menyusukan bayinya
Wiwi M. 2008
Manfaat pemberian ASI secara dini
• Merangsang produksi ASI
• Memperkuat refleks isap bayi
• Promosi keterikatan ibu dan bayi
• Memberi kekebalan pasif melalui
kolostrum
• Merangsang kontraksi uterus
( untuk involusi)

Wiwi M. 2008
PEDOMAN MENYUSUI
✵ Segera setelah bayi lahir
✵ Jangan berikan makanan
atau minuman lain selain
ASI
✵ Pastikan ASI diberikan
sampai 6 bulan pertama
kehidupan bayi
✵ Berikan ASI setiap saat
(siang dan malam) bila
bayi membutuhkan
CARA MENYUSUI
CARA MENYUSUI

CRADLE CRADLE CRISSCROSS CROSS CRADLE

FOOTBALL DOUBLE FOOTBALL


Wiwi M. 2008
CARA MENYUSUI
✸Peluk tubuh bayi dan hadapkan mukanya ke payudara
ibu sehingga hidung bayi berada didepan putting susu
✸Dekatkan mulut bayi ke payu dara
✸Sentuhkan dagu bayi pada payu dara
✸Perhatikan gerak menghisap dan jaga agar hidung
bayi tidak tertutup payu dara

Wiwi M. 2008
PERAWATAN PAYUDARA
✺Pastikan putting susu dalam keadaan bersih
✺Gunakan kain bersih untuk menyeka putting
susu dan gunakan sedikit ASI sebagai pelembab
✺Lecet dan retak bukan alasan untuk
menghentikan pemberian ASI,
✺Ajarkan cara menyusu yang benar
✺Ajarkan cara untuk mengenali dan mencari
penolong bila terjadi bendungan ASI atau
mastitis
Tetes Mata Profilaksis
• Gunakan tetes mata perak
nitrat 1 %, salep tetrasiklin 1
%, atau salep eritromicin 0,5
%.
• Berikan dalam satu jam
pertama kelahiran
• Setelah pemberian tetes
mata profilaksis, kembalikan
bayi pada ibunya untuk
disusukan dan bergabung
kembali
PROFILAKSISI PERDARAHAN BBL

❁Semua BBL diinjeksi


vitamin K instramukuler
pada paha sebelah kiri
segera mungkin dalam
waktu paling lama 1 jam
setelah lahir

❁1 jam kemudia berikan


imunisasi HB
PEMBERIAN IMUNISASI HEPATITIS B

IMUNISASI JUMLAH JADWAL


PEMBERIN
Regimen 3 kali Usia 0 bl ( segera setelah
Tunggal lahir)
Usia 1 bulan
Usia 6 bulan
Regimen 4 kali Usia 0 bulan (segera
Kombinasi setelah lahir)
Usia 2 bulan
Usia 3 bulan DPT + Hepatitis

B
Wiwi M. 2008
Usia 4 bulan
PEMERIKSAAN BBL
Pemeriksaan BBL dilakukan pada :
❀ Jika Bayi lahir difasilitas Kesehatan
Segera setelah bayi lahir
Saat bayi berusia kira-kira 12 jam
 < dari 12 jam sebelum bayi pulang

❀Jika lahir dirumah


Segera setelah lahir
Sebelum penolong meninggalkan rumah ibu
Saat kunjungan Neonatal (KN)
Jadwal Pemeriksaan BBL

Bayi lahir di fasilitas Bayi lahir di rumahnya


kesehatan
1. Saat bayi keadaan 1. Saat sebelum bidan
stabil antara 6 – 12 jam meninggalkan bayi

2. Sebelum bayi pulang 2. Keesokan hari ≥ 24


dari fasilitas kesehatan jam (KN1)
≥ 24 jam ( KN 1)
3 Pada hari ke 3 (KN II) 3. Pada hari ke 3 ( KN II)

4. Pada minggu ke 2 4. Pada minggu ke 2


(KN III) ( KN III )
PERSIAPAN PEMERIKSAAN
✽Persiapan alat-alat
✽Persiapan tempat pemeriksaan
✽Persiapan diri
✽Persiapan keluarga
Langkah-langkah Pemeriksaan
BBL
Amanesis :
Tanyakan pada ibu atau lihat rekaman medik :
1. Masalah kesehatan pada ibu
2. Cara, waktu, tempat bersalin, dan tindakan
waktu lahir
3. Warna air ketuban ketika lahir
4. Riwayat bayi bab, bak
5. Frekuensi bayi menyusu dan kemampuan
menghisap
6. Keluhan ibu tentang bayinya.
Pemeriksaan fisik .

❆Lihat keadaan umum


❆Lihat kulit bayi
❆Periksa pernafasan
❆Hitung detak jantung dengan stetoskop
❆Lakukan pengukuran suhu
❆Lihat dan raba bagian kepala
❆Lihat keadaan mata
❆Lihat bagian dalam mulut
Lanjutan ………………
❆Lihat dan raba bagian perut / tali pusat
❆Lihat punggung dan tulang belakang
❆Lihat pada lubang anus/ tanyakan pada ibu apa
bayi sudah bab
❆Lihat dan raba alat kelamin bagian luar tanyakan
apa bayi sudah bak
❆Timbang bayi
❆Mengukur panjang dan lingkar kepala bayi
❆Menilai cara menyusu, minta ibu untuk
menyusui bayinya.
KONSELING KELUARGA

Untuk perawatan bayi baru lahir dirumah,


❉ Ajarkan ibu /keluarga tentang tanda-
tanda bahaya
❉Jelaskan tanda-tanda bayi cukup
mendapat ASI
❉Menjaga kehangatan bayi dirumah
❉Perawatan tali pusat
KONSELING TANDA-TANDA
BAHAYA BBL
Bila ditemukan salah satu gejala berikut segera bawa ke
fasilitas kesehatan :
1. Tidak dapat menyusu/muntah
2. Kejang
3. Bayi bergerak hanya jika dirangsang
4. Napas cepat ( >60 X/menit) atau lambat (< 30x/menit)
5. Merintih
6. Tarikan dinding dada
7. Demam
8. Hipotermi
9. Keluar nanah dari mata
10. Tali pusat berdarah/kemerahan/ bernanah, berbau
11. Badan bayi kuning
12. Diare / mencret
PERAWATAN BBL
Semua BBL perlu pengawasan
pernafasan, aktivitas & warna kulit
lebih lanjut.

❅Perawatan Rutin : Perawatan


Biasa
❅Perawatan Suportif : Pengawasan
Berkala
❅Perawatan Lanjutan : Pengawasa
lanjutan
& pemantauan di
ruang BBL
TERIMA KASIH

Wiwi M. 2008